UPDATE – LIPUTAN KHUSUS : Syaikhuna Yahya Al Hajuri & Ikhwanuna Ahlussunnah Salafiyyun Dammaj HIJRAH DARI SHO’DAH KE HUDAIDAH

Peristiwa Yang Bersejarah Bagi Salafiyyun

[ Live Update ] HIJRAH HARI KE-10

JUM’AT, 23 Rabi’ul Awwal 1435 Hbaru-jadiid

line

>>DOWNLOAD AUDIO>> Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury -hafizhohulloh wa ro’ahu- Muhadhoroh di Masjid As-Sunnah Sa’wan Yaman. [kapasitas file: 6.1MB mp3]  

>>DOWNLOAD VIDEO>> Kenangan Jihad Dammaj 1434-1435 H  [kapasitas file : 31.1 MB mp4]

>>DOWNLOAD AUDIO>> Abu ‘Abdillah Fadhil Muhammad Al Maidaniy -hafizhohulloh- dalam majelis ilmunya di Masjid Dakwah USU Medan, pada hari Ahad 10 Robi’ul Awwal 1435H : “ABSHIRUU YAA AHLUSSUNNAH… ABSHIRUU” penjelasan tentang Hijrohnya Ahlussunnah Salafiyyun dari Dammaj (Sho’dah) ke Hudaidah [kapasitas file: 31.5MB mp3 durasi: 17 menit, upload audio oleh: Abu Jundi Ahmad Al Jawiy]

line

TEMPAT BARU YANG TELAH DISIPKAN DI HUDAYDAH

HIJRAH dari SHO’DAH ke HUDAYDAH

بسم الله الرحمن الرحيم

BERITA SELALU DI UPDATE -insya Alloh bi’idznillaah-

Hijrah Hari Ke-10

 Jum’at, 23 Rabi’ul Awwal 1435 H

22:25 wib, Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al- Limboriy  mengabarkan : Masjid Al-Faith di Hayy Ashbahi, syari’ Baihan San’a dari pagi tadi sudah dibanjiri kaum muslimin, di dalam masjid, halaman dan jalan-jalan di sekitarnya dipenuhi jama’ah, mereka menunggu untuk mendengarkan muhadaroh yang akan disampaikan oleh Syaikhuna Yahya Al hajuriy pada setelah sholat maghrib.

20:07 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Asy Sheikh Al Qodhi Abu Muhammad Abdul Wahhab As Syamiriy Hafizhohulloh, sungguh kita yang di sini menyaksikan kerja keras beliau mengurusi kemaslahatan para thullab dan seluruh penduduk Dammaj, di Dammaj sampai di Sho’na sampai sekarang, siang malam dengan kesibukan yang luar biasa. Akhirnya beliau sakit dan butuh perawatan kesehatan, tapi tetap kerja. Jum’at pagi ini beliau berangkat ke pemandian air panas, bersama akh Abu Yahya Al Indonesiy, Muhammad Al Ibbiy dan Muhammad As Sakhobiy. Ana alhamdulillah mendapat kemuliaan diajak menyertai beliau ke lokasi yang amat jauh dari kota Shon’a, Wadi Jarif. Kami melintasi rute gunung dan lembah yang mengagumkan, di atas jalan beraspal yang mulus. Setelah satu jam perjalanan sampailah kami di Wadi Jarif, di perut suatu gunung. Pemandangannya lebih indah lagi. Di sepanjang perjalanan dengan pemandangan yang luas terbentang, di samping kami mengisi dengan candaan yang segar untuk mengganti kepenatan hishor, juga kami isi -dengan Taufiq Alloh semata- dengan dialog ilmiyyah dan fawaid. Berikut ini diantara fawaid yg kami dapatkan dari beliau. 03:44 wib : Sebagian pengawal di Masjid As-Sunnah Sa’wan mengatakan bahwa kemarin malam perang besar di Hasyid. Akh Abu Khalid Hamud Al-Jizawy menukilkan pada kami dari Sheikh Abdullah Asy-Syumuriy bahwa komandan besar Hutsiyyun, Abu Ali Al-Hakim As-Sufyany tertangkap. Alhamdulillah.

Hari Ke-9

Kamis, 22 Rabi’ul Awwal 1455 H

22:36 wib, Abu Ahmad Muhammad bi Salim Al-Limboriy mengabarkan : Pada hari ini, menjelang zhuhur tadi kami mengunjungi kawan-kawan kami yang luka-luka di klinik As-Sunnah Sa’wan, banyak dari mereka mengabarkan kepada kami bahwa hari ini Abu Ali Hakim Al-Hutsiy dan prajuritnya dikepung oleh para mujahidin di salah satu pertahanan mereka yang dekat dengan jabahat Hasyid, dia (Abu Ali Hakim) -semoga Alloh mengazabnya- terluka dan terpotong kakinya, beberapa gunung mereka telah dikuasai oleh mujahidin. Setelah kami keluar dari kunjungan itu, kami mendapati saudara-saudara kami Al-Indonesiyyin yang belajar di Ma’bar datang menziarohi kami dan membawakan banyak oleh-oleh berupa makanan dan minuman, kami bersyukur atas kebaikan mereka, Jazahumullohu khoiron katsiro. 21:52 wib : Pada hari ini Kamis 22 Robiul Awwal 1435 setelah sholat ashar Syaikhuna Abdurrohman Asy-Syamiriy ‘Afallohu ‘anhu mengisi ceramah di masjid As-Sunnah Sa’wan, yang ceramahnya menyentuh hati dan memperkuat iman, Subhanalloh beliau memberikan banyak faedah diantaranya adalah perkataan Syaikhul Islam Abul ‘Abbas Ahmad Ibnu Taimiyyah Rohimahulloh:
“ما يصنع أعدائي بي؟، أنا جنتي وبستاني في صدري….، إن حبسي خلوة، وقتلي شهادة، وإخراجي من بلادي سياحة”.
“Apa yang akan diperbuat musuh-musuhku padaku?, aku, surgaku dan tamanku di dalam dadaku…, jika memenjaraku maka aku menyendiri (beribadah kepada Alloh), (jika) membunuhku (maka aku) mati syahid, dan mengeluarkanku dari kampung halamanku adalah rekreasiku”. 12:50 wib : Alhamdulillah ‘ala kulli hal, diantara hikmah hijroh dari Dammaj: Syaikhuna Yahya bisa da’wah dengan terjun langsung di tengah-tengah umat, sekarang beliau mendatangi masjid-masjid Ahlissunnah di San’a untuk mengisi muhadharoh.

12:00  wib : Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Abu Umar Al Kindiy menuliskan kabar pada kami bahwa Hutsiyyun sedang menyebarkan dana besar-besaranan di berbagai tempat di propinsi Ta’iz, dan membikin acara-acara  pertemuan dengan  para tokoh qobilah, pejabat-pejabat dan guru-guru serta para pemuda untuk menarik minat mereka. Juga mengadakan acara wisata dengan mereka ke markiz-markiz Hutsiyyun di Sho’dah. Juga membikin adu domba antar tokoh kobilah, dan antar pejabat di Ta’iz dengan langkah-langkah rapi dan teratur. Allohumma binasakanlah rofidhoh. 11:48 wib : Akh Abu Khalid Mahmud Al Jizawiy menyebutkan  bahwa surat kabar Israel memuji kekuatan  Hutsiyun dan pengepungan yang  mereka lakukan terhadap barak-barak militer pemerintah serta keberhasilan mereka dalam mengusir salafiyyin dari Dammaj. 09:27 wib : Berikut ini berita penting : Al Akh Abu Hani’ Al-Misqory mengirimkan pada kami rekaman suara Muhammad Syarofuddin, Wakil Hutsiyyun dalam Hiwar Wathony yang terbunuh dua hari yang lalu, yang isinya ucapan kufur dia : “Kami menginginkan pemerintahan tanpa agama”.

Hari Ke-8

Rabu, 21 Rabi’ul Awwal 1435 H

01:55 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Barusan Sheikh Ali Al Baitiy dan akh Hamid Al Lahjiy mengabari ana bahwa hari ini tokoh besar Hutsiy dalam Hiwar Wathoniy, Ahmad Syarof mati terbunuh. Kami bukan teroris, tapi Alhamdulillah darah dan doa Ahlussunnah tidak menguap sia-sia. Allah membunuh para durjana satu persatu. 03:03 wib : Akh Abu Hamzah Al Hadhromiy dalam komentar kasus terbunuhnya Ahmad Syarofuddin Al-Hutsiy tadi, beliau menuliskan bahwa pemerintah Yaman menemukan bahwa Hutsiyyun menyewa 450 blok pemukiman di Shon’a sebagai gudang senjata mereka. Dan Presiden berusaha menghibur Sheikh Yahya bahwa pemerintah Yaman itu satu barisan dengan Ahli Dammaj dan akan memerangi Hutsiyyin, tapi Presiden minta Salafiyyin dan pasukan Kabilah tenang sampai Hiwar Wathoniy usai. 03:04 wib : Presiden telah mengisyaratkan bahwa hiwar telah mencapai puncak, dan perang lawan Hutsiyyun telah di ambang pintu. Jendral Ali Muhsin meninggalkan jabatan barunya dan kembali memegang komando lapangan dan memanggil para komandan pasukan untuk persiapan perang melawan Hutsiyyun. 03:07 wib : Syaikh Ali Al Baitiy mengabari ana bahwa pemerintah minta Hutsiyyun turun dari gunung Mudawwar, tapi Hutsiyyun menolak. Lalu tank pemerintah naik mendekati Mudawwar tapi justru ditembaki oleh hutsiyyun. 03:15 wib : Akh Sulthon Al Adhru’iy menuliskan kepada kami bahwa sumber berita politik yang dekat dengan Presiden Abdurrobbih Manshur Hadi mengabarkan bahwa presiden mengumpulkan sejumlah pimpinan terkemuka Selasa sore ini, dan menjelaskan bahwa ada kekuatan yang berusaha menguasai ibukota Shan’a dan berusaha menyeret Yaman ke krisis keamanan. Beliau menekankan agar seluruh kekuatan militer bersiaga menghadapi kondisi darurat dalam 4 hari ke depan. Berita ini disampaikan oleh harian “Aden Al Ghod.”

Hari Ke-7

Selasa, 20 Rabi’ul Awwal 1435 H

21:54 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Akh Sulthan Al-Adhru’iy menuliskan kepada kami bahwa harian “Kharij Al-Imarotiyyah” memberikan bahwa kementrian pertahanan Yaman memberi batas waktu 48 jam pada jama’ah Hutsiyyin untuk meninggalkan seluruh pos mereka yang masih saja mengepung Dammaj, sesuai dengan kesepakatan. Juga memberitahukan bahwa kondisi makin tegang antara tentara Hutsiyyun di Dammaj. 17:39 wib : Akh Abu Abdirrahman Al-Yafi’iy menukilkan kepada kami tulisan Abu Hatim Abdullah  Al-Asymuriy bahwa jumlah Hutsiyyun yang mati naik jadi 28 (dua puluh delapan) orang. Yang meninggal dari pasukan Hasyid 11 (sebelas) orang. Rantai pegunungan Mishrokh dikuasai oleh pasukan Kabilah Hasyid dan Ahlus-Sunnah. 00:50 wib : Akh Abu Hamzah Al-Hadhromiy menuliskan kabar kepada kami dari Akh Abu Turob Ash Shan’any bahwa pertempuran sengit berkobar di Wadi Dannan pada tengah malam, yang mana Rafidhah berusaha maju. Maka dihadang pasukan Allah. 22 Rafidhah mampus.

Hari Ke-6

Senin, 19 Rabi’ul Awwal 1435 H

17:37 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : di “Thaifah Al Mansurah” Barusan Akh Faris Al Wadi’iy mengabari ana bahwa pemilu tinggal sekitar 20 (dua puluh) hari lagi, dan biasanya ada keributan. Sheikh Yahya mau berangkat umroh. Hari-hari ini para delegasi kabilah dan pemerintah masih terus datang ke Sa’wan mengunjungi Sheikh Yahya. Duta besar dari berbagai negara juga berkunjung. Sheikh Yahya selalu menasihati para dubes (duta besar) untuk aktif mendukung warga mereka yang ingin belajar Kitab dan Sunnah di Yaman, dan agar memuliakan pelajar yang pulang untuk berdakwah. 02:45 wib : Sheikh Adnan Adz Zammariy menukilkan kepada kami surat permohonan sangat dari Masheikh Kabilah Al Hada Dzammar agar Sheikh Yahya Al-Hajury dan para thullab (pelajar) dan seluruh penduduk Dammaj yang terusil dengan bathil berkenan mendirikan markiz di Dzammar, di tanah manapun yang mereka sukai, dan keamanan mereka akan dijamin dengan darah dan nyawa kabilah Al-Hada’.

Hari Ke-5

Ahad, 18 Rabi’ul Awwal 1435 H

14:08 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : di “Thaifah Al Manshurah” bahwa Sheikh Abdullah Al Iryaniy mengabari ana bahwa pada hari Sabtu kemarin duta besar Iran terbunuh di Shan’a. Semoga pemerintah tidak menuduh kami yang berbuat karena  tidak diketahui entah siapa pelakunya. 01:54 wib : di “Thaifah Al Manshurah” Kabar dari akh Abu Mas’ud Ath Thohbusyiy: Hutsiyyun membatalkan kesepakatan dengan pasukan Hasyid dan berusaha merebut rantai pegunungan di wilayah itu. Hari ini terjadi peperangan. Pasukan Hasyid menuntut Hutsiyyun keluar dari seluruh gunung dan lembah. Hutsiyyun menghimpun pasukan dan menamakan gerakan mereka sebagai: “Penaklukan Hasyid.” 01:26 wib : Hari Sabtu pagi, 17 Robi’ul Awwal 1435H, Akh ‘Uqbah bin Hamud Hannaf Al Mahwitiy meninggal di gunung Shorkh, Wadi Dannan, saat Hutsiyyun mencoba maju dan dihadang oleh para murobithin. Terjadi baku tembak. Hutsiyyun terpukul mundur, tapi Akh ‘Uqbah meninggal. Rohimahulloh.  Akh ‘Uqbah ini dulu ikut jihad di Barroqoh saat pengepungan Dammaj pertama, lalu perang di Kitaf saat pengepungan Dammaj kedua, sampai runtuhnya markiz Wailah, lalu beliau pindah jihad di Hasyid sampai menjemput cita-citanya : Syahadah insyaAllah. Selesai kabar Akh Abbas Al Hatimiy kepada kami.

Hari Ke-4

Sabtu, 17 Rabiul Awwal 1435 H

12:46 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Alhamdulillah. Barusan Akh Majid Al ‘Udainiy pengelola Masjid As Sunnah di Ibb mengunjungi ana dan bilang bahwa masyarakat Qofr Propinsi Ibb sudah menyiapkan tanah seluas 5 kilometer untuk markiz Sheikh Yahya. 11:42 wib : Oh iya pengelola penyebaran Fatwa Sheikh Yahya mengabari kami bahwa daerah Jaubah masuk dalam Propinsi Ma’rib. 11:22 wib : Akh Muhammad Ash Shomaliy mengabariku bahwa tadi malam Sheikh Yahya ditanya akan mendirikan markiz di mana? Karena masyarakat Laudar minta beliau menetap di sana saja. Beliau menjawab akan keliling dakwah dulu sambil menunggu sampai pemilu selesai agar kondisi negara jelas dan beliau bisa memilih dengan tenang. 8:54 wib : Akh Aiman Al Ghosliy Al Hasyimiy mengabari kami bahwa Sheikh Ali Al Qobaliy Namron dari qobilah Murod mengadakan janji pertemuan dengan Syaikh Yahya Al Hajuriy pada hari Sabtu ini untuk beliau berkenan mendirikan markiz Darul Hadits di tanah Kabilah Murad, dan silakan beliau memilih tanah yang beliau sukai untuk beliau dan murid-murid beliau, dan mereka sebagai pembela dan penaung beliau dn murid-murid beliau. 8:59 wib : Syaikh Ali juga menekankan pentingnya mengulang-ulang permintaan pada Syaikh Yahya dan murid- beliau agar mau tinggal di daerah qobilah tadi, daerah Jaubah, dan qobilah menjanjikan kemudahan dan perlindungan walau dengan taruhan kepala-kepala tokoh-tokoh qobilah tersebut. 9:35 wib : Akh Abu Kholid Mahmud Al Jazawiy menuliskan kabar pada kami bahwa kantor  komando Militer pada pengumuman hari Kamis kemarin menyebutkan komandan militer Abdul Wahid Hizam Asy Syilaliy menawarkan naungan penuh untuk syaikh Yahya dan murid-murid beliau untuk tinggal di wilayah Rodhmah secara khusus dan propinsi Ibb secara umum. 22:22 wib : Termasuk kasih sayang Allah yang mencengangkan orang yang punya mata hati yang tajam adalah : Allah menghendaki Salafiyyin Dammaj menggabungkan pahala tholabil ‘ilm (menuntut ilmu), pahala jihad, pahala syahadah bagi yang terbunuh, dan pahala hijrah bagi yang masih hidup. Itu semua kehendak Allah. Apanya yang tercela jika kita ditakdirkan mencicipi sebagian kecil dari jenis-jenis ibadah Nabi dan Sahabat.  22:44 wib : Malam sabtu antara maghrib dan isya’ ribuan muslimin memenuhi masjid Sa’wan menanti ceramah Asy-Syaikh Al Muhaddits Al-Imam Al Mujahid Al’allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy hafizhohulloh. Jalan raya didekat masjid uga penuh dengan ribuan muslimin duduk dengan tenang mendengarkan ceramah beliau.  Beliau hari ini capek sekali, tapi tetap memenuhi permintaan untuk ceramah.

Hari Ke-3

Jum’at, 16 Rabiul Awwal 1435 H

22:20 wib, Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Sebelum ashar tadi kaum muslimin berdatangan ke masjid As-Sunnah Saawan dalam rangka mendengarkan muhadharah (ceramah) Syaikhuna Yahya Al-Hajuriy Hafizhohulloh yang akan disampaikan pada malam ini, mulai dari setelah sholat maghrib hingga masuk sholat isya. 22:20 wib : Masya Alloh karena banyaknya jama’ah yang hadir, yang masuk di dalam masjid harus antri berbaris panjang, masjid dua lantai tidak bisa menampung jama’ah, di lantai paling atas, di halaman masjid dan sekitarnya dipenuhi jama’ah, mereka siap bersabar menunggu ceramah dari sebelum ashar hingga saat ini, semoga Allah memberi hidayah untuk semua.

14:37 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Musykilahnya para musuh sunnah mempengaruhi tokoh-tokoh kabilah di Wadi Mur dan Hudaidah untuk menolak Sheikh Yahya dan thullab (pelajar). Ujian masih berlangsung. Kita tunggu hari-hari ini.

14:33 wib, Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limboriy mengirim kabar melalui foto : (gambar no.1) Lantai atas Masjid As -Sunnah Sawa’an Shan’a, didalam bangunan terlihat atap hitam, dia adalah salah satu kemah yang disediakan untuk penginapan Muhajirin dari Dammaj. Adapun orang-orang Indonesia menginap didalam masjid lantai dua. (gambar no.2) Kemah yang disediakan didepan masjid As-Sunnah Sawa’an untuk para mujahid yang dari Dammaj. Alhamdulillah kajian rutin dimasjid As-Sunnah yang diisi oleh Sheikhuna Fathul Qodasiy Hafidzahullah tetap jalan, beliau sebagai pengganti Sheikhuna Muhammad Mani’ Hafidzahullah, mengajarkan kitab Shahihul Bukhariy. Sekarang sudah masuk pada Kitabul Jumu’ah. Beliau juga mengajarkan selain kitab itu, Kajian rutin beliau setelah sholat dhuhur, setelah ashar dan setelah maghrib.

10:21 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al-Qudsy mengabarkan : Pagi tadi jama’ah masjid Sa’wan menyolati Akh Kholid saudara Ummu Salamah. Rohimahulloh. Oh iya sebagai pelengkap kabar tentang insiden Khoiwan malam Kamis, Sheikh Ali Al Baitiy mengabari bahwa akh Hasyidiy yang tertembak di Khoiwan meninggal. Rohimahullah. Mobil Sheikh Abdulloh Asy Syamiriy tertembak di bannya, dan 1 mobil ikhwah tertembak kacanya. Semuanya karen tembakan-tembakan Hutsiyyun. 07:17 wib : Akh Muhammad As-Siwary mengabari kami Malam Jum’at tadi Sheikh Yahya dan sejumlah Masheikh Dammaj berjumpa dengan President AbdurRabbih Hadi Manshur. Semoga mendatangkan kebaikan bagi dakwah dan negeri ini. 03:09 wib : Akh Ali Al-Ahdal memberitakan bahwa : Ayah Sheikh Abdurrahman As-Sudais meninggal, dan InsyaAllah akan di sholati besok di Masjid Al-Haram. Rahmatullah Rahmatan Wasi’ah.

00:16 wib, Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory mengabarkan : Alhamdulillah semoga dalam waktu singkat ini Sheikhuna bisa dapat bumi baru tuk bangun Darul Hadits baru.  01:29 wib : Pada malam ini telah ziaroh ke kami beberapa saudara-saudara kami yang di Jami’ah Shon’a, dan tadi setelah ashar kami juga diziarohi oleh tiga saudara kami yang mulia dari pihak KBRI semoga Alloh menjaga mereka dan membalas dengan kebaikan untuk mereka semuanya. 1:16 wib : Bantuan berupa pakaian, makanan dan minuman yang diserahkan oleh saudara-saudara kita asal Indonesia yang ada di Jami’ah  Shon’a, semoga Allah membalas kebaikan mereka yang mana mereka telah membantu saudara-saudari mereka Al-Muhajirin asal Indonesia.UCAPAN SYUKUR KEPADA SAUDARA-SAUDARAKU DI SHAN’A. 01:04 wib : (GambarPhoto) Kenangan Senjata di Alu Manna’: Kenang-kenangan senjata para Mujahidin yang digantung di ruang perinstirahatannya Abu Ahmad dan kawan-kawan di Matras Indonesiyyin pertahanan Alu Manna’ Dammaj. Yang dipegang oleh Abu Ahmad pada tangan kanannya adalam bom rakitan Syi’ah yang mereka lemparkan ke para penjaga di pertahanan Alu Manna’, Alhamdulillah tidak meledak. Yang dipegang tangan kirinya adalah kepala geranat yang sudah meledak, yang dilemparkan oleh Syi’ah kepertahanan Alu Manna’ dalam semalam mereka melemparkan geranat ke para penjaga puluhan kali lemparan.

Hari Ke-2

Kamis, 15 Rabiul Awwal 1435 H

23 :09 wib, Abu Ahmad Muhammad  Al-Limbory mengabarkan : Sampai saat ini kami masih di masjid As-Sunnah Sa’wan Shon’a, untuk hijroh ke Hudaidah kami mengalami kendala, para thullab dari penduduk negri tersebut telah membuat kemah-kemah untuk penginapan sementara namun sekelompok manusia merusaknya dan terjadi demo agar para muhajirin tidak diterima di sana, perbuatan semisal ini persis dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang hasad terhadap para muhajirin dari kalangan para shohabat yang berhijroh ke Habasyah.Hasbunallah wani’mal wakil. UCAPAN SYUKUR UNTUK KBRI DI SHAN’A

23:44 wib, Abu Sholeh Muslim Al Madiuny mengabarkan : Alhamdulillah kami baik-baik saja di Sa’wan, masjid Syaikh Muhammad  Mani’. Kabar terakhir. Tadi sore kami dikunjungi wakil duta besar Indonesia di shanaa di dampingi 2 pegawai KBRIi lainya,  setelah mereka menemui Syaikh Yahya,  selanjutnya kami semua berkumpul  kemudian kami dimeminta identitas sesuai yang tercantum di paspor, kemudian setiap orang diminta menulis keperluan atau masalah masing-masing sehingga dengan itu pihak KBRI bisa membantu.  Sempat pula terlaksana diskusi dan tanya jawab diantara kami dan pihak KBRI. Sebelum meninggalkan masjid sa’wan kami diberi makanan 5 kartun Indomi dan 9 pak air meneral sempat kami berkaskan juga fotonya Jazahumullohu khairan.

22:59 wib, Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy mengabarkan : Alhamdulillah menjelang asar tiba di Masjid syaikh Muhammad Mani’ di Sa’wan Shon’a. Setelah asar dialog dengan Syaikh Yahya dan para bapak-bapak kedutaan RI. InsyaAlloh baik-baik saja. InsyaAlloh setelah isya syaikh Abdulloh Iryaniy ingin berjumpa dengan para ikhwah Indonesia semua setelah lama terpisah karena hishor. 1:32 wib : Barokallohufikum. Sekarang sampai di Nuqthoh ‘Ain, istirahat didalam mobil. Dibelikan akh Shiddiq Al Lahjiy minuman “Rani” dan biskuit. Alhamdulillah. 8:53 wib : Pukul 04:17 wy sampai di Harf Sufyan.Di akhir malam di atas kendaraan para thullab mengangkat tangan dan masing-masing berdoa dengan penuh penjiwaan agar Alloh membalaskan kepedihan hati mereka terhadap Rofidhoh. 9:09 wib : Pukul. 04:45 wy sampai di Khoiwan Hasyid. Pukul. 04:59 wy ada mobil Rofidhoh lewat dan membikin teror dengan tembakan berulang-ulang. 9:27 wib : Rofidhoh sengaja bikin kericuhan terhadap iring-iringan  ini. Pukul 05:03 wy di pos tentara, rofidhoh menuntut kami berhenti sambil memegang senjata. Para thullab Yaman yang sudah berusaha sabar akhirnya jengkel dengan turun dengan menyiapkan senjata mereka. 9:30 wib : Sungguh kurang ajar Rafidhoh. Mereka mendakwa bahwa rombongan ini tadi menembak mereka hingga ada teman mereka yang mati dalam mobil. Kasus jadi panjang. Mereka ingin mengulur-ngulur perjalanan kami. 9:32 wib :  Makar macam ini terulang. Mereka membawa mayat teman mereka yang mati di front lain untuk menuduh kami melanggar perjanjian, padahal mereka itulah ular setan! 9:44 wib : Pukul 05:31 wy adzan subuh berkumandang dan kami masih tertahan di jalan raya Hasyid ini. *Sambil menunggu kasus di daerah Huts ini, silakan menyimak adzan subuh yang dikumandangkan Syaikh Ali Al Hajuriy, Ayah Syaikh Yahya Al Hajuriy -Hafizhohumalloh-, di masjid Hajur sana. Kiriman akh Ahmad Al Hakamiy. 10:52 wib : Tadi suasana agak kacau dan ricuh. Kita tunggu gambaran yang sbenarnya.  10:30 wib : Pukul. 07:16 wy kondisi mulai jelas, bahwa saat iring-iringan truk kami sampai di jalur Khoiwan-Huts, Rafidhoh yang sembunyi di matras-matras mereka menembaki kami. Maka tentara yg mengawal kami balas menembak ke arah mereka. Ternyata peluru tadi mengenai seorang mujahid Hasyid yang ribath di pos mereka. 10:31 wib : Kami bertanya kepada beliau (Abu Fairuz) : “Abu Shahl Ardin Sorong (Papua Barat) melalui ana “Assalamu’alaikum bagaimana dengan keluarga Sheikh Muqbil? Apakah mereka keluar dari Dammaj ?” Beliau (Abu Fairuz) menjawab : Ana belum tahu bagaimana keluarga Sheikh Muqbil. Beberapa ikhwah Wadi’iyyah yang aktif ngaji semisal Faris Dammajiy, dan beberapa penduduk A’la Dammaj ikut Hijrah. 11:30 wib : Akibatnya pasukan Hasyid marah dann hampir menembaki kami. Kami yang tadi tau karena suasana akhir malam agak gelap jadi tegang dan jengkel karena ditembaki hutsiyyun. Ikhwah turun dan ngokang senjata. 11:31 wib : Hampir terjadi baku tembak antara pasukan Hasyid dengan Thullab Dammaj. Tentara menjelaskan bahwa dia menembak sebagai pembalasan dan tidak bermaksud menembak pasukan Hasyid. Sekarang masih berlangsung dialog antara Sheikh AbdulWahhab Asy Syamiriy dengan Sheikh Hussein Ahmar. Kawan yang dikira mati tertembak tadi cuma luka-luka. Semoga cepat sembuh. 11:33 wib : Sambil menanti keputusan, ana lihat-lihat pemandangan. Ada diberitahu bahwa seluruh yang mengelilingi daerah ini sudah dikuasai pasukan Hasyid. Alhamdulillah. Seorang mujahid Hasyid ngobrol dengan kami dan bermaksud menjamu rombongan keluarga di rumahnya. Tapi kami mengemukakan udzur (alasan). 12:39 wib : Sang mujahid bernama Musa Al Hasyidiy. Dia cerita tentang usaha Rafidhah untuk mengadu domba kami. Ada yang menelpon bahwa rombongan truk-truk besar ini adalah Hutsiyyun. Kelanjutannya sebagaimana yang ana beritakan. Sekarang kami menghadap ke selatan. Akh Musa menunjukkan bahwa gedung-gedung di depan kami adalah rumah Badruddin Al Hutsi Az Zindiq. Gunung di belakangnya adalah gunung Romidh. Gunung di belakang kami adalah gunung Tempat pembatas antara wilayah Hasyid dengan Hutsiyyin. Di dekat gunung Tempat itulah kompleks perumahan keluarga bangsawan Ahmar. Jarak sini ke Wadi Dannan sekitar 10 kilometer.

Hari Ke-1

Rabu, 14 Rabi’ul Awwal 1435 H  

23:26 wib, Abu Fairuz Abdurrahman al Qudsy al-Jawy mengabarkan : Pukul 19:30 WY malam InsyaAllah ini akhir pandangan ana ke desa Dammaj setelah lebih dari sepuluh tahun ana menimba ilmu disini. Hasbunallahuwani’mal wakil. 22:55 wib : Ziyad Al Mulaiky menyebutkan bahwa empat Helikopter sebagai penjaga, dan satu Helikopter besar itulah yang mengangkut Syaikh Yahya. 22:34 wib : Tadi sore 4 helikopter pemerintah datang menjemput syaikh Yahya, mendarat di Barroqoh. Ada yang bilang sebagiannya mendarat di gunung Thullab. Setelah maghrib, Akh Abu Kholid Mahmud Al Jaizawiy menukilkan bahwa syaikh Yahya tiba dengan selamat di Shon’a.  21:22 wib :  bahwa kami bertanya kepada beliau tentang kabarnya. Maka dijawab : Ikhwah sudah sampai di Shana. Ana dan beberapa ahlul Maktabah masih di Dammaj, karena pembersihan belum selesai. InsyaAllah kami keluar dari Dammaj besok pagi dengan truk barang-barang Maktabah. Kami katakan,’Semoga Allah menguatkan fiisikmu’ . 

11:00 wib, Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Kami masih di Dammaj. InsyaAllah, sebentar lagi berangkat. Kami sudah di atas Mobil. Do’akan ya Ikhwah…. JazakumullahuKhairan.

20:33 wib, Akhuna Muadz Lombok mengabarkan: bahwa sekarang rombongan bersiap-siap lagi menuju Shana. Mobil masih antri di Hasyid belum dikasih jalan, dibagian depan ada mobil tentara menjadi penunjuk jalan. Allahu akbar 19:20 wib : (Gambar Photo) Kirimannya : (gambar no.1) kitab kitab yang sedang diangkut ditruk (gambar no.2) Kendaraan yang siap mengangkut para thulab (gambar no.3) Kelihatan asap mengepul di Dammaj yang pasnya adalah dighurfah uzab. Sebagian ikhwan pada membakar ghurfahnya, sangat disayangkan sekali. Idoatul mall. (gambar no.4) Sampaia di Hasyid dijamu dengan makan siang oleh qobilah Hasyid, nasi, daging, buah, roti, jamuan yang sangat mewah. Jus juga lipa, sudah lama kami tidak makan buah-buahan dan minuman jus dan air mineral segar. Alhamdulillah. 14:51 wib : Alhamdulillah, sudah keluar desa Abdin masuk jalan Asfal Shodah, jalanan macet pool. Sepanjang perjalanan sampai saat ini tentara banyak jaga. Kita ke Shona InsyaAllah, tadi waktu keluar Dammaj setiap mobil sudah dikasih bayaran dari pemerintah dan sudah didaftar untuk ke Shana. Sudah Masuk Sha’dah,, penjagaan dari tentara terlihat begitu juga polisi lalu lintas mengatur jalan. Semua perempatan jalan yang kita lewati ditutup khusus jalan buat yang kelurar dari Dammaj. benar-benar kita keluar dengan terhormat. Allahumma Idzzan la Dzulla Ba’dahu.

Sumber : http://ashhabulhadits.wordpress.com/2014/01/15/perjalanan-hijrah-ke-bumi-hudaidah/  di re-post khusus untuk http://dammajharosahulloh.wordpress.com/

Baca Juga Postingan Terkait :

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Berita Dunia Islam, BIOGRAFI SALAFI, Free Download, INFORMASI PENTING!, PROBLEMATIKA UMMAT, Realita Ummat, Sejarah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.