INFO : Markiz ‘Ilmu Baru MA’HAD AL-’UTSMANY di Purworejo Jawa Tengah

Segala puji bagi Alloh ‘Azza wa Jalla,  kini hadir di tengah-tengah kita Ma’had baru dari sekian Ma’had Ahlussunnah -Assalafiyyah- di Indonesia.

info-mahad-salafy

PONDOK PESANTREN AL ‘UTSMANY

Alamat: Desa Kedungkamal, Kec. Grabag, Kab. Purworejo, Jawa Tengah

Membuka Penerimaan Santri Baru

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وأصحابه ومن واله، أما بعد:

Mengingat kebutuhan seorang muslim akan ilmu agama Islam dengan pemahaman yang benar, ditambah semakin banyaknya fitnah akhir zaman yang menuntut kekokohan ilmu dan amalan, adanya majlis ta’lim bermanhaj salaf yang intensif, dan terbentuknya generasi muda yang berilmu dan beradab, serta terciptanya pemukiman yang agamis & harmonis merupakan dambaan setiap salafy.

Oleh karena itu, dengan mengharapkan ridho Alloh dan taufiq Nya didirikanlah Pondok Pesantren Al-’Utsmany yang gambaran secara rincinya sebagai berikut:

1.    Pengasuh:

Pondok Pesantren Al-’Utsmany diasuh oleh: Ustadz Abu Zakaria Irham bin Ahmad Al-Jawiy dan Ustadz Abu Idris Shubhi Al JawiyHafidzohumalloh-.

2.    Sistem Pengajaran:

Sistem pengajaran yang akan dijalankan –biidznillah- di PP. Al-’Utsmany terbagi menjadi dua:

Pertama: Kajian Umum yang diikuti oleh semua santri dan warga yang berkenan datang setiap habis sholat Dzuhur, Ashar dan Maghrib.

Kajian ini dipersilakan bagi Ikhwah yang  jauh untuk me-relay-nya.

Jadwal kajian yang akan dilaksanakan –biidznillah- sebagai berikut :

  • Dzuhur   :  Mukhtashor Jami’ Bayanil ‘ilmi wa fadhlihi (Setiap hari kecuali Jumat)
  • Ashar      :  Tsalatsatul Ushul, (Setiap hari)
  • Maghrib :  Tafsir Juz ‘Amma (Malam Senin, Rabu, Jumat)

Bulughul Marom (Malam Selasa, Kamis, Sabtu)

Riyadhush Sholihin (Malam Ahad).

Kedua: Kajian khusus bagi para santri, yang terbagi dalam dua program:

A.        Tahfidzul Qur’an:

Program khusus untuk menghafalkan Al-Quran yang ditujukan bagi anak-anak di bawah usia baligh. Diselingi dengan materi-materi dasar aqidah dan ibadah serta hafalan hadits-hadits pendek.

Untuk program ini, disyaratkan bagi calon santri -selain persyaratan umum yang akan datang penyebutannya-: anak sudah bisa mandiri (maksudnya: dari sisi mengurus kebersihan pribadi, mencuci dan mental untuk berpisah dengan orang tua) dan sudah bisa membaca dan menulis.

Diperkenankan bagi yang sudah baligh untuk masuk dalam program ini dengan syarat sudah mengikuti program I’dad (akan datang penjelasannya), sehingga dia sudah memiliki dasar yang kokoh dalam aqidah dan bisa beribadah sesuai dengan sunnah serta bisa bermuamalah di atas tuntunan syariah.

Hal ini didasarkan pada evaluasi program-program tahfidz yang telah berjalan, dimana santri-santri yang sudah baligh ketika mengkhususkan diri dengan hafalan sebelum punya dasar aqidah yang kuat, mudah terjatuh dalam fitnah, baik itu fitnah syubhat maupun syahwat.

Dan memang demikianlah metode yang ditempuh oleh salaf, sebagaimana yang diriwayatkan dari Jundub bin ‘Abdillah –Rodhiyallohu ‘anhu- bahwasanya beliau berkata:

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا  .

“Dulu kami bersama Nabi –Shollallohu ‘alaihi wa sallam- dalam keadaan kami saat itu masih muda belia yang penuh semangat dan kekuatan, maka  kami belajar  tentang iman (aqidah shohihah) sebelum kami mempelajari Al-quran, kemudian kami belajar Al-Qur’an sehingga bertambahlah dengannya keimanan kami.” (Diriwayatkan dengan sanad yang shohih oleh Ibnu Majah: 61, dan dimasukkan oleh Syaikh Muqbil dalam Ash-Shohihul Musnad: 273)

B.         Program Takhoshshush ‘Ulum Asy-syari’ah:

Program ini adalah program untuk mendalami ilmu-ilmu Syari’ah dengan lebih intensif. Program ini ditujukan bagi yang telah baligh sebagai usaha untuk menghilangkan kebodohan dari diri masing-masing pribadi yang kemudian diharapkan pula untuk bisa menghilangkan kebodohan yang ada pada masyarakat sekitarnya.

Metode yang ditempuh dalam menjalankan program ini diusahakan sesuai dengan metode yang dibimbingkan oleh Syaikh Sa’id Da’as –Rohimahulloh– dalam kitab beliau yang berjudul:

موصل الطلاب إلى مراتب الأكابر والطريق المثلى في تلقي علوم السنة والكتاب

“Mengantarkan para Penuntut Ilmu untuk Mencapai Derajat (Ulama) Akabir dan Metode yang Tepat dalam Mengambil Ilmu-ilmu As-Sunnah dan Al-Kitab.”

Oleh karena itu program ini dibagi dalam dua tahap:

Tahap pertama: I’dad (Pembekalan awal dan persiapan untuk masuk takhoshshush)

Tujuan tahap ini adalah membekali santri dengan ilmu-ilmu syar’i yang sifatnya fardhu ‘ain (ilmu yang tidak boleh seorang muslim pun bodoh darinya) dan pengenalan beberapa ilmu yang bersifat fardhu kifayah.

Materi yang dikaji pada tahap ini –Insya alloh-:

  • Al-Mabadi’ Al-Mufiidah fi at-Tauhid Wal-Fiqhi Wal ‘Aqiidah (kitab ringkas dan padat yang menjelaskan dasar-dasar tauhid, fiqih, dan aqidah yang shohih)
  • Tsalatsatul Ushul & Qowa’idul Arba’ (Dua risalah tentang dasar-dasar tauhid yang benar)
  • Durusul lughoh Al’Arobiyyah (kitab pengenalan bahasa arab yang khusus dikarang untuk orang-orang ‘Ajam –non arab-)
  • Al-Mumti’ (Kitab ringkas dalam bidang nahwu yang merupakan penjelasan dari kitab Al-Ajurumiyyah)
  • Al-Madkhol ila ‘ilmi ash-Shorf  (Kitab ringkas yang merupakan pintu untuk masuk pada bidang shorf)
  • Pengenalan dasar-dasar tajwid untuk bisa membaca Al-Quran dengan benar,
  • Pengajaran adab-adab yang mulia dalam menuntut ilmu dan bermuamalah.

Disamping itu diharapkan pula pada tahap ini agar santri menghafalkan beberapa juz dari Alquran, hadits-hadits pokok, dan beberapa matan-matan pendek.

Setelah melalui tahap I’dad, santri diberi pilihan; akan mengkhususkan diri menyelesaikan hafalan Al-Qur’an atau meneruskan program takhoshshush dengan terus menghafal Al-Quran walau sedikit-demi sedikit, tentunya dengan arahan dari pengajar.

Tahap kedua: Pendalaman.

Bagi santri yang memilih program ini, maka akan diberikan materi-materi ilmu syari’ah yang lebih mendalam  sebagai berikut –Insya Alloh-:

  • Bidang Tauhid dan Aqidah: Syarh Kitab Tauhid, Tathhirul I’tiqod, Kasyfusy Shubhat, Syarh Lum’atul I’tiqod, Al-qowa’idul Mutsla, Syarh Al-’Aqiidah Al-Washithiyyah, Syarh Ath-Thohawiyyah.
  • Bidang Ushul fiqh dan Qowa’id: Ushul min Ilmil Ushul, Waroqot, Mudzakkiroh, Al-Qowa’id Al-Jami’ah.
  • Bidang fiqih: Syarh Bulughul Marom.
  • Bidang Mushtholahul hadits: Syarh Al-Baiquniyyah, Nuzhatunnadhor, Bahs.
  • Bidang Ulumul Qur’an: Ushul Tafsir, Al-Qowa’idul Hisan.
  • Bidang Lughoh: Syarh Al Mutammimah, Syarh Alfiyyah, Fathul wadud fish Shorf, Al-Balaghoh.

Setelah melalui tahapan ini  -semoga Alloh memudahkannya- dan materi telah benar-benar dikuasai, santri diharapkan sudah bisa untuk memperdalam dan membahas sendiri masing-masing cabang ilmu yang diinginkan, dengan membaca kitab-kitab para ulama dan mendengarkan rekaman ceramah-ceramah mereka.

Demikian gambaran perjalanan yang akan dilalui pada program ini, -hanya kepada Alloh lah kita kembalikan semua perkara-. Dan memang ilmu itu begitu luas serta menuntutnya tidaklah terbatasi dengan waktu, tapi tujuan kami menyebutkan tahapan-tahapan tersebut adalah agar seorang penuntut ilmu mempunyai gambaran yang jelas tentang jalan yang akan ditempuhnya, sehingga dia bisa memilih mana yang hendaknya didahulukan dan bisa memanfaatkan waktu singkat yang Alloh berikan dengan sebaik-baiknya.

Berapa tahun program belajar selesai?

Dalam hal ini kami tidak bisa menentukannya, sebab sebagaimana pengalaman yang terjadi pada pondok-pondok yang memakai kurikulum dan menjadikan waktu sebagai patokan, mereka kurang memperhatikan tujuan dari mempelajari kitab itu apa, sehingga yang penting sekedar lewat belaka. Bahkan yang lebih ironis, kitab yang belum selesai dikaji pun ditinggalkan karena jatah waktu telah habis dan demi mengejar jalannya kurikulum.

Oleh karena itu, yang menjadi patokan kami dalam program ini adalah selesainya pembahasan kitab dan penguasaan santri terhadap materi. Hanya kepada Alloh lah kita memohon taufiq dan pertolongan.

3.    Program Pengadaan Pemukiman Salafy

Adanya pemukiman bagi salafiyyin yang dibangun di atas ukhuwwah Islamiyyah dan Ta’awun syar’i serta dekat dengan majelis ilmu sehingga seseorang bisa menjaga keistiqomahan diri dan keluarga, merupakan dambaan kita semua. Hal ini adalah suatu nikmat yang sangat besar walaupun mungkin jika dilihat dari sisi keduniaan sangatlah sederhana atau bahkan penuh dengan kekurangan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak PP. Al-’Utsmany memberitahukan kepada ikhwah salafiyyin tentang adanya sebidang tanah kosong di lingkungan pondok yang dipersilakan untuk ditempati ikhwan salafiyyin yang telah berkeluarga tanpa dipungut biaya. Dengan catatan bahwa tanah tetap menjadi hak milik pondok, dan bangunan adalah hak milik ikhwan yang membangun/ menempatinya.

Areal tersebut diperkirakan cukup untuk empat belas keluarga dengan jatah masing-masing keluarga sekitar 5 x 9m.

4.    Persyaratan Umum untuk Menuntut Ilmu di PP. Al ‘Utsmany dan Bermukim di Areal Pondok:

  • Berniat kuat untuk tholabul ‘ilmi.
  • Taat kepada Alloh dan berakhlaq baik.
  • Bersedia mematuhi peraturan-peraturan yang ditetapkan Pesantren.
  • Bersedia untuk ber-ta’awun dengan pihak pesantren ketika dibutuhkan.

5.    Petunjuk Teknis:

  • Kegiatan belajar mengajar di Ponpes. Al-’Utsmany insya Alloh akan dimulai pada hari Rabu, 15 Shofar 1435H (18 Desember 2013M), oleh karena itu para calon santri diharapkan sudah hadir sebelum hari tersebut.
  • Walaupun demikian, Ponpes Al-’Utsmany senantiasa terbuka kapan saja bagi para penuntut ilmu, selama dia bisa memenuhi persyaratan yang tersebut di atas dan mampu untuk menangkap materi yang disampaikan.
  • Rute ke pondok: 
  1. Dengan kereta api: turun di stasiun Kutoarjo, kemudian mencari minibus jurusan ketawang, turun di pertigaan sangubanyu, di sana ada tukang becak, mintalah untuk diantar ke Musholla H. ‘Utsman –Rohimahulloh– di desa kedungkamal, (balai desa Kedungkamal belok kanan sekitar 200m).
  2. Adapun dengan bus, kalau dari arah timur, cari bus jurusan Purwokerto, kalau dari arah barat, cari bus jurusan Jogja. Turun di terminal Kutoarjo kemudian mengikuti petunjuk seperti yang kami jelaskan di atas.
  • Untuk pembiayaan operasional pondok, santri tidak dikenakan biaya. Adapun kebutuhan makan sehari-hari santri, untuk saat ini alhamdulillah pondok insya Alloh masih bisa menanggungnya. Namun jika qoddarolloh suatu saat mengalami kesulitan, pihak pondok menyerahkan kepada masing-masing santri/ para wali untuk mengurus sendiri atau diadakan musyawarah untuk menentukan kebijakan yang tepat.
  • Untuk informasi lebih lanjut dapat berhubungan langsung dengan Ustadz Abu Zakaria (085284706225) & (085640136785) atau dengan Ustadz Abu Idris (085283070197)Hafidzohumalloh-.

Demikian pemberitahuan ini kami buat, semoga bisa bermanfaat, teriring doa agar Alloh senantiasa memberikan taufiq dan keistiqomahan kepada kita semua, dan agar memberikan hidayahNya kepada saudara-saudara kita kaum muslimin untuk kembali mempelajari agama mereka berdasarkan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah.

Purworejo, 10 Shofar 1435

سبحانك اللهم وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Sumber http://www.darul-ilmi.com/2013/12/info-pendaftaran-santri-baru-pondok-pesantren-al-utsmany-purworejo-jawa-tengah di re-post khusus untuk ISLAMIC ZONE https://thibbalummah.wordpress.com

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di INFORMASI PENTING!, Majelis Ilmu, Manhaj Ahlus Sunnah dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.