[ LIVE UPDATE insya Alloh ] LIPUTAN KHUSUS : Jihad fii Sabilillah Bergemuruh Lagi Di Lembah Dammaj 1434H – 1435H (Perang Syi’ah Rofidhoh Terhadap Sunni Salafiy di Yaman) EDISI: SHAFAR 1435H

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Baca berita awal mula serangan kafir syi’ah terhadap muslim sunni Dammaj KLIK disini ! *sejak Syawwal 1434H
  • Baca berita bulan Dzulhijjah 1434 H serangan kafir syi’ah terhadap muslim sunni Dammaj KLIK disini !
  • Baca berita bulan Muharrom 1435 H serangan kafir syi’ah terhadap muslim sunni Dammaj KLIK disini !

ADAB MENGAMBIL / MENERIMA BERITA

Imam Muslim meriwayatkan dengan isnadnya dari Muhammad Ibn Sirin, bahwasanya beliau berkata :

لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنْ الْإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتْ الْفِتْنَةُ قَالُوا سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ وَيُنْظَرُ
إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ

“ Dulu mereka (para ulama) tidak pernah bertanya tentang isnad (sumber berita/ucapan). Namun ketika terjadi fitnah, mereka pun berkata : ‘Sebutkan pada kami rijaal (rangkaian periwatan) kalian. Apabila ia melihat rijaal tersebut dari kalangan Ahlus-Sunnah, maka diterima haditsnya, dan jika dari kalangan ahli-bid’ah maka tidak diterima haditsnya”.

LIPUTAN KHUSUS JIHAD SYAR’I DAMMAJ MULAI 1434 H – 1435 H

Di Liput Oleh Saudara-Saudara Kami Asal Indonesia (Para penuntut Ilmu Syar’i di Darul Hadits Dammaj) -Hafidzohumulloh-. Diantaranya : Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory , Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Qudsy,  Abu Zakariyya Harits Al Jabaly,  Abul Fida’ Hanif bin Abdullah Al Riyawy, Abu Iyyadh Sa’id Al Limbory  dan saudara-saudara kami lainnya

Saat ini semua saudara-saudara kami disana tengah berjihad fiisabilillah  melawan Syi’ah Rofidhoh -Qotalahumulloh- dan Khobar (liputan) ini ditulis disela-sela kondisi perang yang tengah berkecamuk. 

(Semoga Allah menolong kaum muslimin Ahlussunnah Dammaj)

 FOTO KONDISI SITUASI JIHAD DAMMAJ SEKARANG

FOTO LIPUTAN MEDAN JIHAD DI BUMI DAMMAJ

KUMPULAN VIDEO JIHAD DAMMAJ

Rabu, 29 Shafar 1435 H    baru4

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Berpindah Untuk Meraih Syahadah >>Klik di Sini<< – Hanya Ada Dua Islam Atau Kafir >>Klik Disini<< 15 : 51 wib

Abu Zakariya Harits Al-Jabaly mengabarkan : Alhamdulillah pemantauan terus berjalan hari demi hari hingga detik ini, kemarin sore Hutsiyyun melancarkan kembali seranganya terhadap ahlusunnah yang di mulai kurang lebih ba’da ‘ashar sampai waktu maghrib mereka menyerang  ikhwan kita dengan berbagai macam jenis senjata tapi dengan pertolongan Allah Alhamdulillah mereka tidak berhasil memasuki Alu Manna’ (sebuah kampung kecil di kawasan dammaj) yang mana mereka sudah berkali kali menyerang kampung tersebut. 10 : 25 wib

Dan Alhamdulillah kemarin sore di sela sela peperangan yang sangat dahsyat tersebut aku dan sebagian ikhwah sempat melihat khumaidhoh (mobil anti peluru) yang di kenal di negara kita dengan sebutan”panser” berjalan mondar mandir dalam rangka untuk mengambil dan mengusung mayat mayat mereka sekaligus mengambil kawan kawan mereka yang luka.Allohumma Fasyil Huthothohum Wa Bawwir Makrohum. 10 : 03 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Menit-menit ini Rafidhah menembaki sebagian gedung Wathon. 15 : 09 wib

Akh Mahmud Ash Shomaliy (Somalia) mengabari bahwa tadi malam Hutsiyyun dari kampung A’waj menembaki pos ikhwah yang di Muqoddimah (pembukaan)Wathon. 10 : 43 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Akh Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa di malam Selasa Hutsiyyun menyerang Wadi Dannan dan Allah memukul mundur mereka. 14 (empa belas) Hutsiy mati, 22 (dua puluh dua) luka. Alhamdulillah. 10 : 40 wib

Akh Abdul Karim Al Hadhromiy di “Basyairun Nashr” menulis bahwa Hutsiyyun terpukul mundur, dan beberapa mobil-mobil keluar dengan mengangkut jenazah tema-teman mereka. 09 : 35 wib

Total yang meninggal untuk serangan tadi 2 (dua) orang, yang luka sekitar 13 (tiga belas) orang. Akh Harits Al Jabaliy mengabariku bahwa beliau melihat panser Hutsiyyun berjalan kesana kemari. Barangkali untuk mengambili mayat-mayat teman-teman mereka seperti biasa. 09 : 35 wib

Setelah Maghrib tembakan dari Gunung Ahrosy mereda. Lalu Hutsiyyun mulai menyalakan Qiroah Al Minshawi dengan suara keras seperti biasa, untuk menipu ummat. Ketika sampai di Firman Allah ta’ala:

محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم

“Muhammad adalah utusan Alloh Dan orang yang bersamanya (para Shahabat) keras terhadap orang-orang kafir dan penyayang di antara mereka.” 09 : 34 wib

Langsung Hutsiy memotong bacaan ayat tadi dan menggantinya dengan kaset ceramah yang dicampur lagu-lagu. 09 : 35 wib

Selasa, 28 Shafar 1435 H

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Akh Mu’adz Lombok mengabarkan bahwa akh Usamah Al Libiy (asal Libia) meninggal di Alu Manna’ dengan luka di kepalanya sekitar seperempat jam setelah serangan berlangsung. Alloh Yarhamuh Wa Yattakhidzahu Syahiidan. 23 : 16 wib

Semoga Alloh meneguhkan kaki-kaki ikhwah di matras-matras mereka. 22 : 50 wib

Sekitar pukul 5 sore waktu Dammaj, Hutsiyyun kembali melancarkan serangannya ke matras Alu Manna’ dengan senjata-senjata besar dan menengah seperti meriam, gogo, rosyasy dan sebagainya. Tampak dari kejauhan asap tebal mengepul di tengah-tengah matras mereka. Matras Waton sempat beberapa kali ditembak senjata besar seperti gogo dari gunung Ahrosy ketika ikut menembak guna membantu ikhwah Alu Manna’. Serangan baru mereda sekitar setengah jam selepas Maghrib yang menyebabkan sebagian ikhwah agak terlambat dalam menunaikan Sholat Maghrib. Semoga Alloh memenuhi rumah-rumah dan kuburan-kuburan Hutsiyyin dengan api.. 22 : 49 wib

Nasehat Sheikh Muhammad Ba Jammal tentang Jabhah Kitaf di Masjid As-Sunnah Tahrim-Hadromaout >>Baca Disini<<

 Abu Fairuz Abdurrahma Al-Qudsy mengabarkan : Hantaman mortir datang susul menyusul seiring dengan menyurutnya sinar mentari. Rentetan dahsyat menyengat pendengaran. Ya Allah tolonglah para wali-Mu, Ya Allah hancurkanlah anjing-anjing setan Rofidhah itu Selasa zhuhur di Dammaj: serangan ramai terhadap Alu Manna’. 3 pelajar luka. 21 : 09 wib

Sekarang hantaman besar menimpa sekitar dapur, disusul hujan peluru. 21 : 03 wib

Sekarang tembakan besar menghantam Maktabah ‘ammah.  21 : 04 wib

Sore hari serangan Rofidhoh terhadap Dammaj (Barroqoh dan Alu Manna’) makin ramai, hujan tembakan diselingi goncangan-goncangan mortir membahana. La ilaha illalloh. 21 : 03 wib

Menjelang tengah hari di Dammaj: baku tembak makin ramai di wilayah Alu Manna’. Suara Qiroah Syaikh Yahya dikumandangkan dengan keras lewat LoudSpeaker. 15 : 24 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan : Berita Selasa pagi ini dari Akh Muadz Lombok dari matras Alu Manna’ : Pagi ini saudara kita bernama Shaleh Al Abyany meninggal terkena peluru sneper di bagian mukanya, sebelumnya ia sempat tertembak di bagian kaki, walau belum terlalu pulih ia masih  tetap berjaga di matras mereka Ikhwah Abyany di Alu Manna’, Rahimahullah. 14 : 74 wib

Alhamdulillah, di Waton baik-baik saja. Semalam Hutsi y Hanjamah nembak basoka dan rosyasy dari rumah Rojih dekat A’waj dan depan Nuku’ ke Zawaid dan Madrosah sekitar jam 9 malam. Sepertinya mereka mau hujum malam itu. Ikhwah sudah siap-siap, tetapi ternyata tidak jadi. Tengah malam sekitar jam 1, begitu lagi hanya sebentar saja. Setelah itu tidak ada apa-apa sampai pagi. Yang banyak tembakan Hutsi adalah di Alu Manna’. Abu Yahya yang ada di sana bercerita bahwa semalam mereka melempar Ratusan granat ke matras ikhwah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ikhwah ada yg luka karena sniper saja. Hutsi di Alu Manna’ tidak lagi melempar mortir, karena jarak matras ikhwah dengan Hutsiy sudah terlalu dekat, kurang dari 10 meter. Yang banyak ditembakkan adalah basoka, gogo, rosyasy, sniper dan granat. Alhamdulillah, ikhwah tetap tsabat (kokoh) di matras-matras mereka. Doa para ikhwah sekalian senantiasa kami harapkan. 14:41 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : Pada hari ini Selasa 28 Shofar 1435 telah meninggal kawan kami Sholih Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih, beliau terkena sniper pada wajahnya ketika beliau sedang jaga di parit pertahanan Alu Manna’.Beliau Rohmatulloh ‘Alaih sebelumnya terluka pada kakinya hingga tidak bisa lari dan tidak bisa jalan cepat, namun Masya Alloh luka itu tidak membuat beliau untuk berdiam di sakan atau di masjid, beliau sejak terluka tidak pernah balik ke sakan atau ke masjid hingga beliau terbunuh pada hari ini dalam keadaan luka kalinya belum sembuh, semoga Alloh menjadikannya sebagai orang yang mati syahid, hati tersentuh dan air mata menetes ketika teringat dengan doa Qunut Nazilah beliau ketika sedang mengimami salah seorang kawannya, beliau duduk dalam sholat sangat sulit karena luka kakinya parah, Ya Alloh rohmatilah kami, beliau dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami. 12:49 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Nama pelajar yang meninggal tadi adalah Sholih Al Abyaniy, pemberani dan kokoh. Rohimahulloh. 13 : 48 wib

Ada yang bertanya tentang jarak Kitaf ke Dammaj dan kenapa tidak bisa segera masuk Dammaj? Jarak antar Darul Hadits Kitaf ke Darul Hadits Dammaj sekitar 50 km, dan harus menembus wilayah-wilayah Rafidhoh yang tebal.13: 35 wib

Dammaj Selasa pagi ini masih terus baku tembak. 1 pelajar dari Abyan tertembak wajahnya di Alu Manna’, meninggal dengan wajah memutih. 1(satu) pelajar luka tembak di kedua pahanya dekat rumah Syaikh Ahmad. Hasbunallohuwani’mal wakil. Nama pelajar yang meninggal tadi adalah Sholih Al Abyaniy, pemberani dan kokoh. Rohimahulloh. 13:48 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: pasukan qobilah-qobilah Jauf menghantam secara mendadak pasukan hutsiy yang ada di Yatmah (daerah Jauf) hingga akhirnya seluruh Hutsiyyun terusir sampai mengungsi ke daerah Buqo’ (masuk wilayah Sho’dah). Sampai sekarang para pemuda qobilah-qobilah Jauf masih terus berdatangan ke Yatmah dan saling berbai’at untuk mati dalam rangka memerangi Hutsiyyun. 10:42 wib

Qobilah-qobilah  yang mengusir Hutsiyyun dari wilayah Yatmah tadi adalah qobilah: “Dzu Husain”, “Muhasyimah” dan “Dahm”. Kabar dari akh Husain Al Bushoiriy yang menukil dari akh langsung terjun di kancah pertempuran itu. 10:42 wib

Di Dammaj sepanjang hari Senin hutsiyyun dari gunung Ahrosy menembaki Dammaj dengan senjata-senjata besar, dan dibalas oleh pelajar Dammaj. Sepanjang malam Selasa baku tembak terus berlangsung. Dua mortir jatuh di Hadeb dekat kamar-kamar pelajar. Sampai jam 02:30 dini hari masih baku tembak.10:42 wib

Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny mengabarkan: Berita tentang masih berlangsungnya pertempuran seru secara terus-menerus terhadap sarang-sarang Hutsi di wadi Dannan Senin kemarin dengan mortir-mortir dan sebagainya. Alloh ta’ala telah memberikan taufiq kepada ikhwah kita dengan tembakan-tembakan yang mengenai sasaran. Salah satu mortir tersebut mengenai sebuah mobil angkutan hutsi yang penuh dengan muatan dan berjatuhanlah korban-korban jiwa serta luka-luka. Hasil sementara 7 mati dan 11 luka-luka. 12.07 wib

Sedangkan di daerah Khoiwan telah terjadi kembali pertempuran-pertempuran dahsyat dengan menggunakan berbagai persenjataan sejak Senin pagi kemarin hingga maghrib hari itu. Hutsi pun berjatuhan, baik yang mati maupun luka-luka. Sementara ini ada 5 mayat hutsi tergeletak di depan pasukan kabilah-kabilah sunnah. Semoga Alloh menolong kaum mukminin untuk mengalahkan para Hutsiy dan pengikut serta penolong-penolong mereka.12:07 wib

Inti nasehat Syaikh Yahya hafidhohulloh Sabtu siang yang lain : Syaikh Yahya hafidhohulloh telah memberikan nasehat Sabtu siang kemarin bagi para mujahidin di Kitaf untuk tetap tsabat dan kembali mengatur siasat perang dan tidak meninggalkan medan jihad. Beliau menyerukan bagi yg telah meninggalkan medan untuk bertaubat dari zallahnya (kesalahannya) dan kembali lagi bergabung bersama saudara-saudaranya. Waffaqohumulloh.12:25 wib

Senin, 27 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Tadi malam (Senin 27 Shofar 1435) Abbas Al-Malayziy  (Malaysia) terkena tembakan sniper Syi’ah di Alu Ro’dan, peluruh masuk ke lengannya, dua malam yang lalu Syi’ah menembakan midfa’ hingga percikan dari tanah mengenai mata Mu’adz Al-Lombokiy (lombok) yang sedang menggali parit di Alu Manna’ semoga Alloh menyembuhkan keduanya dan menyembuhkan semua yang luka. 17 : 39 wib

Tadi malam (Senin 27 Shofar 1435) Abbas Al-Malayziy terkena tembakan sniper Syi’ah di Alu Ro’dan, peluruh masuk ke lengannya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka. 17 : 19 wib

Pada perang tadi malam (Senin 27 Shofar 1435) Syi’ah banyak menghujani pertahanan Alu Manna’ dengan tembakan-tembakan, dengan tembakan-tembakan itu Mukhtar Al-’Afariy terluka pada paha dan tangannya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka. 14 : 01 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Ana di kirimi Video peledakan Masjid Markiz Kitaf dan sudah ana lihat. Semoga Allah melaknat Rafidhah dan menghinakan tokoh-tokoh yang menghalangi muslimin untuk mengkafirkan Rafidhah. 16 : 14 wib

Alangkah buruknya Muhammad Al Imam mendakwahkan ke ummat agar tidak mengkafirkan Rafidhah, padahal mereka sudah se murtad itu. 15 : 26 wib

Syaikh Adnan Adz Dzammariy kirim berita lewat “Qol’atis Sunnah”: hutsiyyun membakar  2000 (dua ribu) mushhaf di markiz Ali Abi Jubaroh sblm meledakkan masjid. 15 : 11 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:

Pada malam Senin 27 Shofar 1425 ketika masuk waktu maghrib laskar-laskar Syi’ah melepaskan tembakan mortir besar hingga menghantam matras kami, Alhamdulillah tidak ada korban, setelah Sholat isya’ mereka banyak menghujani tembakan dan melemparkan geranat ke parit kami, ketika aku masuk ke dalam parit mengecek yang di dalam parit, maka Abu Salman Al-Malaysiy dan Abu Tsabit Afif Al-Jawiy yang keduanya sedang jaga mengatakan kepadaku untuk tiarap, Alhamdulillah dari lemparan-lemparan geranat itu banyak yang tidak meledak. Pada perang tadi malam hanya seorang kawan kami yang luka ringan: 11 : 52 wib

الحمد لله على كل حال.نسأل الله لنا العافية.

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Rafidhah itu kafir walaupun di bela oleh si Mumayyi’ Murji’ Muhammad Al Imam. 11 : 37 wib

Inilah potret – potret kebanggaan Rafidhah (KLIK LINK UNTUK LIHAT GAMBAR 1 & GAMBAR 2) di mana mereka menghancurkan Markiz Dakwah Ahlussunnah di Kitaf dan membuldoser rumah–rumah pelajar. Bangunan bisa didirikan lagi, barang – barang bisa dibeli lagi. Tapi kekejaman hati anjing-anjing Rafidhah dalam menghancurkan Rumah Ibadah dan tempat mempelajari Qur’an dan Sunnah benar – benar membikin umat Islam menangis.! 11 : 10 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: juru bicara resmi Dammaj, Surur Al Wadi’iy menjelaskan pada situs “Akhbarus Sa’ah” bahwa terjadi persekongkolan sebagian pejabat dengan beberapa tokoh partai untuk menyerang Ahlussunnah di Kitaf, di mana mereka mengerahkan lebih dari Delapan Tank dan kucuran bantuan ke Hutsiyyun.10 : 39 wib

Setelah Isya’ di Dammaj lapangan tempat makan yang di luar masjid di hantam mortir. Barroqoh juga di hantami mortir. 01 : 31 wib

Ahad, 26 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله, وبعد

Pada hari ini Ahad 26 Shofar 1435, selepas subuh salah seorang syaikh Syiah Qotalahulloh berkata: “Ketika Darul Hadits di Kitaf telah jatuh di tangan Anshorulloh (ya’ni mereka Syiah) dan mereka telah menguasainya secara sempurna maka Yahya Al-Hajuriy ketakutan, langsung cepat-cepat meminta lajnah (para penengah) untuk damai dengan syarat-syarat darinya, iaitu:

  1. Menyerahkan Barroqoh.
  2. Menyerahkan Qosabah.
  3. Menyerahkan madrosah.
  4. Menyerahkan Wathon.
  5. Mengeluarkan orang-orang asing dari Dammaj dan orang-orang yang bukan asli Dammaj kembali ke tempat asal mereka, yang asal Shon’a kembali ke Shon’a.
  6. Menyerahkan persenjataan.
  7. Tidak mengkafirkan.
  8. Tidak boleh memegang senjata. Subhanalloh Yahya Al-Hajuriy mau menyerahkan ke Anshorulloh (ya’ni Syiah-Hutsiyyin), Subhanallahu dulu dia tidak mau serahkan kepada Daulah (kerajaan Yaman), sekarang dia serahkan ke Anshorulloh “.

Demikianlah kedustaan yang dibuat-buat oleh Sheikh Syiah yang sesat itu Qotalahulloh, sungguh benar perkataan para salaf tentang Syiah:

“أكذب الطوائف”.

“Paling pendustanya golongan-golongan”:

“كبرت كلمة تخرج من أفوههم, إن يقولون إلا كذبا”.

“Paling besar ucapan yang keluar dari mulut-mulut mereka, tidaklah mereka berkata melainkan dusta”.

Syarat-syarat yang mereka sebutkan itu hanyalah angan-angan dari otak-otak gila mereka, yang lebih aneh lagi adalah tidak boleh mengkafirkan, jadi walaupun mereka menambah dan mengurangkan Al-Qur’an, menginjak-injak mushhaf Al-Qur’an atau membuangnya di tempat pembuangan najis manusia, melaknat pembesar-pembesar shohabat, menuduh zina Aisyah atau meyakini bahawa Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menikahi wanita yang berzina, walaupun berbuat kekafiran nyata seperti itu tetap tidak boleh dikafirkan, aneh tapi nyata.   Sekali lagi kami katakan:

“الروافض كفار”.

“Rofidhoh-rofidhoh adalah orang-orang kafir”.

Syaikh Syi’ah Qotalahulloh bercakap melalui pembesar suara, para prajuritnya terus menembak ke matras kami, begitu pula para pekerjanya mereka terus menggali parit dan membuat tikar Dammarohumulloh. Mereka terus menembak walaupun sekali-sekali dan menjelang zuhur Hasan As-Shoumaliy terluka pada kepalanya kerana terkena tembakan mereka, beliau jaga di dekat tikar kami di pertahanan Alu Manna ‘. 22 : 57 wib

نسال الله لنا وله العافية.

Abu Abdirrahman Shiddiq Al-Bugisy mengabarkan :

AUDIO Nasehat Sheikhuna Yahya Al Hajury untuk Ikhwah Mujahidin di Kitaf

– Pada Hari Sabtu 25 Shafar 1435 H –

>>كلمه شيخنا العلامة المجاهد ابو عبدالرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله لإخواننا ألمجاهدين في جبهه كتاف<<

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Ahad pagi pukul 07 : 54 WY di Dammaj Hutsiyyun menembakkan semacam mortir besar atau yang lainnya, menggelegar dengan dahsyat. Anjing-anjing melolong panjang. Semoga tiada ikhwah yang jadi korban. Semoga Allah mencambuk Hutsiyyun dengan cemeti Adzab. 11 : 55 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:

Setelah Sholat Ashar kemarin hari Sabtu 25 Shofar 1435 Akhuna Abul Yaman Al-Makassariy Hafizhohulloh mengabariku bahwa nanti malam yakni malam Ahad ini Syi’ah akan menyerang Dammaj, dan Panser mereka bolak balik dari Masadir ke Nuqu, pada  waktu maghrib Syi’ah sudah mulai menembak ke matras kami di pertahanan Alu Manna’, bersamaan dengan itu sebagian mereka terus menggali parit untuk bisa menembus masuk ke parit kami, yang bekerja dari mereka benar-benar dikawal dan diperkuat penjagaan, sehingga kami dan kawan-kawan tidak bisa memantau, tembakan dari pihak mereka sangat deras hingga saat ini. 08 : 58 wib

نسال الله لنا العافية.

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan : Sabtu menjelang zhuhur di Dammaj: hutsiyyun menembak matras penduduk Dammaj yg di dekat Nuqu’ dg peluru2 besar. Sore harinya datang rombongan lajnah qobaliyyah dg banyak bantuan pangan utk Dammaj tapi ditahan dn dihalangi oleh hutsiyyun di Khoniq. 09 : 18 wib

Sepanjang malam di Dammaj hingga subuh diwarnai banyak baku tembak dan bom. 09 : 24 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” : Akh Abu Turob Ash Shan’aniy mengabarkan bahwa Front Hasyid meluas mencapai 30 kilo meter dari Khaiwan sampai Haiwah. Dan Pasukan Qobilah (suku) berdatangan untuk menggempur Hutsiyyun. 08 : 38 wib

Sheikh Yahya bin Ali Al Hajury
Pelajaran ke 17

شرح مقدمة الامام في صحيحه

Akh Abu Dujanah AbdurRaqib Hajjaj di Kitaf mengumumkan: “Para ikhwah berpindah ke Gunung Ummu Riyah, dan telah selesai pembentukan formasi yang bentuknya bagus. Kami berperang untuk membela Aqidah, bukan membela Markiz Ali Abi Jubaroh. Maka kami mengharapkan agar para ikhwah terus menyemangati muslimin untuk berjuang, karena kita itu menang. Telah terbunuh dari Rafidhah malam tadi sebanyak 300 (tiga ratus) orang.” 00:02 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Akh Abu Thohir menyebutkan bahwa siang tadi Al Imam Al Mujahid Al ‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy berceramah dengan kuat di Dammaj dan disiarkan di Kitaf, di gunung Ummi Riyah dengan pengeras suara ke berbagai penjuru, didengar oleh para masyayikh, pelajar, dan seluruh pasukan tempur Hilfun Nushroh. Mereka semua kokoh dalam jihad ini dan telah saling berbai’at untuk mati dalam bertahan sampai datangnya bala bantuan. 00:02 wib

Ratusan orang dari pasukan qobilah Arhab telah tiba dan mengumumkan perang terhadap Hutsiyyun. 00:13 wib

Sabtu, 25 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Akh Hamzah Al Hudaidiy dan lain-lain mengabarkan bahwa di Malam Sabtu: Hutsiyyun menyerang markiz Wailah dengan  amat dahsyat, gabungan dari pasukan mereka dan pasukan Abdulloh Ar Rozamiy ar rofidhiy, didukung dengan sekitar 7 tank para pengkhianat. Para ikhwah melihat bahwa posisi markiz yang di tengah lembah tidak memungkinkan untuk dipertahankan sshingga harus mundur untuk menyusun strategi baru. 23:39 wib

Syaikh Jamil Ash Shilwiy bersikeras untuk mempertahankan markiz sampai mati, tapi terus dibujuk ikhwah untuk mundur dan mengatur siasat yang lebih kuat. Akhirnya beliau beserta syaikh Muhammad Ba Jammal mundur ke gunungUmmi Riyah. Yang meninggal dari ikhwah sebanyak 4(empat), yang dari rofidhoh amat banyak (sebagaimana akan dijelaskan). 23:39 wib

Akhirnya dalam pertempuran yang tidak imbang itu Hutsiyyun menguasai markiz dan mereka dengan bangga dan pongah menyalakan kembang api. Di Dammaj dengan pengeras suara Hutsiy mengumumkan kemenangan mereka terhadap markiz Wailah. Mereka lupa bahwa jatuhnya 1 (satu) rumah atau 1(satu) masjid tidak menunjukkan jatuhnya front Kitaf. 23:47 wib
Mereka lupa bahwa ikhwah mundur dengan formasi teratur dan rapi dan hanya kehilangan 4(empat) anggota, sementara dari rofidhoh mati 300 orang dalam pertempuran tadi. 23:49 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Setelah sholat ashar Syi’ah terus menembaki matras kami, sebagian mereka kerja menggali khondaq untuk tembus ke pertahanan Alu Manna’, hingga terjadi baku tembak, salah seorang kawan kami Tsabit Al-Khazistaniy terkena tembak pada lengannya hingga tembus, tiga malam yang lalu beliau terkena bom api hingga terbakar pakaian luar di punggungnya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan seluruh yang terluka. 21: 40 wib

Tadi malam (Sabtu 25 Shofar 1435) setelah isya’ syaikh Syi’ah berceramah lagi, dia berkata bahwa markaz Darul Hadits di Kitaf telah mereka (kaum Syi’ah) kuasai, dan beberapa gunung telah mereka kuasai pula, mereka mendapatkan rampasan yang banyak dan yang paling besarnya adalah roket, banyak dari Wahhabiyyin Takfiriyyin terbunuh dan banyak pula yang tertawan dan yang menyerahkan diri”. Dengan kabar itu membuat kaum Syi’ah semakin bersemangat untuk masuk ke pertahanan Alu Manna’, matras dan parit kami terus mereka hujani dengan tembakan, hari demi hari bertambah yang terluka.

Kita katakan: Beginilah perang, sungguh benar apa yang dikatakan oleh Hiroql pembesar Rum kepada Abu Sufyan bahwa begitulah perang, terkadang kaum muslimin kalah dan terkadang kaum musyrikin kalah, begitu pula perang di zaman ini, kaum Syi’ah berhasil menguasai Masadir Dammaj, dan kawan-kawanku yang terbunuh di sana sekitar 30 orang lebih hingga saat ini jenazah mereka belum diambil, walaupun demikian, namun harapan kami hanya “ihdal husnayain” (ada dua pilihan; meraih kemenangan atau mati syahid).

Jika kami mati Insya Alloh syahid:

“من قتل دون دينه فهو شهيد، من قتل دون ماله فهو شهيد”.

“Barang siapa yang terbunuh karena (membela) agamanya maka dia adalah syahid, barang siapa terbunuh karena (mempertahankan) hartanya maka dia adalah syahid”.

Keberadaan kami di Dammaj adalah untuk menuntut ilmu, siapa yang memerangi kami maka kami berkewajiban untuk membela diri, sebagaimana para shohabat dahulu, mereka datang menuntut ilmu di sisi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam kemudian mereka disakiti, dizholimi dan diperangi, yang pada akhirnya merekapun membela diri, tidaklah Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan para shohabatnya hidup setelah hijroh ke Madinah melainkan kehidupan mereka diisi dengan ilmu dan jihad di jalan Alloh:

“طلب العلم بلا جهاد كالقوم بلا سيد”.

“Menuntut ilmu dengan tanpa jihad bagaikan suatu kaum tanpa sayyid”.

Tidak kita dapati orang kafir yang lebih zholim dari pada Syi’ah, bagaimanapun dahsyatnya pertempuran namun Palang Merah bebas keluar masuk mengantar dan membawa para korban, adapun Syi’ah maka sungguh mereka telah melarang dan mencegah palang merah untuk masuk ke Dammaj, hingga para korban luka-luka ada yang mati karena kekurangan alat medis dan obat-obatan, Ya Alloh ampunilah kami, tolonglah kami dan saudara-sauara kami yang berjihad di jalan-Mu, ya Alloh sembuhkanlah kami dan saudara-saudara kami yang luka, ya Alloh rohmatilah kami. 13 : 29 wib

بسم الله الرحمن الرحيم، وبه أستعين، وبعد:

Syi’ah memang berpenyakit anjing gila, ketika sudah terdengar azan shubuh pada hari ini Sabtu 25 Shofar 1435 saya melihat dua kawanku cepat-cepat keluar dari parit, sayapun bergegas masuk ke dalam parit, teryata Syi’ah mau maju ke parit kami, mungkin ketika mereka mendengar gerakan kaki dua kawanku ketika keluar meninggalkn parit, ketika mereka mendengar langkah kakiku masuk ke dalam parit, langsung seorang dari mereka melemparkan geranat ke arahku sambil berteriak:

“يا تكفيري الملعون”.

“Wahai takfiriy yang terla’nat”.

Setelah itu mereka terus melempar geranat hingga enam kali lemparan, Alhamdulillah tidak memudhorotkanku melainkan hanya gangguan saja. 10 : 54 wib

اللهم اغفرلي وارحمني، وانصرني على القوم الظالمين.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Akh Abu Mu’adz Hamud Al Ashbuhiy, musyrif “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwa saat pertempuran paling sengit di Kitaf, dan paling dahsyat dibandingkan dengan sejak awal perang sampai sekarang. Hutsiyyun mengerahkan seluruh kemampuannya dan didukung oleh prajurit-prajurit Iran. Mohon doa kaum Muslimin untuk mengalahkan anjing-anjing setan tersebut. 10 : 44 wib

Akh Salim Malayziy menelpon ana  dari Kitaf dan bercerita bahwa beliau ada di dekat Darul Hadits Wailah. Dua hari beliau kesulitan makan karena markiz dan dapur ditembaki terus sehingga ikhwah tak bisa masak. Bahkan saat pergi ke tempat yang jauh untuk buang air kecil, beliau di kejar-kejar oleh tembakan-tembakan Hutsiy sehingga terpaksa berlindung di bebatuan besar selama sekitar 2 jam. Jihad memang ujian yang keras, dan Allah menjaga para wali-Nya dan menyediakan untuk mereka pahala yang besar. 10 : 36 wib

Oh iya sebelum Maghrib kemarin Akh Muhammad bin Sa’id Al Lahjiy mengabari ana  bahwa pada malam Jum’at Hutsiy menyusup mendekati suatu dinding di jalur pertahanan Lahj, lalu memasang ranjau lalu meledakkannya. Alhamdulillah tiada korban, ikhwah sedang makan malam. Beliau cerita bahwa ikhwah kecapekan jaga dan sebagiannya sedang mengobati luka-luka. Hasbunallohuwani’malwakil. InsyaAlloh benteng Islam dan Sunnah Dammaj akan dipertahankan sampai Akhir Nafas. 10 : 30 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pada malam ini Syi’ah banyak menembak dan melemparkan geranat ke pertahanan Alu Manna’ hingga terluka Abu Shobri Al-Baidhoniy semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua ikhwah yang luka. 00 : 24 wib

Jum’at, 24 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Juga mengabarkan bahwa di perbatasan Sufyan-Khoiwan sebanyak 70 (tujuh puluh) Hutsiyyun mati. Dan Qobilah-Qobilah (suku-suku) Ahlussunnah maju ke wilayah “Dzu Syaikh As Sufyaniyyah.”. Dan mengabarkan bahwa dalam perang malam kemarin di Hasyid : 70 (tujuh puluh) Hutsiy mati, 30 (tiga puluh) mayat di antaranya sudah ada di Rumah Sakit Huts. 28 (dua puluh delapan) dari Hutsiy tertawan. 5 dari Qobilah (suku) Hasyid meninggal, 7 (tujuh) luka-luka. 23 : 28 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Tekanan dahsyat dari Hutsiyyun terhadap Markiz Wailah dan bagian tengah, beberapa ikhwah jadi korban, tapi berhasil memberikan perlawanan dahsyat dan ratusan Hutsiyyun mati. Seluruh posisi selamat. 22 : 56 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: dari Abu Zakariya Yahya bin Qo’id di Kitaf bercerita: Telah terjadi pengkhianatan besar di front Kitaf, tapi Allah menyayangi kita dan membongkar sejumlah besar mata-mata. Lalu sebagian lari, dan sebagian ditangkap ikhwah. Lalu datang bantuan dukungan untuk sayap kanan dan memperkuat gempuran terhadap Hutsiyun setelah shalat Jum’at. 22 : 47 wib

Menit ini tadi Akh Abdul Kholiq At Ta’ziy dari Kitaf menelpon ana tanya kabar Dammaj, dan minta agar kita banyak-banyak berdo’a untuk ikhwah di Kitaf. Ya Allah tolonglah kami dan para ikhwah yang mengorbankan jiwa, raga dan harta mereka untuk menolong agama-Mu dan para hamba-Mu. 18 : 50 wib

Jum’at ini, hari ke 80 (delapan puluh) pengepungan. Total yang meninggal adalah 192 (seratus sembilan puluh dua) orang, yang luka 565 (lima ratus enam puluh lima) orang. Tadi malam seorang Akh Shomaliy meninggal karena luka-luka nya yang lalu, dan Akh Abu Bilal Al ‘Utmiy luka parah karena mortir. Siang tadi setelah Shalat Jum’at, ada mortir jatuh di dekat rumah Syaikh Ahmad Al Wushobiy, 2 orang luka. 18 : 47 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, أما وبعد:

Dari Pagi hingga masuk waktu Jum’at hari ini 24 Shofar 1435 kaum Syi’ah terus melepaskan tembakan, mulai dari sniper, tembakan dengan AK, lemparan geranat hingga meriam dan mortir, sebagaimana biasanya setiap hari jum’at mereka menargetkan untuk meruntuhkan masjid As-Sunnah Dammaj, dari sebelumnya sudah berkali-kali tank mereka menembak ke masjid, begitu pula tembakan mortir.

Mereka sama sekali tidak ada pengagungan terhadap masjid Alloh dan Syi’ar-Ayi’ar Allah, itu menunjukan kalau mereka memang tidak memiliki ketaqwaan sedikitpun:

“ومن يعظم شعائر الله فإنها من تقوى القلوب”.

“Barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Alloh maka sesungguhnya dia termasuk ketaqwaannya hati”. 16 : 22 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Juga mengabarkan dari Akh Iyyadh Al Hasyidiy (Hasyid) bahwa Akh Mahmud Al Barbahiy At Ta’ziy bahwa beliau dalam suatu pertempuran di Kitaf kehabisan amunisi. Ternyata Hutsiy melambung ke belakang mereka. Tiba-tiba saja ada Hutsiy sudah di belakang Mahmud dan menodongkan senjatanya dan menuntutnya untuk menyerah. Ternyata Akh Syauqiy Al Hadhromiy datang dari berseru: “Ya Mahmud!” Dan Syauqiy tidak tahu adanya Hutsiy. Maka si Hutsiy menoleh ke arah Syauqiy. Maka dengan cepat Mahmud mencabut belatinya dan menusuk dada si Hutsiy hingga jatuh, lalu Syauqiy menyempurnakan dengan satu tembakan ke Hutsiy itu. 18 : 19 wib lalu datang lagi Hutsiy yang lain dan berusaha menangkap Akh Mahmud, maka Akh Mahmud balik memegangnya, lalu keduanya jatuh dari tempat agak tinggi dalam keadaan keduanya masih berpegangan. Lalu kepala si Hutsiy terantuk batu dan mati, alhamdulillah. 18 : 35 wib

Juga mengabarkan dari Akh ‘Athir Al ‘Absiy di Kitaf bahwa Hutsiyyun menyerang pasukan sayap kiri Ikhwah (saudara-saudara) di hari Jum’at tadi, lalu hutsiyyun terpukul mundur dengan angka kematian yang besar dari mereka. 17 : 53 wib

“Qol’atis Sunnah” menyebutkan dari Akh Salim Mas’ud bahwa Hutsiy di Kitaf terus mundur dan mulai lari. Alhamdulillah 17 : 50 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” dan “Basyairun Nashr”: beberapa hari yang lalu seorang Amir (pemimpin) Jihad (perang0 Salafiyyin yang pintar di Kitaf meninggal. Beliau adalah Abu Faruq Arif Al Mazid Al Baidhoniy Rahimahullah, Ahli baca Al-Qur’an, Imam dan Khathib di Masjid Wailah. Semoga Alloh menjadikannya syahid. 14 : 04 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah” bahwa akh Hisyam Al Miswariy mengabarkan bahwa seorang salafiy yang bekerja di barak militer “Al ‘Inaban” di Kitaf bersumpah dengan nama Alloh bahwa dia menghitung sendiri ada sebanyak 20 mobil hutsiy lewat dengan penuh mayat dalam 2 hari terakhir. 3:09 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد:

Pada malam ini Syaikh Syi’ah berpidato lagi dengan menggunakan pengeras suara, 30 menit sebelum dia berpidato, para laskar Syi’ah menembakan meriam ke matras kami hingga debu berterbangan di dalam ruang peristrahatan kami.

Syaikh sesat itu berkata: “Bahwasanya mereka (kaum Syi’ah yang menamakan diri dengan Ansorulloh) telah berhasil menawan takfiriyyin (ya’ni mujahidin Ahlissunnah di Kitaf) dan memperoleh rampasan perang mereka”.

Adapun penamaan kepada kami sebagai takfiriyyun (orang-orang yang mengkafirkan) maka benar kita katakan dengan terang-terangan bahwa mereka adalah kafir, dan Alhamdulillah telah kami jelaskan kekafiran nyata mereka di dalam tulisan kami yang berjudul:

“الئك هم الكفرة الفجرة“.

“Mereka itu adalah orang-orang kafir yang jahat”.

Dengan tipuan dan pemutar balikan fakta dari syaikh yang sesat itu maka laskar mereka yang menamakan diri dengan Ansorulloh terus bersemangat maju, hingga jarak antara matras mereka dengan matras kawan kami asal Abyan hanya dua meter, dan mereka juga terus mendekat ke matras kami, dari matras itulah mereka terus melemparkan geranat dan bom-bom rakitan ke kami, pada malam kamis tadi malam mereka melemparkan geranat ke salah seorang kawan asal Khazistan, geranatnya mengenai kepala beliau, Alhamdulillah tidak meledak. 01:22 wib

    الله المستعان  .

Abu Fairuz Abdurrahman Al-Qudsy mengabarkan :Kabar dari “Qol’atis Sunnah”: hutsiyyun mengepung dan menembaki ikhwah di beberapa rumah di Kitaf. Syaikh Ali Al Bannai’iy terluka. Lalu datang bala bantuan dan mereka semua Alloh selamatkan, dan syaikh Ali sudah  ditangani dokter. Alhamdulillah.1:17 wib

Malam Jum’at ba’dal isya’ rofidhoh menembakkan mortir ke sekitar markiz Dammaj, tiada korban, alhamdulillah. Malam ini mereka membunyikan musik keras sekali sambil menembak-nembak.  01:06 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Sekarang adalah malam Jum’at yang merupakan malam yang telah diyakini oleh kaum Syi’ah sebagai malam istimewa untuk melakukan penyerangan, setelah maghrib hingga saat ini sudah banyak mereka melemparkan geranat dan juga sudah berkali-kali menembakan mortir ke pertahanan Alu Manna’, semoga malam ini adalah malam kebinasaan dan kehancuran mereka:

  اللهم انصرنا على الشيعة، اللهم انصرنا عليهم، اللهم مزقهم كل ممزق، الله اقتلهم

23:42 wib

Kamis, 23 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Pada hari ini 23 Shofar 1435 telah terluka al-akh Uwais Al-Maidaniy (asal kota medan/kisaran sumut ; red) di Alu Manna’ disebabkan ledakan bom, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka. 17 : 30 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan : Dari “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah”: di Kitaf hutsiy terbunuh banyak sekali dan terpukul mundur. Tidak benar bahwa markiz Darul Hadits Syaikh Jamil terkepung. Kondisi bagus sekali. 19 : 22 wib

Kabar dari akh Ammar Al Lahjiy: Baru saja Akh Abu Bilal Al Abyaniy meninggal setelah sekitar 10 hari terbaring dengan usus rusak kena mortir Hutsiyyun. Alat-alat perawatan sungguh tidak memadai. Akh Abu Ya’qub, Abdul Fattah Al Hudaidiy (ipar syaikh Kamal Al ‘Adaniy) mengabari bahwa setiap kali palang merah mau masuk ke Dammaj di halang-halangi oleh Faris Manna.’ 18 : 23 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: di ‘Ushoimat Hasyid pertempuran masih terus berlangsung. Di Wadi Dannan sekelompok Hutsiyyun bersiap-siap menyerang posisi pasukan Hilfun Nushroh. Datanglah mortir menghantam tepat di tengah-tengah kumpulan Hutsiyyin tadi sehingga mereka gagal menyerang, dan pulang membawa korban mati dan luka sebanyak 2 mobil. Alhamdulillah. 18 : 08 wib

Akh Uwais Al Indonesiy (asal medan/kisaran sumut ; red) juga terluka kena ledakan granat di Alu Manna’. Syafahulloh. 18 : 04 wib

Akh Abu Ya’qub Abdul Fattah Al Hudaidiy mengabari bahwa Akh Muhammad ‘Aun Adh Dholi’iy tertembak kepalanya di Alu Manna’ sekitar setengah jam yang lalu. Semoga Alloh menyembuhkannya. 17 : 46 wib

Diberitakan bahwa tadi malam Hutsiy tertembak mati 10 (sepuluh) orang dan 2 orang luka, dan matras mereka terhantam granat di Muqoddimah Wathon. Ini berita di “Basyairun Nashr”. 17 : 41 wib

Malam Kamis di Dammaj: Hutsiyyun berulang kali melempari matras pelajar Lahj dengan granat-granat, dan berkali-kali menembaki dengan senjata-senjata sniper. Terkadang panser mereka menembaki dengan suara menggelegar menjadikan dinding-dinding terkupas dan tanah liatnya berhamburan menghantam kepala. Alhamdulillah tiada yang cedera. 08 : 31 wib

Abu Zayd Syua’eb bin Ishaq Al Malaisy mengabarkan : Hari ini terbunuh 10 (sepuluh) dan ditawan 12 (dua belas) orang Hutsy di Khaiwan Hasyid di A’mran. Dari Anak Qabilah (suku) di bawah pimpinan Husseinn Ahmar 5 orang terbunuh dalam pertempuran sengit di sana.Nasalullah ayyanshur ikhwanana fi kulli jabahaat. 03 : 36 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

بسم الله الرحمن الرحيم.الحمد لله رب العالمين، أما بعد:

Para penuntut ilmu adalah orang-orang yang paling bersemangat dalam berjihad di jalan Alloh, para shohabat giat menuntut ilmu di sisi Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersamaan dengan itu mereka menerapkan langsung ilmu mereka dengan berjihad di jalan Alloh, mereka dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka telah menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat:

“فليقاتل في سبيل الله الذين يشرون الحياة الدنيا بالآخرة ومن يقاتل في سبيل الله فيقتل أو يغلب فسوف نؤتيه أجرا عظيما”.

“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Alloh. Barangsiapa yang berperang di jalan Alloh, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”.

Maka tidak heran kalau ulama dan thullab (para penuntut ilmu) di Yaman bersemangat berjihad.

Waktu zhuhur tadi Al-Akh Juma’iy Hafizhohulloh menembaki laskar Syi’ah, lalu beliau terkena percikan sniper pada kepalanya yang ditembakan oleh laskar Syi’ah, dan luka itu tidak membuat beliau melemah, masya Alloh beliau termasuk orang yang dituakan, yang beliau adalah salah seorang komandan di matras Syuhuda’ bukit Barroqoh, ketika pertahanan Alu Manna’ menjadi target serangan maka beberapa pekan yang lalu beliau pindah jaga ke tempat kami di Alu Manna’, beliau sudah banyak terluka baik luka besar ataupun luka kecil, namun masya Alloh beliau terus bersemangat mencari syahadah.

Begitu pula kawan-kawan yang luka belum sembuh luka mereka langsung mereka kembali ke Alu Manna’ untuk jaga.

Dan tadi Abu Aisyah asal Rusia sudah sepakat dengan kami untuk terus memperbaiki matras pada hari ini, namun ketika beliau ke matras kawan-kawan asal Soumalia untuk membantu mereka, tiba-tiba beliau terkena percikan mortir dan beliau terluka pada kepalanya, tiga hari yang lalu beliau terkena percikan geranat pada pipinya, namun seakan-akan beliau tidak terluka karena dianggap ringan, tapi pada hari ini beliau terpaksa dibawa ke klinik, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan seluruh yang terluka, dan  semoga Alloh menguatkan, mengokohkan serta menolong kami semua. 00 : 45 wib

Rabu, 22 Shafar 1435 H 

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :

الحمد لله رب العالمين، أما بعد بسم الله الرحمن الرحيم.

Pada hari Rabu 22 Shofar 1435 ini salah seorang syaikh Syi’ah mulai lagi berorator, dia meminta kaum muslimin Dammaj untuk menyerahkan diri sebagaimana beberapa orang mujahidin di Kitaf telah menyerahkan diri setelah mereka kepung di suatu gunung. Setelah itu dia berkata: “Siapa yang akan menolong kalian?, di Kitaf mereka kalah, dari mana kalian akan mendapatkan pertolongan?”. Perkataan ini menunjukan kalau orang yang mengatakan itu adalah orang kafir yang tidak memiliki agama yang benar, kalaulah dia orang muslim yang rajin sholat tentu akan mengetahui kandungan perkataan Alloh:

“إياك نعبد وإياك نستعين”.

“Hanya kepada-Mulah kami menyembah dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan”.

Jika seseorang mengucapkan ini dan memahami kandungan ma’nanya maka dia akan bertambah yaqin bahwasanya Alloh yang akan menolongnya. Ikrar dan doa kami kepada Alloh sebagaimana pada akhir surat Al-Baqoroh:

“أنت مولنا فانصرنا على القوم الكفرين”.

“Engkau adalah wali Kami maka tolonglah kami atas kaum yang kafir”.

Kita katakan bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam dan Abu Bakr Ash-Shiddiq dalam kepungan di dalam gua masih Alloh selamatkan dan Alloh tolong, padahal secara akal tidak mungkin selamat dan ketika itu Ash-Shiddiq sudah bersedih, namun Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam menguatkannya dengan perkataan:

“لا تحزن إن الله معنا”.

“Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Alloh bersama kita”.

Keadaan kami sekarang sedang di kepung, dan kami yaqin dengan keyaqinan yang sepenuhnya bahwa Alloh bersama kami, ilmu dan kemampuan-Nya menyertai kami, sangat mudah bagi Alloh untuk menolong kami dengan cara yang Dia kehendaki, dan kami yaqini bahwa pengakhiran datangnya pertolongan itu memiliki hikmah yang indah, dan kalaupun pertolongan itu datang secara tiba-tiba maka semua itu adalah kebaikan bagi kami, apapun yang kami dan saudara-saudari kami rasakan selama perang ini baik berupa kematian, luka-luka hingga ada yang terpotong kedua tangannya, terpotong kakinya, terputus tangan dan jari-jarinya atau mendapatkan luka yang lebih dari itu maka semua itu adalah kebaikan bagi siapa yang bersabar:

“عجبا لأمر المؤمن، إن أمره كله خير….”.

“Menakjubkan terhadap perkara seorang mu’min, sesungguhnya perkaranya itu semuanya adalah baik…”. 23 : 15 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan :“Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwa hutsiyyun berusaha membuka lubang dari belakang qobilah-qobilah di Khoiwan, lalu terjadi perang, 66 hutsiy mati, 4 dari qobilah meninggal. 22:35 wib

Juga memberitakan bahwa pasukan Alu Hursyan dari qobilah-qobilah  Sufyan menyerang hutsiyyun di wilayah mereka : Huts. Tujuh dari hutsiy mati, satu dari Alu Hursyan meninggal.22: 26 wib

(KETERANGAN GAMBAR) “Basyairun Nashr” mengirimkan garis besar peta gerak maju pasukan Hilfun Nushroh yang membebaskan Dammaj dari agresi hutsiyyiin. Pasukan Hasyid dari selatan, pasukan Harodh dari barat, dan pasukan Kitaf dari timur. “Qol’atis Sunnah” memberitakan bahwa syiar pasukan Kitaf: “Ihdal Husnayain, An Nashr Awisy Syahadah” (salah satu dari dua yang terbaik: kemenangan atau mati syahid).20:49 wib

Di Dammaj: beberapa pengawas  melihat moncong meriam hutsiy di atas gunung Ahrosy mengarah ke masjid markiz. Karung- karung pasir semakin bertumpuk di berbagai tempat, juga di pipa-pipa fasilitas air.
Drum-drum tandom air yang bocor-bocor kena tembak dikumpulkan dan diisi pasir untuk memperkokoh pertahanan masjid karena karung-karung telah habis. Karena rofidhoh sering menembakkan mortir, penggalian pasir di luar dihentikan, dan terpaksa pelajar membongkar tegel dan menggali sebagian lantai masjid atas dan mengeruk pasir yang ada di bawahnya. 21:06  wib

Abu Iyyadh Sa’id Al Limbory mengabarkan : Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada seorang Hutsiy Syi’ah bertaubat dan pergi menuju kekitaf kemudian menceritakan kedaaan-keadaan mereka Hutsiy syi’ah yang ada di dammaj bahwa jumlah mereka kaum syi’ah yang terbunuh disana ( di dammaj ) 1300 (seribu tiga ratus) orang dan kami melihat bangkai-bangkai mereka sudah tidak berkepala, dan ada sebagian mereka menghilang tidak tau kemana. Kami Bertanya : Yang memotong kepala-kepalanya Syiah siapa Akhy? Alhamdulillah, ini semua karena berkah pertolongan allah ta’ala kepada kita ahlussunnah dan do’anya orang-orang shaleh . Dan adapun ikhwan kita sekarang yang terbunuh di jalan allah 180 (seratus delapan puluh) orang atau lebih dan yang luka-luka 500 (lima ratus) orang atau lebih. Semoga Allah mengangkat mereka orang-oran yang syahid kepada derajat yang tinggi bersama para nabi, orang-orang jujur, syuhada’ (mati Syahid) dan Shalihin.  dan Semoga allah mempercepat kesembuhan orang-orang yang luka, memberikan kembali kekuatan mereka serta kesehatan yang sebagaimana biasanya . Wallahu a’lam tidak di ketahui siapa yang memotongnya. Memang sangat banyakan keajaiban-keajaiban dan tidak di ketahui siapa pelaku yang melakukan hal tersebut. karena beberapa minggu yang lalu ketika para Hutsiy Syi’ah menyerang Alu Manna’ matras (pos) mereka hancur dan rubuh tertimbun dengan tanah kemudia waktu itu ada ikhwan indonesia mengatakan kepada kami bahwa matras (posnya) mereka hutsi telah hancur di tembakin dengan senjata basoka sama ikhwan-ikhwan kita, setelah ana mendengar ucapan itu ana langsung pergi dan melihatnya bersama temanya ana yaitu Abu Tsabit Muhammad ‘Afif ternyata benar matrasnya mereka hancur dan tertimbun tanah. setelah itu para ikhwan menanyakan siapa gerangan yang menembakin matrasnya hutsi itu , sementara yang memegang senjata basoka adalah orang-orang somaliyyun (Somalia), setelah di tanyai kejadian itu bahwa mereka tidak menembakin matrasnya Hutsiyyun. Dan kami waktu itu mengatakan bahwan ini adalah keajaiban dari allah ta’ala dan pertolonganya bersama kita .  Dan pernah juga terjadi ke ajaiban di Gunung Baroqoh” ikhwan kita ketika meluncurkan hawon (mortir) ke tempatnya Hutsiy Syi’ah dan waktu itu hawon nya tinggal sedikit dan menyuru ikhwan agar turun kemarkiz untuk mengambil hawon” ternyata tidak lama kemudian ikhwan itu datang tidak di ketahui dari arah mana ia datangnya dan memberikan hawon kepada ikhwan tadi, lalu ikhwan itu mengatakan cepat sekali datangnya” setelah beberapa waktu kemudian ikhwan-ikhwan yang ia suruh pada berdatangan dan membawa hawon, ia mengatakan bukankah kalian tadi sudah datang dan memberikan aku hawon. ikhwan-ikhwan itu menjawab” tidak”, kami ini barusan datang. dan terheran-heran bahwa yang membawa bantuan itu adalah malaikat yang menjelma sebagai manusia. Subhanallah. 19 : 23 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Siang ini laskar Syi’ah melepaskan tembakan mortir ke matras kawan-kawan asal Soumalia di pertahanan Alu Manna’, dengan tembakan itu terbunuh salah seorang kawan asal Soumalia dan dua kawan luka asal Rusia dan Soumalia. Semoga Allah merohmatinya dan menyembuhkan yang luka-luka, semoga Alloh menolong kami dan menyelamatkan kami dari kejahatan para penjahat. 17 : 40 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan :  Kabar dari “Basyairun Nashr”: Hutsiyyun membunuh sebagian Wisathoh (Penengah/Pendamai) yang menyepakati agar mereka keluar dari Khaiwan. 18 : 36 wib

Di “Qol’atis Sunnah” dikabarkan bahwa hari Ini Akh Ali Ash Shomaliy (Somalia) Al Brithoniy (United Kingdom) terbunuh di Dammaj (di Alu Manna’  karena Mortir) dalam usia 15 tahun. Rohimahulloh. Kasihan dia, sudah tujuh tahun di Dammaj bersama keluarganya. Sudah hapal Qur’an dan sebagian sunnah. Dua pelajar yang lain luka-luka. Semoga Allah menyembuhkan keduanya. 18 : 19 wib

Di Dammaj: Akh Ammar Al Lahjiy mengabari bahwa seorang pelajar Shomaliy (Somalia) di Alu Manna’ meninggal karena terkena mortir. 18 : 15 wib

Barusan di dars (pelajaran) zhuhur Sheikh Yahya mengumumkan bahwa Hutsiyyun di Khaiwan menggugurkan perjanjian dan menyerang ikhwah. 5 (lima) ikhwah meninggal. Maka pasukan Qobilah (suku) induk Hasyid dan Ahlussunnah menggempur Hutsiyyun hingga sekitar 50  (lima puluh) Hutsiy mampus. 18 : 12 wib

Di “Basyairun Nashr” kabar dari akh Abu Zakariya Yahya Al Anisiy bahwa Hutsiyyun di Khaiwan melanggar perjanjian. 18 : 09 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan : Laskar Syi’ah terus berupaya untuk masuk ke pertahanan Alu Manna’, tadi malam mereka terus maju hingga jarak matras mereka dengan matras kawan-kawan asal Abyan hanya dua meter, pagi tadi semakin nampak matras mereka yang tersusun dari karung-karung berwarna coklat, semoga Alloh menjaga kami dan semoga Alloh hancurkan mereka dengan sebab tangan-tangan kami. 15 : 33 wib

اللهم عليك بالشيعة، اللهم انصرنا عليهم، اللهم اقتلهم، اللهم مزقهم كل ممزق.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawy mengabarkan : Tadi di tengah perjalanan ketemu banyak pelajar yg tengah mencari kayu bakar untuk keluarganya. Sungguh memelas melihat susah payah mereka. Ya Allah, Ringankanlah beban para hamba-Mu itu. Mereka datang jauh-jauh meninggalkan hiruk pikuk dunia dann bersabar untuk hidup sederhana. Ternyata masih di kejar-kejar dan di blokir hingga kehabisan bahan bakar minyak dan gas, sehingga terpaksa mengais-ngais kayu bakar untuk bertahan hidup sambil menundukkan badan agar tidak tersambar peluru-peluru Syi’ah Rafidhah. Hari ini tembakan-tembakan sniper mereka cukup ramai. 16 : 06 wib

Hari Rabu sebelum zhuhur, Aku ketemu teman dari Yaman, pelajar baru yang tak punya banyak harta untuk beli kitab-kitab, dia sedang berjemur di atas kursi rodanya, di tempat yang diharapkan agak aman dari tembakan dan sebagainya. Telapak kaki kanannya putus dalam upaya menahan serangan durjana Rafidhah. Masih diperban. Sungguh mengharukan. Ya Allah Sayangilah dia. 16 : 00 wib

Rabu, 22 Shofar 1435 H, hari ke-78 pengepungan. Tadi malam di Dammaj Rafidhah menembaki markiz dan sekitarnya. Satu pelajar luka. Pagi ini masih seperti biasa: tembakan-tembakan dari Rofidhoh menghiasi udara Dammaj.13 : 25 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Perang masih berlangsung sengit dengan senjata-senjata berat di ‘Ushoimat, Hasyid. 12 : 56 wib

Berita dari “Basyairun Nashr” dari Sheikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf bahwa Rafidhah menghujani “Darul Hadits Wailah” dengan berbagai bom tapi Allah bikin meleset. 12 : 47 wib

Juga mengabarkan bahwa di sebuah pos pertahanan, ikhwah melihat 3 orang Hutsiy tergeletak jadi mayat padahal tiada seorangpun dari ikhwah yang menembak mereka. Alhamdulillah. 12 : 19 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Sekumpulan ikhwah (saudara-saudara) di Harodh lebih dari 20 (dua puluh) orang, dihantam mortir dekat sekali dengan mereka, ternyata tidak meledak, cuma pasir yang berhamburan. Alhamdulillah, Juga mengabarkan bahwa saat maghrib kemarin seluruh Hutsiyyun terusir keluar dari Khoiwan secara total, dan para mujahidun memasang kemah pengawasan di seluruh kawasan Khoiwan. Alhamdulillah. 12 : 18 wib

Di Dammaj: Rafidhah di Nuqu’ main kembang api ribut sekali untuk menyamarkan suara mesin keruk yang sedang kerja meratakan jalan tank di Gunung Ahrosy. Para mujahidun tidak tertipu dann langsung menghantamkan mortir ke mobil keruk tadi. 11 : 40 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limbory mengabarkan :  Malam Selasa 21 Shofar 1435 hujan tembakan mulai deras, banyaknya tembakan Syi’ah membuat udara dingin, seakan-akan di musim panas, kaum muslimin Dammaj tidak bisa keluar bebas, yang luka dalam bertambah sesak ketika bernapas, yang luka luar kulitnya terkelupas, adapun yang sudah mati ingin kembali hidup karena belum merasa puas, yang masih hidup akan bahagia atau mendapat ujian yang lebih keras, Kaum muslimin Dammaj banyak yang sudah kehabisan tepung dan beras, keadaan di Alu Manna’ bertambah tegang karena tembakan bertambah ganas, sejak kaum Syi’ah mampu melukai kawan-kawan dan melukai anas, kini mereka terus berusaha untuk masuk ke Alu Manna’ supaya menguasai matras-matras,mempertahankan Alu Manna’ memang membutuhkan perjuangan dan usaha keras.

 Pengeras suara syaikh Syi’ah mulai terdengar, kaum Syi’ah memang kafir dan suka berbuat mungkar, mereka memiliki persenjataan lengkap dan memiliki banyak laskar, laskar mereka tiarap sambil maju seakan-akan ular, pada malam hari mereka bergerak seakan-akan kelelawar, teruslah maju biar dicakar.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawiy mengabarkan : Dari “Qol’atis Sunnah” lagi: medan laga Kitaf bergemuruh dengan takbir begitu Tank Hutsiy meledak. Ikhwah maju sejauh satu kilometer dan menguasai Gunung Ba’ir Barik, Qohrol ‘Alam, dan Qohrol Hamro, dan membunuh sekian Hutsiyyin dan menawan 5 lagi dari mereka. Alhamdulillah. 00 : 30 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: Sekelompok Hutsiyyun sedang menikmati ganja di belakang Qoflah ‘Udzar, lalu jatuhlah bom menimpa mereka, 2 Sayyid (Tuan/Tokoh) da n beberapa anak buahnya mati, beberapa luka.Malam ini di Kitaf ikhwah menembak Tank Hutsiyyun dengan meriam hingga terbakar menyala-nyala. Berita dari “Qol’atis Sunnah.” 00 : 17 wib

Selasa, 21 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Mengabarkan : Tank Syi’ah pada hari ini telah menaiki gunung Ahros, gunung tersebut berhadapan langsung dengan depan masjid As-Sunnah Dammaj, semoga Alloh menjaga masjid As-Sunnah dan menjaga seluruh muslimin di Dammaj. Pagi tadi seorang anak ikut membantu bekerja di pertahanan Alu Manna’ dan beliau  terkena tembak pada tangannya hingga tulang terlihat dan daging tangannya pecah, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang luka. 21 : 20

Abu Iyyadh Said Al Limbory mengabarkan : Alhamdulillah beberapa hari yang lalu ada seorang hutsi syi’ah bertobat dan pergi menuju kekitaf kemudian menceritakan keadaan2 mereka hutsi syi’ah yang ada di dammaj bahwa jumlah mereka kaum syi’ah yang terbunuh disan ( di dammaj ) 1300 orang dan kami melihat bangkai2 mereka sudah tidak berkepala, dan ada sebagian mereka menghilang tidak tau kemana. 21 : 51

Akh Mahir juga mengabarkan dari Muhammad As Siwariy bahwa teriakan Takbir dan Tahmid bergemuruh di seluruh Gunung-Gunung Kitaf mengagungkan nama Allah atas kemenangan besar hari ini.

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawiy mengabarkan : Untuk di Dammaj : Sheikh Zakariya Al Yafi’iy menyebutkan ada 1 akh dari Mahwit tertembak di tangannya. Luka Ringan, Syafahulloh. 16 : 11 wib

Akh Halim At Ta’ziy barusan menelpon ke akh di Kitaf dan ana di sampingnya. Mengabarkan bahwa Sheikh Abdul Ghoniy Al ‘Umariy dengan 300 (tiga ratus) prajurit Ahlussunnah tiba di Wadi Abu Jubaroh dan langsung menggempur rofidhoh tanpa menoleh ke belakang. Wadi penuh dengan mayat Rafidhah. Tawanan yang dihasilkan ada 75 (tujuh puluh lima) orang. 16 : 00 wib

Penduduk dammaj melanjutkan lagi penggalian parit, dan melempari pasir tinggi-tinggi. Keberanian yang diberkahi InsyaAllah. 15 : 19 wib

Rafidhah menembakkan basoka terhadap penduduk dammaja yang masih gali-gali parit. Sallamahumullah 15 : 13 wib

Penduduk Dammaj dengan gagah berani terus menggali parit sedalam tubuh manusia, maju sesenti demi sesenti ke depan, mendekati jalan raya yang berseberangan dengan Nuqu’. Berkali-kali Rafidhah dari A’waj menembaki mereka tapi mereka terus bekerja sambil menghamburkan pasir tinggi sekali mengisyaratkan tantangan. 14 : 23 wib

Pelajar yang di perbatasan Wathon juga terus bekerja memperbaiki dinding pertahanan. tembakan-tembakan Rafidhah menghujam ke sekeliling mereka tapi mereka terus bekerja. 14 : 25 wib\

Oh iya di Dammaj beberapa hari yang lalu aku jalan ke ‘Uzzab. Di tengah jalan ada anak lari dengan ceria dan di tangannya ada se plastik nasi. Langsung aku teringat seorang ikhwah saat masak di dapur markiz, anak-anak berdatangan dan berkerumun minta nasi. Langsung akh ini menangis melihat kondisi mereka. Hari-hari ini untuk makan pagi di markiz hanya berupa se Plastik kurma untuk sepuluh orang. Alhamdulillah kondisi kita jauh lebih baik daripada zaman (masa) Nabi dan Shahabat. 12:42 wib. Ujian kita amat ringan dibandingkan dengan ujian Salaf, tapi kita lemah iman dan cepat mengeluh.12:44 wib.

Syaikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf mengabarkan bahwa sebelum Maghrib ikhwah di Kitaf menghancurkan Mobil Hutsiy yang di atasnya ada senjata kaliber 14,7. Alhamdulillah. 12:19 wib

Di Hajur : Keponakan Sheikh Abdul Hamid Al Hajuriy yang bernama: ‘Ishom Muhammad Ali Yahya meninggal terbunuh. Rahimahullah. 11 : 11 wib

Di Dammaj: Akh Najib Ash Shobriy At Ta’ziy meninggal karena luka-lukanya. Rahimahullah. 11 : 06 wib

Juga mengabarkan bahwa ikhwah menguasai Gunung Rodif dan markas Hutsiy di Jarbah. 11 : 03 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: kabar gembira dari bumi Karamah Kitaf bahwa 105 (seratus lima) hutsiy mati. Ini kabar dari Akh Sa’id, Yasir Shiddiq Al Yamaniyyin dan lain-lain di sana. 10 : 17 wib

Akh Abdul Qodir Asy Syir’abiy bilang bahwa seorang Hutsiy di atas Gunung Jamimah berseru:”Kalian telah terkepung, menyerahlah! Kalian tak punya harapan! Kalian tak punya penolong! Kalian tak punya pembantu!” Itu didengar banyak Thullab (pelajar). Allah adalah Wali bagi Mukminin. 10 : 10 wib

Dammaj di malam Selasa: Rafidhah berkali-kali menembaki Alu Manna’. 09 : 31 wib

Akh Muhammad Manshur di “Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa ada empat puluh Hutsiyyun menyerbu masuk ke rumah-rumah di Kitaf yang sudah disiapkan ikhwah sebagai jebakan. Begitu mereka sudah masuk langsung dihantam habis oleh para ikhwah. Pasukan Hutsiyyun yang lain menyerang untuk mengambil mayat-mayat mereka tadi. Sampai kini perang masih panas, mayat-mayat Hutsiyyun bergelimpangan di lembah. Alhamdulillah Wahdah. 08 : 43 wib

Akh Mahir juga mengabarkan dari Muhammad As Siwariy bahwa teriakan Takbir dan Tahmid bergemuruh di seluruh Gunung-Gunung Kitaf mengagungkan nama Allah atas kemenangan besar hari ini. 05 : 19 wib

Senin, 20 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan : Pagi ini seorang kawan asal Abyan bekerja memperbaiki tempat jaga kami, tiba-tiba Syi’ah melemparkan geranat hingga beliau terluka dan ibu jari (jempol)nya putus, di sebelah barat tempat jaga kami, kawan-kawan asal Soumalia juga bekerja memperbaiki tempat jaga mereka, tiba-tiba Syi’ah melemparkan geranat pula hingga terbunuh salah seorang kawan dan tiga orang luka-luka, semoga Alloh menyembuhkan yang luka-luka dan menjadikan yang terbunuh sebagai para syuhada’. 16:06 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawiy mengabarkan : Berita dari “Qol’atis Sunnah”: Setelah berkali-kali mengalami kekalahan telak di medan laga melawan Ahlul Haq, hutsiyyun pada hari Ahad mengadakan pertemuan dan penyatuan kata dengan Abdulloh Ar Rozamiy Ar Rofidhiy. Si Abdulloh ini adalah tokoh besar rofidhoh yang busuk, dulu sebagai wakil dari Badruddin Al Hutsiy yang telah  mati. Dia ingin jadi pengganti posisi Badruddin, tapi karena dia dari kalangan qobilah, bukan sadah (ahli bait) maka mereka menyisihkannya dan mengangkat Abdul Malik Al Hutsiy sebagai pemimpin mereka, dan terjadilah perang dingin di antara kedua tokoh sesat tadi. Sekarang kedua kelompok menyatukan kesepakatan untuk memerangi Ahlussunnah, sebagaimana disiarkan oleh jaringan TV mereka: “Al Masiroh” dan beberapa situs mereka .19:48 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: setelah kesulitan besar dan  perang panjang, ikhwah di Kitaf merebut kembali dua bukit yang sempat direbut hutsiyyun. Alhamdulillah. 18:52 wib

Dari “Qol’atis Sunnah”: sejak tadi malam sampai sekarang medan laga Kitaf masih membara. 12 mobil hutsiy pulang penuh dengan mayat-mayat teman mereka. 17:24 wib

Al Akh Hamzah Ash Shomaliy Al Brithoniy meninggal kena mortir di Alu Manna’. Hasbunallohuwani’malwakil. 15:57 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Jawiy mengabarkan :

“Oh Ya seorang wartawan di “Sho’dah Online” menuliskan Rahasia tindakan keji Hutsiyyin terhadap Dammaj. Beliau bercerita bahwa para pemerintah Negara Amerika (US) dann Eropa pernah menawarkan dana besar ke Sheikh Yahya dengan imbalan-imbalan tertentu, tapi Sheikh Yahya menolak dann berkata: “Aku tak akan mengorbankan dakwah demi mendapatkan dunia.” Lalu beberapa pemerintah  Negara Teluk juga menawarkan dana pada beliau asalkan beliau mau membentuk tim informan untuk intelijen negara-negara tadi, tapi beliau menolak dengan tegas. Akhirnya mereka menggerakkan Hutsiyyun untuk menghukum Dammaj dengan pemusnahan lewat hantaman senjata api atau kelaparan, dan pemerintah Yaman ditekan untuk mendukung Hutsiy dengan peralatan dan tidak menolong Dammaj. Jangan Khawatir wahai Yahya, Alloh adalah Penolong kalian! Selesai tulisan wartawan tadi”.

Iya benar, Allah sajalah penolong kaum mukminin, dan Dia tahu rencana busuk setan dan bala tentaranya. Alloh berfirman:

أم أبرموا أمرا فإنا مبرمون أم يحسبون أنا لا نسمع سرهم ونجواهم بلى ورسلنا لديهم يكتبون.

“Apakah mereka menetapkan suatu perkara? Maka sungguh Kami juga menetapkan suatu perkara. Apakah mereka mengira bahwasanya Kami tidak mendengar Rahasia mereka dan bisik-bisik mereka? Bahkan Kami mendengar. Dan para utusan Kami mencatat di sisi mereka.” (QS. Az Zukhruf: 79-80).

Dan Alloh telah memperingatkan hal itu kepada Sheikh Yahya dan menghibur beliau dengan isyarat-isyarat lewat mimpi beliau, beberapa bulan sebelum pengepungan ini.  Beliau pernah bermimpi beberap macam, di antaranya adalah: ada seekor jamal (onta jantan) dan naqoh (onta betina) datang ke Dammaj, dan berhenti di lapangan Hadeb. Lalu jamal tadi naik ke atas punggung naqoh beberapa saat, lalu turun lagi dan duduk di tanah. Lalu beliau menanyakannya kepada ahli ta’wil mimpi (Ahli Menafsirkan Mimpi), maka dijawab: “Nanti ada utusan Ummah Muttahidah (PBB) yg bernama Jamal bin Umar. Dia akan membiayai hutsiyyun utk menyerang Dammaj bbrp waktu, tapi Alloh akan gagalkan mrk dan Jamal akan berhenti mengucurkan dana ke hutsiy dan usahanya gagal.” Jamal bin Umar ini dulu diutus utk meninjau lokasi Dammaj kepada pengepungan pertama. Ternyata dia cuma berhenti di Sho’dah disambut Faris Manna’ dann para Hutsiyyun. Sampai pengepungan yang ini dia tak pernah datang ke Dammaj. Sampai hari ke-76 ini, yang terbunuh dari  kami sekitar 189 (seratus delapan puluh sembilan) orang. Belum lagi yg meninggal karena sakit dan tidak punya obat, atau bayi yang mati kekeringan dan kurang gizi. Yang luka sekitar 564  (lima ratus enam puluh empat) orang. Hutsiy yg mati di Dammaj lebih dari 1300 org. Ya benar, wahai Wartawan yang budiman dan pemberani. Ini sungguh makar terkutuk, dan Allah sebagai pembela kami. Memang melaknat orang tertentu yang masih hidup itu tidak boleh. Tapi melaknat perbuatannya atau sifat umumnya adalah boleh. Doa jelek (tidak sampai laknat) terhadap orang tertentu juga boleh dilakukan oleh orang yang terzholimi, sebagaimana Nabi Shallallahu’alaihi wasallam berdoa: “Allohumma ‘alaika bi Abi Jahl, wa Shofwan bin Abi Ummayah, …” dan seterusnya. Dan Rosululloh telah memperingatkan agar kita menghindar dari doa orang yang terzholimi. Sepanjang pagi di Dammaj Rafidhah masih terus menembakkan peluru-peluru besar. Sekarang, jatuh tak jauh dari kami mortir besar mengguncang tanah dan bangunan. Ya Alloh Ridhailah pertemuan kami dengan-Mu. 14 : 06 wib

Hari Senin 20 Shofar 1435 H, hari ke-76 pengepungan Rofidhoh terhadap Dammaj. Tadi malam sampai sekarang 4 pelajar terluka karena mortir-mortir Rofidhoh. 12 : 32 wib

Abu Ahmad Muhammad Al Limboriy Mengabarkan : Dari tiga hari yang lalu hingga hari Ahad 19 Shofar 1435 seseorang orator Syi’ah berbicara lewat pengeras suara dari sebuah rumah di dekat matras kami di pertahanan Alu Manna’, dia berkata bahwa seluruh gunung di selain Dammaj telah mereka kuasai, bukit-bukit di Kitaf, di Hasyid dan di Hajur telah mereka kuasai, kemudian orator dajjal itu berkata kepada siapa yang ingin selamat maka segera daftarkan nama lewat nomornya dan akan dijemput di perbatasan Dammaj, keamanaan dan keselamatannya akan dijamin. Baca lengkap keajaiban-keajaiban yang Allah Munculkan >> Di Atas Rahmah dan Karamah << 11 : 36 wib

“Qol’atis Sunnah” menukilkan dari “Sho’dah Online” bahwa ikhwah (saudara-saudara) di Kitaf berhasil mengusir Hutsiyyun dan menguasai jajaran gunung-gunung Hadhab dan juga Gunung Midh’an. Alhamdulillahi Wahdah. 11 : 46 wib

Kabar dari “Basyairun Nashr”: Mu’adz bin Abdirrahman An Nakho’iy Rohimahulloh yang meninggal kemarin di Dammaj, saudaranya yang bernama Abdullah masih terbaring karena luka-luka dalam hishor (pengepungan) ini. Ayah mereka yang bernama Abdurrahman tangannya putus akibat tembakan Rafidhoh dalam hishor (pengepungan) yang dulu. Allohummarham ‘ibadaka wa taqobbal minhum. 11 : 09 wib

Kabar dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: ada Akh (saudara) namanya Abdurrahman dari Adn / Aden terluka di Kitaf, lalu dibawa dengan mobil untuk dirawat. Di tengah jalan dia ditanya: “Antum sudah menikah?” Dia menjawab: “Belum. Aku akan menikah dengan Hurun ‘Iin (para bidadari).” tiba-tiba setelah itu sang pengiring mencium bau harum. Maka dia bertanya pada sopir: “Antum mencium bau harum?” Sopir menjawab: “Iya.” lalu mereka menoleh ke Abdurrahman yang terbaring itu. Ternyata dia sudah meninggal. Rahimahulloh. Beliau wafat dengan meninggalkan alamat berupa aroma harum. Majmu’ah juga mengabarkan bahwa yang meninggal kemarin di Kitaf bagian tengah adalah 5 ikhwah dari Aden, dan yang lain luka-luka. 09 : 22 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkanSyaikh Adnan Adz Dzammariy menukilkan surat Dokter Ammar Ar Rohamiy bahwasanya Badruddin Al Hazmiy dulu suka menulis dengan syiar Hutsiyyin, tapi sekarang dia meninggalkan syiar itu dengan menceritakan belang Abdul Malik Al Hutsiy. Dia cerita bahwa para prajurit Hutsiyyun berjuang keras dan berkorban, sementara Abdul Malik Al Hutsiy hidup enak-enakan. Mereka resah karena seratus mayat teman-teman mereka hilang di Kitaf dan Khoiwan. Hari ini di Sho’dah mereka sholat terhadap 20 mayat teman mereka.02:17 wib

Dia juga cerita bahwa prajurit Hutsiy yang luka tidak dipedulikan. Abdul Malik mengkorupsi dana jaminan fakir miskin. Abu Ali Al Hakim mencuri dana delapan juta reyal Yamaniy padahal itu dana untuk memperbaiki lantai gedung tarbiyyah. Abu Ali bilang ke Faris Manna’: “Kamu tidak berhak ikut campur urusan propinsi Sho’dah selama aku ada di sini.” para prajurit Hutsiyyun sudah benci dan jengkel pada para pimpinan mereka. 02:17 wib

Di Dammaj: rofidhoh terus-terus menembaki para ikhwah. Akh Mu’adz An Nakho’iy Al Abyaniy meninggal tertembak di kepalanya. Rohimahulloh. 01:34 wib

Abu Malik Walid Al Qosimiy di “Basyairun Nashr” menukilkan bahwa di Kitaf Hutsiyyun berusaha melambung dari kaki gunung Naar untuk menyerang ikhwah yang ada di atas, maka dihantam balik oleh ikhwah hingga mereka lari sambil membawa mayat-mayat dan teman-teman mereka  yang luka. Alhamdulillah. 01:03 wib

Tadi Wadhdhoh Ar Rodfaniy di Kitaf menelpon ana dan mengabarkan bahwa sedang terjadi perang dahsyat di sayap kanan. Beliau juga titip salam untuk  ikhwah. 01:08 wib

Tadi tersiar kabar bahwa beberapa ikhwah di tengah Kitaf terkepung. Maka syaikh Ali Al Baitiy menelpon beberapa kerabat lalu mereka mengabarkan bahwa Hafizh Al Baitiy termasuk dalam kelompok yang terkepung, lalu mereka bisa meloloskan diri di tengah-tengah hujan tembakan. Alhamdulillah.01:10 wib

Ahad, 19 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : “Qol’atis Sunnah” menukilkan dari akh Salim Al Baidhoniy bhw ikhwah di Kitaf menyerbu pos-pos pertahanan Hutsiyyun, 15 hutsiy tertangkap beserta komandannya, sebagiannya luka. Pos-pos tadi berhasil dikuasai ikhwah dengan sempurna. Alhamdulillah. 17:40 wib

Juga menukilkan dari “Akhbarus Sa’ah” bahwa enam pertempuran di Khoiwan hutsiyyun terpukul mundur dan 90 dari hutsiy mati. Lalu sekelompok hutsiy menyusup ke menara kebun keluarga Ahmar yang ada di pinggir desa ‘Aqowid, lalu mereka memasang bom disitu, lalu meledakkannya. 18:09 wib

Lalu hutsiyyun mengumumkan bahwa mereka berhasil membunuh syaikh Husain Ahmar. Maka kantor Syaikh Husain Ahmar membantahnya dan mangumumkan berdatangannya pasukan-pasukan berbagai qobilah ke Ijtima’ qobilah induk Hasyid dan menyimak pengarahan syaikh Husain Ahmar. 18:10 wib

Memang sehari sebelumnya kita dapat laporan adanya kesibukan mesin-mesin pengeruk di atas Ahrosy, maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi. Cukup Alloh sebagai pelindung kami.
Semoga Alloh menolong kita semua. Syaikh Abdul Hamid menyebarkan surat memperingatkan bahwa Hutsiyyun membikin manuver yang berbahaya yaitu membikin jalan baru untuk tank mereka di atas gunung Ahrosy. Sepertinya mereka akan melancarkan gempuran dahsyat dengan tank-tank dari ketinggian yang dianggap lebih sempurna. 8:26 wib

Sabtu, 18 Shafar 1435 H

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : Tadi malam setelah sholat Isya Syi’ah menembakan ghougho dan percikannya mengenai Al-Akh Sholihuddin bin Nurdin Al-Amboniy, beliau terluka pada tangan dan kakinya, semoga Alloh menyembuhkannya dan menyembuhkan semua yang terluka.14 : 49 wib Baca >> Mengenang Tragedi Ahad 12 Shafar 1435 H  <<

 

“Itu adalah gambar Mushaf Al-Qur’an yang dihinakan oleh kaum Syi’ah, mereka membuangnya di selokan yang tercampur dengan kotoran-kotoran manusia. Kejadian itu terjadi di kota  Sho’dah Yaman. 14 : 56 wib

Abu Zayd Syua’eb bin Ishaq Al Malaisy mengabarkan : Pagi ini terluka Seorang Anak Indonesia bernama Sholahuddin Ambon, lukanya agak parah tapi tidak kena di tulangnya. Al Hamdulillah Nashalullah Ayyashfii Jarhanaa 18 : 22 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Juga mengabarkan dari Akh Abul Qo’qo’ bahwa pasukan besar milik keluarga Sheikh Hussein Ahmar telah tiba di medan laga Hasyid, lengkap dengan tank-tank, meriam-meriam besar dan alat-alat berat lainnya untuk menyapu Hutsiyyun dari Khoiwan, lalu gunung Aswad, lalu ke Sufyan lalu ke Sho’dah untuk menolong masyarakat yang terzholimi. Semoga Alloh menolong dann memberi mereka taufiq. 18 : 21 wib

Di Dammaj juga: ada seorang pelajar tertembak kakinya dann banyak darah yang keluar. Semoga Allah memenuhi kebutuhannya akan darah segar dan segera menyembuhkannya. 15 : 07 wib

Sheikh Ali Al Baitiy menunjukkan pada ana ada berita dari “Ma’rib Pers”: terjadi pertempuran antara Hutsiyyin dan para pemuda Qobilah (suku) di wilayah Qithof di Sho’dah. Tujuh Hutsiy mati, dan dua pemuda Qobilah (suku) meninggal. 15 : 33 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah”: pasukan Hasyid di Khoiwan masih terus bergerak maju dg kuat ke gunung Aswad utk membersihkan wilayah itu dari hutsiyyin. 13 : 36 wib

Di “Basyairun Nashr” Akh Ibrohim Al Kabsiy bercerita bahwa dia dan sejumlah ikhwah mendapati aroma harum sekali dari Jenazah Akh Yasir ‘Uthoifah yang meninggal tadi malam, lalu mereka semua menangis. 11 : 14 wib

“Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwsanya baru saja satu mobil bersenjata milik Hutsiy hancur terbakar dihantam ikhwah di Kitaf. 11 : 11 wib

Juga mengabarkan bahwa Hutsiyyun di wilayah Hasyid membentuk “Katibatul Maut” (pasukan berani mati) utk menghadang gerak maju pasukan Hasyid yang bertekad membebaskan propinsi Sho’dah dari cengkeraman Rofidhoh. Pasukan berani mati tadi memakai sabuk peledak yang rencananya mereka akan bunuh diri di tengah-tengah pasukan Hasyid. 11 : 12 wib

Tersiar kabar santer bahwa Hutsiyyun di Sho’dah sibuk memasang karung-karung pasir untuk bersiap-siap  menghadapi serbuan pasukan Hilfun Nushroh (dari arah Hasyid, Harodh, Jauf dan Kitaf). 11 : 15 wib

Saat pasukan Hasyid di Khoiwan merangsek maju dengan slogan “Jum’at Qodisiyyah”, mereka dihadang Katibatul Maut Hutsiyyun sehingga terjadi perang dahsyat sekali. 30 (tiga puluh) sampai 40 (empat puluh) Hutsiy mati, 7 (tujuh) di antaranya setiap kali mendekati pasukan Hasyid untuk meledakkan diri di tengah-tengah mereka, selalu ditembak mati oleh anggota Hasyid sehingga badan Hutsiy tadi meledak dahsyat sebelum mencapai pasukan Hasyid. 11  : 13 wib

Akhirnya hutsiyyun dengan Katibatul Maut mereka terpukul mundur sampai ke Gunung Aswad, batas antara Khoiwan dengan Harf Sufyan. Ini semua membuktikan dustanya Hutsiyyun yang mengumumkan bahwa mereka telah menguasai Khoiwan. Ini juga membuktikan bahwa Hutsiyyun itu sepaham dengan Khowarij Al Qo’idah yang suka bunuh diri untuk membunuh sejumlah muslimin. 11 : 08 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Syaikh Yahya Muqit di Khoiwan mengabarkan bahwa terjadi perang sengit dan belasan pengikut hutsiy terbunuh dan sisanya di kepung ikhwah dari segala arah di dua lembah. Alhamdulillah 9:03 wib

Syaikh Abdul Hamid mengabarkan bahwa akh Yasir Athifah Al Hasyidiy meninggal karena luka-lukanya 3 hari yang lalu karena alat-alat kesehatan tidak mendukung di Dammaj yang pada malam ke 74 ini masih terkepung. 09:03 wib

Syaikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf di malam Sabtu mengabarkan bahwa hutsiyyun terus-terusan menyerang dan selalu Allah mengalahkan mereka, menjadikan mayat-mayat mereka terus bertambah dan bergelimpangan, menjadikan ledakan-ledakan mortir mereka meleset tanpa mengenai para mujahidin, dan menjadikan Hutsiyyun yang lain lari ketakutan. Lalu komandan mereka mencaci makai anak buah yang lari dan berkata : “Maju kamu wahai anjing,” dan menghukum mereka dengan hukuman keras. Adapun dakwaan Hutsiyyun bahwa mereka telah menguasai Wadi (lembah) Jabaroh adalah dakwaan dusta belaka. 09:22 wib

Di Khaoiwan, pasukan Hutsiyyun mengadakan perjumpaan dengan para Syayyid (Tuan) mereka. Lalu pertempuran dengan pasukan Qobilah (suku) bergeser dilembah diwilayah ‘Aqqod. Begitu kabar dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah.” 09:26 wib

Berita dari “Basyirun Nashr”: terjadi baku tembak sengit di Khoiwan, didekat barak militer “Al ‘Amaliqoh.” 09:57 wib Di Dammaj setelah maghrib Rofidhoh melemparkan granat kepos depan Wathon. Dan sepanjang malam mereka menembaki Alu Manna’. 10:01 wib

Jum’at, 17 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengabarkan : Di Dammaj Jum’at pagi Rafidhan menembaki berbagai tempat di Dammaj dengan gencar dan sembarangan. Tersiar kabar bahwa mereka marah karena salah satu komandan besar mereka dari Alu Ammar mati terbunuh di Nuqu’. Akh Ahmad Al Jazairy mengabari bahwa dia hari ini alhamdulillah menembaki tepat 3 Rafidhah, satu dari mereka tepat kena di kepalanya : 19 : 50 wib

Abdul Khaliq At Ta’ziy di Kitaf mengabari Aku bahwa hari ini mereka menawan 16 (enam belas) orang Hutsiy dan mengepung sejumlah di bagian tengah Kitaf. : 18 : 56 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” dari Front Hasyid: Syaikh Abu Hatim Abdulloh Al Asymuriy mengabarkan bahwa Jum’at pagi ini Allah memberikan karunia kepada kami dengan terbunuhnya sejumlah Hutsiyyun di berbagai tempat. 18 : 21 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: di Sho’dah Rafidhoh masih memberlakukan keadaan darurat, barangsiapa keluar rumah akan mereka bunuh. Kepala keamanan umum dari partai Ishlah (musuh Hutsiyyun) hilang diculik orang. 18 : 26 wib

Itu kabar dari Muhammad Al Ibbiy dan Bilal Al Indonesiy hafizhohumalloh. Siang ini alhamdulillah jatah makan siang nasi dan beberapa potong daging. Lalu habis ini Muhammad mengambili buah pohon sidr dan diberikan sebagiannya pd ana. Buahnya sebesar kelereng, kuning, bijinya besar dn keras. Jika kulitnya dimakan ada rasa seperti rasa pisang. Alhamdulillah. 18 : 11 wib

Untuk malam Jum’at di Dammaj bagian Wathon: Hutsiyyun menyusup mendekati pos para pelajar, lalu memasang ranjau, lalu meledakkannya dari jauh. Terjadi ledakan besar, tapi tiada korban. Lalu mereka melempari pos pelajar dengan granat-granat. Beberapa granat meledak tanpa hasil, yang tiga tidak meledak dan diambil oleh pelajar dari Shomalia. Alhamdulillah. 18 : 07 wib

Syaikh Abdul Karim mengabarkan bahwa sebagian Hutsiyyun telah terbunuh dan sebagiannya terkepung rapat di bukit bagian tengah. 17 : 12 wib

Abu Zayd Syu’aeb bin Ishaq Al Malaysiy mengabarkan : pagi ini tembakan Rasyasyah(Mansingan) mereka agak seru,akan tetapi kami tidak hiraukan karena itu memang permainan mereka ketika bosan. Malam tadi di Waton suasana dingin dan sunyi dikejutkan dengan ledakan ranjau dan tembakan bazoka sampai terjadi baku tembak antara kami dan si Anjing Neraka (Hutsiyyun).Nasalullah Ayyaqtul Qatlan Zarii’an. 14 : 26 wib

Abu Zakariyya Harits Al Jabaly Al Jawy mengabarkan : Alhamdulillah baru saja 5 (lima) menit yang lalu ana berhasil mengamati mobil panser milik Rafidhah Hutsiy berjalan laju dari arah masaadir menuju lereng Jabal (gunung) Aqor yang mana kedua tempat tersebut termasuk matras persembunyian mereka Allahum Bawwir Maqrohum. 12 :04 wib

Nash’alullaha A Yudammir Al Hutsiyyin pagi ini Hutsiy yang di Jabal (gunung) Ahrosy melancarkan serangannya dan menembakkan peluru-pelurunya untuk menghantam matras ikhwan kita dari jarak jauh. Allahumma Adzilhum wa a’wanahum. 11 : 51 wib

Bismillah, Alhamdulillah pagi ini kita masih diberi kesehatan dan keselamatan sehingga pemantauan masih tetap berlangsung. 11 : 41 wib

Abu Fairuz Abdurrahman bin Soekojo Al Jawy mengabarkan : Juga mengabarkan dari Sheikh Mohammed Ba Jammal bahwa sejumlah besar Hutsiyyun terbunuh di malam Jum’at ini (17 Shafar) 2 mobil mereka terbakar, beberapa Sniper mereka terbunuh dan Senapan mereka rusak. Alhamdulillah. 12 : 17 wib

Juga mengabarkan bahwa di Khaiwan sedang perang sengit sejak Jam Sebilan malam sampai saat ditulisnya kabar ini di “Basya’irun Nasr” 10 : 08 wib

Berita dari “Basya’irun Nashr” Hutsiyyun di Sa’dah membikin sejumlah pos pemeriksaan baru memberlakukan Jam malam, dan mengancam para pemuda yang tidak seAqidah dengan mereka dengan pembunuhan dan perusakan. Juga mengabarkan dari wilayah Hasyid bahwa ada seorang Wanita membunuh tiga orang Hutsiy. Alhamdulillah 10 :01 wib

Abu Muhammad Anas bin Salim Al-Limboriy mengabarkan : Syi’ah menyerang pada malam senin itu dengan teratur, pasukan depan merentet dan yang belakang bawa basoka, kami menembak yang depan, yang belakang menghantam kami dengan basoka. 09 : 05 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : Sebelum Syi’ah menyerang Alu Manna’ pada malam senin lalu mereka adakan latihan militer di balik Mudawwar, Alhamdulillah serangan mereka gagal total. 08 : 59 wib

Pada malam ini laskar Syi’ah menembakan mortir pas mengenai depan matras kami di Alu Manna’, Saifuddin Al-Jawiy (Indonesia) dan Lutfiy Al-Malayziy (Malaysia) terluka. 08 : 55 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Juga mengabarkan bahwa Jama’ah Hutsiyyun di Sha’dah mengumumkan bahwa di ibukota Sha’dah ada kondisi darurat, dan berlaku Jam Malam. Barangsiapa melanggar peraturan mereka maka mereka akan dibasmi. Akh Sholeh Al Libiy mengabarkan bahwa mobil Hutsiyyun yang berisi senjata anti pesawat terbang di Shomaat hancur dihantam mortir. Alhmadulillah. Akhirnya mereka jengkel (marah) dan memnembak sembarang ke kebun-kebun dan Maktabah (perpustakaan). 01 : 19 wib

Kamis, 16 Shafar 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Juga menukilkan dari Sa’d Al Mahriy dari Kitaf bahwa Empat mobil Hutsiy penuh mayat keluar dari sisi kanan Kitaf. 23 : 14 wib

Juga menukilkan dari Sheikh Abu Zayd bahwa di Kitaf Hutsiyyun menyerang terus dan kalah teru. lalu datanglah serombongan pasukan Hutsiyyun dalam keadaan Mabuk, lalu terkepung di suatu lembah. 22 : 46 wib

Di “Qol’atis Sunnah’ diberitakan bahwa Rafidhah berkali-kali menyerang sayap kanan di Kitaf, tapi berkali-kali gagal dan mayat mereka mali bertumpuk-tumpuk. 22 : 14 wib

Di Dammaj pukul : 16 : 49 wy Rafidhah berkali-kali menembaki lapangan depan Maktabah (perpustakaan) Ammah. Satu pelajar luka ringan terkena pecahan-pecahan peluru. 20 : 48 wib

Hari Kamis 16 Shafar 1435 H, hari ke 72 (tujuh puluh dua) pengepungan. Sepanjang hari penuh dengan tembakan Rafidhoh dan lemparan granat mereka Ada 2 (dua) pelajar luka karena hal itu. Ini berita dari Sheikh Abdul Hamid Hafidhahullah. Dan ana dapati sebagian pelajar sengaja tidak melaporkan luka-luka dirinya karena cukup ringan dan sebagainya. 17 : 45 wib

Barusan Hutsiy menembak dengan peluru yang bisa meledak. Dua pelajar luka ringan. Setelah bernafas dan sebagainya, pekerjaan lanjut lagi. Hutsiy menembaki lagi dengan peluru-peluru besar dan membikin tanah berhamburan memenuhi baju, wajah dan kepala pelajar yang memang sudah lama tidak bershampo ataupun cuci baju itu. Penggalian parit terus dilanjutkan 14 : 58 wib

Orang-orang Qaedah megejek pelajar Dammaj : “Bangkitlah kalian ! sampai kapan kalian belajar terus ? ” Memang tugas kami belajar dan beribadah serta memperbaiki agama masyarakat, bukan cari kursi dan berontak. 14 : 58 wib

Abu Zakariyya Harits Al Jabaly mengabarkan : Alhamdulillah sekarang ana berada di tempat pemantauan sebelah kanan dan berhasil melihat perbatasan antrara matras Hutsiy dengan ikhwan kita yang jaraknya kurang lebih 30 meter disitulah mereka gali parit setiap hari untuk berusaha mendekat ke matras kita Allohumma Fasyil Khuthothohum. 14 : 45 wib

Bismillah sampai saat ini belum ada pergerakan melainkan suara tembakan laras panjang mereka yang di hantamkan kematras-matras kita sekaligus diiringi dengan tiupan dan hembusan angin yang sepoi-sepoi di atas rumah tingkat yang ke 5 (lima) Alhamdulillah. dengan pandangan ana yang agak jauh lagi dengan pertolongan Allah bisa melihat gunung yang disitu ada tentara milik pemerintah, sejak awal samapi saat ini tidak ada pergerakan untuk membantu kita, tapi cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong dan penjaga. 14 : 32 wib

Mengenai hasil pemantauan yang berlangsung saat ini Alhamdulillah ana berhasil melihat matras (tempat penjagaan) baru di samping kanan Shoma’at yang dibikin  oleh Hutsiy pekan-pekan ini untuk menembakkan sejata berat mereka ke Tholabul Ilmi, Qootalahumullah. 13 : 58 wib Alhmdulillah dalam keadaan dikepung dari segala penjuru tapi mereka tidak akan bisa dan mengepung rezeki kita dari atas langit yang ke tujuh biizinllah Azza Wajalla. 14 : 06 wib

Alhamdulillah ana pagi ini kurang lebih jam 09 : 30 (di yaman) ana sudah mulai naik lagi ke rumah tinggi bangunan tua yang kurang lebig tingginya sekitar 5 meter untuk memantau pergerakan musuh musuh Allah (Hutsiyyun) di perbatasan, untuk sementara ana berhasil melihat sekitar 15 tempat penjagaan Hutsiy di hadapan ana baik yang di gunungnya ataupun dibawah 13 : 49 wib

Bismillah kurang lebih setengah bulan yang lalu Khumaidhoh (PANSER) lewat dengan gayanya yang sombong Ma’lumlah namanya juga anti peluru tapi ketika satu ikhwah tembak panser tersebut dengan basoka langsung jalan cepat kebingungan Walhamdulillah. Nasalullaha An Yudammiroha. 12 : 44 wib

Alhamdulillah sekarang ana berada di Mauqi’ (tempat penjagaan), seperti biasanya Rofidhoh dari kalangan Hutsiyyin masih saja menembakkan senjatanya kepada ikhwan kita Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Nas’alullaha Azza wajalla bi Mannihi wa Karomih an Yushiibahum bil Balaa’, Alhamdulillah sejak tadi pagi hingga sekarang belum ada korban yang ana tau insyaAllah kabar selanjutnya akan menyususul . 12 : 15 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Kami datang ke Dammaj untuk belajar agama dengan tenang, berlatih Akhlaq dan Adab dengan damai, bukan untuk perang. Tapi sekarang dipaksa bertahan hidup di parit-parit, dan InsyaAllah muslim tak akan lari depan musuh Allah yang menyerang. 14 : 50 wib

Berita dari Kitaf : satu mobil Rofidhoh hancur dihantam para ikhwah. Syaikh Muhammad Ba Jammal mengabarkan bahwa ada dua belas mobil Hutsiyyun masuk ke arena medan laga Kitaf. 13 : 03 wib

Akh Muhammad Al Lahjiy mengabari bahwa tadi malam ada 4 (empat) Hutsiy menyusup ke Alu Manna’ lalu ditembak hingga keempatnya mati bergelimpangan. Alhamdulillah. 12 : 52 wib

Afwan barusan akh Muhammad bin Sa’id Al Lahjiy bilang bahwa yang anti pesawat terbang itu lebih besar sedikit, dan sudah ditembakkan juga ke pelajar hari-hari kemarin. Barusan diperlihatkan ke ana bekas kepala peluru tersebut yang hampir mengenai mrk. 12 : 39 wib

Oh iya tadi pagi akh Ahmad Rifa’i mengabari bahwa tadi malam saat mereka kerja bakti , Rofidhoh melemparkan granat sehingga Akh Habsiy luka. 12 : 30 wib

Barusan kepala peluru macam itu menghantam dinding tanah di samping saudara antum ini. Panas sekali. Alhamdulillah ‘ala kulli hal Allah masih menghendaki saudara antum masih hidup, kesempatan beribadah dan memperbaiki diri masih tersisa. Sekarang pelurunya sudah dingin. Rofidhoh benci pelajar Ahlussunnah. Padahal kita cuma ingin belajar dan beribadah dengan tenang, bukan mau menyaingi orang kaya dengan kekayaannya. Atau penguasa dengan kursinya. 12 : 19 wib

Senjata anti pesawat terbang itu yang di Dammaj dipakai Hutsiyyun untuk menembak kepala anak tiri Sheikh Abdul Hakim Ar Roimiy. 11 : 06 wib

Hari Kamis di Kitaf: Abu Bilal Mushthofa An Nu’miy mengabarkan terjadinya pertempuran dahsyat sekali melawan Hutsiyyun. Sudah banyak Hutsiyyun yang bergelimpangan, dan dua mobil yang bersenjata anti pesawat terbang milik mereka terbakar. Alhamdulillah. 11 : 05 wib

Anak Sheikh Qobilah (suku) khoulan; Adil As Sakhobiy meninggal di medan laga Kitaf. lalu terjadi pertemuan bagus di Khoulan antara beberapa masyayikh Sunnah tsabitun dengan para ketua qobilah dengan saling menyemangati untuk melanjutkan jihad fiiisabilillah melawan rofidhoh. Itu tadi berita dari ” Qol’atis Sunnah” tentang Kitaf.  Adapun dari”Akhbar Dammaj Salafiyyah” tentang Hasyid ; terjadi perang sengit sejak jam dua dini hari kemarin sampai subuh. Saksi mata penduduk bilang bahwa ada empat mobil hutsi lewat penuh dengan mayat teman-teman mereka. Adapun di Khoiwan: hutsiyyun maju dan menyerang tapi Allah menggagalkan serangan mereka. 08 : 26 wib

Sheikh Yahya bercerita bahwa beliau dilapori bahwa Abdul Malik Al Hutsiy setelah melihat kegagalan pasukannya berulang-ulang dalam menyerang Dammaj dan mental mereka melemah, dia berkata kepada para komandannya: “Berangkatlah kalian. Jika tidak, maka biarlah aku saja yang berangkat memimpin langsung penyerangan.” Maka para komandannya tadi berkata: “Kami akan berangkat wahai Tuanku.” Lalu ada anak buah yang takut dipaksa berangkat ke Dammaj, maka dia menembak badannya sendiri hingga luka agar di idzinkan tidak berangkat. Ternyata seluruh komandan yang berangkat tadi mati terbunuh di Dammaj. Alhamdulillah.  Sheikh Yahya juga berkata: “Jika hutsiy mengejar kami dengan senjata-sejatanya, maka kami mengejarnya dengan doa, doa orang terzholimi.” 02 : 42 wib

“Qol’atis Sunnah” menukil dari “Ma’rib Pers” bahwa di Wadi (Lembah) Dannan terjadi pertempuran baru. 10  (sepuluh) Hutsiyyun mati, 2 dari pihak Suku meninggal dan 2 luka-luka. 00 : 01 wib

Abu Zakariyya Harits Jabaly mengabarkan : Bismillah, malam ini walaupun musim dingin masih berlanjut tapi dengan iringan peluru-peluru yang ditembakkan oleh Hutsiy kepada kita maka keadaan dan suasana menjadi panas. Allohumma Laa Tusaddid Ram’iyyahum Fiinaa Wa Saddid Ramyanaa Fiihim 01 : 53 wib

Rabu, 15 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :Di “Basyairun Nashr” diberitakan dengan sumber-sumbernya bahwa duta besar persatuan Eropa berkata kepada beberapa Politikus Yaman: “Hutsiyyun itu sudah menjanjikan pada kami bahwa mereka akan mengosongkan Dammaj dari Salafiyyun secara sempurna dalam tiga hari.” 23 : 54 wib

Malam ini Hutsiyyun masih saja menembaki ahli Dammaj. 23 : 54 wib

Berhubung hari Jum’at makin dekat, beberapa kelompok Hutsiyyun yang biasanya sombong-sombong terhada orang-orang Suku, mereka meminta kemanan kepada suku-suku Sho’dah. Dan justru beberapa suku-suku Sho’dah mohon jaminan keamanan kepada Sheikh Husain Ahmar. 23 : 48 wib

Di “Qol’atis Sunnah” diberitakan bahwa pertemuan besar seluruh maSyayikh dan du’at Sunnah Tsabitun se-Yaman (Sheikh Iryani, Umari dan lain-lain) yang bertempat di propinsi Dholi’ menghasilkan kesepakatan tekad untuk mendobrak seluruh barisan Hutsiyyun sampai seluruh pasukan tiba di Sho’dah. 23 : 47 wib

Sehubungan dengan ultimatum Sheikh Hussein bin Abdillah Al Ahmar (Kepala Suku induk Hasyid) bahwasanya batas akhir Rofidhoh untuk keluar dari Dammaj adalah hari Jum’at, Rofidhoh makin kalang kabut mencari tokoh-tokoh yang bisa menjadi lajnah penengah untuk membentuk perdamaian, tanpa mau menghentikan pengepungan terhadap Dammaj, dan tanpa mau membuang pos-pos pemeriksaan di jalan-jalan. 23 : 47 wib

Tadi Sheikh Yahya menyebut Khalid As Sinafy Rahimahullah secara khusus, dan bercerita tentang kegagahan dalam setiap pertempuran, dan betapa cepatnya dia bangkit menghadang serangan terhadap Dammaj, hingga dulu beberapa kali terluka dan sampai berobat keluar negeri. 21 : 09 wib

Beliau juga bercerita bahwa kemarin Khalid diundang temannya makan di rumahnya, maka beliau menjawab : “jika engkau memang punya makan malam, maka sekarang saja, karena besok aku akan pergi jauh.” Ternyata hari ini memang ditembak Hutsiyyun. 21 : 11 wib

Tadi di majelis Sheikh Yahya ada akh berkata: “Ya Sheikh, tadi pagi kami ketemu Kholid dan kami bilang: ”Wajahmu kok tampak bercahaya?” Dia menjawab: ” Cahaya Jannah insyaAllah.” 23 : 31 wib

Rabu sekitar saat Dzuhur, Akh Khalid As Sinafy Ash Shon’any yang dulu berperang disamping Abdurrahman bin Sheikh Yahya hingga terbunuhnya Abdurrahman, sekarang Akh Khalid juga meninggal ditembak Rafidhah. Beliau adalah orang yang amat baik dan sopan, sering berkorban untuk membela Sunnah sebelum perang ini. Inna Lillahi Waninna Ilaihi Rooji’un. Tadi malam Akh Muhammad Sa’id Al Lahjiy, Mas’ul Hirosah Lahj di Alu Manna’ yang terkadang memberikan kabar-kabar kepada kita terluka ringan di wajah dan tangannya terkena pecahan peluru besar Rofidhoh. 18 : 31 wib

Di Dammaj malam Rabu : Akh Umar Al Jazairy meninggal di Barroqoh ditembak Rofidhoh. Akh Yasir Al ‘Amroniy luka parah. Hasbunallahu Wani’malwakiil. 17 : 39 wib

Abu Zakariyya Harits Al Jabaly Jogja mengabarkan : Bismillahirrahmaanirrahiim telah terbunuh saudara kita Abu Hani Khalid As-Sinafy Ash Shon’any di kawasan Mazro’ah (Pemukiman Thullab) pagi ini kurang lebih setengah jam yang lalu. Semua itu terjadi dengan takdir Allah Ta’ala kemudian kejahatan Hutsy yang sejak tadi pagi sampai sekarang masih nembak-nembak pakai Sneper, Allohu Yaqtuluhum wa Yarham Akhoonaa Kholidan. 16 : 07 wib

Pagi ini masih sepi dengan hembusan angin yang dingin di iringi tembakan Sneper. Allohumma Dammirhum. pengintaian dan pemantaun akan terus berlangsung sampai titik penghabisan Hutsiy Biidznillah ‘Azza Wa Jalla. dan di sela-sela pemantauan ana hampir setiap hari melihat Khumaidhoh (mobil anti peluru) punya Hutsiy yang dikenal di negara kita Panser. Qootalahumulloh. Adapun masalah senjata, mereka jauh lebih kuat dan dahsyat. 10 : 31 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Sepanjang malam sampai pagi ini beberapa tempat di Dammaj tembak sedikit-sedikit 10 : 03 wib

Berita dari “Basyairun Nashr”: dari pihak petugas medis Puskesmas Dammaj, bahwa saudari kita: Badriyyah binti Mursyid An Najjar (36 tahun) yang telah lama sakit paru-perut dan direkomendasikan untuk dirawat di rumah sakit khusus itu meninggal karena tak bisa dibawa keluar Dammaj. Sebagian ikhwah yang luka-luka juga pingsan total karena persediaan oksigen di puskesmas Dammaj habis. 03 : 56 wib

Datang berita dari luar bahwa Hutsiyyun sibuk mengirim utusan untuk membeli Amunisi ke wilayah Propinsi Ma’rib dengan harga tinggi. 03 : 28 wib

Seperti biasa, manakala debu mulai mengepul, Hutsiyyun dari Shoma’at menembaki kedua pelajar tadi untuk menakut-menakuti keduanya, dengan peluru-peluru amat besar. Keduanya jongkok sambil membersihkan muka dann baju yang tertutup debu. Lalu keduanya bertekad mempermainkan hutsiyyun dan membikin jengkel (kesal) mereka. Mulailah salah satunya melemparkan tanah ke kanan dan ke kiri seperti biasa dengan cepat hingga debu mengepul, lalu dia jongkok menunggu reaksi Hutsiy. Begitu hutsiy selesai menembak ke arahnya, langsung dia melemparkan tanah lagi, lalu jongkok menunggu tembakan. Dan Hutsiy pun menembak lagi dan tidak kena. Lalu pelajar tadi melemparkan tanah lagi dengan sekopnya. Hutsiy makin jengkel dan menembak lagi. Begitulah terjadi silih berganti. 03 : 20 wib.

Kedua pelajar itu tertawa karena bisa mempermainkan musuh karena tahu bahwa musuh tak bisa menembak mereka di dalam parit yang dalam itu insyaAllah. Dan Hutsiy jengkel karena peluru-peluru besar yamg harganya amat mahal tadi terbuang percuma. 03 : 22 wib.

Akhirnya Hutsiy menghentikan tembakan ke arah kedua pelajar tadi. Entah karena peluru dia malam itu habis, ataukah karena bosan dipermainkan para pelajar yang sudah ingin bertemu Allah tersebut. Lalu keduanya terus menggali sampai lelah dan insyaAllah dilanjutkan besok pagi. 03 : 25 wib

Malam ini seperti biasa di wilayah Alu Manna’ Dammaj Hutsiy dengan alat beratnya menembaki sebagian thullab yang sedang bekerja menggali parit-parit perlindungan yang panjang. Setelah makan malam, dua pelajar melanjutkan penggalian parit yang sudah lebih tinggi dari ukuran badan mereka itu, dan tanahnya dibuang ke samping kanan dan kiri. 03 : 13 wib

Selasa, 14 Shafar 1435 H 

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Berita “Akhbar Dammaj Salafiyyah” dari Akh Abu Turob Ash Shon’aniy di Hasyid bhwsanya di Front Khoiwan Hutsiyyun menyerang sayap kanan ikhwah demi mengambili mayat-mayat teman mereka yang masih bergelimpangan kemarin. Terjadi perang dahsyat dan Hutsiyyun gagal dan terpukul mundur. Beliau juga mengabarkan bahwa Hutsiyyun sengaja mengincar seorang gadis kecil usia tujuh tahun yang sedang menggembala kambing, menghantamnya dengan mortir sampai tewas. Innalillahi wa innailaihi roji’un. 23 : 30 wib

Kabar dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: Hari Senin kemarin beberapa pelajar terluka terkena hantaman-hantaman Rofidhoh yang tidak tentu arah di Dammaj. Juga mengabarkan bahwa tadi malam Akh Abdullah bin Husain Al Mahdzariy meninggal setelah sekian hari menderita dengan luka-luka beliau dan tiada perawatan yang memadai akibat pengepungan ini. Juga mengabarkan bahwa hari Selasa ini, tanggal 14 Shafar 1435 H adalah hari ke 70 (Tujuh Puluh) pengepungan. Juga mengabarkan dari Sheikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf bahwa tadi malam Hutsiyyun menyusup ke wilayah sayap kanan pertahanan ikhwah, tapi ketahuan, dan terjadi baku tembak seru, lalu Hutsiyyun terpukul mundur. Di sayap kiri terjadi baku tembak jarak jauh dengan sengit. 19 : 10 wib

Abu Zakariya Harits Jabaliy Jogja mengabarkan : Sekarang ana masih mantau diperbatasan, tidak ada gerakan kecuali tembak tembakan pakai sniper. Allohumma saddid romwatana fiihim 13 :50 wib

Abu Sholeh Muslih Al Madiuny mengabarkan :  Alhamdulillah, kami baik-baik saja. Ana hari-hari ini ada di matras, tidak di markiz. Kabar dari ikhwah yang sudah menjenguk (Akh  Abu Zakariya Harits Jabaliy Al Jogja), alhamdulillah mereka berdua baik-baik saja, hanya luka-luka ringan. Hasan terluka di atas dan bawah mata kiri, terkena percikan bazzoka (basoka). Sedangkan Anas (Abu Muhammad Anas Al Limbory)juga terkena percikan bazzoka (basoka) di antara kedua matanya. Semuanya sudah dirawat dengan baik. Semoga Allah ta’ala segera menyembuhkan mereka berdua dan seluruh ikhwah yang terluka. . 11 : 55 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :  Hancurnya satu tank Rofidhoh tadi sungguh pertolongan besar dari Alloh untuk orang-orang terzholimi, karena sudah banyak rumah roboh dan rusak, pelajar tertimpa bangunan dan meninggal dan sebagainya gara-gara tank-tank Rofidhoh. 08 : 58 wib Tank tadi banyak berisi Amunisi. Saat dihantam timbullah ledakan besar dan banyak . 09 : 11 wib

Di Dammaj: ikhwah berhasil menembak Tank Houthi/Hutsiy yang di Thulu hingga hancur bersama Sopir yang teman-temannya. Saat satu mobil bersenjata milik hutsi mendekat untuk menolong, dihantam juga hingga terbakar bersama seluruh isinya. Ini semua berita dari Majmu’ah “Qol’atis Sunnah.” alhamdulillah. 08: 23 wib

Di pos Hutsiy, pasukan ikhwah berhasil menangkap mobil besar Hutsiyyun penuh dengan senjata dan menawan sopirnya. Alhamdulillah. 08 : 21 wib

Senin, 13 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Sheikh Abu Amr sibuk jaga di Dammaj bersama anaknya: Abdurrohman. Syaikh Al Iryani keliling dakwah menyemangati suku-suku untuk jihad. Makin banyak pasukan Hada dan Dzammar berangkat ke Kitaf memerangi Hutsiyyun. Berita dari “Qol’atis Sunnah”: kantor Hutsiyyun di pasar “Itsnain” wilayah Jauf meledak hingga rata dengan tanah. Alhamdulillah. 20 : 14

Berita dari “Basyairun Nashr”: suku-suku wilayah Arhab (wilayah yang ikut kawasan Shon’a) menghalangi lewatnya 60 mobil pasukan bersenjata Hutsiyyun yang hendak menuju front-front pertempuran. Akibatnya Hutsiyyun marah dan membikin pos pemeriksaan terhadap masyarakat Arhab. Akibatnya suku-suku Arhab memberikan tempo sampai besok pagi terhadap Hutsiyyun untuk membuang pos tadi, jika tidak maka Api Peperangan benar-benar berkobar. 16 : 37 wib

Berita dari “Qol’atis Sunnah” tentang bahaya laten Rofidhoh: situs “Al Wathon” menyebutkan bahwa di negara Erithriya (Eritria) tersingkap adanya tiga barak latihan Hutsiyyun. Barak tersebut ada di daerah “Mersi Brithiy” mersi tertua di Erithriya (Eritria), di wilayah “Ro’su Qishor” dan di wilayah “Mater”. Para Hutsiyyun yang berjumlah sekitar 120 orang itu dilatih berperang dan persenjataan oleh para instruktur dari Iran, lalu menyelundupkan senjata dengan kapal-kapal cepat ke pesisir Yaman yang lemah Kualitas radarnya. Kita berlindung kepada Allah dari bahaya para pemberontak. 15 : 32 wib

Ada ledakan besar menggoncang kota Sho’dah di dekat Rumah Sakit As-Salam. Belum diketahui siapa pelakunya dan beberapa korban dan kerugian yang timbul. Adapun kami, kami Salafiyyun tidak rela kedzoliman apapun terhadap orang-orang yang tidak bersalah. 12 : 50 wib

Mereka juga memaksa menaikkan tarif Listrik dan Air terhadap Masyarakat demi menggalang dana masyarakat untuk Hutsiyyun.  12 : 45 wib

Berita dari “Sho’dah Online”: Hutsiyyun di Sho’dah memaksa para kepala kantor urusan umum untuk mengarahkan bantuan dan subsidi kepada Hutsiyyun dengan alasan untuk mendukung kerja keras pasukan Hutsiyyun di Dammaj. 12 : 44 wib

Juga mengabarkan bahwa ikhwah berhasil kuasai satu bukit kecil. 11 : 32 wib

Di Dammaj: Akh Taufiq Al Yafi’iy hafizhohulloh mengabarkan bahwa kemarin saat mendengar bocoran berita bahwa Hutsiyyun akan menyerang, hatinya mengalami ketegangan. Saat perang berlangsung, tiba-tiba dia mencium bau harum dan suci, lalu hilanglah ketegangannya. 11 : 32  wib

Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf mengabarkan terjadinya perang sengit di sana. Sejumlah Houthis/Hutsiyyun mati. Alhamdulillah. 11 : 12 wib

Syaikh Zakariya Al Yafi’iy cerita bahwa di kebun-kebun di depan beliau penuh dengan mayat Houthis/Hutsiyyun. Dan beliau dikabari akh (saudara) yang melihat dengan teropong bahwa sekelompok Hutsiyyun lari ke belakang. 11 : 11 wib

Al Akh Ali Al Yafi’iy mengabarkan bahwa sejumlah Houthis/Hutsiyyin yang menyerang Alu Manna’ saling bunuh sendiri. Sejumlah yang lain lari ke belakang. Beliau dikabari seorang ikhwah yang bertugas menembak dengan mu’addal ada kejadian aneh: bahwa dia dalam sekali menembak keluar 5 atau 6 peluru tanpa dia menyentuh pemicunya. Dan itu terjadi beberapa kali. 11 : 04 wib

Syaikh Abdul Hamid meralat: yang kedua yang meninggal adalah Al Akh Sulaiman Al Akuriy Al Hadhromiy yang kerja di Maktabah Daril Atsar. Rohimahulloh. 10 : 53 wib

Kata Akh Muhammad As Siwariy, Hutsiyyun menyerang Alu Manna’ dari empat arah, dan mendekat, lalu tersamarkan di antara mereka sehingga saling mendekat dan saling menembak teman sendiri. Alhamdulillah. 10 : 42 wib

Kata Syaikh Abdul Hamid, yang meninggal tadi malam Asy Syaikh Al Waqur Abu Bilal Al Baidhoniy dan Al Akh Fadhil Ahmad Al Akbariy Al Hadhromiy Rohimahumalloh. Yang luka sekitarr 30 (tiga puluh) orang. 10 : 41 wib

Jazakallohukhoiro. Mendekati tengah malam turunlah hujan gerimis Dammaj di sela-sela baku tembak yang mulai mereda. Alhamdulillah. 09 : 18 wib

Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa perang masih terus berlangsung di Wadi Dinan, 2 mobil Rofidhoh pergi dengan penuh mayat. Di Khoiwan Rofidhoh juga mati banyak. 09 : 13 wib

Baku tembak sengit masih terus berlangsung di Dammaj. Di Khoiwan Hasyid para ikhwah juga tengah diserang. Di Wadi Dinan Hasyid juga tengah membara. 00 : 19 wib

Asap membubung dari markiz. Aku tak tahu pasti. InsyaAlloh kabar markiz menyusul. Ana sedang jauh di tempat lain. 00 : 03 wib

Subhanalloh, jika Aku tidak salah lihat, ada peluru api ke arah Mashrohah, di tengah udara seperti tertampar dan belok ke atas. 00 : 00 wib

Peluru-peluru api terus berdesingan dengan derasnya. Subhanalloh, hantaman ke Barroqoh dan Mashrohah seringnya meleset, jauh ke atas, atau ke tengah padas. 00 : 00 wib

Ahad, 12 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Perang makin sengit. Markiz dihantam mortir. Ya Allah selamatkanlah para hamba-Mu penghapal Qur’an dan Sunnah, para penjaga Benteng Islam yang tengah kelaparan dan kedinginan itu. 23 : 51 wib

Rofidhoh di Gunung Shoma’at dan gunung Aqor berkali-kali juga menembaki Alu Manna.’  23 : 47 wib

Ikhwah di gunung Barroqoh menghantam Shoma’at dan Aqor. 23 : 47 wib

Rofidhoh makin keras menyerang. Perang sengit jarak pendek terjadi di Alu Manna’. 23 : 45 wib

Sampai maghrib mereka menghantam Wathon juga dengan mortir-mortir. Sepertinya mereka jengkel karena teman-teman mereka sore tadi terhantam mortir. 21 : 52 wib

Sekarang pukul . 16:53 WY, Hari Ahad, Rofidhoh menghantami markiz dengan peluru-peluru besar. 20 : 54 wib

Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf mengabarkan bahwa di malam Sabtu Houthis/Hutsiyyun menyerang dengan dahsyat, dan ikhwah selamat, sementara Houthis/Hutsiyyun pulang dengan mobil-mobil penuh mayat. Alhamdulillah. 17 : 29 wib

Tadi malam saat Aku mengunjungi ikhwah Ahli Lahj, terasa benar persaudaraan dan persahabatan mereka. Mengajak ana makan dan minum dengan hangat meski amat sederhana sekali karena situasi yang telah kita ketahui bersama. Tapi tampak skali penghormatan dan kegembiraan mereka dengan kehadiran saudara mereka ini. Jazakumullohukhoiro. Ahad pagi ini Rofidhoh masih menebarkan peluru-peluru besar di Dammaj. 14 : 16 wib

Tiap malam sebagian pelajar kerja keras bikin parit-parit untuk lewat agar tidak ditembaki. Ternyata Rofidhoh tau itu dan berusaha menembaki para pelajar yang sedang kerja. 14 : 06 wib

Maka juru bicara Hilfun Nushroh Front Harodh memperingatkan masyarakat Desa Bani Hidad dan Bani Marwan dan yang lainnya untuk tidak memberi izin untuk Hutsiyyun berdiam di desa mereka karena pasti desa itu akan jadi dirusak oleh Houthis/Hutsiyyun. 08 : 19 wib

Hari Sabtu 11 Shofar, juru bicara front Harodh, Akh Yasir Syarif menyebutkan bahwa setelah Hutsiyyun mati banyak, mereka emosi dan menembak tak tentu arah. Tiada yang jatuh korban kecuali seorang nenek yang sedang tenang di rumahnya, tertembak dan luka parah. Ada seorang Kepala Suku yang menjual kemanusiaannya dan mengkhianati Pasukan Hilfun Nushroh demi membela Hutsiyyun dan mempermudah Hutsiyyun memakai desanya itu. 08 : 19 wib

Peluru Api. Ahlu Lahj butuh kerja keras untuk menyambung parit. Ternyata Rofidhoh dengki dengan semangat kerja para pelajar sehingga berkali-kali nembakkan peluru api kaliber besar dan memenuhi parit dengan debu dan mesiu. Terpaksa kerja malam ditunda sementara. 01 : 37 wib

Di sela-sela berjatuhannya mortir dan desingan peluru serta minimnya makanan, Alloh menaungi Ahlussunnah dengan ketentraman dan ketenangan menjalani ujian-Nya. Hari ini Akh Fayiz As Saqqof Ash Shumaliy menjalankan pernikahannya. Semoga Alloh memberkahi sang mempelai baru. Alhamdulillah. 00 : 57 wib

Menjelang maghrib akh Walid Al Ansiy Adz Dzmmariy meninggal ditembak rofidhoh di Alu Manna’. Rohimahulloh.
Tadi Sheikh Yahya mengabarkan bhw di Kitaf ikhwah menembak tank rofidhoh hingga tank tadi rusak. Alhamdulillah. 00 : 47  wib

Sabtu, 11 Shofar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Abu Hamzah Muhammad As Suwariy mengabarkan -dan memang itulah kenyataannya bahwasanya tiap malam para pejuang Dammaj dan thullab membuat ceramah dengan pengeras suara sebagai nasihat dan ruqyah buat para prajurit hutsiyyun yang memang banyak pakai sihir dan jimat, juga menyadarkan mereka bahwa mereka cuma bahan permainan para pimpinan hutsiyyun untuk jadi tumbal di Dammaj, dan bahwasanya Dammaj akan terus menjadi kuburan para prajurit tempur. Hari ini terjadi perdebatan sengit antara 20 prajurit hutsiyyun dan komandan mereka yang dikenal dengan julukan “Sarothon” (kanker). Lalu 20 prajurit tadi meletakkan senjata dan pergi meninggalkan Dammaj. 23:17 wib

Berita tambahan dari Hasyid: malam Jum’at ikhwah menembakkan mortir ke sekumpulan hutsiyyun sehingga 12 dari mereka mati, 22 luka-luka. Berita dari Abu Turob Ash Shon’aniy hafizhohulloh.
Dan beliau juga mengabarkan bahwa pada Sabtu pagi ikhwah juga menghantam sekumpulan hutsiyyun dengan mortir, tepat mengenai mereka. Belum diketahui jumlah korbannya. 23:07wib

Berita dari Kitaf, dari syaikh Abdul Karim Al Hasaniy: bahwasanya malam Sabtu pertempuran sengit karena hutsiyyun menyerang, ada dua ikhwah yang adu kuat dengan para hutsiyyun untuk mempertahankan suatu pos, terjadi baku hantam selama 2،5 jam. Kedua ikhwah ini dikeroyok hutsiyyun dari seluruh penjuru, tapi terus gigih bertahan hingga salah satunya luka-luka. Akhirnya datanglah bantuan dari pasukan ikhwah yang lain hingga hancurlah pasukan hutsiyyun di wilayah tadi. 21:16 wib
Beliau juga bercerita bhw saking sengitnya pertempuran sampai sebagian hutsiyyun saat melemparkan garanat2 mrk, lupa mencabut pemicunya. Dan ini trjadi berkali2 shg menjadi ghonimah bagi ikhwah. Alhamdulillah. 21:18 wib

Berita dari Akh Muhammad As Siwariy: tadi malam perang besar di Kitaf sampai menjelang Subuh. 15 Houthi/Hutsiy mati, di antaranya bernama Abdurrahman Al Hakim, orang dekatnya Abu Ali Al Hakim (komandan besar Houthis/Hutsiyyun dalam pengepungan Dammaj). Alhamdulillah.18  : 49 wib

Beliau (Syaikh Yahya) juga cerita bahwa ada ikhwah cerita tentang keanehan yang dilihatnya bahwasanya dia sedang mengintai seorang hutsiy, lalu dia menembaknya tepat di kepalanya. Ternyata hutsiy itu bangkit lagi dan memberikan isyarat agar akh penembak tadi juga menembak hutsiy kedua yang sembunyi di sampingnya. Maka diapun menembak hutsiy kedua hingga kedua hutsiy tadi mati. Syaikh bilang bahwa ini menunjukkan bahwa Alloh menelantarkan hutsiyyun dan tidak menolong mereka. 00:01 wib

Jum’at, 10 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :Di dars maghrib syaikh Yahya bercerita bahwa sebagian ikhwah yang mengawasi hutsiyyun di Nuqu’ dangan memakai teropong melihat bahwa sebagian dari prajurit hutsiyyun menari-menari  telanjang, sepertinya mereka  mabuk berat. Menjelang  maghrb makin banyak hantaman ke sekitar masjid dari arah utara.23:25 wib

Kemudian syaikh Yahya juga mengabari bahwasanya beliau dikabari bahwasanya sebelum penyerangan besar di Alu Manna’ tempo hari, hutsiyyun membentuk Katibatul Maut (Pasukan Berani Mati) dengan anggota sekitar tiga ratus hutsiyyun dan bersumpah tak akan mundur sampai mati. Ternyata benar-benar membunuh mayoritas dari mereka, dan sisanya lari ke belakang. 23:41 wib

Syaikh Yahya cerita bahwa ‘amm Sholih Manna’ rohimahulloh sebelum wafatnya beliau bercerita melihat dalam mimpinya ada banjir keruh datang dari arah Abdin dan bertemu dengan banjir jernih dari arah timur, lalu kedua banjir tadi saling hantam dan akhirnya banjir bening mengalahkan lawannya. Syaikh bilang bahwa beberapa ikhwah juga mimpi semacam itu.23:54 wib

Di Dammaj : Sore ini berkali-kali mereka menghantam Ghurfah (kamar) Dhiyafah kita dengan mortir besar dan sebagainya. 21 : 06 wib

Kabar dari “Qol’atis Sunnah”: komandan Houthi/Hutsiy di pos Shafra : Ibnu Hamthon dan para pengiringnya mati dalam serangan Ahlus Sunnah Jauf terhadap mereka. 20 : 38 wib

Dari “Qol’atis Sunnah”: sebagian penduduk Tihamah melaporkan bahwa Houthis/Hutsiyyun bergerak ke pesisir Hudaidah untuk menguasai benteng kuno yang ada di situ yang dulu dipakai kelompok yang memberontak Raja Yahya Hamiduddin. Jika benteng tadi bisa dikuasai Houthis/Hutsiyyun maka dikhawatirkan merek makin mudah memasukkan persenjataan Iran lewat laut. Hasbunallohuwani’malwakil. 20 : 19 wib

Di Kitaf datang juru damai dari Houthis/Hutsiyyun dan berbicara buruk. Maka Sheikh Muhammad bin Muhsin Ubadah mengusir mereka, menaburkan tanah ke wajah mereka dan mengancam mereka bahwa jika mereka datang lagi maka mereka tidak akan kembali dengan selamat. 20 : 13 wib Berita dari Akh Fuad bin Humaid Al ‘Ubaidiy Hafizhohulloh: ikhwah di Front Harodh menyerang gunung-gunung yang bertetangga dengan Desa Fadihah yang Houthis/Hutsiyun bermarkas di situ, dan juga berhasil merebut gunung Hamro barat dan Gunung Hashir serta gunung lain yang di situ ada tandon air. Lebih dari 30 Houthi/Hutsiy mati, 2 ikhwah dari Hajur dan 7 pelajar Dammaj meninggal, 9 luka. Sebagian ikhwah terkepung di sebagian bukit, dan InsyaAlloh malam ini akan ditolong. Ratusan penduduk desa tadi mengungsi. 20 : 09 wib

Akh Abu Zakariya Isma’il bin Suhail Al Hajuriy malam Jum’at tadi meninggal kerena luka-lukanya tempo hari. Beliau adalah menantu Sheikh Abdul Hamid Al Hajuriy. Karena rajin belajar dan berakhlak baik, dia ditawari menikahi anak gadis beliau dengan mahar (mas kawin) murah menurut adat Yaman: 60 ribu real. Ternyta dia malah membayar mahar dengan 150 ribu real. Saat perang di Alu Manna’ tempo hari, dengan gagah berani beliau bertempur sampai luka-luka di kepalanya. Rohimahulloh. 19 : 21 wib

Akh al Fadhil Badr Adh Dholi’iy hari Jum’at ini akhirnya meninggal akibat dari luka-lukanya yang dialaminya beberapa hari yang lalu. Rohimahulloh. Beliau adalah pemilik toko yang di situ Ali Al Baitiy bekerja sampingan. 18 : 31 wib

Berita dari Jauf: Ahlussunnah di wilayah Jauf menyerang pos Hutsiyyun Shofro’ dan membunuh pasukan mereka, membakar 3 mobil rosyasy mereka, dan mengambili senjata mereka, jam tiga sebelum fajar. Ini berita dari “Basyairun Nashr“. 18 : 31 wib

Dan mengabarkan juga dari Akh Abu Hamzah Muhammad As Siwariy bahwa Kamis kemarin di Kitaf datang Rombongan Belalang amat banyak sekali. 15 : 35 wib

Dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”: pada malam Jum’at ba’dal (setelah) maghrib datang rombongan Masyayikh (Para Sheikh) suku-suku dan pemuda Hajur bergabung dengan Hilfun Nushroh di Hasyid, dan disambut gembira oleh pasukan Hasyid. 15 : 29 wib

Akh Abu Ammar Yasir Syarif Hafizhohulloh di front Harodh mengabarkan bahwa tanggal 9 Shofar 1435 H ba’da (setelah)  shubuh pasukan Hilfun Nushroh di Harodh menyerang Houthis/Hutsiyyun dalam pertempuran sengit sampai maghrib. Beberapa ikhwah meninggal, beberapa luka-luka ringan. Dan sekitar 30 (tiga puluh) Houthis/ Hutsiyyun mati. Alhamdulillah. 15 : 21 wib

Hari Kamis kemarin di Wadi Dinan sekitar 20 (dua puluh) Rafidhah mati diserang para ikhwah. Dan di Kabupaten Khoiwan situasi masih amat tegang. Ini berita dari “Akhbar Dammaj Salafiyyah”. 15 : 13 wib

Dari Hasyid juga: dari Syaikh Abu Hatim Al Asymuriy bahw aada seorang ikhwah meninggal ditembak Rofidhoh sebelum subuh. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. 14 : 50 wib

Di Dammaj: Al Akh Thoriq Ad Damtiy dan akh Ali Adh Dholi’iy akhirnya meninggal karena luka-luka mereka akibat dari runtuhnya bangunan yang ditembak oleh tank Rofidhoh hari Rabu yang lalu. Rohimahumalloh. 13 : 27 wib

Akh Dawud At Ta’ziy Hafizhohulloh juga telah dibebaskan karena memang tiada bukti. 13 : 24 wib

Berita Ajaib dari Hasyid: di “Qol’atis Sunnah” dikabarkan bahwa seekor binatang semacam harimau menyerang jama’ah Houthis/Hutsiyyun di Qoflah ‘Udzar, menyebabkan sekitar sebelas laki-laki dan empat perempuan luka-luka. Alhamdulillah. Houtis/Hutsiyyun menuduh Al Qaeda dan Sheikh Hussein Al Ahmar melepaskan binatang tadi untuk menyerang mereka. 13 : 25 wib

Dari Front Hasyid: Akh Nashr Al ‘Amiriy di “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah” mengabarkan bahwa kemarin sepanjang siang sampai malam terjadi pertempuran, sekitar 30 (tiga puluh) Hutsiy mati dan luka. Lalu jatuh mortir Ahlussunnah menimpa Houthis/Hutsiyyun sehingga yang mati bertambah, dan sibuk mengangkut mayat-mayat mereka. Alhamdulillah. 12 : 43 wib

Dari Shon’a: setelah sekitar sepekan Akh yang mulia Abdul Alim Ash Shilwiy Hafizhohulloh ditahan aparat karena hendak diperiksa sehubungan dengan kasus teror Rofidhoh terhadap Rumah Sakit “Ardhiy” tempo hari, akhirnya Kamis kemarin beliau dibebaskan. Alhamdulillah. Berita dari “Qol’atus Sunnah.” sementera Houthis/Hutsiyyun yang nyata-nyata melakukan terorisme tadi tidak ditindak tegas oleh pemerintah. 12 : 58 wib

Dari front Kitaf lagi: Rofidhoh berusaha menyerang pertahanan ikhwah di wilayah “Ummi Riyah” lalu berhasil dipatahkan ikhwah. Alhamdulillah. Berita dari Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh. 12 : 54 wib

Malam Kamis di Dammaj: Mortir besar jatuh di depan Maktabah ‘Ammah, merusak barang-barang di sekitarnya dan memecah kaca-kaca jendela Maktabah. Kabar wafatnya pemilik “Maktabah Al Falah” Al Akh Al fadhil As Salafiy Ats Tsabit Al Mujahid Abul Falah Al Ibbiy Rohimahulloh di Kitaf. Al Akh Al Fadhil As Salafiy Salim Al Maliziy Hafizhohulloh menulis surat ke ana: Innalillahiwainna ilaihi rajiun.Abu Falah meninggal di hawn ba’da (setelah) ashar. saat ini saya di ghurfah (kamar) jinazah (jenazah).WALLAHI ! bau misik yang kuat yang belum pernah aku hirup selama hidup aku menyelimuti jenazahnya..Insya Allah ba’da (setelah) Isya’  di Kubur. 12 : 13 wib

Tambahan berita untuk hari Rabu: Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy di Kitaf mengabarkan bahwa ashar kemarin beberapa ikhwah menyusup ke sebagian bukit yang Houthis/Hutsiyyun berupaya untuk menguasainya. Para ikhwah mengira bahwa Houthis/Hutsiyyun telah berhasil menguasainya. Begitu sampai di atas puncak bukit-bukit tadi ternyata merek dapati bukit-bukit tadi kosong tiada satu Houti/Hutsiy pun. Juga pada malam kemarin terjadi baku tembak antara ikhwah dan Hutsiyyun. Tiada yang luka atau meninggal dari ikhwah. Sejumlah Hutsiy mati dan luka. Dan sampai saat berita ini ditulis, perang masih berlangsung. Pada hari-hari ini Hutsiyyun berupaya mengumpulkan pasukan dari anak-anak sekolah yang mereka tipu atau mereka culik. 12 : 06 wib

Abu Ahmad Muhammad mengabarkan>>Sabar Menghadapi Musibah Dalam Rangka Mencari Syahadah<< 02 : 35 wib

Kamis, 9 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :“Hilfun Nushroh” adalah persekutuan suku-suku Yaman yang bersumpah setia untuk menolong Dammaj dan orang-orang yang terdzolimi. Tadi malam anak dari Akh Ahmad bin Sa’d Al ‘Udainiy ditembak mati Houthi/Hutsiy. Rohimahulloh. 10 : 37 wib

Surat persaksian Akh Abu Ya’qub Abdul Fattah Al ‘Adaniy Hafizhohulloh tentang keajaiban pertempuran Ahad sore yang telah lalu, Yang di terjemahkan Oleh Saudara Kami Yang Mulia Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy dengan Judul  :“Keajaiban Allah Yang Besar, Dalam Perang Dammaj 5 Shofar 1435H 

“Sho’dah Online” juga menyebutkan bahwa rombongan prajurit Houthis/Hutsiyyun ramai-ramai lari dari Kitaf dan menolak melanjutkan perang melawan “Hilfun Nushroh” Akhirnya untuk menutup-nutupi hilangnya sejumlah pasukan, para team Houthis / Hutsiyyun mengumumkan ke para pelajar sekolah-sekolah untuk wisata lapangan. Ternyata di tengah perjalanan mereka dibelokkan ke front Kitaf dan dipaksa jadi prajurit Tempur Hutsiyyun. 00 : 30 wib

Rombongan beberapa tokoh-tokoh suku Kitaf dan Wadi Abu Jubaroh yang loyal kepada Houthis/Hutsiyyun telah bergerak berupaya menemui para pimpinan “Hilfun Nushroh” front Kitaf untuk menghentikan perang, akan tetapi ditolak. para pimpinan “Hilfun Nushroh” front Kitaf juga membantah isu yang disebarkan oleh situs Houthi/Hutsiyyun bahwa team penengah dari Saudi telah datang dan bertemu para pimpinan tadi utk menghentikan perang di Kitaf. 00 : 32 wib

Rabu, 8 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Akh Muhammad bin Manshur Al Qodhi hafizhohulloh di “Akhbar Dammaj As Salafiyyah” menukilkan dari “Sho’dah Online” bahwa Houthis/Hutsiyyun berupaya sekuat tenaga mencari pihak-pihak yang bisa menjadi penengah untuk menghentikan perang di Kitaf, karena tekanan pasukan “Hilfun Nushroh” amat merepotkan mereka dan diakui sebagai front terkuat. 23 : 32 wib

Berita dari “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah” bahwa Akh Abu Turob Ash Shon’aniy mengabarkan bahwa Houthis/Hutsiyyun menyusup maju ke posisi ikhwah, tapi ikhwah siaga dan menghantam mereka sehingga terpukul mundur. Beliau juga mengabarkan bahwa ikhwah di Wadi Dinan menghantam satu rumah Houhi/Hutsiyyun dan berhasil membunuh sejumlah komandan Hutsiyyun yang sedang berkumpul di situ. 22 : 13 wib

Syaikh Zakariya Al Yafi’iy Hafizhohulloh bilang bahwa ada 3 mobil Houthis/Hutsiyyun lewat di Abdin, penuh dengan mayat, Akh Abdul Karim Ash Shumaliy(Somalia) meninggal, Rohimahulloh. 4 pelajar luka2, syafahumulloh 20 : 17 wib

 Jam 14 : 20 siang: Serangan masih saja dahsyat terhadap Alu Manna’ dan Barroqoh dan lain-lain. 18 : 15 wib

Tadi pagi Rofidhoh beberapa kali menembaki Alu Manna’ dengan peledak-peledak besar. Akh Salman At Ta’ziy (Taiz) luka tangannya. Siang ini serangan makin dahsyat.17 : 34 wib

Afwan yang meninggal di Dammaj tadi malam adalah Muhammad Muhsin Ziyad Al Uwairiy Rohimahulloh. Adapun Shaleh Al Maghribiy meninggal tadi malam di Kitaf. 17 : 29 wib

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Saat saya tugas di tempat lain, ternyata Sheikh Yahya di dars (pelajaran) umum bercerita. Beliau bilang bahwa komandan Houthis/Hutsiyyun yang mati terpenggal kemarin, sebelumnya berkata pada Abdul Malik Al Hutsiy: “Kasih saya waktu dua jam, saya akan masuk ke Dammaj dan membawa ke hadapan paduka kepala si Hajuriy.” ternyata Alloh menjadikan kepala dia yang terpenggal dan dibawa ke hadapanku, dan aku tidak Ridho.” memang Sheikh Yahya tidak suka pemenggalan kepala. Cukup dibunuh saja. 00:16 wib

Beliau juga cerita bahwa ada Houthi/Hutsiy yang menelpon beliau dan menawarkan perdamaian, tapi dia pasang syarat bahwa syaikh Yahya tak boleh memasukkan apapun kecuali dengan seidzin Sayyid (Abdul Malik). Maka Sheikh Yahya menjawab: “Sayyid, kamu dan kalian semua ada di bawah kaki Ahlussunnah.” ini berita dari Ali Baitiy dan ada di beberapa Majmu’ah. 00:18 wib

Berita dari “Dammaj As Salafiyyah” dari “Al Ulum“: malam Selasa Houthis/Hutsiyyun menyerang sayap kanan ikhwah lalu gagal, paginya menyerang lagi, dan perang terus berlangsung. Mayat-mayat Houthis/Hutsiyyun bergelimpangan banyak sekali. Iya, mereka nyerang sayap kanan pasukan ikhwah di Kitaf. Itulah kabar Muhammad As Siwariy. 1 : 16 wib

Malam makin dingin. Rofidhoh di Dammaj makin ngganggu-nganggu lagi dengan peluru-peluru pembunuh. InsyaAlloh merekalah yang akan terbunuh. 1 : 23 wib

Ada soal menghentak tentang Akh Abdurrahman Al Amrikiy (US) yang meninggal dan tercium dari hidung dan mulutnya bau harum. Kenapa beliau dikhususkan dengan itu, sementara yang meninggal bersamanya tidak demikian. Akh Muhammad Al Mishriy menjawab: “Beliau saat itu puasa hari Senin. Barangkali itulah sebabnya.” (sesuai dalil keutamaan puasa). 1 : 30 wib

Malam makin mendekati titik tengah. Udara dingin makin menggigit. Rofidhoh membunyikan lagu-lagu setan dengan suara keras, diselingi deru peluru-peluru yang merobek udara. Tiba-tiba kami dikejutkan berita meninggalnya Akh Sholih Al Maghribiy. Inna Lillahiwa Inna Ilaihi Roji’un. Selamat jalan saudaraku. Semoga sekarang engkau mendapatkan selimut yang hangat di dalam Jannah yang penuh kebahagiaan di sisi Robb Yang Maha Penyayang. Tiada lagi gigitan dingin, usailah cekaman rasa takut, sirnalah penatnya berjaga di antara semak belukar, tiada lagi deraan rasa lapar. 2 :17 wib

Dari Majmu’ah “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah“: 13 (tiga belas) Houthi/Hutsiy dari Khoulan, Sihar dan Wuhaidan menyerah diri dan senjata mereka ke pasukan muslimin Hasyid setelah dikepung beberapa hari. Alhamdulillah. 2 : 35 wib

Juga menukilkan dari ‘Akhbarus Sa’ah” bahwa dalam perang 3 (tiga) hari di Kitaf, sebanyak 147 hutsi mati di Kitaf. 34 (tiga puluh empat) dari mereka dikuburkan di Dhohyan, sisanya masih bergelimpangan di lembah Abu Jubaroh dan Kitaf. Juga menyebutkan bahwa sejumlah pasukan Hilfun Nushroh pergi meninggalkan pos mereka di gunung “Nar”, lalu direbut oleh pasukan hutsiy. Ternyata mendadak pasukan Hilfun Nushroh balik mengepung dan menyergap hutsiyyun tadi dan menyerang mereka sampai hutsiyyun tadi habis terbunuh. Alhamdulillah. 2 : 46 wib

Selasa, 7 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Sebelum maghrib rofidhoh masih terus-terusan menembak dengan  senjata-senjata berat mereka . 21 : 31 wib

Tadi syaikh Yahya mengumumkan bahwa akh Abdurrohman Al Amrikiy rohimahulloh sebelum wafatnya, mendatangi syaikh Yahya dan minta doa agar mati syahid, dan menjadi orang pertama yang mati syahid di pertempuran yg akan terjadi. Ternyata Alloh mengabulkannya. Lalu beliau cerita bahwa para ikhwah yang mencium Abdurrohman mendapati bau harum dari hidung dan mulutnya. Subhanalloh. 23:55 wib

 Malam ini rofidhoh menembaki para ikhwah yang tengah kerja perbaiki matras-matras di Alu Manna’. Satu luka berat.00:00 wib

Akh Muhsin Al Mahriy menelpon bahwa dia kemarin ada di atas Gunung Qoshobah (Dammaj) sambil mengawasi tembakan-tembakan Houthis/Hutsiyyun. Ternyata dia mendapati bahwa hampir tiap jengkal tanah di Dammaj dihantam oleh peluru Rofidhoh : Mortir, Tank dan Sebagainya. Dia berdoa pada Allah agar menjaga Sheikh dan seluruh pelajar. Ternyata di sore hari Sheikh mengumumkan bahwa Rofidhoh yang mati di Dammaj dalam penyerangan tadi mencapai 70 (tujuh puluh)orang, dan rumah-rumah di Sho’dah penuh dengan tangisan. Dan bahwasanya di Kitaf ada sekitar 60 bangkai Houthis/Hutsiyyun. 20 : 07 wib

Surat Kecil dari Gadis Mungil

Berikut ini adalah Surat Pendek dari Gadis Kecil Dammaj: Asma’ Ad Dammajiyyah (usia tidak lebih dari 6 tahun), kepada pemimpin Agresi dan Kekufuran: Abdul Malik Al Hutsiy:

)رسالة أسماء الدماجيه التي لا يتجاوز عمرها ٦ سنوات تبكي الصخور الصماء )هذه رسالتي أوجهها أنا أسماء الدماجيه إلى عدو الإسلام والمسلمين ..الزنديق الفاسق عبدالمجوس الحوثي ..أقول لك أيها الباغي الغشيم ..مهما حاصرت ، مهما قتلت ، مهما دمرت لن نذل ~لن نستسلم ~لن نترك مركزنا دار الحديث ~سنفديه بأرواحنا ~سنقاتل حتى آخر قطرةً من دمائنا دباباتك لن ترهبنا ،صواريخك لن تهزمنا ،دماج عصيه `دماج مقبرة الغزاه `لن نخضع `لن نستسلم `لن نركع إلا لرب العالمين ..وهنا تلت الطفلة أسماء قوله سبحانه وتعالى ( وسيعلم الذين ظلموا أي منقلب ينقلبون(

# baca TERJEMAHAN SURATNYA disini ! #

Dari Majmu’ah “Akhbar Dammaj Qol’atis Sunnah“: Hari ini Rofidhoh terkena ranjau di Khoniq, 4 (empat) mati, 8 (delapan) luka. Penduduk Dammaj menembak mortir ke Gunung Shoma’at Rofidhoh yang sering nembaki masyarakat dengan peluru-peluru besar. 1 juru tembak Rofidhoh Mati, para pengiringnya luka. 16 : 10 wib

Berita dari Sheikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf: Senin Sore kemarin Houthi/Hutsiyyun menembaki masjid-masjid dengan peluru besar, dan berusaha memotong jalur “Hilfun Nushroh” dengan tembakan-tembakan kaliber besar. Alhamdulillah berhasil digagalkan oleh pasukan suku-suku. Lalu mereka mendatangkan pasukan sekitar delapan mobil ada yang berkata melihat lima belas mobil, lalu pada malam harinya mereka menyerang beberapa posisi ikhwah. Tiba-tiba saja mereka lari ke belakang membawa belasan teman-teman mereka yang Terbunuh. Alhamdulillah. 14:19 wib

Selasa Pagi, 7 Shafar 1435 H, Hari ke Enam Puluh Tiga dari pengepungan dan penyerangan Rofidhoh terhadap Dammaj. Rofidhoh membunyikan lagu-lagu kesombongan merela keras-keras sambil memuntahkan peluru-peluru besar. Yang Meninggal Kemarin adalah sahabat-sahabat kami yang mulia: Ibrohim anak Abdul Wasi’ Al Hijamiy Al Ibbiy (wakil  kepala Maktabah (Perpustakaan)’Ammah), Abdurrohman Al Amrikiy (United States) yang polos dan jenaka, rajin membaca hadits keras-keras di depan Sheikh Yahya. Saat Sheikh Muhammad Ash-Shon’aniy melihat jenazahnya, langsung beliau berlutut dan mencium kepalanya beberapa kali sambil berkata: “Sahabatku Abdurrohman, sedemikian lama  persahabatan kita. Berapa kali sudah kita saling berjanji untuk nant berjumpa dihadapan Rasulullah ?” sungguh pemandangan yang mengharukan. Syaikh Muhammad Ash Shon’aniy sendiri kehilangan anaknya, Abdurrahman, saat Tank Rofidhoh menghantam Masjid Mazro’ah ba’da (setelah) shubuh. Yang keTiga adalah Amin Al Hudaidiy yang jika dinasehati dengan Sunnah langsung  menerima. Yang keEmpat adalah Abu Bakr Al Faronsiy (Prancis). Semoga Alloh Merahmati mereka dengan Rahmat yang Amat luas. 13 : 56 wib

Sekarang di hadapan saya ada bangkai ekor mortir besar yang menghantap atap Maktabah Ammah, meledak dan menembus atap hingga jatuh ke dalam kamar kerja  Darul Atsar di dalam Maktabah (Perpustakan ) Ammah. Hasbunallohu wani’malwakil. 13 : 03 wib

Untuk Dammaj, Sheikh Abdul Hamid Al Hajury menyebutkan bahwa yang luka-luka kemarin sekitar 17 (tujuh belas)orang. 13 : 01 wib

Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa dalam perang di Hasyid Senin kemarim: yang meninggal 1 orang, 4 (empat) luka-luka. Yang mati dari Houtis/Hutsiyyun sekitar 15 (lima belas) orang. 12 : 52 wib

Sampai Selasa pagi ini mereka masih menembak-nembak dengan skala agak jarang, terkadang sering-sering juga. 12 : 47 wib

Beberapa hantaman mortir mengenai Masjid dan Maktabah (Perpustakaan) Ammah.  Sekitar Empat mobil Rofidhoh pulang penuh dengan bangkai-bangkai teman mereka. 12 : 46 wib

Ahad ba’da (setelah) Ashar:  Rofidhoh menyerang Alu Manna’ Dammaj dengan amat deras. Serangan juga diarahkan ke masjid Markis dan Wathon. Empat Pelajar yang mulia  meninggal, dan sekitar lima terluka. 12 : 44 wib

Ada Lima orang  anak remaja Yaman melaporkan bahwa mereka berhasil melarikan diri dari barak  Militer “Abu Diwar” di Baqim Hajjah Yaman. Ternyta di barak tersebut ada  lebih dari seribu remaja yang diambil dari para wali mereka dengan alasan akan  diajari ilmu Al Qur’an. Ternyata begitu sampai di barak tersebut mereka diajari berbagai  persenjataan tempur dari yang sederhana sampai amat canggih, juga cara  menggali parit-parit, menembak, memasang ranjau, menculik, membunuh, berperang  secara beregu dan sebagainya. Sang pengajar berasal dari Iran, Libanon dan lain-lain. Para murid  berasal dari Yaman, Afrika dan lain-lain. Yang mau pergi dari barak tadi diancam akan  dibunuh. Kelima anak remaja tadi telah berbula-bulan berusaha melarikan diri  dari barak tadi tapi berkali-kali gagal. Para Remaja tadi bercerita bahwa mereka tidak diajarkan Al Qur’an, tapi aqidah-aqidah Rofidhoh, dan bahwasanya bapak spiritual mereka adalah Abdul Malik Al  Hutsiy/Houthi. Nama-nama anak ini dirahasiakan demi keselamatan mereka. Hasbunallohuwani’malwakil 12: 36 wib

Majmu’ah “Basyairun Nashr” menyebutkan bahwa Presiden Abdu Robbih Manshur  menuduh Iran ikut campur dalam konflik di Yaman. 12 : 21wib Majmu’ah yang mulia ini juga menyebutkan bahwa beberapa pekan yan lalu Kedubes Iran  mengadakan jumpa pers di Sho’na dan membantah tuduhan Presiden Yaman akan  keterkaitan Iran dengan konflik di Yaman.  Kemudian Majmu’ah yang mulia ini menyebutkan bukti amat penting dan berbahaya  akan keterkaitan Iran dengan pemberontakan Rofidhoh di Yaman. 12 : 28 wib

Senin, 6 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan : Internet sedang susah. Jum’at setelah dzuhur 2 (dua) kali Rofidhoh tembakkan mortir ke markiz. 3 (tiga) orang luka Ba’dal(setelah) ashar datang Lajnah Sya’biyyah. Setelah maghrib Rofidhoh nembak-nembak lagi. 22 : 16 wib

Semoga Allah melaknat Rofidhoh. Tawarkan damai dan sepakati point-point, kita yakin mereka pendusta dan kami waspada. Ternyata tetap saja mereka berhasil membunuh 1 (satu) orang saat Maghrib.

Senin Sore : Rofidhoh menyerang dahsyat dengan alat-alat berat ke dammaj. Batrei ana sedang habis, InsyaAllah dilanjutkan di waktu lain. 23 : 43 wib

Ternyata tadi malam di Dammaj Al Akh Al Fadhil ‘Athif Al Abyani meninggal dihantam meriam Rofidhoh. Rohimahullohi Rohmatan Wasi’ah. 14 : 35 wib

Sepeninggal Sheikh Hussein Aulaqiy Rohimahulloh, Puluhan anggota suku-suku beliau di Hadhramaut terpacu dengan berdatangan berjihad ke Kitaf. 14 : 02
Tadi kabar dari Ali Al Baitiy Hafizhohulloh. Dari Majmu’ah Syaikh Adnan Adz Dzammariy dikabarkan bahwa ratusan orang bersenjata dari Suku Hada berangkat ke Hasyid dipimpin oleh Sheikh Al Hudaijiy dan disertai Sheikh Hussein Adz Dzammariy Hafizhohumalloh. 14 : 03 wib

Malam Senin: Rofidhoh menyerang perbatasan Wathon dan meruntuhkan sdikit dinding pembatas kebun dengan basoka untuk membuka peluang para sniper mereka. Terjadi baku tembak. 6 (enam) Rofidhoh mati, 1(satu) Pelajar Rusia meninggal lagi, 3 (tiga) pelajar lain luka. 13 : 24 wib

Akh Abu ‘Ashim di Kitaf menelpon Akh Anggota “Akhbar Dammaj Qol’atus Sunnah” bahwa di atas bukit yang dikuasai ikhwah Ta’iz sekarang ada 30 (tiga puluh) mayat Houtis/Hutsiyyun bergelimpangan. Alhamdulillah. 09 : 16 wib

Akh Kholid bin Ghozi mengabari bahwa Akh Ahmad bin Sa’id Ba Ghouts -Imam Masjid Tarim- menelponnya dan mengabari bahwa Rofidhoh menyerang ikhwah di Kitaf dalam kondisi seperti mabuk. Lalu dihantam balik oleh Ikhwah sehingga Rofidhoh mati banyak sekali, lalu mayat-mayat mereka dibawa lari oleh teman-teman mereka. Alhamdulillah. Dari ikhwah yang meninggal 1(satu) orang dari Ta’iz. Rohimahulloh. 00:58 wib

Ahad, 5 Shafar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman bin Seokojo Al Jawy mengabarkan : Akh Abdul Hakim Ar Rusiy (Rusia) yang tertembak kepala di Wathon jam 11 siang hari ini akhirnya meninggal. Rohimahulloh Rohmatan Wasi’ah. 17 : 44 wib

Di Dammaj, Rofidhoh gagal membalas kekalahan mereka kemarin, bahkan mayat-mayat baru mereka menumpuki bangkai-bangkai mereka yang lama. Alhamdulillah. Dari ikhwah hanya ada sekitar 4 orang luka ringan. 14 : 58 wib

Sumber pemberitaan tadi juga menyebutkan bahwa Rofidhoh setelah kegagalan tadi beralih dengan membombardir dua masjid di Wadi Abu Jubaroh, hanya 2 lemparan yang berhasil mengenai masjid. 14 : 54 wib

Hari Ahad sekitar jam 11 siang di Wathon Dammaj: Houthis/Hutsiyyun menembak Akh Abdul Hakim Ar Rusiy(Rusia) di kepalanya, amat kritis, dan Akh Hasan Hudaidiy di tangannya. Hasbunallohuwani’malwakil 15 : 17 wib

Ahad pagi: berita dari “Basyairun Nashr”: Houthis/Hutsiyyun menyerang gencar ikhwah Hilfun Nushroh di 5 tempat di Kitaf, lalu mundur dengan kegagalan besar. 70 mayat mereka bergelimpangan. 4 ikhwah meninggal. 14 : 10 wib

Lepas tengah malam baku Tembak gencar dan Bom. Seperti yang diperkirakan, Rofidhoh berusaha mengambil mayat-mayat teman mereka yang masih berserakan di Wilayah Masadir dan Alu Manna’. Sebelum itu media massa mereka ” Al-Mashirot ” memberitakan bahwa pihak mereka yang mati serangan ke Dammaj kemarin adalah 150 orang 08 : 43 wib

Akh Ahmad As Samidiy dan Ali Al Baitiy mengatakan bahwa komandan Houthis/Hutsiyyin yang mati dalam penyerbuan ke Dammaj kemarin ada 3 : Abu Nuh, Al Ghoisiy dan satu lagi belum dikenal. 02 : 32 wib

Saudara kita Yang mulia, Ma’mar Dahhan Hafizhohulloh mengabari kami bahwa jenazah Akhuna Ismail bin Abi Ismail Al Hajuriy Rohimahulloh telah dibawa ke Ghurfah Dhiyafah, beliau lihat dia meninggal dalam kondisi bertasbih dengan jari-jari kanannya, Alloh mengabadikan kondisinya itu. Allohu akbar. 01 : 36 wib

Beliau juga mengabarkan bahwa sebagian penduduk Sho’dah mengabarkan bahwa mayat-mayat Houthis/Hutsiyyin yang sampai ke Sho’dah dari hasil penyerangan mereka terhadap Dammaj kemarin adalah 24 orang. 00 : 28 wib

Akh Ahmad As Samidiy Hafizhohulloh mengabari bahwa terjdi front baru antara Suku-Suku Sunnah dengan milisi Houthis/Hutsiyyin di desa Khoiwan, Hasyid. Belum diketahui jumlah korban. 00 : 22 wib

Sabtu, 4 Shofar 1435 H   

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan :  Surat kabar, “Al-Yamaniyyah” menyebutkan terbunuhnya 100 orang Houthis (Hutsiyyun) di Wadhi Bu Jabiroh 17 : 21 wib

Akh Ammar Al Haubaniy mengabarkan bahwa Akh yang menyembelih Houthi tadi menemukan di kantongnya ada alat Wireless, nomor-nomor midfa’, nomor-nomor Tank dan Panser. Dikabarkan bahwa dia adalah komandan besar hutsiyyin dan telah menjanjikan pada anak buahnya bahwa dia akan masuk ke Dammaj dalam tempo 2 jam. Alhamdulillah janjinya terkabul, dia tersembelih dan kepalanya dibawa ikhwah keliling matras-matras di Dammaj 13 : 17 wib

Ana telah lihat langsung kepala Houthi yang dipenggal seorang ikhwah tersebut dan dibawa keliling ke matras-matras sebagai hiburan. Wajahnya Hitam. Moga langsung disiksa di alam kuburnya. Dari kita yang meninggal 4 orang. Kata Akh Tsabit Al Hadhromiy wajah-wajah mereka putih bercahaya. Moga langsung bahagia di Jannatul Ma’wa. 12 : 17 wib

Memang ada perselisihan tentang siapa yang menyembelih si kafir jahat tadi. Ada yang bilang yang menyembelih adalah Akh Hamzah Al Jazairiy, ada yang bilang: seorang Dammajiy juga. InsyaAlloh tidak masalah. Barusaja datang lagi hantaman mortir lalu disusul rentetan tembakan. 12 : 21 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan : 10 : 25 WIB Kemarin malam dan malam ini laskar Syi’ah terus melepaskan tembakan ke Masyrohah, beberapa malam yang lalu juga begitu sampai Abu Muhammad Anas Al-Limboriy berkata: “Kami di Masyrohah dihantam terus dengan tembakan-tembakan hingga matras kami roboh, kemudian kami bangun lagi disela-sela waktu jaga”. Di Alu Manna’ pada tengah malam ini juga ramai tembakan dari laskar Syi’ah Qotalahumulloh.

Pukul 02: 40 tadi malam laskar Syi’ah melepaskan tembakan ghoughou (37) ke benteng Indofi’i, kemudian disusul serangan besar-besaran hingga pukul 06: 00, Alhamdulillah hanya 3 kawan kami yang luka ringan dan seorang di matras Lahaj-Hajuriyyin  Insya Alloh telah mati syahid, matras Indofi’i jadi berantakan sampingnya terbakar, jendela ruang peristrahatan jebol. Setelah perang kawan-kawan menyatakan kepada kami benar mimpimu, tiga hari yang lalu kulihat dalam mimpiku sosok berkata: “Tunggu tiga hari lagi”, setelah bangun kukabarkan ke kawan-kawan, setelah kejadian tadi langsung kawan-kawan mengabarkanku “hari ini sudah tiga hari, benar mimpimu”, Allohu Akbar Walillahil Hamd.

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Jumlah sementara yang meninggal akibat serangan tadi malam 4 orang, Rohimahumulloh. Baku tembak sampai detik ini masih berlangsung. Akh Abdul Karim Al Hadhromiy hafizhohulloh bercerita dan bersumpah bahwa barusan seorang Akh pulang dari matras Alu Manna’ dan bercerita ada tembakan B10 menghantam bawah kaki seorang ikhwah lalu Akh tadi terangkat ke atas, lalu turun lagi dg selamat. Alhamdulillah. 12:49 wib

Tadi malam Rofidhoh menyerang markiz dengan dahsyat sampai menjelang adzan kedua. Lalu setelah sholat shubuh ada beberapa hantaman mortir ke masjid dan sekitarnya. 11 : 05 wib

Yang telah jelas meninggal Akh Nayif Al ‘Audiy Al Ibbiy dan Akh Yunus bin Hadi Ad Dammajiy rohimahumalloh. Rofidhoh mati bergelimpangan. Salah satu yan luka dari mereka didekati oleh seorg ikhwah dari Adn lalu disembelih dan diambil senjatanya. 11 48 wib

Kabar dari Hasyid: kemarin baku hantam dahsyat, sekitar 25 Rofidhoh mati bergelimpangan. Hari ini ikhwah menghantam mereka dan perang masih berkecamuk. Maktabah Nisa berlubang besar, Maktabah ‘Ammah juga terhantam peluru besar. 11 : 50 wib

Memang kemarin ada seorang perwira dari Sho’dah menelpon bahwa hutsiyyun naik sekitar 40 mobil dari wilayah Kitaf bergerak ke Dammaj untuk bisa segera menguasai dengan paksa sebelum datangnya rombongan besar Lajnah. 11 : 51 WIB

22:13 WIB  Malam ini Syaikh Yahya berkata di dars umum: (‎ألا لعنة الله على الرافضة‎)

Malam ini di Dammaj masih terus baku tembak. Dari Kholid bin Muhammad Al Ghirbaniy Al Hasyimiy hafizhohulloh: bahwasannya korban dari penyerangan terhadap RS “Al ‘Ardhiy” kemarin adalah: yang meninggal 52 orang dari kalangan dokter dan perawat. Di antaranya adalah 2 dokter dari Jerman, 2 dokter dari Vietnam, 2 perawat Filipina, 1 perawat India. Yang luka-lukaada 167 orang. Semua sepakat untuk mengutuk aksi jahat tersebut. Yang tertuduh adalah rofidhoh dan qo’idah, dan mereka adalah hakikatnya berasal dari sumber yang sama dan mata uang yang sama sebagamana dikatakan secara terang-terangan oleh mentri luar negri Yaman. Siaran Petinggi Militer juga mengarahkan tuduhan kepada komandan tentara yang memuluskan terlaksananya aksi serangan terhadap kompleks “Arodhiy” tersebut. Dan sudah menjadi aqidah hutsiyyun yang dipopulerkan sejak pemberontakan mereka keenam bahwasannya membunuh tentara apalagi komandan, adalah bayaran untuk masuk Jannah.  01:02 wib

Kabar dari Abu Turob Ash Shon’aniy di Hasyid bahwa Kamis kemarin ikhwah menghantam rofidhoh. 10 rofidhoh mati. 7 dari mereka dikuburkan di desa Masyhad belakang Qoflah ‘Udzar.
Lalu ada rofidhoh di sana menembak salah seorang ikhwah. Kena kepalanya, masuk dan tembus. Setelah dioperasi alhamdulillah mulai sehat lagi. 01:39 wib

Berita dari Syaikh Muhammad Ba Jammal di Kitaf: seorang kepala matras ikhwah cerita bahwa beberapa malam yang lalu ada 3 mayat hutsiyyun tergeletak di dekat matras mereka padahal tak ada yg nembak.
Dan tadi malam hutsiyyun menyerang dengan amat dahsyat ke sekeliling Darul Hadits Wailah sampai pagi lalu terpukul mundur dengan membawa 2 mobil penuh mayat teman-teman mereka. Satu akh meninggal dan 5 luka2. 01:41 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengabarkan :  Laskar Syi’ah terus berupaya untuk menerobos masuk ke pemukiman Alu Manna’, mereka merasa tidak puas maju hingga jarak antara mereka dengan matras Alhajuriyyin di Alu Manna’ hanya lima meter, dengan itu mereka berusaha maju dengan terus menggali parit supaya bisa menerobos parit di matras Alhajuriyyin.  Dengan melihat hal itu maka Alhajuriyyin memasang ranjau, pada malam ini laskar Syi’ah mulai maju hanya beberapa langkah memasuki parit Alhajuriyyin, Alhamdulillah mereka terkena ranjau,  maka laskar Syi’ah yang lainnya marah dengan membabi buta menembak, hingga matras kami yang bertetangga dengan matras Alhajuriyyin ikut ditembaki oleh mereka Qotalahumulloh. 00:46 wib

Jum’at, 3 Shofar 1435 

Selingan Ada Seorang Ikhwah bertanya : “Bolehkah mendoakan laknat bagi syiah yang masih hidup (yang mereka  memerangi Salafi saat ini di Dammaj)” Ada seorang ikhwah membantah bahwa itu tidak boleh ?

Abu Fairuz Abdurrahman menjawab : Mendoakan kejelekan terhadap jenis orang-orang yang zholim dan kafir adalah disyariatkan. Adapun mendoakan kejelekan terhadap orang-orang tertentu itu tidak boleh, sudah dihapus,  karena orang-orang tertentu itu kita tidak tau apakah Alloh Ridho dengan kebinasaannya  ataukah bisa jadi Allah memberinya taufiq untuk tobat. Lihat Majmu’ul Fatawa  Ibnu Taimiyyah (8/hal. 335). Makanya banyak dalil di mana Nabi Shollallohu’alaihiwasallam melaknat  pencuri, penyambung rambut, penyuap dan sebagainya, tapi melarang melaknat si fulan  (menyebut nama dia). Berarti: melaknat Rofidhoh (jenis mereka) itu boleh sebagaimana melaknat jenis  kafirin, musyrikin dan sebagainya, bukan mentanshish orang perorangnya. Makanya Ali  Rodhiyallohu’anh melaknat para pembunuh Utsman di daratan, lautan, lembah  dan gunung. (Minhajus Sunnah/Ibnu Taimiyyah/4/hal. 150).

Abu Fairuz Aburrahman mengabarkan :  Berbagai situs ikhwah dan media masa di Yaman mengabarkan bahwa Kamis pagi kemarin sebuah mobil penuh dengan bahan peledak meledak dahsyat di depan pintu gerbang Rumah Sakit “Al ‘Arodhi” di pusat kota Shon’a, komplek Kementrian Pertahanan, lalu sekelompok orang berpakaian militer masuk ke Rumah Sakit tersebut dan menembakkan semacam 2 mortir ke dalam Rumah Sakit tsb dan melempari para petugas kesehatan dengan granat. Akibat gerakan jahat itu adalah mayoritas dokter dan perawat meninggal, 96 luka-luka. Bahkan ada seorang dokter wanita sedang mengoperasi pasiennya di ruang bedah, dibunuh oleh pasukan tak dikenal tersebuta. Sebagian dari petugas kesehatan yang tewas tadi adalah teman-teman sejawat seorang ikhwah kita. 10 : 31 wib

Langsung pemerintah mengirimkan pasukan ke Rumah Sakit tersebut dan terjdilah perang sengit antara pasukan yg setia pemerintah melawan teroris yang berbaju tentara tersebut. Ternyata di sela-sela baku tembak tadi ada tembakan-tembakan sniper dari gedung-gedung tinggi di kompleks Shon’a Kuno yang menyebabkan tewasnya sebagian tentara pemerintah. Tentara pemerintah berhasil membunuhi pasukan teroris dan mengendalikan keadaan. Lalu beberapa anggota masyarakat lapor ke departemen pertahanan bahwa mereka melihat banyak pengikut Abdul Malik Al Hutsiy memasok bahan-bahan makanan dan sebagainya ke dalam gedung-gedung yang mengitari kompleks tadi, yang kemudian diketahui sebagai tempat bersarangnya sniper-sniper gelap tadi. Departemen Pertahanan mengumumkan agar para sniper teroris hutsiyyin tadi turun meninggalkan gedung-gedung tadi, jika tadi maka pemerintah akan membombardir komplek gedung-gedung Shon’a Kuno tersebut. 10 : 59 wib

Kisah Ajaib dari “Situs Basyairun Nashr”

Ada seorg saksi mata yang turut membongkar keterkaitan hutsiyyun dengan teror berdarah di Rumah Sakit “Al ‘Ardhi” tersebut. Saksi ini melaporkan: saya waktu itu sedang keluar rumah untuk pergi ke Rumah Sakit “Ats Tsauroh”, maka saya pesan taksi. Setelah saling sepakat harga sayapun naik. Di tengah perjalanan, saya menoleh ke sopir itu, ternyata dia pakai celana militer. Saya tadi tak tau itu karena dia pakai jaket gelap. Lalu dia menelpon temannya. Di sela-sela dialog itu tahulah saya bahwa sopir ini adalah seorang komandan/perwira yang bekerja di Kementrian Pertahanan. Di sela-sela dialog telepon tadi dia berkata pada temannya: “Aku tadinya mau ke Kementrian, lalu aku ingat, maka aku tak jadi ke sana.” lalu sopir tadi melanjutkan dialog dengan ceria dan tertawa-tawa seraya berkata:“Hantam saja mereka!” lalu denga riang dia menoleh ke arahku seraya berkata: “Korbannya ratusan!” terus menerus dia tertawa. Lalu dia menelpon temannya yg lain dan berkata: “Halooo” sepertinya temannya bertanya: “Siapa ini?” dia menjawab:“Aku Ahmad Al Kabsiy.” Lalu berlangsunglah dialog tadi dengan riang dan tawa kemenangan. Lalu dia seperti berdendang senang: “Bersamamu wahai Ibnu Badruddin,” Akhirnya aku merasa bahwa si komandan ini ikut terlibat dalam perencanaan teror jahat tersebut, atau paling tidak dia ikut memberi info pada pihak pelaku teror jahat tadi. Sebelum mencapai terminal akhir, aku mencatat nomor taksi tadi untuk kulaporkan kepada petugas khusus, karena aku yakin atau punya dugaan besar bahwa komandan tadi ikut andil dalam perencanaan teror sadis tersebut atau sukses memberi info ke pelaksana lapangan, lalu dia menghindar menyelamatkan diri sebelum terjadinya teror tadi. Atau minimal dia ridho dengan aksi tadi. Yang pasti nama komandan tadi adalah Ahmad Al Kabsiy. Nomor mobilnya 1/37627. Taksinya nampaknya jenis IKO.” selesai berita dari “Basyairun Nashr” Hasbunallohuwani’mal wakil. Kita Ahlussunnah benci terhadap terorisme yang diarahkan terhadap muslimin. 11 : 41 wib

Abu Ahmad Muhammad Al-Limbory mengabarkan   : Malam Jum’at ini mulai pukul 01: 00 waktu Yaman para laskar Syi’ah ramai melepaskan tembakan ke matras perbatasan Alu Manna’. Matras Alhajuriyyin sebelah barat kami yang jaraknya antara mereka dengan laskar Syi’ah hanya lima meter, terjadi baku tembak yang seru. 08:57 wib

Sudah menjadi kebiasaan laskar Syi’ah adalah suka melakukan penyerangan pada malam Jum’at, karena mereka meyakini adanya keutamaan mati di malam Jum’at, ya semoga malam Jum’at adalah kehancuran buat mereka.

   اللهم عليك بالحوثيين، اللهم عليهم، اللهم اهلكهم، اللهم اجعل بيوتهم وقبورهم نارا

Kamis, 2 Shofar 1435 H

Abu Fairuz Abdurrahman mengabarkan : Hari Kamis pagi Al Akh Al fadhil Ma’in Al Abyaniy -dulu pengawal syaikh Abdulloh Muzakhim rohimahulloh- meninggal ditembak rofidhoh. Semoga Alloh merohmati beliau dengan rohmat yang luas. Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy hafizhohulloh menulis untuk beliau ta’ziyah yang bagus. Sayangnya ana capek sehingga belum giat menerjemahkan. 20:18 wib

Hari ini ada al akh al fadhil memberitahu adanya berita menarik dari “Sho’dah Online” maka ana buka ternyata ada berita: “Setelah habisnya amunisi mereka, hutsiyyun menyerahkan dana yang jumlahnya bagaikan hayalan untuk membeli amunisi dari barak-barak  militer di Sho”dah.” 20:51 wib

إن الذين كفروا ينفقون أموالهم ليصدوا عن سبيل الله فسينفقونها ثم تكون عليهم حسرة ثم يغلبون. والذين كفروا إلى جهنم يحشرون.

“Sesungguhnya orang-orang kafir menginfaqkan harta-harta mereka untuk menghalangi orang dari jalan Alloh. Maka mereka akan menginfaqkannya kemudian hal itu akan menjadi penyesalan atas mereka, kemudian mereka terkalahkan. Dan orang-orang kafir akan digiring ke Jahannam.” (QS. Al Anfal: 36). 20:59 wib

Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al Limbory mengkhabarkan :  Pada pagi ini, kawan kami Ma’in Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih Insya Alloh telah syahid, beliau terkena tembakan dari laskar Syi’ah mengenai kepalanya hingga berlubang lebar pada samping hidungnya dan darahnya mengalir membasahi lantai matras Indofi’i.Beliau rutin jaga siang di matras Indofi’i. Sungguh menakjubkan ketika terkena tembakan pada wajahnya di tengah sakaratul maut beliau masih bisa geser ke tempat sandaran di dalam matras dengan tanpa terdengar sedikitpun suaranya, lalu beliau berbaring di atas lambung kanannya seakan-akan sedang tidur, Allohu yarhamuh. Empat hari yang lalu beliau juga ditembak hingga mengenai imamahnya dan tidak mengenai kepalanya sedikitpun, kami yang melihatnya merasa heran karena imamahnya copot dan debu-debu berterbangan di atas rambut kepalanya.

UNTAIAN KATA DARI SANG MUJAHID MA’IN ROHMATULLOH ‘ALAIH 

بسم الله الرحمن الرحيم.

الحمد لله رب العالمين، أما بعد:

Ma’in Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih telah membawa kain sitr untuk dipasang  di matras Indofi’i, sebelumnya beliau menulis di dinding tembok matras  Indofi’i, berikut ini tulisannya:

“يا الله تقبل من ترك دار الأحباب

وهاجر يبا العزة ويبغى الشهادة“.

“Ya Alloh terimalah orang yang meninggalkan negri orang-orang yang dicintai  dan berhijroh menginginkan kemuliaan dan mencari syahadah (mati syahid)”.

Dan tulisan yang keduanya pada tempat yang sama:

“با ننصره حتى لو الكل يقتل

با يبعث من ينصرونه

وأزكى الصلاة مني على خير المرسل

ما شي تحرك أو سكن في سكون“.

“Kami akan menolong-Nya sampai walaupun semua terbunuh. Dan Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa) akan membangkitkan orang-orang yang menolong-Nya. Dan paling sucinya sholawat dariku kusampaikan kepada sebaik-baik Rosul yang diutus.Tidak ingin bergerak atau berdiam di tempat tinggal”.

Pada hari ini Kamis tanggal 2 Shofar 1435, kawan kami Ma’in Al-Abyaniy Rohmatulloh ‘Alaih -Insya Alloh- telah mendapatkan syahadah (mati syahid), beliau terkena tembakan dari laskar Syi’ah mengenai kepalanya hingga berlubang lebar pada samping hidungnya dan darahnya mengalir membasahi  lantai matras Indofi’i. Sungguh menakjubkan ketika terkena tembakan pada wajahnya di tengah sakaratul maut beliau masih bisa membaringkan diri ke tempat sandaran di dalam matras, Subhanalloh dengan tanpa terdengar sedikitpun suaranya, lalu beliau berbaring di atas lambung kanannya seakan-akan sedang tidur, Allohu yarhamuh.Mendengar bunyi tembakan di matras Indofi’i adalah perkara biasa, setelah selesai sholat shubuh beliau Rohmatulloh ‘Alaih datang ke matras Indofi’i  bersama kawannya Salim Al-Abyaniy, hari-hari sebelum itu kawannya yang datang berpagi-pagi, namun pada pagi ini beliau meminta kawannya untuk  beristrahat sampai jam sembilan dan beliau yang akan jaga. Ketika kawan-kawanku Al-Indonesiyyun sedang beristrahat karena tadi malam jaga, dan aku tidak bisa beristrahat, aku duduk di ruang peristrahatan di bawa matras, tiba-tiba aku mendengar tembakan, aku tetap duduk santai, karena aku tidak mendengar ada suara darinya, sekitar lima menit aku naik  melihatnya ternyata aku dapati darah telah mengalir dan beliau berbaring  dalam keadaan tenang seakan-akan sedang tidur. Empat hari yang lalu beliau juga ditembak hingga mengenai imamahnya dan  peluru tidak mengenai kepalanya sedikitpun, kami yang melihatnya merasa  heran karena imamahnya copot dan debu-debu berterbangan di atas rambut  kepalanya.

Telah mengabarkan kepadaku Abu Yusuf Al-Afriqiy Hafizhohulloh, beliau berkata:

“قبل أربع أيام جلست أنا وسليم الابياني، ومعين كان يتذكر عن أصحابه الذين

قتلوا فدعى لنفسه بالشهادة، فرزقه الله الشهادة -إن شاء الله- في المقام الذي

دعى لنفسه  بالشهادة فيه“.

“Sebelum empat hari yang lalu aku duduk dengan Salim Al-Abyaniy, dan Ma’in  menyebutkan tentang kawan-kawannya yang telah terbunuh, lalu beliau berdoa  untuk dirinya dengan syahadah (mati syahid), maka Alloh merezqikannya  syahadah -Insya Alloh- ditempat yang beliau berdoa meminta syahadah Padanya

“.وجهاد الروافض من أعظم القربات إلى الله تعالى، لا شك أنهم كفار، وجهادهم فيهذا الزمن واجب على كل مسلم في اليمن، قال الله تعالى:  “وأعدوا لهم ما

استطعتم من قوة“.

“Memerangi kaum Rofidhoh adalah termasuk paling agungnya pendekatan diri  kepada Alloh Ta’ala, tidak ragu lagi bahwasanya mereka adalah orang-orang  kafir, dan memerangi mereka pada zaman ini adalah wajib atas setiap muslim  di Yaman, Alloh Ta’ala berkata: “Dan persiapkanlah oleh kalian dari  kekuatan untuk (memerangi) mereka semampu kalian”. 13 : 40 wib

Abu Zayd Syu’aib bin Ishaq Al Johory mengkabarkan :  Bismillah… Alhamdulillah keadaan di Dammaj hari ini(hari kamis 2 Shafar 1435H) agak tenang dan masih ada baku tembak dari kelompok yang zholim dan perosak Syi’ah Rofidhoh tapi jarang mereka menggunakan senjata berat. Dan biasanya para durjana itu serunya tembakan mereka di malam hari karena mereka ingin mengganggu keamanan dan ketenangan penduduk Dammaj. Tapi Syu’aib rasakan sendiri peperangan lagi dasyat dan lagi zholim ke atas penduduk Dammaj dari hisor yang kemarin,karna hisor kemarin walaupun kita kekurangan makanan tapi terjadi penyerangan banyak di bukit Borakoh.Kali ini mereka menyerang di setiap sisi,misalnya mereka menyerang 4 kali ke waton tapi alhamdulillah gagal,di masyrohah,bukit Barokoh,hadab,bukit mazru’ah dan Aly mazru’u berkali-kali tapi gagal juga,tapi mereka dapat rampas Masaadir. 11 : 26 wib

Abu Fairuz Abdurrahman Al Qudsy mengkabarkan : Berita dari Syaikh Muhammad Ba Jammal hafizhohulloh di Kitaf : malam Kamis Rofidhoh menyerang dengan dahsyat ke beberapa matras ikhwah, dan ditahan dengan tenang oleh singa-singa Alloh. Beberapa ikhwah meninggal. Sekitar 30 rofidhoh yang dekat dengan matras-matras ikhwah mampus. Satu komandan hutsi mampus, yang lain-lain bergelimpangan dan belum diketahui jumlahnya. Alhamdulillah.10 : 40 wib

Ternyata kemarin sahabat kami yang rajin membantu mujahidin dalam perkara berat dan ringan, Al Akh Adil Ar Roimiy Hafizhohulloh juga terluka di kepalanya dan telinganya kena peluru-peluru Rofidhoh. Syafahullohu Wa Taqobbala Minh. 10 : 28 wib

Rabu, 1 Shofar    

Abu Fairuz Abdurrahman mengkabarkan : Selasa di Dammaj, Lajnah telah sepakat di Sho’dah dengan rofidhoh untuk memasok bahan makanan dan obat-obatan untuk Dammaj. Ternyata begitu sampai Khoniq bantuan tadi dihalangi dan diusir oleh rofidhoh. Sepanjang malam Rabu sampai pagi ini baku tembak terjadi, dan sesekali rofidhoh tembakkan senjata berat mereka . 11 : 22 wib

Di Selasa pagi di Saqiyah Mu’niqoh, di depan gunung Suwaida sebelah timur, 23 org rofidhoh mati terkapar terkena ranjau. Lalu seorang nenek mengambil 3 senjata mereka. Sampai sekarang rofidhoh belum bisa ambil sebagian mayat-mayat tadi. Ini dua pukulan berat terhadap mereka dalam 24 jam dari wilayah Wadi Dinan. Alhamdulillah. 11 : 20 wib

Berita dari Akh Adil Hasyidiy Hafizhohulloh: di Wadi Dinan, pasukan kabilah Hasyid menemukan suatu tempat pertemuan rofidhoh dan skaligus gudang senjata dan amunisi mereka, yang dijuluki sebagai “Baitul Mu’arrosy“. Saat rofidhoh kumpul di situ langsung dihantam oleh pasukan Hasyid dengan 10 midfa’, langsung terbakar dengan menyemburkan api, lalu diikuti dengan ledakan susul menyusul. Itu bisa dilihat dari jauh saking dahsyatnya api. 11:19 wib

Berita dari Syaikh Abdul Karim Al Hasani hafizhohulloh: Selasa sebelum maghrib di Kitaf: Rofidhoh menyusup ke sayap kanan pasukan Ahlussunnah, ketahuan dan mundur lagi, dan terjadi baku tembak dari jauh. 11:17 wib

Syaikh Adnan juga mengabarkan terjdinya perselisihan dan baku tembak antar Rofidhoh dan penduduk desa ‘Akwan karena rofidhoh memaksa mereka ikut memerangi Dammaj. Mereka menolak karena sudah banyak orang mati dari pihak mereka. 11 : 15 wib

Asy Syaikh Abdul Karim Al Hasaniy hafizhohulloh mengabari bahwa dalam pertempuran di Kitaf, puluhan Rofidhoh mati. Penduduk desa Nusyur bersaksi bahwa sepuluh mobil rofidhoh penuh dengan mayat mereka lewat di jalan desa itu. 00 : 59 wib

Kabar dari Abu Turob Ash Shon’aniy hafizhohulloh: malam Selasa kemarin hutsiyyun mengumpulkan pasukan dari Wilayah Sufyan dan Baroth, lalu menyerang pertahanan ikhwah di ‘Udzar Hasyid, Alhamdulillah pulang dengan kegagalan. 20 : 08 wib

Abu Hafsh Al Kindiy hafizhohulloh menukil dari situs “Ukadz” yang menampilkan pengakuan Abu Ashba’ -kepala Lajnah Riasiyyah- bahwa hutsiyyunlah yang melanggar dan meruntuhkan gencatan senjata dengan peluru dan mortir mereka, dan maju menembus garis demarkasi yang dibikin oleh para pengawas di tiga tempat. 20 : 04 wib

Sumber : http://dammajharosahulloh.wordpress.com/   di re-post khusus untuk https://thibbalummah.wordpress.com/2013/12/04/live-update-insya-alloh-liputan-khusus-jihad-fii-sabilillah-bergemuruh-lagi-di-lembah-dammaj-1434h-1435h-perang-syiah-rofidhoh-terhadap-sunni-salafiy-di-yaman-edisi-shafar

BACA JUGA POSTINGAN TERKAIT :

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Berita Dunia Islam, INFORMASI PENTING!, PROBLEMATIKA UMMAT, Realita Ummat, Sejarah, Sunnah VS Bid'ah, Syi'ah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.