[ insya Alloh update! ] LIPUTAN KHUSUS DARI SUMBER BERITA YANG SHAHIH : Gemuruh Jihad Berkobar Lagi di Lembah Dammaj (1434 – 1435 H)

Laporan / Liputan mulai per Tanggal 23 Syawwal 1434 H

( baca urutan khabar mulai dari bawah tulisan )

بسم الله الرحمن الرحيم

ADAB MENGAMBIL / MENERIMA BERITA
Imam Muslim meriwayatkan dengan isnadnya dari Muhammad Ibn Sirin bahwasanya beliau berkata :

لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنْ الْإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتْ الْفِتْنَةُ قَالُوا سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ

“ Dulu mereka (para ulama) tidak pernah bertanya tentang isnad (sumber berita/ucapan). Namun ketika terjadi fitnah, mereka pun berkata :
‘Sebutkan pada kami rijaal (rangkaian periwatan) kalian. Apabila ia melihat rijaal tersebut dari kalangan Ahlus-Sunnah, maka diterima haditsnya, dan jika dari kalangan ahli-bid’ah, maka tidak diterima”.

FOTO KONDISI SITUASI JIHAD DAMMAJ SEKARANG

FOTO LIPUTAN MEDAN JIHAD DI BUMI DAMMAJ

KUMPULAN VIDEO JIHAD DAMMAJ

Selasa, 17 Muharram 1434H 

20:45 wib, dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Sniper rofidhoh menembak mati saudara kita Abdulloh bin Muhammad al-Khoulani -rahimahulloh-, kami bertanya kapan ?, “tadi pagi atau sebelum dzuhur, ana baru dapati  jenazahnya sebelum ‘ashr. Tenang sekali seperti tidur, padahal kepalanya berdarah dan berlubang ditembus peluru” -selesai-

18:24 wib, dan telah menceritakan kepada kami (Abu Yahya) dari Abu Hafshoh (Tuban) berkata ” 3 hari yang lalu kakanya al-Akh Rofi’i -rahimahulloh- di ketawang (nama tempat di jawatimur) bermimpi dan diajak beliau naik kelangit…” berkata Akh Rodhi (Lamongan) –kakak dari Abul Aliyah Rofi’i -rahimahulloh- yang wafat 13 muharram 1435H serangan roket dari rafidhah ;ed– berkata Abul Aliyah Rofi’i “ini loh mbak..langit disini, semua janji Alloh akan dipenuhi”. Berkata Abu Hafsoh ” setelah mimpi itu, kakaknya menghubungi beliau -rahimahulloh- di dammaj, dan bertanya “saya kok mimpi begitu..gimana fi’ ?” beliau -rahimahulloh- diam saja tidak menjawab. Kabar ini dari akh Rodhi yang menghubungi telepon tadi sore (berita ini sudah 3 hari lalu ;ed)”

17:51 wib, Dari Abu Fairuz (dammaj) ” Alhamdulillaah kami sudah makan siang, markiz masih punya persedian beras dan mie. Bantuan yang masuk selalu dirampok oleh rafidhoh. 2 (dua) ikhwah yang ditugasi syaikh yahya untuk keluar secara rahasia untuk berbelanja ternyata uangnya dirampok rafidhoh. Alhamdulillah mereka masih bisa bebas” -selesai-

17:45 wib, Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” hantaman masih berlangsung sampai sekarang secara berkala. Salah satu hantaman besar melubangi dinding masjid di arah kiblat, yang berhadapan dengan dapur. Hanya kepada Alloh kami bertawakkal, Dialah penguasa alam semesta.”-selesai-

17:09 wib, Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Selasa disaat dars dzuhur, beberapa kali masjid bergetar karena adanya hantaman senjata berat dari rafidhah. Entah di mana tepatnya hantaman tadi. Kami berlindung dibawah masjid.” -selesai-

Ahad, 14 Muharram 1434H

12:54 wib, Kami bertanya kepada Abu Hafshoh Salman (Tuban) kemarin malam ahad pukul 21:00 wib, apakah keluarganya sudah mengetahui ..berkata Abu Hafshoh (Tuban) “insya ALLOH sudah….beliau adalah shahabat sekaligus saudara ana, kami dulu “gandeng renteng” kemanapun kami berdua, bahkan disaat perang pun disela-sela  kelonggarannya, dia selalu hubungi ana..semoga Alloh menjadikan dia para syuhada..” -selesai-

10:47 wib, Sehubungan adanya informasi berbeda siapa pelajar dari Indonesia yang wafat saat terjadi serangan rafidhah di darul hadits dammaj, maka kami bertanya kepada Abu Fairuz di dammaj, dan dia berkata:  Ini tadi sore (Sabtu, 13 Muharram ;ed) Ahmad Mas’ud (Ahmad Rifa’i bin Mas’ud) dars di samping ana, beliau dari jawa tengah (wonosobo ;ed). Jenazah akh Rofi’i (Abul ‘Aliyah Rofi’i bin Dzikan ;ed) sudah di ghurfah dhifayah, beliau dari jawa timur (lamongan ;ed) keduanya memang kirim-kirim berita ke Isnad” -selesai-

0:05 wib, Dari Abu Fairuz (dammaj) ” Berita dari Kitaf: sepanjang Jum’at dan Sabtu rofidhoh terbunuh sekitar 30 org. Di Kitaf, Hasyid dan Harodh Hajur kabilah-kabilah semakin memperkeras pengepungan thd jalur-jalur rofidhoh.” -selesai-

Sabtu, 12-13  Muharram 1435 H

21:51 wib, Telah mengakabarkan kepada kami (Abu Yahya)  dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “Ungkapan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Akhunal Fadhil al Mujahid jihadan syar’iyyan fi sabilillah Akh Rofi’i -rohimahulloh- (beliau adalah ABUL ‘ALIYAH ROFI’I (asal lamongan) -rohimahulloh- ). Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Air mata berlinang, hati dirundung kepedihan, tapi kami insyaAlloh tidak mengucapkan kecuali apa yang membikin ridho Robb kami. Sungguh kami amat sedih dengan perpisahan denganmu wahai saudaraku Rofi’i. Semoga Alloh mengangkatmu, sesuai dengan kandungan namamu.
Yang lebih tua dengan ingin segera berjumpa dengan Alloh ternyata masih hidup, yang lebih muda dan ana harapkan lebih bermanfaat bagi umat ternyata lebih dulu dijemput. Alloh Mahatepat dalam meletakkan urusanNya, sesuai dengan kesempurnaan hikmah-Nya. Banyak insan memohon syahadah di jalan Alloh, tapi Dia lebih tahu siapa yang lebih pantas untk segera dikabulkan permohonanNya dengan segera istirahat dari kepenatan dunia.
Saudaraku, insyaAlloh kita akan berjumpa di bawah rindangnya naungan pohon Thuba di dalam Jannatul Ma’wa, tiada lagi kepedihan dan dahaga dan sebagainya. Bagi ikhwah yang bisa menghubungi keluarga beliau, mohon sampaikan salam kami pada keluarga beliau. Kami satu hati. Kesenangan beliau adlh kebahagiaan kami, kesedihan beliau adalah kepedihan kami, meskipun kami selalu saja ada kekurangan dalam memenuhi hak-hak saudara kami. Jazakumullohukhoirol jaza “-selesai-

13:38 wib, Dari Abu Fairuz berkata ” ana terjemahkan dengan singkat (tulisan) Abu Hamzah Ali Jihaf hafidhohulloh..Sang bayi kecil Abdurrohman bin Qosim Adh Dholi’iy barusan meninggal dalam usia 4 bulan karena kekeringan dan tiada air susu. Ibunya tak bisa lagi menyusuinya karena tak punya makanan bergizi. Teringat bagaimana sang bayi menarik napas terakhir, sang ibu berkali-kali menoleh ke arahnya dg amat sedih karena tak bisa berbuat apa-apa.
Sang ibu berangan-angan andaikata bisa menyerahkan nyawanya untuk sang buah hati, karena memang itulah yang tersisa yang dimilikinya. Sang bayi ini meninggal bukan di negri yang miskin dn kering, tapi di Yaman yang Nabi shollallohu’alaihii wasallam bersabda tentang penduduknya: “Mereka hatinya paling lembut, dan jiwanya paling lunak.” tapi para pemimpinnya tidak peduli.
Di Dammaj kebutuhan dasar dari air, bahan makanan, sampai listrik sudah amat kritis, akibat dari pengepungan sadis rofidhoh. Seakan-akan sang bayi kecil dalam tangisannya terakhir berkata pada para pemimpin Yaman:
“Dengan kematianku ini mati pula hati kalian.”Para tokoh kabilah Dammaj sudah berkali-kali menyerukan para pemilik kekuatan untuk menghentikan kejahatan rofidhoh, tapi seruan itu bagaikan lenyap dibawa angin.” -selesai-

Jum’at, 11 Muharram 1435 H

21:56 wib Telah mengabarkan kepada kami (Abu Yahya,bengkulu) dari Abu Yusuf (dammaj) ” ..semua photo masjid dan beberapa bangunan lainnya ditembaki tank dan senjata berat lainnya, dimulai pukul 11 siang sampai berakhir sholat jum’at, dan mulai berhenti sampai palang merah bisa masuk dammaj sekitar pukul 1:30 (siang ;ed) ” -selesai-

Download photo dibawah:

Kondisi Masjid Dammaj 1435H (118.6 KiB, 455 hits)

Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Ternyata hasil dari serangan-serangan rofidhoh tadi malam, 13 rofidhoh yang maju menyerang ke Wathon mati. 2 ikhwah di Wathon luka. 1 akh meninggal di Alu Manna’. Kamis kemarin rafidhah menyerang salafiyyin di kitaf, lalu terpukul mundur, dan mati 17 orang mereka. Alhamdulillaah” -selesai-

07: 15 wib Telah mengabarkan kepada kami ((Abu Yahya, Bengkulu) dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Rofidhoh umumkan bahwa mereka sudah serahkan Sho’dah ke pemerintah. Ternyata itu cuma siasat saja. MalamJum’at pukul 09.00 WY kami dikejutkan dengan serangan sengit mereka terhadap Wathon dengan senjata-senjata berat.  Para pemuda Dammaj dengan gigih bertahan sambil sesekali mereka teriak: “Allohu akbar, walillahil hamd!” “Wahai Rofidhoh! Wahai anjing penduduk neraka! Matilah kalian!” perang sengit berlangsung sampai lewat tengah malam. Alhamdulillah hanya 1 org saja yang luka. Lalu datang kabar dari saksi mata bahwa beberapa rofidhoh nyusup ke gedung kosong milik pemerintah yang amat dekat dengan Wathon untuk menembaki orang-orang yang lengah. Maka sebagian muslimin mengalihkan konsentrasi menghadapi mereka. Moga Alloh gagalkan makar para durjana dan mengembalikan ketentraman negara. ” -selesai-

Kamis, 11 Muharram 1435 H

21:20 wib Telah mengabarkan kepada kami  (Abu Yahya, Bengkulu) dari Abu Yusuf (dammaj), berkata “..2 hari yang lalu kawan kami meninggal, namanya Darwis Abu Tholhah dari Malaysia, beliau jaga bersama ana dibagian depan dibawah masyrohah jaraknya sekitar 50 meter lebih dengan rafidhah. Singkat cerita belia di qonnas (di sniper) dibagian kepala belakang, keluar sebagian otaknya. Kemudian beliau jatuh, setelah itu ana angkat beliau bersama sufyan al-maghribi ketempat yang  lebih aman. Ana talqin syahadat kepada beliau, mata beliau masih berkedip-kedip, mulutnya masih bergerak-gerak tapi tidak ada suara, tenggorakan beliau masih bergerak,bunyi nafas beliau terdengar halus, juga jantungnya masih berdebar. Kemudian setelah beberapa menit, jantung beliau mulai perlahan-lahan getarannya melemah sedikit demi sedikit sampai akhirnya detak jantung beliau berhenti. Beliau wafat dalam keadaan berpuasa, jaga diperbatasan kebun anggur 24 jam, siang kepanasan tanpa ada ditutupi atap, malam kedinginan  tanpa diselimuti rumah” -selesai-

Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “kamis pagi para sniper rafidhoh masih menembak dan mencari-cari kelengahan para pejalan kaki. Kamis siang mobil palang merah datang mengambil orang-orang luka, rafidhah dari arah gunung shoma’at menyetel lagu-lagu perang mereka” -selesai-

08:00 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” rabu pagi (10-1-1435 H) rafidhah menyetel nyanyian mereka dengan pengeras suara dari arah gunung shoma’at sambil nembak-nembak ke arah kepemukiman penduduk .Mereka memang makhluk busuk. Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- berkata “..Anjing rafidihah adalah binatang yang paling busuk..(Syahrun Nuniyyah” 1/hal.245).

Makhluk yang paling busuk adalah yang menggabungkan antara kebodohan dan hilangnya (sifat) rohmah. Adapun ahlussunnah sebagaimana perkataan Imam Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- ” ahlussunnah tahu kebenaran dan menyayangi para makhluk, maka mereka punya bagian yang banyak dari Ilmu dan Rohmah dan Robb mereka ta’ala itu rohmah-Nya dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, sedangkan ahlu bida’ maka mereka itu mendustakan kebenaran dan mengkafirkan para makhluk, mereka tidak punya ilmu dan rohmah. Jika hujjah ahlussunnah tegak terhadap mereka berpindah pada upaya penjara dan siksaan….(mukhtasarush showa’iq/hal.604) -selesai-

Rabu, 10 Muharram 1435 H

21:07 wib Dari Abu Fairuz  (dammaj) berkata ” Amm sholih manna (seorang pemimpin qobilah wadi’ah) yang murah senyum dan suka humor tetapi kokoh dalam manhaj, ditembak mati sniper rafidhah saat berangkat sholat dzuhur, Innalillahi wainna ilaihi roji’un” -selesai-

04:38 wib Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Fairuz (Dammaj), berkata Abu Fairuz ” Abdurohman keponakan syaikh yahya tertembak diperutnya, semoga bisa diselamatkan, Senin (8-1-1435H ;ed) lajnah datang dengan membawa tentara yang banyak, lalu disepakati oleh syaikh yahya dan tetua dammaj untuk para tentara ditempatkan dibeberapa titik pengawasan, tenyata rafidhoh menolak dan mengusir tentara-tentara tadi, Senin ba’da isya’ (9-1-1435H ;ed) rafidhah menyerang wilayah alu ro’dan dan alu manna dengan dahsyat, beberapa orang luka. Senin sore rafidhoh sibuk menanam ranjau-ranjau di wathon, dan kelompok yang lalu bersiap menyusup di wathon. Ternyata Alloh membalas makar mereka, ranjau tadi meledak susul meyusul selama 5 menit. Potongan-potongan anggota badan mereka berhamburan di udara dan berjatuhan dikebun anggur, sekitar 70 orang mereka terkapar, sebagiannya mati, sebagiannya terluka. Kondisi air dan listrik di dammaj terbatas, panel-panel tenaga surya sebagianya mati ditembaki rafidhah.  Selasa (9-1-1435H ;ed) pagi sampai siang masih berlangsung baku tembak.

Para pemuda kabilah yang mulia di harodh/hajur masih bertempur sengit melawan rafidhah, semoga Alloh membalas muslimin yang masih punya rohmah dan solidaritas islam dengan kebaikan dan barokah yang banyak. Kami ber-tawakkal kepad Alloh dan yakin Dia akan menunaikan janjiNya kepada kami.

Berita sedih, 3 thullab meninggal ditembak rafidhah (Abu Turob (bengkulu) bilang “mereka ikhwah dari eropa” ;ed), syaikh yahya mengabari kepada kami “Syaikh Abu Ishaq asy-Syibamiy meninggal di kitaf terkena mortir, hasil kerja sama rafidhah dan mata-mata mereka, kita susah mengetahui siapa mata-mata ditubuh kita.

Malam Rabu (10-1-1435H ;ed) rafidhah menyerang markiz dengan mortir dan peluru besar ” -selesai-

Senin, 8 Muharram 1435 H

Kemarin ahad (7-1-1435H) kami bertanya kepada Abu Fairuz (dammaj) dan Ahmad Mas’ud (dammaj) perihal adanya tank diatas gunung dan adanya mata-mata (jasus) dari dokter pribadi syaikh Yahya yang kami dengar dari Abu  Turob (bengkulu) dimajelisnya, maka abu fairuz (dammaj) berkata” Ana selama ini sengaja tidak menyebut-nyebut tank agar tidak disangka perang melawan pemerintah yang sah, memang tidak perang melawan pemerintah (yang sah) tapi penghianat, tank lebih dari 4, bukan diatas barroqoh tapi diatas (gunung) ahrosy, diatas (gunung) hanajir lebih tinggi dari barroqoh, di nuqu’ dan beberapa tempat lain. Bukan dokter pribadi syaikh yahya, tapi ngakunya dokter yang selama ini dipercaya rawat ikhwah, namanya Sulaiman al-Adniy, ada yang bilang dari Ta’iz, kami kenal dia, kami tak sangka dia setega ini. Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) ” tank diatas barroqoh gak ada, kita gak punya tank, tank mereka (rafidha) ada 2 buah ditarik ke harodh perbatasan saudi yaman, yang di dammaj entah masih berapa..jasus itu memang benar” -selesai-

Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Ahad (kemarin) datang lajnah, ternyata seperti biasa rafidhoh tetap menembak orang. 1 orang thollib tertembak kakinya, 1 anak perempuan kecil juga tertembah, entah bagaimana kondisinya. Malam harinya berkal-kali rafidhoh menembak dengan mortirnya” -selesai-

Sabtu, 6 Muharram 1435 H

11:39 wib Berita kemarin jum’at (5-1-1435H),  dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Akibat serangan tadi siang, atap masjid bolong besar, sebagian kitab/lainnya di maktabah nisaa terbakar, lalu bisa dipadamkan. Kamar dokter Faizal az-zinami yang diatas kamar hurros rusak parah. Ali al-Mahwithi ar-Roimi pak tua kecil kurus yang baik hati itu terluka lalu meninggal, Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri berkhutbah bagus sekali dan menyebutkan dalil-dalil bahwa kejahatan rafidhoh itu semua akan menyebabkan hancurnya  rafidhoh. Palang merah datang mengambil orang-orang luka, pasukan ahlussunnah di kitaf terus maju menghantam rafidhah untuk menembus sho’dah. Di jum’at siang tangan-tangan yang lemah dan luluh benar-benar terangkat kelangit memanjatkan do’a ” Ya Alloh, kami terdzholimi maka bela kami, wahai Robb kami , kami ……..(kurang jelas;ed) maka tolonglah kami” -selesai-

Jum’at, 5 Muharram 1435 H

17:45 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “Jum’at pagi mereka nyerang dengan alat-alat berat dari jarak jauh. Saat waktu zhuhur sembilan kali hantaman mereka kena masjid dan sekitarnya. Beberapa orang luka, termasuk al-akh al-mudarris Abu Zaid Gholib az-Zinami ad-Dammaji, shahabat tholabah Indonesia. Tadi malam serangan besar-besaran dari rofidhoh sampai menjelang pagi.  yang jelas 1 tholib dari Hadhromaut (yaman) meninggal, beberapa luka-luka. Rofidhoh banyak yang mati dan Ahlussunnah dapat ghonimah.” -selesai-

15:35 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) ” Berita dibeberapa TV nasional Yaman bahwa telah terjadi kesepakatan gencatan senjata, ini bohong. (kemarin ;ed) kamis tadi pagi rofidhoh nembaki wilayah Mazro’ah dengan hawn-hawn dan roket katyusya, sejumlah wanita dan anak-anak luk, di Harodh Hajur qobilah-qobilah muslimin menangkap 2 mobil besar rofidhoh penuh dengan senjata. Alhamdulillah wahdah.” -selesai-

Kamis, 4 Muharram 1435 H

18:04 wib Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) “Berita gembira bagi pengikut tauhid dari bumi jihad di Wailah (Kitaf).Kemenangan untuk Islam dan muslimin. Pada hari ini (kemarin lusa ;ed) Selasa 2 Muharrom 1435 H, telah terbunuh sekian banyak dari pasukan Hutsiyyin pada pertempuran yang berlangsung dari akhir malam sampai tengah hari yang diakhiri dengan tembakan meriam dari ikhwan kita ke arah sebuah rumah yang berkumpul di dalamnya beberapa orang Hutsiyyin, salah satunya komandan besar mereka. Mereka yang di rumah itu tewas semua karena tembakan tersebut. Allohu akbar walillahil hamd. Bukan karena daya dan kekuatan kita semata, akan tetapi karena Alloh menghendaki kehinaan dan kebinasaan mereka. Laa ilaha illalloh. Para singa dan penjaga aqidah tauhid masih terus berdatangan ke Kitaf, ratusan orang setiap harinya, demi membela ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dan para shohabat rodhiallohu ‘anhum. Walhamdu lillahi robbil ‘alamiin.” -selesai-

Dari Abu Fairu (dammaj) berkata “Kamis pagi berkali-bali setan rofidhoh nembaki maktabah dn sebagian pelurunya masuk lagi. Sudah dijelaskan pada Lajnah  bahwa rofidhoh banyak merusak Maktabah ‘Ammah. Justru Lajnah bilang:”Itu karena kalian nembaki rofidhoh dari Maktabah ‘Ammah dengan mortir-mortir” Sejak kapan di perpustakaan ada mortir dan nembaki rofidhoh dari situ? Pakai kasur dn dispenser air? Mungkin pakai kitab “Akhbarul Hamqo Wal Mughoffalin” atau “Uqolaul Majanin.”
Rabu sore kemarin rofidhoh menyerang Dammaj dengan roket-roketnya, Lajnah diam saja. Tadi malam syaikh Yahya umumkan -dan dimuat di internet- bahwa si Dirham Az Zu’Kuriy (salah satu tokoh Lajnah) adalah Hutsiy, amalannya amalan kemunafikan, ucapannya selalu menyempitkan dada. Jika kalian dapati dia datang, jangan izinkan dia masuk, bilang padanya,”Kamu dibenci, kamu tertolak!” Di Kitaf Ahlussunnah berhasil merebut satu gudang rofidhoh, membunuh 23 prajurit mereka dan menguasai 70 senjata mereka, Alhamdulillah wahdah.” -selesai-

Rabu, 3 Muharram 1435 H

21:24 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Mereka menembak mortir lagi, kamar kutub dholal maktabah ‘ammah dihantam pecahannya kaca-kaca berantakan. Hantaman berikutnya disebelah barat luar masjid. Lajnah tadi justru minta kami menyerahkan gunung barroqoh, bukannya mereka sibuk untuk menyuruh rofidhoh keluar dari dammaj” -selesai-

Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” untuk hari senin, berita sedih sekali, Syaikh Abdulloh Muzahim meninggal dirumah Ali Manna’ saat sholat maghrib saat banyak tembakan mortir dari rofidhoh. Salah satu mortir nembus rumah itu  dan melukai beliau -rahimahulloh- hingga tewas. Innalillahiwainna ilaihi roji’un.” -selesai-

Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” ana ralat khabar berita kemarin (selasa) sejak sebelum magrib sampai jam 3 dini hari, serangan rofidhoh dahsyat sekali, total sampai pagi ini 4 meninggal, diantaranya satu anak Hajur yang terkenal akhlaqnya bagus sekali. -rahimahulloh-, beberapa luka. Sampai jam 8 pagi mereka masih menembak” -selesai-

7:31 wib Dari Ahmad Mas’ud (dammaj) telah mengabarkan dari Muhammad bin Ismail as-Sumali  (Abu Abdillah) berkata “…kabar gembira dari kitaf (kemarin) senin 1 Muharram 1435H rombongan pasukan tauhid terus berdatangan ke kitaf (salah satu distrik di daerah propinsi sa’dah,yaman ;ed). Bendera Tauhid berkibar tinggi, pada hari ini terjadi perang dahsyat dari ashar sampai ba’da isya’. Alloh memberi kemenangan bagi ahlussunnah, mayat-mayat hutsiyyin (rafidhah) bergelimpangan ..” sumber

Selasa, 1-2 Muharram 1435 H

11:37 wib Dari Abu Yahya (bengkulu) dari Ahmad Mas’ud (dammaj) telah mengabarkan dari Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri (dammaj) berkata:

Ada seorang ikhwah memberi kabar, katanya kabar ini betul-betul terjadi -Allohu a’lam- yaitu tentang pulangnya 5 (lima) orang dari sisa pasukan hutsiyyin yang menyerbu untuk menduduki Darul Hadits Dammaj kemarin. Mereka semua kerasukan jin dan mengatakan bahwa al-Hajuri (syaikh yahya)  adalah seorang tukang sihir, dia mengerahkan bala tentara dari bangsa jin, setiap kali kami ingin masuk ke arah masjid Dammaj, para jin itu menyerang kami dengan ganas dan kuat, tiba-tiba kami mundur kebelakang. Semua anggota pasukan berperang bersama kami ketika itu tidak ada yang kembali . Pasukan umbang satu demi satu, seolah-olah kami menghadapi mimpi buruk (dunia maya yang mengerikan). Kami dilanda ketakutan yang sangat mencekam yang belum perna kami alami melawan pemerintah maupun qobilah-qobilah yaman yang lain. Jadi mungkin al-Hajuri itu seorang tukang sihir atau kami yang kena sihir (kata mereka). Saya (Ahmad) berkata ” Alhamdulillaah, segala puji hanya untuk Allooh, Dialah yang telah menghendaki kekalahan pasukan hutsiyyun dengan tentara-tentaraNya

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ  dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
Adapun syaikh kami Yahya al-Hajuri beliau bukan seorang tukang sihir, beliau meyakini bahwa sihir adalah kekufuran, yang beliau lakukan adalah mendorong para thullab dan semua yang di dammaj untuk berdoa dengan mengangkat tangan, khusyu’ dan penuh harapan supaya Alloh menumpas pasukan hutsiyyin.  Ketika terjadi perang sengit siang itu kami yang dimasjid tak henti-hentinya berdo’a kepada Alloh dan sebagian ikhwah saya mendengar menangis ketika berdo’a. Tiba-tiba datang seorang ikhwah sebelum ashar dan berkata ” Absyiruu (bergembiralah ikhwah) mayat-mayat hutsiyyin bergelimpangan tak terhitung, bersujudlah syukur. Maka seketika itu ikhwah yang mendengar kabar tersebut sujud syukur. –saya (abu yahya) mengira ini pada hari yang mulia jum’at 27 dzulhijjah ketika ahmad berada didalam masjid dan mengabarkan ini kepadaku– ” -selesai-

09: 08 wib Berkata Abu Fairuz (damma) ” sekitar  8 orang tersangka mata-mata sudah ditangkap dan dipukuli setelah terbukti kejahatannya, Syaikh Yahya di dars umum beberapa kali menyuruh para keluarga membikin ruang perlindungan bawah tanah. Kalimat ini di dengan pengeras suara dan didengar oleh hitsiyyiun, mereka tahu itu tapi tak tahu tempatnya secara persis. ‘Alallohi tawakkalna wahuma hasbuna” -selesai-

08:37 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) “para wanita dan anak-anak terus menyabarkan diri duduk berhimpitan di tiga ruang perlindungan dibawah tanah yang sempit dan panas, sementara para lelaki tanggungjawab dan dewasa terus menyabarkan diri berjaga di tapal batas menghalau serangan para durjana. Kami semua yakin bahwa sebentar lagi insya ALLOH akan datang kelapangan, kemuliaan dan kemenangan yang agung dari Alloh” -selesai-

00:18 wib Dari Abu Fairuz (Dammaj) berkata ” Sebelum maghrib,rafidhoh menembaki dengan peluru-peluru besar, beberapa orang luka dan butuh donor darah. Kayu-kayu di dekat madrosah terbakar ” -selesai-

Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Turob (bengkulu) saat di sela-sela dars nya diantara maghrib dan isya’, ” bahwa para petugas kesehatan sangat kelelahan dan banyak ikhwah yang terluka parah tidak dapat dilayani semestinya karena banyaknya yang cedera” -selesai-

Menjawab kegemaran HIZBIYYUN yakni berdusta dan orang-orang yang memiliki kepentingan “khusus” untuk mencari massa untuk menipu kaum muslimin dan mencari fulus melalui donasi-donasi jihad untuk dammaj –biasanya kelompok sururi / hizbi luqmaniyyun yang paling bersemangat karena kelompok ini lahir dari rahim tasawwulat (pengemisan atas nama dakwah sejak era laskar “khowarij” jihad  sampai sekarang) :

  1. Berita photo adanya konvoi “ahlussunnah” masuk ke dammaj ini tersebar 21 jam yang lalu (saat berita ini ditulis) melalui akun twitter : @abumuslimsumali yang di follow oleh jama’ah hizbiyyun di tanah air dan disebar melalui media (diantaranya) bbm / whatsapp https://pbs.twimg.com/media/BYPhTAgCYAAstHO.png sumber: https://twitter.com/abumuslimsumali/status/397089434166099968/photo/1/large yang photo-photo tersebut ternyata diambil dari media koran online pada tanggal 13 jumadil awwal 1434H (  9 bulan yang lalu !! dari photo-photo mobilisasi pengangkutan peralatan militer karena adanya “ketegangan” antara pejuang suku di perbatasan yaman-saudi dengan tentara saudi) berikut bukti dan bantahannya http://isnad.net/wp-content/uploads/2013/11/hizbi_hoax_dammaj.jpg
    Maka perhatikanlah dimana kalian mengambil sumber ucapan/berita !!
  2. Berkata Akh Shiddiq (dammaj) ” sebagian surat kabar di yaman sendiri menyebarkan berita bahwa sudah damai dan tidak ada perang disini, sejak hari jum’at yang lalu. Mungkin dengan tujuan mengurangi tekanan masyarakat luas terhadap hutsiyyin atau siapa saja yang berpihak terhadap mereka dengan kedustaan tersebut..wallohu a’lam..sampai sekarang perang masih berkobar, tersebar pula bahwa ahlussunnah disini (dammaj) sudah 80 persen yang mati syahid, ini juga tidak benar. Alhamdulillaah yang meninggal dari kami sedikit sampai sekarang sekitar 60 orang kurang lebih yang ALLOH telah pilih dan beri karomah sebagai syuhada.. ” -selesai- pada 30 Dzulhijjjah 1434H

Senin, 30 Dzulhijjah 1434H

Pukul 18:00 wib Berkata Abu Fairuz (Dammaj) “senin pagi dammaj menghentikan tembak menembak demi masuknya mobil palang merah, ternyata satu akh (dari) shomali meninggal ditembak kepalanya di hadapan palang merah oleh rafidhah di dekat sahatuth tho’am” -selesai-

Ahad, 29 Dzulhijjah1434H

Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Hari ahad setelah dzuhur, mereka masih menyerang dengan dahsyat, maktabah ‘ammah tambah agak berantakan … (lihat videonya di bagian bawah postingan ini !)  petugas pengairan bekerja keras mengatasi masalah air kesulitan air. Alhamdulillaah bisa agak normal dan kebutuhan air agak tercukupi, bidang jihad itu banyak alhamdulillaah, sampai siang ini perang masih sengit..sekitar pukul 16:40 WY terjadi gerhana mentari sebagian, Salafiyyun di masjid sholat khusuf, yang di pertabasan siaga satu, rafidhoh tidak sholat malah setel lagu-lagu setan dengan keras sambil terus menembaki markiz ” -selesai-

Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Tadi rofidhoh menembakkan rudal besar sekali ke wilayah penjagaan ikhwah di Ali Mazru’. Alhamdulillaah tiada korban. Pecahannya besar sekali Alangkah jahatnya mereka terhadap muslimin jika punya kemampuan membunuh. Ahlussunnah tidak gentar dengan kematian. Jumpa dengan Alloh adalah  kerinduan kami yang terbesar, tapi heran sekali atas kekejaman sekte yang ngaku islam terhadap umat Islam sendiri.” -selesai-

Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Sebelum magrib (kemarin ;ed) gugur dua anak muda Yaman yang rajin ibadah dan ta’awun, gugur ditembak sniper. Setelah isya’ terjadi baku tembak seru, ada rumah terbakar, beberapa thullab luka terkena serangan rafidhah. Para petugas kesehatan kecapekan luar biasa. Saluran air pecah, para masyayikh dan thullab kehausan dan banyak yang tayammum untuk wudhu. Alloh tidak akan mengingkari janji-nya kepada para hambaNya yang setia. Nabi Daud ‘alayhissalaam dan tentara tholuth bertempur dalam keadaan haus dan Alloh anugerahkan kemenangan. Alloh lebih sayang pada hamba-Nya daripada kasih sayang hamba pada dirinya sendiri.

Pukul 10:10 WY (waktu yaman) serangan  masih bertubi-tubi dengan senjata berat dari rafidhoh. ” -selesai-

Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) “Maktabah syaikh Abdulhamid al-Hajuri terbakar karena tembakan tank hutsiy pagi ini (kemarin ;ed), nasululloha yukhlifa lahu khoiron minha” -selesai-

Sabtu, 28 Dzulhijjah 1434H

20:35 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Maktabah ‘Ammah dihantami dengan peluru-peluru berat. Pengawal syaikh Yahya bilang ketemannya lewat telpon “kami akan pertahankan markiz ini sampai titik darah penghabisan” para salafiyyun di Hasyid terus maju merambah suatu lembah, sebelum ashar rafidhoh lancarkan serangan lagi dari jarak jauh. Hasil perang sebelum dzuhur beberapa rumah pelajar rusak, saluran air bersih yang besar pecah, satu anak kecil meninggal terbunuh. Semoga Alloh merohmatinya. Dari pihak tentara setan kami tidak tahu. ” -selesai-

18:54 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “Beberapa hari yang lalu kamar syaikh Abdulloh Muzahim yang diatas masjid ini bolong dan kasur-kasurnya terbakar karena serangan yang dahsyat. Hari ini sebagian peluru rafidhoh menghantam asrama atas para thullab, sebagian kasur-kasur terbakar. Kami sedih atas gugurnya beberapa saudara kami para penghafal Qur’an dan Sunnah (antara 5-12 orang). Alhamdulillaah Alloh gagalkan lagi serangan rafidhoh, yang mampus sekitar 200 orang, sebagian mayat-mayat ditinggal dikebun dammaj, sebagian roket mereka menghantam posisi teman-teman mereka sendiri.

Sekarang hening mencurigakan, di mayat-mayat rafidhah ditemukan sebagiannya berkebangsaat IRAN tapi menyamar baju tentara Yaman, sebagian pejabat mengakui bahwa tekanan Amerika membikin mereka tak bisa membela para pelajar Dammaj yang diserang oleh rafidhah. Sebagian tentara sedih karena komandannya tidak ijinkan mereka membela para pelajar sipil tersebut. ” -selesai-

13:41 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Pagi tadi rafidhoh masih menembaki kami dengan alat-alat berat, mereka menembaki sambil menyetel bacaan Qur’an keras sekalidari arah gunung Shoma’at, untuk menampilkan bahwa mereka itu muslimun (juga), ini bagian dari tuqiyyah dan kedustaan mereka (syi’ah). Di kitab-kitab mereka menganggap bahwa al-Qur’an kita tidak asli, di Thulul mereka melemparkan mushhaf Qur’an, di Hudaidah mereka merusak mushhaf-mushhaf,di Sho’dah mereka menginjak-injak mushhaf, di Ta’iz mereka mengencingi mushhaf dan melumurinya dengan kotoran manusia.  Siapakah yang hatinya terbakar dan cemburu untuk Alloh ? masih enak-enak makan minum santai dan menikmati berita dibunuhnya muslimin Salafiyyin dan bilang bahwa kita tidak boleh menghalalkan darah rofidhoh ?” -selesai-

03:34 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Sekarang pukul 21:30 WY kembali langit dammaj dipenuhi dengan serangan ramai sekali. Api-api merah melesat cepat menghantam dinding-dinding gunung, ledakan-ledakan mortir membahana. Nyawa kami bukan ditangan mereka, tapi ALLOH telah menentukan ajal kita sebelum lahir, sungguh beruntung orang yang mati sebagai singa sunnah, bukan (sebagai) tikus penghianat” -selesai-

Jum’at, 27 Dzulhijjah 1434H

21:30 wib Dari Ahmad Mas’ud (dammaj) berkata “Syaikh Abdul Hamid dan beberapa ikhwah kabarkan bahwa mayat hutsiy bergelimpangan tak terhitung, dan sisanya mundur. Kami di masjid barusan sujud syukur” -selesai-

16:42 wib Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Jum’at ini sampai setelah dzuhur (sholat jum’at) dammaj sedang di bombardir besar-besaran. Saya mohon maaf atas seluruh kesalahan dan atas kekurangan dalam melayani saudara-saudara umat islam.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tolong sampaikan salam kami untuk segenap saudara-saudara kami untuk umat Islam, jika kita tak mau membela warisan suci Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam , maka yang selain kita lebih tidak akan mau membelanya ” -selesai-

14:16 wib Dari Akh Shiddiq (dammaj) berkata ” sekarang mereka menyerang lagi, sampaikan ke ikhwah untuk banyak-banyak berdo’a” -selesai-

08:52 wib Dari Ahmad Mas’ud (Dammaj) berkata “..krisis listrik, kemarin kamis kira-kira jam 11  hutsiy menyerang barroqoh dan qosabah dengan rudal dan tank, Allohu a’lam berapa korban dari ikhwah, Allohumma saliim..di masadir perang terus menerus dan ikhwah terpaksa mundur ke aal manna’ “-selesai-

02:43 wib Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” dalam 2 hari ini total yang gugur 23 ikhwah, rofidhoh sekitar 180 bangkai. rafidhoh umumkan anggota mereka yang mati 400 orang untuk menyemangati para durjana lainnya dari mereka untuk makin beringas pergi ke Dammaj. Syaikh Yahya mengabarkan kepada kami pasukan rafidhoh sekarang kumpul di Rohbah untuk serang Dammaj, malam ini kami benar-benar disiagakan. Telah mengabarkan kepada kami dari Akh Ahmad as-Samidi beliau ditelpon temannya bahwa rofidhoh akan serang rumah-rumah di Dammaj, Asy-Syaikh Abu Dahda ditelpon temannya bahwa rofidhoh akan pusatkan serangan ke wathon. Menit-menit sekarang ini (sekitar pukul 10 malam waktu dammaj ;ed) rofidhoh di arah kampung Robiyah (timur dammaj) nyetel lagu-lagu setan dengan suara keras sekali. Kami menunggu dengan tawakkal pada Alloh. Perjumpaan dengan Robb kami lebih kami sukai daripada hidup lama. Rofidhoh baru saja mulai menembakkan peluru-peluru besarnya ” -selesai-

Kamis, 26 Dzulhijjah1434H

Berkata Abu Fairuz (dammaj) “….serangan (sejak fajar rabu kemarin) berlangsung sampai isya’.  Mayat-mayat rofidhoh diangkut 4 mobil, ikhwah yang meninggal 12 orang (semoga Alloh merohmati mereka). Kami cuma ingin belajar tenang, mereka bertekad bunuh kami dengan sedahsyat ini, kami hanya membela diri dan cukup Alloh sebagai pembela kami” -selesai-

Rabu,25 Dzulhijjah 1434 H

Pukul 12: 14 wib dari Ahmad Mas’ud (dammaj) saat ini sedang perang sengit, beritahu Abu Turob (bengkulu ;ed) dan ikhwah segera untuk berdoa. Mulai fajar hari ini syaikh membaca do’a qunut. Hutsiy (rafidhah) menembak rudal lagi, kena bawah barroqoh.  Aloloom.net hari ini belum update ruang kerja kebakaran. -selesai-

Pukul 12:31 wib Dari Abu Fairuz (dammaj) dari Syaikh Zakariya al-Yafi’i -hafidzhahulloh- berkata “kami sampaikan kabar gembira untuk antum semua bahwa serangan yang belum perna kami lihat dan kami dengar semisal ini tidak berhasil membunuh dan melukai banyak dari pihak kami (ahlussunnah), sebatas dari info dari matras-matras. Adapun dari posisi kami di gunung Barroqoh Barat, seorang ikhwah meninggal. Adapun dari pihat hutsiyyun (rafidhah) 2 mobil penuh mayat dan luka-luka turun dari shoma’at. 7 (tujuh) mayat mereka dikeluarkan dari madrosah khoniq.  Di jamimah mereka berkumpul lalu kejatuhan mortir pas ditengah mereka, sekarang mereka merayap menyerang dari Tabbah (gunung kecil) syuhada. Do’a yaa ikhwah do’a “-selesai-

Abu Fairuz berkata ” Maktabah Ammah terhantam peluru berat, merusak beberapa kitab dan kasur di kamar dholal. Perang sengit masih berlangsung merata di seluruh arah di dammaj “-selesai-

Pukul 09:48 wib Berkata dari Abu Fairuz (dammaj) “Tadi tengah malam rafidhoh serang mazru’ dengan dahsyat sekali dalam jangka yang lama, (dan) muslimin bertahan. rafidhoh juga serang wathon dengan mortir-mortir. Alhamdulillaah, kaum muslimin selamat, dan rafidhah mati banyak –kata beberapa ikhwah–. Sekarang setelah shubuh rafidhoh serang barroqoh dengan  katsyusya dan berbagai alat berat, serangan meluas ke wathon, para warga bertakbir dan bertahan dengan gigih. Sampai detik ini singa-singa ALLOH tenang dan tegar menghadang peluru dan mortir. Tawakkal kepada Alloh adalah bekal kami, kekuatan Alloh mengungguli kekuatan setan.

Selasa, 24 Dzulhijjah 1434 H

Hari ke 21 dari hishor dan perang Dammaj…
Hari berdarah, empat orang warga terluka, dua diantaranya anak-anak, dan satu orang lanjut usia berumur 70 tahun syahid yaitu al walid Muhammad Qoyid Asy Syarif, semuanya terkena bidikan sniper…

Malam Selasa tembakan semakin gencar ditambah dengan dentuman mortir berjatuhan tanpa membawa korban…Selasa pagi ini seorang akh bernama Ali Muhammad Al Wadi’iy terkena tembakan sniper…

Selengkapnya.. http://www.aloloom.net/show_art.php?id=187

Senin, 23 Dzulhijjah 1434 H

Lanjutan hishor Dammaj…Tawakkal menunggu pertolongan Alloh… Seorang anak perempuan kecil Hamudah binti Muhammad Al Wadi’iy terluka di kakinya karena tembakan 12,7mm ketika sedang bermain di halaman rumahnya…Seorang tholib akh Abdul Basith Al Qodasiy tertembak di pahanya…
Tembakan terus menghujani Dammaj siang malam menyebabkan dua orang lagi terluka yaitu Syukri Al Adaniy dan Walid At Ta’izziy

Selengkapnya… http://www.aloloom.net/show_art.php?id=182

Ahad, 22 Dzulhijjah 1434 H

Telah lewat pekan ketiga dari hishor Dammaj yang penuh dengan kedholiman… Tentang tembakan rudal Katyusya kemarin, jatuh di dekat pemukiman thullab sehingga menyebabkan kaca jendela di rumah-rumah dalam radius 500m hancur berantakan dan daun pintu rusak. Sebagian rumah retak dan sebagian lagi hampir roboh, sehingga penghuninya terpaksa diungsikan.
Belum lagi ketakutan yang menimpa anak-anak dan wanita… Ketika dilaporkan kepada Lajnah, mereka berjanji akan menghentikan tembakan Hutsiyyin, ternyata beberapa saat setelah itu mereka menembak dengan beberapa rudal lagi…

Tidak ada korban akibat rudal, hanya luka-luka ringan karena terkena pecahan kaca jendela…Tembakan dari berbagai jenis senjata kembali terdengar siang itu sampai tadi malam, bahkan sampai pagi… Adapun Lajnah, mereka tutup mulut rapat-rapat dan tak merasa bertanggung jawab atas semua yang dilakukan Hutsiy…

Selengkapnya… http://www.aloloom.net/show_art.php?id=181

Sabtu,21 Dzulhijjah 1434 H

Hishor Dammaj masih berlanjut, dunia Islam diam membisu…Bahan makanan pokok tidak diizinkan masuk ke Dammaj…

Perang terus berkobar tanpa ampun… Lajnah mengurungkan niat untuk datang hari ini guna menarik mundur gerombolan Hutsiyyin dan membuka hishor, ada apa gerangan…Menunggu kematian karena tembakan Hutsiy atau karena kelaparan… Lihat selengkapnya http://www.aloloom.net/show_art.php?id=178

Hari sabtu pagi ini (waktu dhuha) Hutsiyyun menembakkan shorukh (rudal) ke arah gunung Barroqoh….(lihat gambar)

Keterangan Gambar 1: Debu naik membumbung dari pemukiman thullab setelah rudal menumbuk kaki gunung Barroqoh.

Keterangan Gambar 2: Sebagian dari serpihan rudal yang berhasil diambil.

Jum’at,20 Dzulhijjah 1434 H

Memasuki hari kedelapan belas dari hishor dan perang Dammaj…Hari kamis kemarin merupakan hari yang berat bagi warga Dammaj terutama setelah kepergian Lajnah, Hutsiyyun menghujani Dammaj dengan senjata-senjata berat sepanjang malam, akan tetapi alhamdulillah tidak ada seorangpun menjadi korban…

Sejak ba’da fajar hari Jumat ini Hutsiyyun terus menghujani Dammaj dengan senjata berat dan mengerahkan para penembak gelap untuk menembak ke arah pemukiman dan jalan-jalan terutama ketika orang-orang keluar menuju ke masjid untuk sholat jumat, sehingga menyebabkan tiga orang thullab cidera, yaitu akh Mathor Al Mahdzariy, akh Ja’far Adh Dholi’i dan akh Zakariya, semoga Alloh menyembuhkan mereka…

Lajnah berjanji untuk datang ke Dammaj besok hari Sabtu guna menempatkan para petugas pengawas gencatan senjata…
Lihat selengkapnya di: http://www.aloloom.net/show_art.php?id=177

Kamis,19 Dzulhijjah 1434 H

Dari hari Rabu kemarin sampai Kamis pagi Hutsiyyun mempergencar tembakan menyongsong kedatangan Lajnah… Berita tentang kedatangan Lajnah utusan presiden disertai Lajnah keamanan dan Lajnah angkatan bersenjata ke ibukota propinsi Sho’dah membahas metode penyerahan pos-pos pertahanan… Tidak ada korban jatuh dari ahlussunnah akibat gencarnya tembakan kemarin dan hari ini, hanya bekas-bekas di dinding…

Hishor Dammaj masih berlanjut sampai saat ini…

Selengkapnya… http://www.aloloom.net/show_art.php?id=175

Rabu,18  Dzulhijjah 1434 H

Pukul 00:22 wib Berkata Abu Fairuz (Dammaj) “Hutsiyyun pengkhianat tulen. Minta shuluh tapi tak mau tandatangan untuk menjamin tidak menembak kami dalam 48 jam. Malam ini mereka main kembang api ramai sekali untuk Ied Ghodir Khum. Ternyta di sela-sela itu mereka menembaki Barroqoh dan Maktabah Ammah. 1 peluru panas nembus Maktabah Ammah dan merusak kitab Tahrir Taqribut Tahdzib dan 2 kitab di sampingnya. -selesai-

pada hari ini Hutsiyyun merayakan hari raya bid’ah ‘idul Ghodir yangdiisi dengan pesta Mahrojan, ceramah-ceramah, mencela para shohabat dan melecehkan kehormatan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam. Menghususkan celaan terhadap ‘Aisyah ummul mukminin dengan menghadirkan seekor kambing hidup kemudian mencabuti bulu-bulunya dan memukulinya sampai mati, demi merajam Aisyah menurut mereka. Memberondong dengan senjata ke arah gunung dengan anggapan memberondong Muawiyah…

Hishor dan hujan peluru masih membelenggu Dammaj…

Kedatangan Lajnah utusan presiden hari Selasa diketuai syaikh Yahya Abu Ashba’ bertemu dengan syaikh Yahya Al Hajuri beserta tokoh-tokoh  masyarakat Dammaj dan meminta gencatan senjata selama 48 jam supaya Lajnah dari angkatan bersenjata bisa mengambil alih tempat-tempat yang telah ditentukan. Jawaban dari pihak Dammaj bahwa Lajnah selain memaksa ahlussunnah juga harus memaksa Hutsiyyin. Kedua bahwa perang ada di tangan Hutsiyyin,kalau mereka berhenti kitapun berhenti. Ketiga permintaan jaminan kepada presiden akan tidak adanya kejahatan dari Hutsiyyin setelah ini..

Pihak Hutsiyyun menolak jaminan tersebut…

Perayaan malam Ghodir dengan menyalakan api di puncak-puncak gunung dan menyalakan kembang api dengan jumlah banyak mengelilingi Dammaj, diselingi dengan tembakan mortir dan rossyasy…

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=173

Senin,16 Dzulhijjah 1434 H

Menginjak hari keempat belas dari hishor yang penuh kedholiman terhadap ahlussunah di Dammaj sampai hari ini Senin, 16 Dzulhijjah  1434 H . Disertai dengan ledakan peluru api yang tak berhenti ke arah warga Dammaj yang terasingkan dari dunia Islam, dari dunia kemanusiaan dan hak-hak asasi bahkan dari dunia komunikasi, tanpa dosa ataupun kesalahan apapun kecuali hanya karena mereka menyelisihi keyakinan sesat Hutsiyyin, kita memohon keselamatan dan ‘afiyah kepada Alloh semata.

Termasuk Lajnah-Lajnah yang datang sebagai juru perdamaian, justrumereka menekan warga sehingga menambah penderitaan kita. Tugas mereka yang seharusnya mengusir Hutsi dari kita dan menghalangi kedholiman mereka dari kita ternyata mereka justru berusaha supaya Hutsiyyin menguasai kita. Demikianlah yang kita saksikan dari tingkah laku mereka, wallohul musta’an.

Ada pertanyaan-pertanyaan yang patut untuk dipertanyakan, diantaranya: Dimanakah terbunuhnya para syuhada kita? Apakah mereka terbunuh di Dhohyan atau di Marron atau di Mathorroh atau di Rohban (markas-markas Hutsiyyin)? Tidak demi Alloh, bahkan sebaliknya ada yang terbunuh di samping rumahnya, ada yang terkena reruntuhan rumahnya, ada juga yang terbunuh di samping masjid, ada yang di jalan menuju masjid, yang lain lagi terbunuh di ketika bertugas menjaga pemukiman dan markiz. Kami bertanya kepada kalian, demi Allah apakah mereka yang mendholimi ataukah si Hutsi yang suka berbuat dholim, kejam lagi  jahat, yang datang dari Khoulan, Dhohyan, Alu Salim, Hajjah dan daerah-daerah lainnya dari penjuru Yaman untuk membunuh para thullabul ‘ilm tak bersenjata kecuali beberapa pucuk senapan pribadi yang dimiliki penduduk asli Dammaj sebagaimana adat penduduk Yaman? Kita bertanya kepada orang yang punya akal sehat, apakah seperti ini adil?

Suara tembakan terus menerus terdengar sepanjang siang itu, kadang dengan rossyasy, kadang tembakan dari sniper, kadang dengan mortir ke arah pemukiman dan kadang dengan B-10 dan senjata berat lain. Demikian juga suara tembakan tak berhenti di malam harinya sampai terbit fajar. Kita tak pernah lepas dari tembakan sniper dan rossyasy. Semoga Alloh memberi kita keselamatan dan ‘afiyah.  Dan setiap kali Lajnah datang dan pergi bertambah gencar tembakan Hutsiyyin ke arah kita, seolah Lajnah-Lajnah itu datang memang untuk menindas kita bukan untuk menyelamatkan, wallohul musta’an.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=167

Ahad,15 Dzulhijjah 1434 H

dan telah mengabarkan kami dari Abu Hafshoh (Tuban) dari Abu Aliyah Rofi’i (Dammaj) berkata ” Debu gunung al-Baroqoh berterbangan oleh hantaman mortir, Innalillahi wa inna ilayhi rooji’un gugur oleh hantaman  midfaa husti najis, (yakni) asy-Syaikh Kamal ‘Adniy dan seorang yang bersama beliau oleh (senjata)  B10, dari arah somaat, qootalahumullooh posisi beliau -rahimahulloh- di mauqi’ abbaroh aalu masaadir, kebun anggur yang kami tempati” -selesai-

Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Hari ini 12 rafidhoh mampus, Asy-Syaikh Kamal al-’Adniy dan al-Akh Ahmad al-Najjar Ta’zi gugur -rahimahulloh-, salam untuk ikhwah”

Hishor atas Dammaj masih berlanjut sampai hari ini Ahad, 15 Dzulhijjah 1434 H/ 20/10/2013, demikian juga lemparan mortir dan tembakan para  sniper. Akan tetapi warga Dammaj merasa sudah terbiasa mendengar  ledakan-ledakan tersebut tiap hari sehingga tidak terlalu kaget, alhamdulillah ‘ala kulli haal.

Hari Sabtu kemarin merupakan hari yang cukup berat bagi ahlussunnah di Dammaj pada saat mereka menanti datangnya jalan keluar dari Alloh. Mereka mendengar akan datangnya Lajnah yang diharapkan bisa menjadi penengah, minimal mereka bisa mengevakuasi pasien yang cidera berat sebagaimana yang dilakukan oleh Lajnah yang sebelumnya. Namun warga dikejutkan dengan kabar bahwa Lajnah telah kembali ke Sho’dah karena Hutsiyyin tidak mengizinkan mereka masuk Dammaj.  kalau memang demikian halnya, bagaimana mungkin warga akan merasa aman dariHutsiyyin.Kemudian sebelum Asar, warga dikejutkan dengan datangnya Lajnah dibawah gencarnya tembakan Hutsiyyin.

Bahkan mereka ditembak setelah masuk Dammaj. Setelah sampai dan disambut oleh warga asli Dammaj, ternyata mereka justru meminta warga untuk menghentikan tembakan dan mengosongkantempat-tempat pertahanan. Maka warga heran mendengar perkataan dingin ini dan menjawab: usir dulu Hutsiyyin dari negeri kami, nanti tidak akan ada satupun peluru keluar. Setelah itu Lajnah kembali ke Sho’dah tanpa melakukan sesuatupun. Warga Dammaj akan mengeluarkan penjelasan resmi tentang kejadian ini.Kemudian tembakan-tembakan dari Hutsiyyin ke arah Dammaj berlanjut lagi dengan garang dan uas, yang mengisyaratkan bahwa kedatangan   Lajnah hanya untuk memperkuat kedudukan Hutsiyyin, Allohul musta’an.

Menjelang fajar hari Ahad ini Hutsiyyun melancarkan penyerbuan ke arah ikhwan kita yang berjaga di desa Wathon. Alhamdulillah pasukan Hutsiyyun lari tunggang langgang, sementara ikhwan kita tidak terkena cidera sedikitpun.
Itu adalah keutamaan yang diberikan oleh Alloh semata, walhamdulilah ‘ala kulli haal.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=166

Sabtu, 14 Dzulhijjah 1434 H

Jama’ah haji pada hari ini Sabtu, 14 Dzulhijjah 1434 H yang bertepatan dengan 19/10/21013 mulai berkemas untuk kembali menuju negeri  masing-masing setelah menyelesaikan rangkaian manasik haji. Semoga Alloh menerima amal ibadah kita dan amal ibadah mereka semua. Adapun kita di Dammaj kampung yang terluka, kita masih berada dibawah belaian kasih sayang serangan Hutsiyyin, mulai dari mortir, meriam, rossyasy dan para penembak gelap. Kita tidak bisa tidur nyenyak di malam hari dan tidak bisa mencari penghidupan di siang hari. Hari ‘id telah lewat, sementara banyak dari kita yang tidak menyadari kedatangannya kecuali saat mendengar suara takbir di masjid. Bahkan anak-anak yang sudah terbiasa bermain dan menikmati kesenangan di harh ‘id, pada tahun ini mereka hanya duduk melamun di rumah, takut jadi sasaran peluru nyasar, karena Hutsiyyun tak membedakan antara anak-anak dan orang dewasa. Semoga Alloh memerangi Hutsiyyin, betapa besar kedustaan mereka.
Hari Jum’at kemarin seperti hari-hari sebelumnya, penuh dengan bombardir dan tembakan jarak jauh juga suara rossyasy yang memberondong dengan tiada henti. Orang-orang berjalan melalui khondaq (parit) yang sengaja digali untuk lalu lalang dengan aman, meskipun demikian tembakan Hutsiyyun mengikuti mereka di khondaq tanpa kenal belas kasih.
Namun demikian hari kemarin berlalu dengan keselamatan atas thullab betapapun lebatnya tembakan yang mengarah mereka dari senjata besar dan kecil, terutama di malam hari yangmana malam itu adalah malam purnama, tidak ada seorangpun dari mereka yang tersakiti. Itu semua berkat perlindungan Alloh terhadap warga Dammaj.

Akan tetapi keadaan Dammaj semakin hari semakin memburuk, semakin lama hishor, persediaan semakin habis, baik bahan makanan, gas untuk masak maupun obat-obatan. Kita memohon jalan keluar hanya kepada Alloh. Para juru kampanye kemanusiaan dan hak asasi diam membisu, sepertinya warga Dammaj tidak memiliki hak asasi dan tidak mempunyai kewajiban yang harus ditunaikan oleh semua masyarakat terhadap mereka. Kita memohon kemurahan dan kasih sayang Alloh semata.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=165

Jum’at, 13 Dzulhijjah 1434 H

Seiring kepulangan jama’ah haji dari Mina untuk gelombang kedua (Nafar Tsani) pada hari ini Jum’at 13 Dzulhijjah 1434 H yang bertepatan dengan 18/10/2013. Dan bersamaan dengan telah sempurnanya bilangan tiga hari tasyriq, pemboikotan terhadap Dammaj masih berlangsung dengan penuh kebuasan dan keterasingan, terhadap semua warga yang tinggal di Dammaj, termasuk wanita, anak-anak dan lanjut usia, dengan terus menerus dihujani peluru dan bom, tanpa ada belas kasih dan tanpa perikemanusiaan. Kita memohon kelembutan dari Alloh. Demikian, dan hari Kamis kemarin penuh dengan kejadian, diantaranya blokade tertutup yang masih terus berlangsung. Kemudian sebelum Asar kemarin hususnya pada pukul tiga, Rofidhoh mulai menghujani pemukiman penduduk Dammaj termasuk di dalamnya para wanita dan anak-anak dengan mortir besar kaliber 120mm meriam B-10,
memberondong dengan peluru rentet ukuran sedang dan ukuran kecil, tak berhenti sampai setelah sholat Asar. Siapa saja yang ketahuan keluar rumah karena takut kejatuhan mortir, dikuntit dengan peluru dari para penembak gelap. Semoga Alloh membunuh mereka semua.

Telah syahid -demikian harapan kita- akh Mahdi Salim Al Qodhi akibat serangan mortir tersebut, semoga Alloh merahmatinya. Setelah itu tembakan rossyasy dan para penembak gelap terus-menerus
sepanjang malam. Segala puji bagi Alloh yang telah menjaga warga Dammaj sehingga tidak ada seorangpun yang cidera.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=164

Kamis, 12 Dzulhijjah 1434 H

Menginjak hari kedua dari hari-hari tasyriq, tanggal 12 Dzulhijjah 1434 H yang bertepatan dengan 17/10/2013, hari ketiga setelah hari ‘id dan hari kesepuluh dari hishor (pemboikotan) dan perang Dammaj. Blokade tertutup masih terus diterapkan terhadap warga Dammaj yang berakibat minimnya bahan makanan dan bahkan mulai habis sama sekali di beberapa toko di Dammaj ini, demikian juga obat-obatan dan peralatan medis yang sekarang diperlukan untuk mengobati pasien yang cidera.
Demikian juga tidak adanya listrik karena kehabisan bahan bakar. Semakin hari keadaan semakin memburuk, ditambah lagi adanya tembakan yang terus menerus dari para penembak gelap dan bombardir dengan senjata berat. Sampah mulai bertumpuk di jalan-jalan, air minum sehat mulai langka, semua ini memperingatkan kita akan timbulnya bencana besar yang berkaitan dengan lingkungan. Lalat dan nyamuk mulai banyak, penyakit mulai menyebar, seperti  penyakit batu ginjal dan sebagainya. Semoga Alloh memberikan keselamatan dan ‘afiyah. Dan tak ada seorangpun yang suka menggembar-gemborkan slogan hak asasi manusia berbicara tentang hal ini walau seujung bibir, seakan warga Dammaj bukan manusia. Demikianlah, dan telah berlalu hari Rabu kemarin dengan keselamatan bagi para thullabul ‘ilm beserta penduduk Dammaj dengan begitu banyaknya tembakan yang mengarah kepada mereka dari semua penjuru. Segala puji bagi Alloh yang maha menjaga hamba-hambanya yang beriman. Kemudian malam harinya suasana cukup tenang, hanya terdengar beberapa
buah mortir yang Alloh selamatkan ahlussunnah darinya.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=162

Rabu, 11 Dzulhijjah 1434 H

Pemboikotan yang bengis dan blokade terhadap ahlussunnah di Dammaj terus berlanjut sampai hari ini, Rabu 11 Dzulhijjah 1434 H, bertepatan dengan 16/10/2013. Sebagian toko kebutuhan pokok sudah mulai kosong dari bahan makanan, demikian juga obat-obatan semakin menipis dengan banyaknya korban luka-luka yang terus berjatuhan. Kita hanya memohon jalan keluar dari sisi Alloh semata.  Rofidhoh Hutsiyyun tidak hanya melakukan blokade makanan dan obat-obatan bahkan lebih dari itu mereka juga menghujani kita dengan senjata-senjata berat dan ringan terhadap penghuni wilayah Dammaj. Mereka tak membedakan antara anak kecil dengan orang dewasa, laki-laki dan perempuan, alim dan bukan alim sama saja bagi mereka, semuanya adalah sasaran tembak. Kita memohon penjagaan Alloh.

Hari Selasa kemarin hari ‘id merupakan hari yang tenang daripada hari-hari yang lain karena  si fajir Hutsiyyun tidak mempergunakan senjata berat seharian meskipun para penembak gelap tetap beraksi dan juga rossyasy ukuran sedang dan ringan. Kemudian di malam harinya terutama setelah tengah malam mereka mulai menembaki rumah dan benteng pertahanan dengan senjata berat dan mortir yang menyebabkan satu orang syahid -menurut harapan kita dan Alloh lebih tahu tentang amalannya- yaitu akh Abdulloh Sholeh Muhsin Khurshon salah satu penduduk asli Dammaj dan tiga orang terluka semuanya penduduk Dammaj, yaitu:
1. Akh Dahhan Ali Dahhan Al Wadi’i
2. Akh Adnan Muhammad Harban Al Wadi’i
3. Akh Sulaiman Hadi bin Ahmad Al Wadi’i

Semoga Alloh memberikan keselamatan dan ‘afiah bagi mereka dan segera menyembuhkan mereka. Sungguh Alloh Maha mendengar lagi Maha mengabulkan doa.

Kemudian pada pagi hari ini Rofidhoh Hutsiyyin dengan penuh kesombongan mulai mengerahkan para sniper dan mulai menembak dengan  rossyasy kaliber sedang dan kecil ke arah pemukiman penduduk dan thullab tanpa belas kasih dan tanpa pandang bulu.
Semua ini disaksikan oleh seluruh dunia Islam dan seluruh dunia  kemanusiaan, akan tetapi tak ada seorangpun yang bergerak untuk
menolong, seakan warga Dammaj bukan manusia.  Ini semua disaksikan juga oleh pemerintah Yaman, bahkan pos-pos komando tentara Yaman hanya menonton apa yang terjadi, sedangkan benteng mereka terletak di sepanjang gunung yang mengelilingi Dammaj, akan tetapi mereka tak bergerak sedikitpun, seolah kita ini buka bagian dari negeri Yaman, bukan pula saudara mereka. Kita dibunuh, dilukai, diblokade, rumah kita dihancurkan dan tak seorangpun membela kita.

Hanya saja kita bersandar kepada Robb kita jalla wa ‘ala, Dialah yang akan menolong kita, menghilangkan bencana yang menimpa kita dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya Alloh membiarkan orang yang berbuat dholim sampai bila Alloh ingin mengazabnya, maka dia tidak akan bisa lari dariNya.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=160

Selasa, 10 Dzulhijjah 1434 H

Seiring dengan perjalanan jama’ah haji hari ini dari Muzdalifah ke Mina untuk melempar Jumroh, menyembelih qurban dan menunaikan manasik haji yang lain, semoga Alloh menerima amalan mereka semua. Dan seiring dengan keluarnya kaum muslimin di seluruh penjuru dunia Islam untuk melaksanakan sholat ‘id dan menyembelih qurban mereka, saudara-saudara kalian di Dammaj masih berada di bawah pemboikotan, di bawah incaran peluru para penembak gelap, di bawah hujan mortir dan bombardir. Tak
ada anak-anak yang bergembira dengan datangnya hari raya ini, tidak ada pula perempuan yang merasa aman untuk keluar menuju tempat sholat ‘id dan tidak pula ada yang mampu untuk berqurban. Meskipun demikian, Dammaj tetap bergemuruh dengan suara dzikir, takbir dan tahlil, seolah tidak sedang terjadi apa-apa. Yang berada di masjid mengumandangkan takbir dan tahlil, demikian juga yang di parit dan di tempat-tempat pertahanan mengucapkan takbir dan tahlil. Semoga Alloh menerima ibadah kita semua.

Kemudian juga ditegakkan suatu syiar Islam yang agung yaitu sholat ‘id di masjid Dammaj dan di kampung Mazro’ah, di bawah hujan mortir dan peluru dari segala jenis senjata. Kita meminta ‘afiah dan keselamatan kepada Alloh. Demikian dan hari Senin kemarin penuh dengan tembakan dari Rofidhoh   Hutsiyyin dengan berbagai jenis senjata ke arah ahlussunnah di Dammaj, kadang dengan penembak gelap, kadang dengan mortir, kadang B-10, kadang dengan peluru rentet kelas menengah dan ringan.
Segala puji bagi Alloh, tidak ada seorangpun yang tersakiti kecuali seorang anak kecil bernama Hamd bin Muhammad Mas’ud ketika sedang berjalan di jalan raya, seakan dia mengira dirinya tidak akan menjadi sasaran bagi para pembunuh berdarah dingin itu. Maka dia dengan santai  berjalan mengikuti sapi yang besok akan menjadi qurban di hari ‘idnya. Akan tetapi Rofidhoh menghianatinya dan menghianati ketidak bersalahannya, mereka menembak tepat di kepalanya. Semoga Alloh merahmatinya dan menerimanya sebagai seorang syahid.

Kemudian di malam harinya datang berita bahwa Hutsiyyun tengah mengumpulkan pasukan untuk menyerang Dammaj. Maka para ikhwah mengambil posisi jaga masing-masing dan tidak memperdulikan isu tersebut. Tidak lama kemudian empat orang Hutsiyyin berusaha menyusup ke daerah Alu Mazru’, maka mereka menjadi qurban bagi ikhwan kita sebelum hari ‘ied, semoga Alloh menerima qurban tersebut dan memberi pahala bagi ikhwan kita. Karena Hutsiyyun tidak mampu untuk menarik mundur satupun dari keempat mayat tadi maka ikhwan kita berhasil merampas senjata dari salah satu mayat, dan mayat-mayat tersebut dibiarkan tergeletak begitu saja di depan ikhwan kita, walhamdulillah. Setelah itu Hutsiyyun berusaha menakut-nakuti kadang dengan rossyasy, kadang dengan bazooka, kadang dengan B-10. Walhamdulillah ikhwan kita tidak terluka sedikitpun, bahkan Alloh mengembalikan tipudaya Rofidhoh Hutsiyyin keleher mereka, walhamdu lilahi robbil ‘alamin.

Pukul 1:30 pagi Hutsiyyun mulai membombardir Dammaj dengan mortir dan B-10, dari sekitar satu jam yang lalu, mengakibatkan tiga orang ikhwan kita  luka-luka dan satu orang meninggal, mereka semua dari penduduk asli Dammaj, nama-nama mereka akan kami sebutkan kemudian.

Pukul 08:00 pagi Telah meninggal akh Abdurrohman Ali Jabir Al Umari, kuniahnya Abu Syakir pada jam tiga sebelum fajar, setelah beberapa hari sebelumnya mulai hari Rabu berada dalam keadaan koma akibat peluru yang bersarang di kepalanya. Kemudian pihak Hutsiyyin tidak mengijinkannya untuk dievakuasi, begitu juga Lajnah Penengah sang penipu mengatakan tidak bisa mengevakuasi. Semoga Alloh merahmati saudara kita dan menerimanya sebagai syahid.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=159

Senin, 9 Dzulhijjah 1434 H

Hari ini adalah hari ketujuh dari pemboikotan Rofidhoh Hutsiyyin terhadap Dammaj yang masih terus berlanjut, disertai dengan perang terhadap para penghuninya. Sementara kaum muslimin di seluruh belahan dunia Islam tengah bersiap-siap menyambut hari raya ‘Idul Adha yang penuh barokah, sebaliknya warga Dammaj sibuk mempersiapkan parit-parit dan benteng pertahanan untuk menghambat serbuan Rofidhoh Hutsiyyin. Kita memohon keselamatan dan ‘afiyah kepada Alloh. Sampai kapankah kaum muslimin hanya duduk menyaksikan kekejaman Rofidhoh terhadapahlussunnah, bukan karena dosa sedikitpun. Kita memohon pertolongan Alloh semata.

Adapun situasi Dammaj, sampai saat ini suara tembakan senjata berat agak reda bila dibanding hari Ahad kemarin, dimana Hutsiyyun mengerahkan para penembak gelap dan memberondong kita dengan senjata rentet rossyasy kelas menengah dan kelas ringan, demikian juga tadi malam, terkadang diselingi dengan suara mortir dari dzuhur sampai  maghrib. Juga B-10 dan RBG meluncur tengah malam. Semoga Alloh membalikkan tipudaya Rofidhoh Hutsiyyin ke leher mereka. Meskipun demikian, sungguh Alloh telah menjaga ahlussunah, sehingga sampai detik ini tak seorangpun terkena cedera, walhamdu lilahi robbil ‘alamin.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=157

Ahad, 8 Dzulhijjah 1434 H

Bersamaan dengan datangnya hari Tarwiyah, hari kedelapan dari bulan suci Dzulhijjah 1434 H, yang bertepatan dengan tanggal 13/10/2013, yang mana pada hari ini jama’ah haji berbondong-bondong menuju Mina untuk memulai rangkaian ibadah haji. Di sisi lain Rofidhoh Hutsiyyin masih terus menerapkan pemboikotan mereka terhadap warga Dammaj dan sekitarnya, para penuntut ilmu, ulama, anak-anak beserta para wanita yang tak bersalah sedikitpun hanya karena mereka menyelisihi pemahaman sesat Hutsi yang menyimpang dari kebenaran. Tidak cukup dengan blokade, bahkan Hutsiyyun menghujani mereka dengan bom-bom dan peluru dari senjata-senjata berat ke arah kepala mereka baik di rumah-rumah atau di masjid-masjid tanpa disebabkan dosa sedikitpun dari mereka.

Hari Sabtu kemarin adalah hari yang berat bagi thullabul ‘ilm dan penduduk Dammaj karena banyaknya mortir yang jatuh ke atas kepala mereka, terutama mortir besar kaliber 120 mm dan meriam B-10. Rofidhoh Hutsiyyun juga menempatkan senjata rentet besar kaliber 23mm di belakang gunung Jamimah, yang dengannya mereka menembaki rumah thullabul ‘ilm dan penduduk pribumi di Waton. Tembakan mortir tersebut mengakibatkan terlukanya tiga orang thullab, para penghafal kitab Alloh ta’ala. Kemudian etelah malam tiba, Hutsiyyun meneruskan  serangan melalui para penembak gelap , senjata rentet besar rossyasy dan mortir ke arah Dammaj sepanjang malam. Mereka mempersiapkan pasukan untuk menyerbu dan membunuh siapa saja yang berada di Dammaj tanpa belas kasih dan tanpa peri kemanusiaan.

Kira-kira pada pukul satu lewat dini hari, pasukan Hutsiyyin yang bersembunyi di desa Nuqu’ menyangka mereka diserbu oleh thullab, maka serta merta mereka meledakkan ranjau-ranjau yang telah mereka pasang supaya menghambat laju thullab yang mereka kira sedang menyerbu. Setelah itu mereka menembaki madrosah dan poliklinik menggunakan RBG dan rossyasy kelas menengah kemudian disusul dengan tembakan mortir dengan tidak teratur lagi sengit ke arah ikhwan kita. Segala puji bagi  Alloh yang telah menyelamatkan thullab dan penduduk dammaj dari bahaya  serangan mortir tersebut, bahkan Alloh mengembalikan tipudaya Rofidhoh Hutsiyyin ke leher mereka, sehingga mundur dengan menarik ekor yang penuh dengan kehinaan dan aib disertai dengan kekalahan. Semoga Alloh  menyegerakan hukuman bagi mereka. Sungguh Alloh Maha kuasa akan hal itu.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=155

Sabtu, 7 Dzulhijjah 1434 H

Bombardir Rofidhoh sampai detik ini masih berlanjut dengan semua senjata yang mereka miliki terhadap penduduk sipil tak bersenjata di wilayah Dammaj dan sekitarnya termasuk di antara mereka para penuntut ilmu. Demikianlah hujan peluru tak berhenti sampai pagi hari ini, Sabtu 7 Dzulhijjah 1434 H yang bertepatan dengan tanggal 12/10/2013. Disaksikan dan didengar oleh dunia Islam dan dunia kemanusiaan, akan tetapi tidak ada satupun dari mereka yang tergerak untuk ikut peduli. Seolah bagi mereka warga Dammaj bukan manusia seperti mereka. Kita memohon belas kasih dan jalan keluar hanya kepada Alloh semata, sungguh Alloh Maha dekat lagi Maha mengabulkan doa.

Demikian, dan telah terjadi kemarin setelah adanya bombardir yang dahsyat dari pihak Hutsiyyin dan bala tentaranya, tiba-tiba suasana berubah hening penuh tanda tanya, terkadang terdengar suara mortir jatuh ataupun meriam dengan interval tak teratur,  terkadang juga terdengar suara tembakan sniper dan juga senjata rentet berat dan ringan, ke arah pemukiman penduduk dan thullabul ‘ilm yang tak bersenjata. Kemudian pada malam harinya (malam sabtu) suasana agak hening, hujan mortir tidak selebat malam sebelumnya, hanya sekitar 12 buah mortir kaliber 120 mm, beberapa buah peluru meriam B-10, beberapa buah peluru RBG dan senjata rentet kaliber besar. Kita memohon belas kasihan Alloh. Meskipun demikian berkat kelembutan Alloh terhadap kita, tidak ada seorangpun tercatat sebagai korban, kecuali hanya beberapa luka ringan di tubuh akh Abdul Aziz Al Hamdani, semoga Alloh menyembuhkannya.

Pukul 10:45 pagi Seperempat jam sebelum ditulisnya berita ini, Rofidhoh Hutsiyyun mulai membombardir wilayah Dammaj dengan mortir besar ke arah pemukiman dan pos-pos pertahanan tanpa pandang bulu. Kita memohon kepada Alloh agar menyelamatkan kita dari kejahatan mereka.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=152

Jum’at, 6 Dzulhijjah 1434 H

Ini adalah hari keempat dari pengepungan dan pemboikotan yang dilakukan oleh Rofidhoh Hutsiyyin terhadap penduduk sipil di wilayah Dammaj, dengan tak henti-hentinya menembaki mereka memakai berbagai jenis senjata berat dan ringan, meneror penduduk di pemukiman mereka, jalan dan masjid. Pada hari Kamis kemarin, Lajnah Pemantau Perdamaian yang diketuai Syithob Al Ghowali datang, maka disepakati perjanjian gencatan senjata, tapi hanya berlangsung sebentar saja, mulai waktu dzuhur sampai tenggelam matahari, itupun disertai dengan tembakan dari para sniper yang sesekali terdengar.

Kemudian bersamaan dengan dikumandangkannya adzan Maghrib, Hutsiyyun menembak ikhwan kita di gunung Qoshobah dengan pelontar B10, kemudian terjadi baku tembak dengan ikhwan kita di Wathon dengan senjata rentet berat dan bazoka, juga ke arah Barroqoh. Kemudian sebelum terbitnya fajar hari ini, Jumat 6 Dzulhijjah 1434 H, pasukan Rofidhoh Hutsiyyin menyerbu ikhwan kita di Waton dan Madrosah dengan ganas selama sekitar satu jam, akan tetapi alhamdulillah mereka kembali dengan membawa kegagalan sebagaimana kebiasaan dari penyerbuan mereka terhadap Ahlussunnah.  Kemudian setelah mereka kalah, beralih menggunakan mortir ke arah pos-pos pertahanan ikhwan kita. Semoga Alloh menyelamatkan kita semua dari kejahatan Rofidhoh Hutsiyyin. Lemparan mortir tersebut mengakibatkan syahidnya tiga orang thullabul ‘ilm — –insya Alloh sebagaimana persangkaan kami– dan semoga Alloh merahmati mereka, yaitu:
1. Al Akh Abdulloh syarif Al Mahwiti,
2. Al Akh Muhammad Sholah Al Mahwiti,
3. Akh Jamal Al Magribi.

Sampai detik ini Rofidhoh Hutsiyyun masih menghujani gunung Barroqoh dan tempat-tempat lainnya dengan mortir. Semoga Alloh menyelamatkan ikhwan kita dan melindungi mereka.

Pukul 8:00 pagi Hutsiyyin terus membombardir tempat-tempat pertahanan dan pemukiman thullab dengan gencar memakai mortir sampai jam 7:40, sebagaimana yang kami katakan di muka bahwa hujan mortir tersebut menyebabkan gugurnya tiga orang ikhwah di gunung Barroqoh. Demikian juga gugur seorang akh yang bernama Sholah At Ta’izzi di Wathon karena serangan mortir tersebut. Semoga Alloh merahmati mereka semua. Semoga Alloh tidak memberi pertolongan bagi Rofidhoh Hutsiyyin dan membalaskan dendam bagi saudara-saudara kita para syuhada

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=147

Kamis, 5 Dzulhijjah 1434 H

Hutsiyyin terus membombardir wilayah Dammaj dan sekitarnya dengan memakai segala jenis senjata berat, ringan  ataupun menengah pada hari ini, Kamis 5 Dzulhijah 1434 H yang bertepatan dengan tanggal  10/10/2013, disertai dengan tembakan dari para sniper ke arah pemukiman thullabul ‘ilm, jalan dan masjid sejak fajar. Malam sebelumnya mereka menembaki tempat-tempat pertahanan thullab dengan gencar menggunakan mortir dan senjata berat ‘rossyasy’ terutama di wilayah Masadir, Barroqoh dan Wathon. Salah satu mortir mereka jatuh mengenai atap masjid Barroqoh yang baru dibangun beberapa hari lalu, melukai dua orang thullabul ‘ilm, luka ringan. Semoga Alloh menyembuhkan keduanya.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya dihttp://www.aloloom.net/show_art.php?id=146

Selasa, 3 Dzulhijjah 1434 H

Api Perang Diumumkan oleh Hutsiyyun dengan membunuh seorang penduduk Dammaj, melukai seorang tholib dan mencegat sebuah mobil. Pelanggaran perjanjian dari pihak Rofidhoh Hutsiyyin terus berulang sebagaimana suri tauladan mereka kaum Yahudi. Pada hari ini Selasa, hari ketiga dari bulan suci Dzulhijjah 1434 H, kembali terjadi penghianatan dan makar Hutsiyyin, disertai dengan pelanggaran terhadap perjanjian damai dengan melancarkan serangan yang jahat terhadap saudara kita Haitsam Al-Bauniy dari penduduk Dammaj yang ketika itu ditemani oleh Akh Abu Ja’far Ar Rozihi salah seorang thullabul ‘ilm.

Mereka menembaki keduanya dengan peluru api ba’da dzuhur hari Selasa ini  ketika mereka berlalu di jalan yang biasa dilewati mobil, menuju ke Dammaj Atas, sehingga mengakibatkan syahidnya saudara kita Haitsam Al Bauniy -menurut persangkaan kita dan cukuplah Alloh sebagai  penghitung amalannya-  dan menyebabkan terlukanya akh Abu Ja’far Ar Rozihi. Kejadian ini memperingatkan kita akan datangnya kejelekan yang telah dipersiapkan oleh sang penghianat Hutsiyyun terhadap Ahlussunnah di Dammaj. Semoga Alloh menyegerakan pembersihan Rofidhoh Hutsiyyin dari negeri Yaman. Ditempat lain Hutsiyyun pada siang hari Selasa ini  3-12-1434 H, mereka terus menerus melakukan kejahatan dengan mencegat  sebuah bus yang datang dari Shon’a menuju Dammaj, meneror dan merampas senjata pribadi milik salah seorang penumpang, mematahkan kunci koper dan menyakiti para penumpang. Dan hal ini semua sudah dilaporkan kepada lajnah perdamaian.

Pukul 5:35 selasa sore, sepertinya ini adalah awal berkobarnya perang baru oleh Rofidhoh Hutsiyyin terhadap warga Dammaj, dimulai dengan serangan para sniper jarak jauh, ke arah thullab dan penduduk Dammaj, setelah mereka menembaki dua orang tersebut di atas sebelum asar, kemudian ba’da ashar sniper mereka dari arah desa Nuqu’ menembak salah seorang thullabul ‘ilm dalam keadaan lalai dan tanpa senjata, tak berdosa sedikitpun, hanya karena dia seorang thullabul ilm, dia  adalah Abdul Ghoni As Saddi. Kita memohon kepada Alloh agar menghancurkan Rofidhoh dan membalikkan tipudaya ke leher-leher mereka sendiri.

Pukul 6:45 selasa petang, konsentrasi pasukan Hutsiyyin sampai saat ditulisnya berita ini masih berlangsung. Para sniper mereka sesekali menembak ke arah tempat-tempat pertahana thullab dan penduduk di Barroqoh dan selainnya, dan kita tidak melihat adanya tindakan tegas dari lajnah pemantau perdamaian ataupun dari lajnah utusan presiden yang ditugaskan untuk menghentikan konsentrasi pasukan Hutsi di Dammaj. Kita memohon kepada Alloh untuk memberikan kelapangan dan jalan keluar. Ditulis dengan perantaraan Abdul Qodir Asy Syar’abiy

Penjelasan dari juru bicara resmi Dammaj Surur Al Wadi’i tentang upayamerusak ketenangan di Dammaj…Syahidnya seorang tholibul ilm Rabu pagi hari ini…Perang dan pemboikotan terhadap Dammaj terus berlanjut…(http://www.aloloom.net/show_art.php?id=145)

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di http://www.aloloom.net/show_art.php?id=143

Selasa 19 Dzulqo’dah 1434 H
Seorang ikhwah dari malaysia bertanya ” Assalamualaikum, akhi.. bagaimana keadaan dammaj sekarang ?, adakah jalan-jalan menuju dammaj selamat ? insyaAllah ana akan safar dalam awal Muharram”

Berkata Abu Fairuz Abdurrohman al-Jawiy
” Untuk hari-hari kemarin rafidhah suka periksa dijalan-jalan. mereka telah tandatangan perdamaian tapi suka khianat. Smoga hari-hari mendatang aman tentram “

Berkata Abu Abdirrahman Shiddiq al-Bugisiy
” Sekarang ini (di bulan dzulqa’dah ;ed) jalan menuju dammaj aman “

Berkata Abu Sufyan:
” Semoga Alloh mudahkan segala urusan, ana tidak tahu pasti apa perjalanan masuk kesini untuk sekarang ini lancar, soalnya baru beberapa hari ini Alhamdulillaah suluh (damai)”

Berkata  Al-Akh Ahmad Mas’ud
” hari-hari ini jalan sedang tidak aman, kalo tiga bulan lagi insya Allah sudah aman…siapa nama akh (dari) malizi itu…salimkah ?”

Ahad, 2 Dzulqo’dah 1434 H
Tak henti-hentinya milisi jahat Hutsi melakukan pelanggaran dibeberapa tempat yang mengelilingi Dammaj, sebagaimana kebiasaan mereka melanggar perjanjian. Sejak awal datangnya lajnah perdamaian, Hutsi terus-menerus dalam kecongkakannya.  Kabar terahir rekitar dua hari yang lalu mereka masih membuat benteng-benteng di gunung Ahrosy juga di wilayah Robiyah sampai di Rumah Abu ‘Alya si rofidhi hutsi, yang tinggal dekat dengan Dammaj, milisi hutsi mulai mengangkut bahan bangunan ke rumah itu untuk membangun benteng-benteng dan parit-parit. Ikhwan kita juga mengabarkan bahwa mereka melihat di benteng “abdulkarim” yang diambil alih oleh lajnah, bersama mereka datang beberapa orang hutsi, ini merupakan perkembangan baru. semua hal tersebut menunjukkan adanya niat busuk hutsi terhadap dammaj beserta penghuninya.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di: http://www.aloloom.net/show_art.php?id=132

Sabtu, 24 Syawwal 1434 H
Hujan mortir dan meriam masih berlanjut sepanjang malam dan pagi hari ini Sabtu 24 Syawwal. Tembakan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban syahid –insya Alloh sebagaimana persangkaan kami– satu orang daripenduduk Dammaj yaitu al akh Abdulloh Dho’in Muhammad Al Wadi’iy danseorang dari mereka cidera, ditambah dengan tiga orang korban cideradari thullab, juga keterkejutan yang dialami penduduk (mengiringi setiap ledakan). Tembakan-tembakan tersebut diarahkan ke pemukiman thullab dan penduduk setempat (juga ke gunung Barroqoh). Semoga Alloh melindungi kita dari fitnah yang keji dan penuh dengan kedholiman ini,dan menghilangkannya dengan segera, sesungguhnya Alloh Maha kuasa akan hal itu.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di: http://www.aloloom.net/show_art.php?id=121

Jumat, 23 Syawwal 1434 H

Baku tembak kembali berlangsung pagi ini, Jumat 23 Syawwal 1434 H antara milisi jahat Hutsi melawan Ahlussunah di Dammaj, setelah Hutsiyyin menghianati perjanjian damai, dengan membunuh dua orang penuntut ilmu saat hendak pulang dari Dammaj ke desa mereka di wilayah Hajaroin, Dammaj tengah (baca disini kronologinya). Milisi Hutsiy menghadang keduanya ba’da sholat isya’ dan menghujani peluru, sehingga mengakibatkan keduanya syahid -demikian menurut harapan kita-. Kedua orang tersebut adalah Abdulloh bin Turki Arbes dan Abdul Majid bin Abdulloh Aziz. Abdul Majid meninggal seketika di tempat kejadian, sedangkan Abdulloh bin Turki berhasil diefakuasi untuk dibawa ke Sho’dah, namun ketika sampai di pos Hutsiy di Khoniq, mereka jumpai di situ ada beberapa anggota lajnah penengah, maka pihak keluarga meminta lajnah untuk menyelamatkan Abdulloh, akan tetapi mereka menjawab bahwa Hutsiyyun tak mengijinkan, wallohul musta’an. setelah itu korban meninggal di perjalanan. Kita berdoa semoga Alloh merahmati keduanya dan menerima sebagai syuhada, dan membalas kejahatan Rofidhoh Hutsiyyin yang jahat lagi penghianat.

Pagi harinya waktu fajar hari ini, Jumat 23 Syawwal 1434 H, pukul 04.10, Hutsiy melancarkan penyerbuan sebagai penghianatan, ke arah ikhwan kita di Wathon dan dibalas oleh ikhwan kita, walhamdulillah tidak ada seorangpun dari ikhwan yang terluka. Setelah itu baku tembak berhenti.
Usai sholat fajar, sebagaimana kebiasaan Hutsiyyin ketika kalah, mereka menghamburkan peluru dari senjata berat dan menengah dari gunung Shoma’at ke arah ikhwan kita.

Kita berdoa semoga Alloh membalikkan tipu daya mereka ke leher mereka, sehingga mereka kembali dengan membawa kerugian. Semua rangkaian peristiwa ini terjadi dengan disaksikan oleh lajnah pemantau perdamaian, akan tetapi mereka tidak bergerak sedikitpun, wallohul musta’an.
Baku tembak sampai saat ini masih berlangsung. Semoga Alloh berlemah lembut terhadap hamba-hambaNya.

Naskah diterjemahkan oleh:
Ahmad Rifai bin Mas’ud Al Jawiy
~ semoga Alloh menjaga dan mengampuninya ~
Lihat naskah aslinya di: http://www.aloloom.net/show_art.php?id=117

###

Baca berita awal mula serangan kafir syi’ah terhadap muslim sunni Dammaj disini *sejak Selasa 13 Syawwal 1434H

lineTelah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Rafi’ dan Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim mereka berdua mengatakan; telah menceritakan kepada kami Sulaiman yaitu Ibnu Daud Al Hasyimi, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibrahim dari ayahnya dari Abu ‘Ubaidah bin Muhammad bin ‘Ammar bin Yasir dari Thalhah bin Abdullah bin ‘Auf dari Sa’id bin Zaid, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang terbunuh mempertahankan hartanya maka ia adalah syahid, barang siapa yang terbunuh mempertahankan keluarganya maka ia adalah syahid, barang siapa yang terbunuh mempertahankan agamanya ia adalah syahid dan barang siapa yang terbunuh mempertahankan darahnya maka ia adalah syahid. [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (1421), an-Nasa’i (4095), Abu Dawud (4772) dishahihkan Syaikh al-Albani -semoga Alloh merahmatinya- Lihat Irwa’ al-Ghalil (708).]

Khutbah Jum’at 27 Dzulhijjah  1434H
Syaikh Husain al-Hatibiy al-Yafi’i (Abu Mu’adz)
– semoga Alloh menjaganya-
” Mari Menjemput Jihad Fii Sabilillaah “

Free Download Audio MP3   Khutbah Jum’at: Mari Menjemput Jihad Fii Sabilillaah (2.6 MiB, 264 hits)

VIDEO Seruan Jihad melawan kafir Syi’ah pada tahun 1432H
Imam Dammaj Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri (Abu ‘Abdirrohman)
– semoga Alloh menjaganya-

VIDEO Terbakarnya Maktabah Ammah ( 25 Dzuhijjah 1434H)

VIDEO Serangan rafidhoh di atas gunung barroqoh dan seruan jihad melawan kafir Syi’ah pada tahun 1434H

Sumber : isnad.net   di re-post khusus untuk ISLAMIC ZONE https://thibbalummah.wordpress.com

BACA JUGA POTINGAN TERKAIT :

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Berita Dunia Islam, INFORMASI PENTING!, PROBLEMATIKA UMMAT, Realita Ummat, Syi'ah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.