“MUQODDIMAH” Untuk Al-Walid Al-‘Allamah Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholi ~hafidzhahulloh~

 

KALIMAT PEMBUKA DARI RISALAH “NASIHAT BERNILAI TINGGI”

Untuk Al-Walid Al-‘Allamah Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholi

~Semoga Alloh Menjaga Beliau~

Bagian Pertama -insya Allah-

Ditulis oleh:
Syaikh Yahya bin ‘Ali al-Hajury

~Semoga Alloh Menjaga Beliau~


Diterjemahkan Oleh:
Abu Umar Ahmad Ar-Rifa’iy

Dan
Abu Mas’ud Syamsul Al-Jawiy

~Semoga Alloh memaafkan keduanya~

Darul Hadits Dammaj – 22 Jumadil Awwal 1434H

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله  أما بعد

Sesungguhnya  kami tidak tahu apa yang mendorong Syaikh Robi’ untuk menyalakan api fitnah terhadap dakwah salafiyah di Yaman sejak beberapa tahun ini. Dengan mengadu domba di antara para da’inya! Dan (dengan) mengobarkan revolusi serta Ashobiyah (kefanatikan) dengan yang ini lawan yang ini, dengan perbuatan yang mengherankan. Dan kami mengharapkan (agar) beliau woffaqohulloh menjauhi ini. Yang sungguh sangat jauh perbuatan (semacam) ini dilakukan oleh ulama yang mendapat petunjuk, yang punya semangat untuk keselamatan kaum mukminin dari fitnah yang insyaAlloh kita berharap termasuk dari mereka. Dan ini tadi menyerupai perbuatan yang dilakukan oleh orang yang disebut sebagai politikus yang berjalan di atas dasar yang salah: “pecah belahlah mereka, engkau akan bisa menguasai mereka.”

Dan ketika itu beliau mulai sibuk dengan menghasung orang terhadapku, sebelum terjadinya pergerakan (yang dilancarkan) salah seorang tullab markiz ini (Darul Hadits Dammaj), dia adalah Abdurrohman Adeny dan orang yang bersamanya (berupaya) melakukan pemberontakan terhadapku dan markiz ini, yang di dalamnya telah dididik mulai dari zaman Syaikh Muqbil rohimahulloh dan setelahnya. Kita tidak tahu-menahu kecuali setelah Abu Malik ar Riyasyi sepulang dari Makkah, dia duduk dengan sebagaian tullab dan ahlul bilad (penduduk asli Dammaj) berbicara dengan pembicaraan rahasia. Yakni sesungguhnya Syaikh Robi’ berkata : “Jauhkan al Hajury dari kursi dan penggantinya sudah ada”.

Mulailah terjadi fitnah dan terfitnahlah dengannya Abu Malik ar Riyasyi. Sampai akhirnya dia berpaling dari menuntut ilmu di Dammaj. Kemudian diapun singgah di Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al Wushoby di Hudaidah yang pada kesempatan itu Syaikh Muhammad memintanya untuk menulis permintaan maaf. Lalu ditulislah lembar permintaan maaf terhadap apa yang telah dilakukan. Dan disebutkan di situ, sesungguhnya hal itu semata-mata dorongan dari seseorang yang dikira bahwa tidak akan muncul kesalahan yang besar ini darinya.

Dan dibacalah lembar itu di sini dan di rekam ketika dars setelah ashar. Dan setelahnya Abu Malikpun bekerja di mobil angkutan.

Dan setelah tersiar hal itu, Syaikh Robi’ waffaqohulloh mengingkari dengan pengingkaran yang keras.

Dan akhuna Abu Hammam ash Shouma’iy menyebarkan perkataan beliau (Syaikh Robi’) : “Aku mengatakan ini tentang Syaikh Yahya ??! Sementara beliau telah memegang dakwah salafiyah di Yaman dengan tangan besi, tidak ada yang pantas (memegang dakwah itu) kecuali beliau atau orang yang semisalnya.”

Syaikh Robi’pun menelpon, dan Alloh saksinya, dan mengingkari hal itu dengan pengingkaran yang keras!. Dan berkata : “Kamu membenarkan perkataan Abu Malik ini? Abu Malik itu pendusta!!”

Akupun menjawab : ” Wahai Syaikh, walaupun hal itu memang muncul dari Anda, (perkaranya) mudah. Kondisi kita itu sebagaimana perkataan (syair):

وإذا الحبيب أتى بذنب واحد            جاءت محاسنه بألف شفيع

*Jika yang dicintai datang dengan (membawa) satu dosa

*Akan datang kebaikannya dengan seribu pemberi syafaat

Dan lebih menguatkan (lagi) dari (upaya) makar ini, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al Wushoby. Ketika kita keluar untuk dakwah. Kitapun melewati Hudaidah, dan kita semua duduk di rumahnya, aku dan para masyayikh. Dimulailah dengan pokok pembicaraan yang menyakitkan yang berasal dari Syaikh Robi’, yang dia mendengar beliau berkata :”Kalian Jauhkan Hajury dari kursi!!”

Berkata Syaikh Muhammad al Wushoby di majelis itu : “Syaikh Robi’ Jaasus (mata-mata)!! Memuji pejabat (orang yaman) fulan yang dia itu punya (perbuatan) kemaksiatan, dan memerintahkan untuk menjauhkan Syaikh Yahya dari kursi!!” Dan para masyayikh merasa jengkel dari tahrisy ini dalam beberapa waktu. Sampai-sampai sebagian mereka jika umroh tidak berkunjung ke Syaikh Robi’.

Kemudian setelah selang beberapa hari, mulailah terjadi pemberontakan fitnah Adeny sepulangnya dari umroh. Terfitnahlah orang yang terfitnah dengannya dari orang-orang dulunya di sisiku di halaqoh (majelis). Akupun menasehati agar menjauh dari fitnah. Namun bertambah jauh dan melampaui batas serta makin keras. Akupun memanggil masyayikh agar menasehatinya, dan merekapun datang. Dan menasehatinya tentang masalah tasjil (pendaftaran) dari Dammaj ke Fuyus.

Dan terjadi kesepakatan untuk menghentikan pendaftaran ini, dan masjid yang dibangun di Fuyusy di atas pengawasan kami semua. Dan di majelis itu, Adeny sendiri yang bilang: “Aku tidak menyembunyikan kepada kalian sesungguhnya setelah selesainya fitnah Bakry, berkata sebagian orang: “Bangkitlah Anda (sekarang giliranmu)”.  Dan aku tetap akan mengingat perkataan ini dan semoga yang hadir (di majelis itu) masih mengingatnya.

Setelah beberapa hari dalam kondisi seperti itu, tersiarlah berita bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata tentang sebagian masyayikh, salah satunya (menuduh) Syaikh Robi’ adalah jaasus (mata-mata). Syaikh Robi’ tidak berkata sedikitpun sampai mereka berdua bertemu di rumahnya di Makkah. Dan dikabarkan kepadaku bahwa beliau sudah memaafkannya. Dan Syaikh Muhammadpun pulang dengan membawa perasaan dendam terhadapku, dan Allohlah yang mengetahui hal itu.

Lalu mulailah Syaikh Muhammad (bertindak) menjalankan semisal contoh tahrisy (adu domba) tadi dan bahkan lebih keras, kepada ahlul bilad (penduduk asli Dammaj) dan yang selainnya terhadapku. Dan fitnah semakin meluas yang mengharuskanku dan yang selainku dari kalangan ikhwah untuk membantahnya dan menjelaskan fitnah tersebut.

Dan Syaikh Robi’ tetap berperan terhadap meluasnya perpecahan di antara kita. Sampai-sampai bila ada sebagian murid-muridku dari ma’had ini pergi haji dan berkunjung kepada beliau, maka Syaikh Robi’ memberi mereka satu tegukan yang berisi dorongan untuk bangkit untuk menggulingkan kami dan mengadu domba kami!!!

Beliau marah terhadap siapa saja yang menyelisihi beliau. Pada satu kesempatan beliau tidak mau menerima adu domba terhadap kami , dan di kali lain beliau berlemah lembut terhadapnya!!! Maka ada di antara mereka yang heran terhadap ucapan-ucapan beliau ini, jumlah mereka banyak. Dan di antara mereka ada yang pulang dalam keadaan terfitnah, sehingga dia tiba-tiba membalikkan punggung tamengnya (benar-benar berbalik arah) terhadap kami dan terhadap saudara-saudaranya sendiri di ma’had ini. Dia juga menyebarkan berita di sana sini mengatakan: “Saya telah duduk bersama Syaikh Robi’, beliau mengatakan ini dan itu, mengatakan bahwa Syaikh Yahya haddadiy dan mengatakan bahwa dalam ma’had ini ada Haddadiyyah.”

Demikianlah, sedangkan Abul Hasan Al Mishriy dahulu ketika membuat kedustaan terhadap kami dengan tuduhan batil ini, justru Syaikh Robi’ membela kami. Beliau mengatakan: “Mereka itu adalah ahlussunnah, maka hendaknya engkau membuktikan itu terhadap mereka sehingga engkau bisa menyelamatkan agama dan harga dirimu, kalau tidak maka engkau akan dituntut dengan kedholiman ini dan dengan kejahatanmu terhadap ahlussunnah” dan ucapan lain yang semakna dengan ini, termaktub dalam bantahan beliau terhadap Abul Hasan sesuai dengan teksnya.

Dan ketika telah memuncak upaya beliau ini dalam mengadu domba –semoga Alloh memaafkan beliau– saya memandang adanya keharusan untuk memberikan nasehat bagi beliau, mengingatkan beliau untuk bertaqwa kepada Alloh azza wa jalla  dan meperlihatkan kepada beliau kesalahan-kesalahan beliau ini yang akan mendatangkan bahaya terhadap dakwah. Maka kemudian saya menasehati beliau yang direkam dalam satu kaset berjudul: (An Nushu Rofi’ lil Walid Al Allaamah Asy Syaikh Robi’) (nasehat yang tinggi untuk yang dituakan: Al Allamah Syaikh Robi’). Kaset tersebut adalah bagian pertama! Dan akan datang penyebutannya secara lengkap insyaalloh.

Maka setelah itu beliau diam sementara waktu, akan tetapi beliau tetap gencar dalam mendorong untuk menjatuhkan kami! Beliau mengusung dan memuji orang-orang yang telah dijadikan alat untuk mengobarkan pemberontakan terhadap kami, sedangkan kami tetap bersabar, demi menghormati beliau dan didorong oleh semangat untuk menyelamatkan dakwah. Dan juga dikarenakan musuh-musuh dakwah mulai dari Rofidhoh dan selain mereka senantiasa mengintai kelengahan kita dari waktu ke waktu. Ditambah lagi kesibukan kami dengan urusan dakwah dan murid-murid kami.

Kemudian datang fitnah Rofidhoh beserta permusuhan mereka terhadap kami. Selama tujuh puluh hari kami diboikot dan dihujani api. Maka muncullah kecemburuan kaum muslimin atas apa yang terjadi, sehingga mereka bangkit bersama kami melawan Rofidhoh, baik dengan ucapan atau perbuatan.

Salah seorang yang paling gigih untuk menempatkan dalam posisi yang patut untuk dipuji adalah Syaikh Robi’, semoga Alloh berterimakasih kepada beliau dan kepada segenap orang yang telah bersama kami dalam menghadapi serangan yang penuh dengan kedholiman tersebut. Dan dalam kesempatan itu beliau menyatakan: “Telah berakhir seluruh permasalahan yang terjadi antaraku dengan Syaikh Yahya selama-lamanya!!!”

Beliau juga berkata: “Aku tidak pernah mengatakan mereka itu Haddadiyyah, dan siapa saja yang menukilkan dariku bahwa aku mengatakan mereka itu Haddadiyyah maka dia sungguh telah berdusta.” Sebagaimana hal itu disebarkan dari beliau.

Maka kami memuji Alloh atas nikmat ukhuwah dan hilangnya fitnah. Dan berlangsung antara kita komunikasi yang banyak, dan kebaikan yang banyak. Beliau juga sempat menyampaikan ceramah yang bagus kepada kami melalui telepon, dan meminta saya untuk menyampaikan ceramah bagi murid-murid beliau, maka saya sampaikan ceramah singkat.

Dan kami mengatakan sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Qoyyim di kitab Zaadul Ma’ad :

قَدْ يُنْعِمُ اللهُ بِالْبَلْوَى وَإِنْ عَظُمَتْ               وَيَبْتَلِي اللهُ بَعْضَ الْقَوْمِ بِالنِّعَمِ

Terkadang Alloh memberi kenikmatan dengan suatu ujian walau betapa besarnya

Dan terkadang Alloh menguji sebagian kaum dengan kenikmatan

Barangkali salah satu hikmah Alloh dalam menguji kami dengan kedholiman Rofidhoh adalah menyatunya kalimat ahlussunnah di atas hidayah. Maka kami berjalan di atas kebaikan tersebut.

Para masyayikh telah menelantarkan dan tidak menolong kami dalam masalah Rofidhoh dengan suatu sikap yang diingkari oleh Syaikh Robi’ dan selain beliau, baik dari kalangan khusus atau orang-orang awam. Kemudian para masyayikh pergi haji pada tahun 1433 H, yaitu Muhammad bin Abdil Wahhab, Al Imam, Muhammad Ash Shoumaliy, Adz Dzammariy dan Al Buro’iy. Dan telah mengabarkan kepada kami sebagian orang yang hadir waktu itu bahwa beliau menasehati mereka untuk ikut serta membantu saudara-saudara mereka di Dammaj apabila Rofidhoh menyerang mereka. Dan beliau juga mengecam terhadap sebagian mereka dengan beberapa kalimat ketika dia berusaha membantah ucapan beliau tersebut. Kemudian ada beberapa orang yang mempertanyakan tentang kitab Al Ibanah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Al Imam, maka beliau mengatakan bahwa kitab tersebut harus dibatalkan. Di atas kesepakatan itu saudara-saudara kita berpisah dari majlis tersebut.

Kemudian setelah majlis tersebut, para masyayikh kembali menjumpai beliau, wallohu a’lam apa yang yang mereka putuskan. Setelah itu Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab mengadakan perjalanan ke beberapa kota di Yaman dengan melancarkan lafadz-lafadz yang mengandung pembid’ahan dan mengisyaratkan kepada pengkafiran terhadap saya dan saudara-saudara saya beserta segenap murid-murid saya dan murid-murid Syaikh kami –semoga  Alloh merahmati beliau– baik di ma’had ini ataupun di tempat lain termasuk juga para penduduk Dammaj dan selain mereka. Dengan tanpa keterangan sedikitpun dan tanpa bukti atas serangan yang terkesan dibuat-buat yang mereka padanya menggunakan beberapa cara Rofidhoh dalam menghadapi kami, maka terkadang dia mengatakan bahwa kami menghajr bukan pada tempatnya, dan ini tidak benar. Dan terkadang dia mengatakan bahwa kami mengharuskan mereka untuk taqlid kepada kami. Sedangkan dia tidak menjelaskan bukti yang mengharuskan terjadinya kedholiman dan permusuhannya tersebut serta menjadikan orang-orang sibuk dengan kebatilannya, sebagaimana telah diketahui bersama perkataannya yang tersebar di beberapa situs.

Masyayikh yang lain, khususnya Syaikh Muhammad Al Imam, Al Buro’iy, ‘Ubaid Al Jabiriy, fulan dan fulan berusaha untuk menyambut maksudnya, yang ini dengan satu kalimat dan yang lain dengan kalimat lain. Seakan-akan perkaranya adalah suatu hal yang telah diatur dan sambung menyambung, fulan bangkit dan yang lain mendukungnya atau bangkit setelahnya untuk membuat fitnah terhadap Dammaj dan para penghuninya. Ini mirip dengan propaganda Khowarij untuk saling memompa satu sama lain tentang Amirul Mukminin Utsman bin ‘Affan dengan kebatilan –rodhiyallohu ‘anhu– dan mereka saling menutup mata dari penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian mereka sehingga yang lain tidak berupaya untuk mengingkarinya. Padahal mereka dahulu mengingkari apabila terjadi sedikit saja dari penyimpangan.

Dan dari sambung-menyambung yang telah diatur itu bangkitlah Syaikh Robi’ –semoga Alloh memberikan taufiq kepada beliau– menyerang kita dengan tuduhan-tuduhan yang dibuat-buat dan dengan melemparkan tuduhan ghuluw dan bahwasanya tidak ada seorangpun yang melebihi ghuluw kita, tidak ada yang lebih berbahaya terhadap dakwah salafiyyah ini daripada kita dan tuduhan-tuduhan berat yang lain. Membid’ahkan sekumpulan ummat yang terdiri dari pria, wanita, para dai yang mengajak untuk mentauhidkan Alloh, dan mengajak kepada sunnah rosulNya –shollallohu ‘alaihi wa sallam– , para penulis dan penghafal kitab Alloh yang kokoh di hadapan ahlul ahwa baik Rofidhoh dan selain mereka. Beliau menuduh mereka semua telah melakukan ghuluw yang mana itu adalah seburuk-buruknya bid’ah!!!

Beliau menjadikan indah bagi mereka upaya untuk meruntuhkan suatu hasil dari perjuangan dakwah salafiyah yang melaksanakan kebaikan dan petunjuk, melawan semua kebatilan yang muncul dalam masyarakat sesuai kemampuan yang dimiliki, sejak lebih kurang setengah abad sampai sekarang. Syaikh Robi’ melancarkan permusuhan terhadapnya bersama dengan orang-orang yang didorong oleh beliau atau mereka yang mendorong beliau untuk itu –semoga Alloh menyelamatkan kita dan mereka semua dari fitnah-fitnah– dengan sesuatu yang mewajibkan mereka untuk memaparkan bukti yang akan melepaskan mereka dari tuntutan di hadapan Alloh azza wa jalla dan di hadapan orang-orang sholeh dari hamba-hambaNya atas apa yang mengharuskan terjadinya fitnah ini beserta kesepakatan mereka untuk menghadapi kita, dan juga pembid’ahan mereka terhadap kita, kalau tidak maka mereka harus bertaubat kepada Alloh subhanahu wa ta’ala darinya.

Saya memohon kepada Alloh untuk menjaga kita dan mereka dari fitnah-fitnah baik yang tampak ataupun yang tersembunyi.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Sumber:  isnad.net di Re-post khusus untuk ISLAMIC ZONE http://www.thibbalummah.wordpress.com/

Baca Juga Artikel Terkait:

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Berita Dunia Islam, Manhaj Ahlus Sunnah, Nasehat, PROBLEMATIKA UMMAT, Realita Ummat, Tahdzir & Bantahan dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.