UMMAT BERTANYA, AHLUL ‘ILM MENJAWAB # Kumpulan Soal-Jawab Bulan Muharram 1434H

بسم الله الرحمن الرحيم

SOAL-JAWAB BERSAMA AHLUL ILMI
DI DARUL HADITS DAMMAJ

(edisi bulan Muharrom 1434 H)

Dalam edisi kali ini terdapat 12 (duabelas) tanya-jawab yang ditulis dan dikumpulkan oleh al-akh Abu Fairuz Abdurrohman Al Jawiy
-semoga Alloh memaafkannya-

Di Markiz Ahlussunnah – Darul Hadits Dammaj (Yaman)
-Semoga Alloh menjaganya dari segala kejelekan-
19 Muharram 1434 H

الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على محمد وعلى آله أجمعين، أما بعد:

 Berikut ini adalah sebagian soal-jawab yang bisa saya catat sebagai faidah untuk para ikhwah di tanah air, dalam beberapa kesempatan yang terpisah.

SOAL PERTAMA ditujukan kepada Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy حفظه الله:

                “Ada seorang bapak yang saat kecilnya belum diaqiqohi. Bolehkah bagi sang anak yang ekonominya cukup untuk menyelenggarakan aqiqoh untuk bapaknya?”

Asy Syaikh Yahya bertanya: “Apakah sang bapak masih hidup?”

Dia menjawab: “Iya, bapaknya masih hidup.”

Asy Syaikh Yahya menjawab: “Tidak apa-apa.”

SOAL KEDUA ditujukan kepada Syaikh Yahya Al Hajuriy حفظه الله:

                “Seorang pria menikah dengan janda yang punya anak lelaki. Lalu anak lelaki ini menikah dengan seorang gadis. Apakah gadis ini mahrom bagi pria tadi?”

Asy Syaikh Yahya حفظه الله bertanya: “Apakah antara lelaki itu dengan istri dari anak tirinya ada hubungan kekerabatan dekat?”

Dijawab: “Tidak ada.”

Beliau berkata: “Berarti dia bukan mahrom terhadap wanita itu”

SOAL KETIGA ditujukan kepada  Syaikh Yahya Al Hajuriy حفظه الله:

                “Ada orang punya uang yang cukup untuk beli makan siang atau makan malam. Lalu ada orang yang mengundangnya jamuan kaffaroh. Apakah dia boleh menerima undangan tadi.”

Kata Syaikh: “Tidak apa-apa dia menerima undangan tadi.”

SOAL KEEMPAT ditujukan kepada Syaikh Jamil Ash Shilwiy  حفظه الله:

                “Ada sekelompok ikhwah di kampus pada bulan Romadhon ingin membikin pengumuman undangan terbuka untuk buka puasa bersama. Bolehkah mereka menuliskan ungkapan sebagai berikut: “Hadirilah buka puasa bersama di masjid Fulaniy bersama para sholihin” dengan pertimbangan bahwasanya para ikhwah secara lahiriyyah adalah orang-orang yang rajin ibadah, sehingga kita menghukumi mereka sebagai sholihin?”

Asy Syaikh Jamil حفظه الله menjawab: “Ungkapan “Sholihin” terkesan mengandung tazkiyyah kepada mereka, sebaiknya jangan pakai itu.”

Penanya bertanya: “Bagaimana jika memakai istilah “Bersama para salafiyyin“?”

Beliau menjawab: “Berarti terkesan bahwa yang diundang hanya para salafiyyin? Biarkan para pelajar yang awam datang sebagai bagian dari dakwah dan pelunakan hati. Buat saja dengan ungkapan lebih umum: “Hadirilah buka puasa bersama di masjid Fulaniy”

SOAL KELIMA ditujukan kepada Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy حفظه الله:

                “Ada seorang wanita tua yang giginya sudah rusak dan hampir tidak berfungsi. Bolehkah bagi dirinya untuk mengganti giginya dengan gigi palsu agar bisa makan seperti biasa?”

Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy حفظه الله menjawab: “Jika dia membutuhkan itu, tidak apa-apa.”

SOAL KEENAM ditujukan kepada Syaikh Abu Amr Al Hajuriy حفظه الله:

                “Ada seorang ikhwah punya computer. Lalu ada temannya yang ingin membeli computer itu darinya. Kedua belah pihak tidak tahu harga pasar hari-hari itu. Maka si pemilik computer menetapkan harganya dan disetujui oleh si pembeli. Ternyata setelah itu si penjual mengetahui bahwasanya harga pasaran untuk tipe computer tadi agak murah, dan dia memasang harga terlalu tinggi. Si pembeli juga terlihat agak kecewa. Tapi saat si penjual menawarkan untuk membatalkan transaksi atau memilihkan jenis yang lain, ternyata si pembeli bilang: “Tidak apa-apa kok.” Si penjual tetap merasa bersalah. Maka apa yang harus dilakukannya?”

Asy Syaikh Abu Amr Al Hajuriy حفظه الله menjawab: “Bisa jadi akh tadi bilang “Tidak apa-apa” karena malu, padahal dia kecewa. Agar si pemilik komputer itu lepas dari beban, sebaiknya dia mengembalikan saja kelebihan uang penjualan tadi kepada si pembeli.”

SOAL KETUJUH ditujukan kepada Syaikh Abu Amr Al Hajuriy حفظه الله tentang mimpi:

                “Ada seseorang bermimpi bahwasanya rumah bapak mertuanya dilempar dengan bola api. Apa ta’wilnya?”

Beliau menjawab: “Barangkali ada orang yang mencerca sang bapak tadi.”

SOAL KEDELAPAN ditujukan kepada Syaikh Ahmad Al Wushobiy حفظه الله tentang mimpi:

                “Ada seorang wanita melihat Asy Syaikh Sa’id Da’as –semoga Alloh merohmati beliau-([1]) memakai baju putih dan terbang, lalu berkata: “Sampaikanlah pesan kepada para ikhwah bahwasanya keadaan kami sangat menyenangkan.” Wanita tadi minta ditanyakan apa makna mimpi tadi?”

Maka beliau menjawab: “Ini jelas dan tak butuh takwil. Ini menunjukkan bagusnya keadaan beliau.”

SOAL KESEMBILAN ditujukan kepada al-akh fadhil yang ahli ta’wil mimpi: Ammar At Ta’ziy حفظه الله:

                “Ada seseorang bermimpi bahwasanya dia melihat orang pakai baju putih, lalu dia ditusuk dari belakang. Apa ta’wilnya?”

Beliau balik bertanya: “Apakah orang ini telah berkeluarga?”

Dijawab: dia masih bujangan, masih seperti orang awam, malas-malasan sholat, tapi akhir-akhir ini mulai rajin ibadah.”

Beliau menjawab: “Barangkali orang ini akan diuji dari pihak perempuan. Barangkali dia akan menikah dengan wanita yang tidak istiqomah, sehingga dia sendiri akan terfitnah. Nasihatilah dia agar berhati-hati dan banyak bergaul dengan orang-orang sholih.”

SOAL KESEPULUH ditujukan kepada akh fadhil yang ahli ta’wil mimpi: Ammar At Ta’ziy حفظه الله:

“Ada seseorang bermimpi bahwasanya dia melihat seorang lelaki berambut panjang memakai baju coklat. Orang ini mau mencukur habis rambutnya sendiri, tapi dia baru memotong rambut yang ada di atas telinga kanannya. Dia berbaring ke sebelah kanan sambil menjulurkan kedua kakinya, lalu tersenyum. Apa makna mimpi ini?”

Beliau menjawab: “Apakah orang ini punya musuh?”

Dijawab: “Sepertinya tidak punya.”

Beliau berkata: “Barangkali orang ini akan diuji dengan adanya musuh yang menyibukkannya dari menuntut ilmu, lalu habis itu dia akan bisa mengalahkan musuhnya, dan kemudian dia meneruskan belajar.”

SOAL KESEBELAS ditujukan kepada akh fadhil yang ahli ta’wil mimpi: Ammar At Ta’ziy حفظه الله:

                “Ada seseorang punya sedikit kemampuan memijat. Lalu dia bermimpi  melihat temannya sakit. Maka dia menawari temannya itu untuk memijitnya. Ternyata temannya yang sakit itu tidak mau dipijit, bahkan justru si sakit itulah yang memijit orang yang hendak memijitnya. Apa makna mimpi itu?”

Beliau menjawab: “Barangkali orang yang bermimpi itu akan mendapatkan pertolongan dan terpenuhi kebutuhannya dari arah orang yang hendak dipijitnya tapi justru berbalik memijitnya itu.”

SOAL KEDUABELAS ditujukan kepada akh fadhil yang ahli ta’wil mimpi: Ammar At Ta’ziy حفظه الله:

                “Ada seseorang bermimpi bahwasanya dia membunuh ular. Apa artinya?”

Beliau menjawab: “Barangkali dia akan menulis kitab yang membantah ahli batil, atau berkata tentang ahli batil, dan orang-orang menerima perkataannya, atau dia akan mengalahkan seorang hizbiy.”

Wallohu ta’ala a’lam

Kita mohon taufiq pada Alloh ta’ala.

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di KONSULTASI Syari'ah, Nasehat, PROBLEMATIKA UMMAT dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.