HUKUM DEMONSTRASI dalam islam

HUKUM DEMONSTRASI

Ditulis oleh:
Abul Jauhar Adam bin Ahmad
Al Bandawiy Al Amboniy Al Indonesiy

Di Darul Hadits Dammaj
-harosahalloh-

Editor:
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo
Al Jaawiy Al Indonesiy
-hafizhohullohu ta’aala wa jazaahullohu khoiron-


بسم الله الرحمن الرحيم

Mukaddimah

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون] ال عمران:102 [

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا ]النساء:1[

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا . يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم

ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما ]الأحزاب:70[

أما بعد:

فان أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد، وشر الامور محدثاتها، وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار.


Menasihati pemerintah untuk menjalankan tugasnya selaku penguasa adalah perkara yang wajib. Terlebih lagi jika perkara tersebut berhubungan dengan perkara halal dan haram dalam syariat Islam. Tentunya metode yang dipakai dalam menasihati penguasa/pemerintah adalah dengan mengambil cara nasihat yang baik dan benar, yaitu disertai dengan bimbingan dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para ulama sunnah. Yang demikian itu karena apabila seseorang yang berkehendak untuk menasihati pemerintah tanpa disertai dengan bimbingan dan tuntunan dari Al Qur’an dan As Sunnah maka ia pun akan terjatuh dalam berbagai penyimpangan dan kemungkaran tanpa ia sadari. Maka, wajib bagi seseorang yang berkeinginan menasihati pemerintah agar mempelajari terlebih dahulu dengan matang etika-etika dalam menasihati penguasa.

Demonstrasi sebagaimana yang sudah tidak asing lagi didengar di kalangan masyarakat adalah di antara metode yang dipakai oleh mereka untuk menasihati pemerintah dan untuk menuntut hak rakyat, dalam kata lain agar pemerintah dapat berlaku adil terhadap rakyatnya. Namun, hal ini sangatlah disayangkan, masyarakat tidak memandang terlebih dahulu dampak negatif yang timbul karena disebabkan oleh demonstrasi ini. Mereka hanyalah berpikir bahwa metode ini baik dan cocok dalam menasihati pemerintah.

Perlu diketahui bahwa nasihat-menasihati adalah wajib hukumnya dalam syariat Islam. Sama saja apakah nasihat menasihati itu terjadi antara ia dan keluarganya, temannya, kaumnya, penguasa negerinya, ataukah sebaliknya maka semua itu diperintahkan oleh syariat.

Alloh subhaanahu wa ta’aala berfirman yang mengisahkan tentang nabi Ibrahim ‘alais salaam ketika menasihati ayahnya Aazar:

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا & يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا &يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيًّا & يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا [مريم : 42 – 45]

“Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?
Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb yang Maha Pemurah.
Wahai bapakku, Sesungguhnya aku khawatir bahwa engkau akan ditimpa azab dari Rabb yang Maha pemurah, Maka engkau menjadi kawan bagi syaitan”. [Maryam: 42-45]

Dan Alloh ta’aala berfirman tentang nabi Shalih ‘alaihis salaam dan kaumnya:

وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ [الأعراف : 79[

“Dan aku telah memberi nasehat kepada kalian, tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”.[Al A’raaf:79]

Dan Alloh ta’aala berfirman tentang nabi Syu’aib ‘alaihis salaam dan kaumnya:

فَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ فَكَيْفَ آَسَى عَلَى قَوْمٍ كَافِرِينَ [الأعراف : 93[

“Maka Syu’aib meninggalkan mereka (kaumnya setelah turunnya adzab) seraya berkata: “Hai kaumku, Sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian amanat-amanat Rabbku dan telah memberi nasehat kepada kalian. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?”[Al A’raaf:93]

Dan Alloh ta’aala berfirman tentang nabi Musa ‘alaihis salaam ketika menasihati Fir’aun:

وَقَالَ مُوسَى يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ & حَقِيقٌ عَلَى أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ [الأعراف :104-105]

“Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun, Sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam,

Wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Alloh, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Rabb kalian, Maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku”. [Al A’raaf:104-105]

Dari Jariir bin Abdillah radhiyAllohu ‘anhu berkata:

)) بايعت رسول الله صلى الله عليه و سلم على إقام الصلاة وإيتاء الزكاة والنصح لكل مسلم((

“Aku telah mambai’at Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam untuk menegakkan shalat, menunaikan zakat dan menasihati setiap muslim” [Muttafaqun’alaih]

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا لِمَنْ قَالَ « لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ ».

Dari Tamim bin Aus Ad Daary radhiyallohu ‘anhu bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Agama itu nasihat. Kami berkata: Untuk siapa? Beliau berkata: Untuk Alloh, Kitab-Nya, rasul-Nya, para penguasa umat Islam dan orang awam mereka.”[Diriwayatkan oleh Al Imam Muslim]

Dalam riwayat Abu Dawud:

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: « إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ ». قَالُوا لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لِلَّهِ وَكِتَابِهِ وَرَسُولِهِ وَأَئِمَّةِ الْمُؤْمِنِينَ وَعَامَّتِهِمْ وَأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ ».

“Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Agama itu nasihat, Agama itu nasihat, Agama itu nasihat.” Para sahabat berkata: “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau berkata: “Untuk Alloh, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para penguasa umat Islam dan orang awam mereka.”

Dan dalil-dalil lainnya yang menunjukkan bahwa nasihat-menasihati adalah wajib hukumnya.

Adapun Demonstrasi bukanlah termasuk dari bentuk nasihat-menasihati yang diajarkan oleh syariat Islam dan bahkan dia merupakan suatu bentuk amalan dari amalan-amalan yang dilakukan oleh orang-orang kafir yang diimpor oleh umat Islam ke dalam negeri-negeri mereka, wallohul musta’aan.

///

HUKUM DEMONSTRASI

Demonstrasi adalah haram hukumnya dikarenakan beberapa bahaya dan penyimpangan yang terjadi di dalamnya.

Dan Ulama AhlusSunnah telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya Demonstrasi ini. Di antara mereka adalah seperti:

=> Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al AlBaani ~rahimahullah~,
=> Asy Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Bazz ~rahimahullah~ Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin ~rahimahullah~,
=> Asy Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Waadi’iy ~rahimahullah~,
=> Syaikhuna Yahya Bin Ali Al Hajuury ~hafidzahullah~,
=> Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta dan selain mereka dari Ulama Sunnah.

[Ini disebutkan oleh Akhunal Faadhil Adnan Ad Dzammaary hafidzahullah dalam risalahnya “Hukmul Mudzaaharaat wa ma fiiha minal Munkaraat” hal.3 ]

///


BEBERAPA BENTUK BAHAYA & PENYIMPANGAN YANG ADA DALAM DEMONSTRASI:

1.Tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir

Alloh subhaanahu wa ta’aala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ كَفَرُوا [آل عمران : 156]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir itu.”[Ali Imran:156]

Dan Alloh ta’aala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ _ مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ_

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian katakan (kepada Muhammad) “Raa’ina” tetapi katakanlah “Undzurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang kafir adzab yang pedih. Orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepada kalian dari Rabb kalian. Dan Alloh menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian) ; Dan Alloh mempunyai karunia yang besar.”[Al Baqarah:104-105]

Ibnu Katsir ~Rahimahullah~ berkata dalam tafsirnya (1/374):
“Padanya terdapat dalil yang menunjukkan larangan keras dan ancaman menyerupai orang-orang kafir dalam berbagai ucapan, amalan, busana, hari perayaan dan berbagai ibadah mereka dan yang selain itu dari perkara-perkara mereka yang tidak disyariatkan kepada kita dan janganlah kita mengikrarkan akan perbuatan-perbuatan mereka tsb.”

Dan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“ من تشبه بقوم فهو منهم”

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia tergolong dari mereka.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad dari Ibnu ‘Umar radhiyAllohu ‘anhuma. Hadits jayyid].

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ~rahimahullah~ dalam “Iqtidhaus Shiraatil Mustaqiim” halaman 83:
“Dan hadits ini minimal mengandung pengharaman untuk menyerupai orang-orang kafir… ….”

Berkata Abul Ma’aali Mahmuud Syukri Al Aaluusi ~Hafizhahullah~ dalam “Masaailul Jahiliyah” (1/29):
“Dan tasyabbuh (penyerupaan) itu mencakup seluruh penyerupaan yang terjadi pada hari perayaan, tingkah laku, busana, berbagai ucapan dan yang selain itu.”

2. Demonstrasi menimbulkan berbagai macam kerusakan

Demonstrasi memunculkan berbagai macam kerusakan seperti, perusakan sarana pemerintah di jalan-jalan dan lain sebagainya.

Alloh ta’aala berfirman tentang orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ! أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ!

“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan.” Ingatlah, Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”
[Al Baqarah: 11-12]

Berkata Al Allamah As Sa’diy ~Rahimahullah~ dalam tafsirnya (1/42):
“Maka mereka mengumpulkan tindakan perusakan di muka bumi dan menampakkan bahwa itu bukanlah termasuk tindakan perusakan bahkan perbaikan dengan maksud memutarbalikan fakta dan menggabungkan antara perbuatan yang batil dan keyakinan akan benarnya (perbuatan perusakan yang mereka lakukan)”.

Dan telah kita lihat hal ini muncul dari para demonstran dengan alasan sebagai nasihat berupa tuntutan hak masyarakat ataukah agar penguasa dapat bersikap adil dalam menetapkan suatu perkara. Namun, pada hakikatnya ini bukanlah nasihat yang diajarkan oleh syariat Islam sebagaimana yang mereka sangka, bahkan merupakan bentuk perusakan di muka bumi. Dan tindakan perusakan di muka bumi adalah haram hukumnya menurut Islam.

Alloh ta’aala berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا [الأعراف : 56]

“Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Alloh) memperbaikinya.”

Dan Alloh ta’aala berfirman:

وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ [البقرة : 27]

“Dan membuat kerusakan di muka bumi. mereka Itulah orang-orang yang rugi.” [Al Baqarah:27]

Dan Alloh ta’aala berfirman:

وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ [الرعد : 25]

“… dan mereka mengadakan perusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan (laknat) dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).” [Ar Ra’d:25]

Dan Alloh ta’aala berfirman:

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ [القصص : 77[

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Alloh telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”[Al Qashash:77]

Dan Alloh ta’aala berfirman:

وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ [الأعراف : 74]

“ Dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.” [Al A’raaf:74]

Dan dalil-dalil yang lainnya yang mencela dan melarang melakukan kerusakan di muka bumi. Dan demonstrasi adalah termasuk dari melakukan tindakan perusakan di muka bumi seperti; perusakan berbagai sarana pemerintah di jalan-jalan dan lain sebagainya.


3. Demonstrasi merupakan sebab terjadinya perkelahian dan pembunuhan antara sesama muslim.

Di samping para Demonstran melakukan berbagai macam kerusakan di saat melakukan demonstrasi tersebut, bahkan terjadi pula bentrok dengan aparat keamanan (yang sama-sama beragama Islam; ed).

Sementara Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ.

“Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidaklah ia mendzaliminya, menghinakannya dan tidak merendahkannya.” [H.R. Muslim]

Dan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ ».

“Orang Islam atas orang Islam lainnya adalah haram darahnya (untuk ditumpahkan), hartanya (diambil) dan kehormatannya.” [H.R. Muslim]

Dan Demonstrasi bukanlah termasuk di antara bentuk nasihat kepada penguasa/pemerintah sebagaimana yang telah disangka oleh sebagian orang.

4. Demonstrasi merupakan sebab terjadinya pemberontakan kepada Pemerintah baik dengan perkataan ataukah perbuatan.

5. Demonstrasi adalah di antara tindakan penghinaan kepada Pemerintah

Rasulullah sallallohu ‘alaihi wa sallam melarang siapa yang menghina dan merendahkan pemerintah.

Beliau sallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” من أكرم سلطان الله تبارك و تعالى في الدنيا أكرمه الله يوم القيامة ، و من أهان سلطان الله تبارك و تعالى في الدنيا أهانه الله يوم القيامة ” . أخرجه أحمد ( 5 / 42 ، 48 – 49 ) بهذا التمام و الطيالسي ( 2 / 167 )

السلسلة الصحيحة المجلدات الكاملة 1-9 – (5 / 296)

“Barangsiapa yang memuliakan pemerintah Allah (yang Allah pilih ia berkuasa di dunia) di dunia maka Allah akan memuliakan ia nanti di Hari Kiamat, dan baransiapa yang menghinakan pemerintah Allah (yang Allah pilih ia berkuasa di dunia) di dunia maka Allah akan menghinakannya nanti di Hari Kiamat.” [Diriwayatkan oleh Ahmad (5/42, 48-49) dengan lafadz yang sempurna dan Ath Thoyaalisy (2/167) dan dihasankan oleh Al Imam Al Albany rahimahullah dalam “Silsilah As Shohihah” (5/296)]

///

FATWA SEBAGIAN ULAMA AHLUSSUNNAH SEPUTAR DEMONSTRASI

Berkata Akhuunal Faadhil Abu Fairuz Al Indonesy ~hafizhohullahu ta’aala~ dalam kitabnya “At Tajliyah Li Amaaraatil Hizbiyyah” hal.380: ”dan perbuatan (demonstrasi) ini dikenal di kalangan hizbiyyiin. Dan Fadhiilatus Syaikh Shalih bin Sa’d As Suhaimy hafizhohullahu ta’aala telah membantah mereka, beliau berkata: “Dan adapun tergambarnya seseorang bahwa sekedar penisbatan kepada kelompok-kelompok ataukah berbagai bai’at dan upacara ritual seperti pemberontakan, rekreasi dan yang dinamai dengan nasyid-nasyid, pantomim yang bersifat keagamaan, syiar’syiar indah, demonstrasi, bolehnya masuk dalam berbagai pemilu dan parlemen dan yang semisal itu yang ditempuh secara bertahap-tahap oleh kelompok-kelompok ini –sampai pada ucapan beliau- maka perbuatan ini tanpa diragukan lagi adalah penggambaran yang salah, jauh sekali dari petunjuk Islam, dan ini tidaklah diridhai oleh siapa yang padanya masih terdapat sebiji atom dari keimanan dan ilmu serta akal yang kuat. [“An Nashrul ‘Aziiz” karya Asy Syaikh Robi’ hafizhohullahu ta’aala hal.46-47 perpustakaan Al Furqaan]

Dan berkata Asy Syaikh Ahmad An Najmy ~rahimahullah~ dalam bantahannya terhadap Al Ikhwanul Muslimiin: “Observasi Kedua Puluh Tiga:” Tata tertib Demonstrasi: Dan Islam tidaklah mengakui dan mengikrarkan perbuatan ini bahkan perbuatan ini adalah perkara baru (dalam agama Islam) termasuk dari perbuatan-perbuatannya orang-orang kafir, dan telah diimpor perbuatan ini dari mereka kepada kita. Apakah setiap perbuatannya orang-orang kafir kita jalankan dan kita ikuti? Sesungguhnya Islam tidaklah tertolong dengan adanya demonstrasi……. sampai akhir perkataan beliau .”

Dan berkata Asy Syaikh Shalih Fauzaan ~hafizhohullahu ta’aala~ : “Agama kita bukanlah agama anarki, agama kita adalah agama disiplin, agama tata tertib, dan agama ketenangan, sementara (demonstrasi) bukanlah termasuk dari perbuatannya umat Islam, dan tidaklah umat Islam mengenalnya -sampai pada perkataan beliau- demonstrasi-demonstrasi ini menimbulkan fitnah yang banyak, menimbulkan pertumpahan darah, dan menimbulkan perusakan terhadap harta-harta benda, ….” sampai akhir ucapan beliau. [“Al Ajwibah Al Mufiidah” karya Al Haaritsy hal. 217-218/ Darul Minhaaj].

Dan berkata Asy Syaikh Robi’ ~hafizhohullahu ta’aala~: “Sesungguhnya Abdurrohman (bin Abdul Kholiq) mengumumkan adanya kebatilan pada Salafiyiin bahwa mereka fanatik pada ulama-ulama Islam sementara dirinya sendiri fanatik buta pada musuh-musuh Islam dalam demonstrasi dan pemilu dan menyeru untuk bekerjasama dalam parlemen-parlemen, dan fanatik dalam bolehnya berbilangnya kelompok-kelompok.” [“Jamaa’atun Waahidah” hal.38/ Darul Minhaaj].” [sampai di sini penukilan dari kitab “At Tajliyah li Amaaaraatil Hizbiyyah” karya Abu Fairuz].

Berkata Asy Syaikh Abdul Muhsin ‘Abbad ~waffaqohullah~ dalam syarah Sunan Abi dawud jilid 27 halaman 369 dengan konteks sbb:

“Pertanyaan:
Apa hukumnya demonstrasi yang dilakukan dengan tujuan terwujudnya kemaslahatan umat. Apakah ini termasuk dari bentuk pemberontakan?

Jawab:
Demonstrasi adalah bentuk dari kedunguan dan tindakan anarki.”

Selesai sampai di sini nasihat yang ana inginkan untuk disampaikan pada kaum Muslimin di tanah air Indonesia dan memberi taufiq kepada pemerintahnya, semoga Alloh memberkahinya .

Selesai di tulis, awal Robi’uts Tsani 1432 H
Di Darul Hadits Dammaj, Yaman ~harosahalloh~

Sumber: http://kebenaranhanya1.wordpress.com/2011/05/08/hukum-demonstrasi/

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Fatawa Ulama, Manhaj Ahlus Sunnah, Nasehat, Sunnah VS Bid'ah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.