CARILAH ILMU YANG SEMPURNA


بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Alhamdulillah wassholatu wassalaamu ‘ala rasulillah sallallahu’alayhi wassallam wa ashaaduallaa ilaahaillah wa ashaaduanna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu wa ba’du

Demi terhindarnya aku dan kalian dari kerugian maka aku berwasiat kepada diriku dan kalian agar menuntut ilmu syar’iy dan aku minta kepada Allah ta’ala supaya memberikan manfaat dengannya dan memberikan rizki kepadaku dan kalian, ilmu yang bermanfaat dan beramal dengannya.

KETAHUILAH WAHAI SAUDARAKU…

ALLAH MEMBEDAKAN HAMBANYA DAN KEDUDUKANNYA(DERAJATNYA)DENGAN ILMU

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Artinya : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu beberapa derajat.(QS : Mujadalah:11)

Ibnu katsir berkata: maka jika seseorang tawaadhu kepada perintah/perkaranya Allah (termasuk menuntut ilmu),maka Allah akan mengangkat derjat kedudukannya dan menyebarkan sebutan luhur terhadapnya.

Yaa ikhwaniy rahimaniy wa rahimakumullah siapakah yang berhaq terhadap sanjungan dan kemulian ini??? renungkanlah ayat…… kalian akan tahu bahwa hanya orang-orang beriman dan ahlul’ilm yang berhaq atasnya.

Sebagaimana riwayat amirulmu’miniyn umar ibn khattab radiyallahu’anhu Rasulullah Sallallahu’alayhi wa sallam bersabda sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan Al Qur’an dan merendahkan pada selainnya sebab Al Qur’an (sebab tidak mau mempelajarinya,beramal,serta mengajarkan dan sabar dalam belajar ,beramal dan hal yang di jumpai dalam menda’wahkannya)

Allah berfirman,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُواْ الألْبَابِ

Artinya : katakanlah : Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”sesungguhnya orang-orang berakalah yang dapat menerima pelajaran.(QS:AZZUMAR:9)

Dan sabda Rasulullah : Sallallahu’alayhi wa sallam

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ النُّجُومِ ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ ، إِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً وَإِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ ، فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظِّهِ أَوْ بِحَظٍّ وَافِرٍ
»

Artinya :
dan sesungguhnya keutamaan seorang ‘aaliym mengalahkan seorang ahli ibadah seperti mengalahkannya bulan atas keseluruhan bintang-bintang,sesungguhnya para ulama mereka pewarisnya para nabi,dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan diynar dan tidak juga dirham,dan sesungguhnya mereka mewariskan ilmu,maka barang siapa yang mengambil bagian(warisan ilmu)telah mengambil dia dengan bagian yang sempurna.(HR.ADDAARIMIY)

ALLAH MENGHENDAKI MEMAHAMKAN HAMBA DENGAN PROSES MENUNTUT ILMU

Rasulullah bersabda

« مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ ، وَإِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ

Artinya : barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan terhadapnya maka Allah membuatnya faqih dalam agama.dan sesungguhnya ilmu dengan belajar.(HR.MUSLIM)

Kalau tidak mengamalkan sebab,untuk memahami agama dengan thalabulilm maka itu satu hal yang tidak mungkin karena sebelum faham,seseorang harus tahu ilmu.Fiqh secara bahasa bermakna faham dan faham adalah hasil dari memikirkan sesuatu yang diketahui dan fahamnya seseorang terhadap agamanya adalah dari hasil mengetahui dari ilmu agama tersebut kemudian mencari pemahaman dari yang di ketahuinya dengan bimbingan para masyayikh agar pemahamannya tidak menyimpang dari kebenaran sebagaimana salaf memahami agama.

ALLAH MEMUDAHKAN PERJALANAN MENUJU SURGA DENGAN ILMU

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya : dan barang siapa yang berjalan pada jalan,dia mencari dalam perjalanan tersebut ilmu, maka Allah memudahkan untuknya sebab ilmu perjalanan menuju surga.(HR.MUSLIM)

Demikianlah ilmu yang di maksud adalah ilmu syar’iy yang menghantarkan pemiliknya kepada kebahagian hidup di dunia dan akibat terpuji di akhirat.

Dan ketahuilah jika yang disebutkan itu adalah ilmu,maka yang di maksud ilmu adalah ilmu bermanfaat yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah dengan mengambil pemahaman dari salaf shalih dan dia adalah ilmu petunjuk.

Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ } [التوبة: 33]، فالهدى هو: العلم النافع، ودين الحق: هو العمل الصالح.

Artinya: Dialah(Allah) yang telah mengutus RasulNya(dengan menbawa)petunjuk(Alqur’an)dan agama yang benar.(QS.ATTAUBAH:33)

Maka adapun petunjuk adalah ilmu yang bermanfaat dan agama yang benar adalah amal yang baik (menurut Al Qur’an dan Sunnah)

Rasulullah bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: ketika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalanya kecuali dari tiga hal, kecuali dari shodaqoh jaariyah atau ilmu yang di ambil manfaat dengannya atau anak yang shalih yang berdo’a untuknya.(HR.MUSLIM)

Hadist ini menunjukkan bahwa ilmu yang bermanfaat yang diambil manfaat oleh orang setelahnya,mendatangkan pahala untuk orang yang mengajarkan ilmu tersebut walaupun dia sudah wafat pahalanya tetap mengalir ke timbangan kebaikannya. Selain dari pada ini maka ilmu tersebut adakalanya memberikan manfaat dunyawiyah saja atau ilmu yang mendatangkan mudharat bagi pemiliknya.

Ilmu bermanfaat yang bersifat duniawiyah hanya terbatas kepada lingkupnya saja, contoh: ilmu kedokteran tidak bisa mengatasi korupsi, karena dokter tidak bisa membersihkan hati yang tamak dengan alat secanggih apapun.

Ilmu dokter hanya terbatas pada penyakit medis. Adapun ilmu syar’iy obat penyakit jasad dan hati sebagaimana di ketahui di kalangan para ahlul’ilm untuk jasad yang sakit pengobatan syar’iy dengan minum madu, habbatussauda’, minyak zaitun dan lain-lain.

Dan untuk penyakit hati adalah dengan thalibul’ilm mendengarkan firman Allah, merenungkannya, bisa membuat hati koruptor berdetak dan bertaubat karena puncak keilmuan adalah khasyatullah(rasa takut kepada Allah dan mengetahui terus di awasi oleh Allah) yang di sampaikan oleh para du’at yang baik, tidak oleh da’I yang sama buasnya dengan para koruptor itu dalam melalap dunia dengan berbagai cara. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu syar’iy adalah jalan keluar untuk semua keaadaan. ALLAHUAKBAR…

ILMU YANG SEMPURNA


الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا

Artinya : Pada hari telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu,dan telah Kucukupkan kepadamu ni’matKu,dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.(QS:ALMAAIDAH 3)

Bukan berarti penulis mengesampingkan ilmu selain ilmu syar’iy yang juga bermanfaat seperti ilmu kedokteran dimana kami membutuhkan dokter-dokter muslim berkualitas yang ahli di bidangnya hanya penulis ingatkan untuk menghindari maksiat kepada Allah dalam meraihnya seperti belajar ilmu filsafat yang berisi kekufuran dan selainnnya.

ILMU YANG MEMUDHARATKAN PEMILIKNYA

Allah berfirman:

وقال تعالى: { أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ } الآية: [الشعراء : 197]

Artinya : dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama baniy israail mengetahuinya?(bahwa alqur’an itu benar-benar tersebut dalam kitab-kitab orang terdahulu)

Bersamaan dengan Allah menyebutkan mereka adalah ulama bani israail tapi tidak mendatangkan manfaat kepada mereka ilmunya, bahkan menyebabkan mereka tercela dan dengannya memalingkan umat dari kebenaran,karena ilmu yang bermanfaat membuat pemiliknya mengamalkan apa yang di ketahuinya dan menyelamatkan mereka dari kerusakan. Sama persis dengan orang-orang yang di nasabkan memiliki ilmu (tapi khianat tidak menerangkan kebenaran). Kalau orang jahil(bodoh) yang jatuh dalam lobang, membuat seseorang tersenyum simpul sebagai ganjaran dari ketidak hati – hatian dan kejahilan yang dia tidak mau terlepas darinya. Berbeda dengan seseorang yang sudah tahu lalu menerjunkan dirinya ke dalam lobang,itu pastilah ORANG GILA yang membuat orang berakal tak habis fikir kenapa dia mau masuk lobang itu dan dia hadapkan dirinya pada penderitaan di sekujur tubuhnya?bagaimana dengan orang yang tahu akibat perbuatanya akan mendatangkan murka Allah tetapi tetap dia lakukan juga? LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHI

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (22) }

Artinya:’hai manusia,sembahlah rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertaqwa.Dialah zat yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,dan dia yang menurunkan air (hujan)dari langit,lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.(QS.ALBAQARAH:21&22)

Bersamaan pengetahuannya bahwa Allah tidak mempunyai sekutu-sekutu tetapi pengetahuannya(ilmunya)tersebut tidak memberikan pengaruh padanya bahkan dia jatuh pada perbuatan tercela menjadikan Allah mempunyai sekutu. Allahumma sallim sallim

Wahai saudaraku yang mulia!!
aku mengajak diriku dan kalian mengamalkan do’a Rasulullah Sallallahu’alayhi wa sallam untuk berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا ».

artinya :
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat.dan dari hati yang tidak khusuk,dan dari diri yang tidak kenyang,dan dari do’a yang tidak di kabulkan .(HR.MUSLIM)

Na’am, Rasulullah Sallallahu’alayhi wa sallam minta perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat.dan karena tercelanya ilmu yang tidak bermanfaat,banyak sekali orang yang di nasabkan memiliki ilmu tapi tidak sedikit yang terjerembab pada kesalahan dengan motivasi yang berbeda-beda karena malu atau gengsi.salah satu contohnya adalah BID’AHNYA JAM’IYYAT (YAYASAN), MEMBUAT MA’HAD KHUSUS PUTRI(TN),MENGEMIS (PROPOSAL) ATAS NAMA DA’WAH, tidak bisa mereka fahami dengan baik sehingga terjatuh melakukannya. Padahal dalil – dalil yang menerangkan masalah tersebut sangat terang dan jelas bagaikan terangnya matahari di siang hari.

Katabahu al-faqiyr ilallahi wa raaajiy ilaa ‘afwa rabbihi
Abu ‘Abdillah Faadhil Muhammad al-Husaiyniy al-Maidany

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Manhaj Ahlus Sunnah, Nasehat dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke CARILAH ILMU YANG SEMPURNA

  1. Dina Yulia Fitri berkata:

    Ana izin share/copas ya..

Komentar ditutup.