Rekomendasi Buku: “TAMAMUL MINNAH” Koreksi Terhadap Kitab Fikih Sunnah Karya Sayyid Sabiq


بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam suatu kesempatan belasan tahun silam, seorang kawan menyarankan saya untuk bertanya kitab fikih apa yang terbaik saat ini, kepada salah seorang ustadz tempat dimana dulu saya pernah mengambil ilmu.

Ia sudah mendapatkan jawabannya, namun agar saya yakin, ia menginginkan saya untuk bertanya kembali, kitab fikih mana itu. Dan jawaban yang diberikan oleh ustadz tersebut memang tidak berbeda dengan apa yang dikatakannya. Kitab fikih terbaik yang ada saat ini adalah Kitab Fikih Sunnah, karya Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah ta’ala.

Bahkan pengakuan ini juga diberikan oleh Syaikh Albani, dengan pujiannya pada kata pengantar kitab TAMAMUL MINNAH;

Kitab Fiqhus Sunnah, karya Syaikh Sayyid Sabiq, termasuk kitab terbaik yang saya ketahui dalam hal materi, sistematika, dan bahasanya yang mudah dimengerti. Kitab ini terhindar dari ungkapan-ungkapan yang rumit, yang sedikit sekali kitab-kitab fikih (hukum) Islam seperti ini terhindar dari hal tersebut.

Demikian pujian syaikh terhadap kitab Fikih Sunnah ini.

Buku ini merupakan sebuah koreksi & komentar (secara ilmiah) terhadap kitab Fiqhus Sunnah karya Asy-Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullaahu ta’ala. Perlu kita ketahui maksud/tujuan dari penulisan kitab ini bukanlah didasarkan atas hasad, tajassus (mencari-cari kesalahan) atau bahkan menjatuhkan nama baik Syaikh Sayyid Sabiq, sebagai penulisnya.
Sebagaimana yang dijelaskan sendiri oleh Syaikh Albani dalam muqaddimah cetakan I, beliau berkata : “Perlu saya sampaikan, bahwa saya mengomentari dan mengungkapkan kekeliruan-kekeliruan di dalam kitab Fiqhus Sunnah, bukan bermaksud untuk menjatuhkan nilai buku ini (-Fiqhus Sunnah-) atau merendahkan penulisnya sama sekali. Akan tetapi, saya bertujuan menolong kebenaran dengan kebenaran. Menjaga Fiqhus Sunnah dari kesalahan sekecil mungkin, sehingga menjadikan kitab tersebut dapat di terima dan bermanfaat bagi kaum muslimin…”

Buku ini merupakan terjemahan cetakan II merupakan revisi dari cetakan I terbit setelah hampir 25 tahun. Yang sangat menarik di dalam buku ini, penulis (syaikh Albani), sebelum kepada inti pembahasan, terlebih dahulu memberikan sebuah pengantar ilmiah yang penting, yang dijadikan pedoman pokok dalam mengoreksi & memberi komentar terhadap buku Fiqhus Sunnah.

Meski demikian, rasa cinta Syaikh Albani kepada agama ini, untuk menegakkan kebenaran, yakni dengan mengadakan penelitian atas hadits-hadits yang ada di kitab Fikih Sunnah, adalah alasan mengapa kemudian Syaikh mengarang kitab Tamamul Minnah ini.

Maka dalam pengantar kitab Tamamul Minnah, Syaikh Albani meringkas 14 (empat belas) jenis kesalahan tersebut, tentunya bukan untuk memojokkan pengarang kitab Fikih Sunnah tersebut, melainkan untuk mengadakan ‘pembersihan’ atas hadits-hadits yang dipakai didalamnya, baik yang menimbulkan kekeliruan fiqhiyyah ataupun hadits-hadits tersebut mempunyai derajat dhoif, sehingga tidak dapat dipakai untuk berhujjah dalam agama ini.

14 (empat belas) kesalahan tersebut adalah;

1. Banyak hadits-hadits yang tidak dijelaskan kedudukannya ternyata hadits-hadits itu dhoif.

2. Beberapa hadits lain yang dinilai kuat, setelah diperiksa ternyata sangat lemah.

3. Beberapa hadits yang dianggap dhoif padahal sebenarnya shahih, atau melalui sanad-sanad lain yang kuat.

4. Beberapa hadits tidak dinisbatkan kepada Bukhari-Muslim, padahal ada padanya atau pada salah satunya.
5. Beberapa hadits disandarkan kepada salah satu ‘Shahihain’ atau kepada yang lainnya, padahal tidak ada asalnya pada keduanya.

6. Beberapa hadits yang tidak ditemukan sama sekali dalam kitab-kitab sunnah.

7. Ada hadits yang dikatakan bersumber dari salah satu sahabat tertentu yang dikisahkan oleh sejumlah besar para perawi hadits, padahal hadits terkait menurut sebagian mereka bersumber dari sahabat lain atau lebih dari satu sahabat.

8. Menisbatkan hadits kepada mukharrijnya tetapi tidak menjelaskannya, padahal mukharrij yang dinisbatkan hadits itu kepadanya sudah memberikan catatan penting yang mengkritik keshahihan hadits itu.

9. Kurang respek terhadap dalil-dalil sandaran bagi suatu permasalahan, sehingga sering ada pembahasan masalah tanpa dalil pendukung. Terkadang berdalil dengan qiyas padahal ada hadits shahih, atau mengambil dalil umum padahal ada dalil khusus (dalam masalah itu).

10. Kurang menguasai permasalahan seperti: masalah mandi sunnah atau yang semisalnya.

11. Menampilkan beberapa pendapat yang saling bertentangan dalam suatu permasalahan tanpa mentarjihkannya (menguatkan) salah satunya.

12. Adanya kebimbangan pendapat dalam beberapa permasalahan sehingga banyak pendapat yang disebutkan pada awal pembahasan kemudian dibatalkan di akhir pembahasan.

13. Menguatkan salah satu pendapat yang saling bertentangan, yang sebenarnya tidak berhak untuk dikuatkan karena dalilnya yang lemah dan kuatnya dalil yang digunakan oleh lawan.

14. Menyelisihi hadits shahih yang tidak ada hadits lain yang menentangnya.

Yang terakhir ini merupakan kesalahan mu’alif yang cukup berat. Mu’alif tidak konsisten dengan arahan/misi beliau dalam karyanya tersebut, agar kita berpegang dengan Assunnah. Lebih-lebih beliau beralasan karena mayoritas ulama tidak merujuk hadits terkait dalam beberapa masalah atau karena tidak mengenal orang yang melaksanakan hadits tersebut dalam masalah lain.

Kitab Tamamul Minnah sendiri lengkapnya berjudul Tamamul Minnah fit Ta’liq ‘ala Fiqhus Sunnah atau dalam bahasa Indonesianya berarti Kesempurnaan Anugerah dalam Mengomentari Fiqhus Sunnah.

Di dalam Kitab ini setidaknya ada 15 pedoman pokok yang dijelaskan oleh penulis (syaikh Abani; red) satu per satu. Yaitu :

1. Pedoman I : Menolak hadits Syadz (Ganjil).
2. Pedoman II : Menolak hadist Mudltharib (Goncang).
3. Pedoman III : Menolak hadits Mudallas (Hadis yg diriiwayatkan oleh perawi dengan cara tadlis/menyamarkan, menyembunyikan kekurangan/kelemahan hadisnya, yg dapat menyebabkan derajat hadisnya mardud/tertolak).
4. Pedoman IV : Menolak hadits majhul (perawi yg tidak dikenal).
5. Pedoman V : Tidak mengandalkan Tautsiq (pengakuan tsiqat/terpecaya) Ibnu Hibban.
6. Pedoman VI : Pernyataan mereka (ahli hadits) : “ Para perawinya adalah para perawi hadits shahih,” Bukanlah penilaian shahih atas suatu hadits.
7. Pedoman VII : Tidak bersandar pada diamnya Abu Dawud.
8. Pedoman VIII : Kode-kode As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir tidak dapat dipercaya.
9. Pedoman IX : Diamnya Al-Mundziri tidak menguatkan hadits dalam At-Targhib wat Tarhib.
10. Pedoman X : Menguatkan hadits dengan banyaknya jalur tidak bersifat mutlak.
11. Pedoman XI : Tidak dibenarkan menyebutkan hadits dla’if tanpa menjelaskan titik kelemahannya.
12. Pedoman XII : Meninggalkan hadits dla’if tentang keutamaan amal.
13. Pedoman XIII : Dalam hadits dla’if tidak boleh disebutkan : “Rasulullah telah bersabda” atau “Telah datang darinya” dan yang semisal.
14. Pedoman XIV : Kewajiban melaksanakan hadits shahih, walaupun tidak seorang pun melaksanakannya.
15. Pedoman XV : Perintah syari’at untuk satu orang berarti perintah untuk semua umat.

Dalam edisi Indonesia, kitab Tamamul Minnah yang diterbitkan oleh Pustaka Sumayyah ini mempunyai tebal halaman 469 halaman.
Metode yang dipergunakan oleh Syaikh Albani dalam menyusun kitab ini adalah dengan menukil secara lengkap kalimat yang ada dalam kitab Fikih Sunnah dan baru kemudian beliau berikan komentarnya, sehingga orang yang tidak sedang memegang kitab Fikih Sunnah pun mengerti dimana letak kesalahan tersebut tanpa melihat teks aslinya.

Jika anda termasuk orang yang menyangsikan keilmuan syaikh Albani, dalam masalah ilmu hadits, maka hendaklah anda membaca kitab ini, karena anda akan melihat bagaimana syaikh begitu telitinya dalam memberikan komentarnya terhadap hadits-hadits yang dipakai dalam kitab Fikih Sunnah, menuliskan siapa perawinya, bagaimana ia bertentangan dengan hadits-hadits lainnya yang lebih sah, dan seterusnya.

Jikalau beliau tidak wasi’/luas dan dalam pengetahuannya dalam disiplin ilmu hadits ini, maka bagaimana mungkin beliau dapat melakukan penelitian dengan demikian mendalamnya pada kitab ini.

Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada mereka berdua, penulis kitab Tamamul Minnah ini, Syaikh Albani rahimahullah ta’ala dan juga kepada pengarang kitab Fikih Sunnah, yakni Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah ta’ala.

Wallahu a’lam

————-
Note:
bila anda berminat untuk memilik buku ini, silahkan hubungi 0831 9929 0726 (SMS ONLY !) untuk info pemesanannya.

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di INFORMASI PENTING!, Rekomendasi Buku dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.