(Soal-Jawab) BERAPA BIAYA UNTUK MENUNTUT ILMU BERSAMA ULAMA AHLUSSUNNAH DI “DARUL HADITS” – DAMMAJ, YAMAN ?

Dijawab oleh: Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory (Thullabul ‘Ilmi/Penuntut ilmu di Markiz Induk Darul Hadits, Dammaj)
-semoga Allah mengampuni dosa-dosanya-

Soal:

Sudah lama saya bercita-cita untuk menuntut ilmu di Dammaj namun kendalanya adalah keuangan, saya sudah mengumpulkan uang dan saya perkirakan bahwa dengan uang tersebut sudah bisa berangkat ke Dammaj namun kemudian saya berpikir kembali karena uang tersebut hanya untuk biaya keberangkatan sedangkan untuk persiapan ketika sudah sampai di Dammaj tidak ada, bagaimana dengan pendapatmu?

Apakah saya tetap berangkat dengan perbekalan hanya seperti itu? Ataukah saya perlu bekerja (mengumpulkan uang) lagi atau bagaimana? Dan bagaimana denganmu ketika dulu berangkat ke Dammaj?

Jawaban:

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، أما بعد

Jika kamu sudah yakin bahwa uangmu sudah mencukupi untuk berangkat hingga sampai ke Dammaj maka berangkatlah! Dan kuatkan tawakkalmu! Karena kalau kamu menunggu sampai mengumpulkan uang untuk persiapan kebutuhanmu di Dammaj maka ini mengkhawatirkan, karena Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«إِنَّ قُلُوبَ بَنِى آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ».

“Sesungguhnya hati anak Adam semuanya di antara dua jari dari jari jemarinya Ar-Rohman, (hati-hati mereka itu) seperti satu hati yng Dia memalingkannya sesuatu kehendak-Nya”. (HR. Al-Imam Ahmad dan Muslim dari Abdulloh bin ‘Amr Ibnil ‘Ash). Dalam riwayat lain masih dalam “Musnad Ahmad” dan dalam “Sunan Ibnu Majah” dari hadits Nawwas bin Sam’an bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

مَا مِنْ قَلْبٍ إِلاَّ بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ ، إِنْ شَاءَ أَقَامَهُ ، وَإِنْ شَاءَ أَزَاغَهُ

“Tidaklah dari hati kecuali di antara dua jari dari jari jemarinya Ar-Rohman, jika Dia berkehendak (untuk menegakannya) maka Dia tegakkan dan jika dia berkehendak (untuk menyelewengkannya) maka Dia selewengkan”.

Sudah banyak kami dapatkan dari sebagian kawan-kawan kami, mereka sudah cukup uangnya untuk ke Dammaj namun mereka menunda-nunda dengan alasan mencari uang tambahan sehingga ketika di Dammaj mereka bisa membeli apa yang mereka butuhkan –demikian alasan mereka-, namun ternyata tidak lama kemudian mereka berpaling dari tujuan awal mereka, ada dari mereka terfitnah dengan para hizbiyyun seperti terfitnah dengan syubhatnya Muhammad Afifudin Al-Hizby As-Sidawy, dan ada pula tersibukan dengan usahanya yang pada akhirnya semakin lupa dan semakin menjauh dari al-haq.

Jika kamu sudah yakin bahwa dengan uang yang kamu miliki sudah bisa sampai di Dammaj maka berangkatlah! Kuatkan tawakkalmu! Dan kuatkan kesabaranmu!.

Kamu tidak perlu pikirkan bagaimana kalau sudah sampai di Dammaj? Di Dammaj disediakan untuk kamu makan 3 (tiga) kali sehari; pagi makan roti dengan fasolia, siang makan nasi campur bumbu, malam makan roti dengan fasolia masya Alloh nikmat luar biasa, setiap akhir Romadhan ada uang tunjangan dari ma’had juga ada pembagian gamis atau imamah masya Alloh.

Adapun tetang kami kenapa tiba-tiba bisa sampai di Dammaj maka itu tidak lain karena pertolongan Alloh Ta’ala kemudian dengan sebab saudara kami yang mulia Abul Abbas Harmin –Hafizhahumulloh wa Ro’ahum-, beliu memberikan dorongan untuk kami ke Dammaj sedangkan dunia di depan mata terpajangkan bagi kami, lapangan kerja terbuka untuk kami, Alloh Ta’ala memberikan hidayah kepada kami dengan sebab saudara kami tersebut –Jazahumullohu khoiran katsiro-, beliau mendahulukan kami dari pada dirinya, beliau dan Abu Muhammad Al-Amin Nurdin –Hafizhahumulloh wa Ro’ahum- membantu membiayai kami sehingga kami bisa berada di Darul Hadits Dammaj.

Karena proses pemberangkatan ditunda-tunda terus, maka kami menunggu di Jawa berbulan-bulan yang mengakibatkan kami kehabisan bekal untuk persiapan di perjalanan. Ketika sudah ada panggilan maka kami berangkat dengan tanpa membawa uang serupiah pun, ketika kawan-kawan kami berangkat ke bandara Jakarta dengan mobil kami pun diajak naik bersama mereka, kami semua sampai di Shon’a dengan selamat, kemudian datang mobil bisnis utusan Abu Abayah membawa kami ke Dammaj.

Dari Indonesia kami sudah dijanjikan oleh Abu Afifah Husen Al-Hizby -Laa Barokallahu fiihi- bahwa pemberangkatan dari Indonesia ke Dammaj kami tidak dikenakan biaya lagi, kalau Abu Salman menagih dari kalian maka kalian bayar nanti kami gantikan uangnnya, namun ketika kami sudah sampai di Dammaj Abu Salman (alias Abu Abayah) langsung menagih ke masing-masing kami 150 $ (seratus lima puluh dolar), karena kami tidak memiliki uang sama sekali maka kami menghubungi Abu Afifah dia pun berkata: Utang dulu lalu kasikan Abu Salman nanti kalau sudah ada yang ke Dammaj baru kami kirimkan uang gantinya. Kami pun berani utang ke saudara kami Amin ­–Rahimahulloh-, setiap rombongan datang kami selalu menanyakan titipan dari Abu Afifah –Qotalahulloh- ternyata tidak satu pun yang mendapatkan titipan, ternyata uang-uang kami dan kawan-kawan kami disantap habis oleh Abu Afifah Al-Hizby –Laa Jazahullohu Khoira- (lihat tulisan kami “Nasehat Untuk Menjauhi Orang-orang Sesat”).

Dengan perlakuan seperti itu tidak sedikit pun membuat kami melemah, prinsip kami: Ini masih ringan dibandingkan Salman Al-Farisy Rodhiyallahu ‘Anhu ketika beliau berkata:

مَرَّ بِي نَفَرٌ مِنْ كَلْبٍ تُجَّارًا فَقُلْتُ لَهُمْ تَحْمِلُونِي إِلَى أَرْضِ الْعَرَبِ وَأُعْطِيكُمْ بَقَرَاتِي هَذِهِ وَغُنَيْمَتِي هَذِهِ قَالُوا نَعَمْ فَأَعْطَيْتُهُمُوهَا وَحَمَلُونِي حَتَّى إِذَا قَدِمُوا بِي وَادِي الْقُرَى ظَلَمُونِي فَبَاعُونِي مِنْ رَجُلٍ مِنْ يَهُودَ عَبْدًا

“Lewat kepadaku dari serombongan pedagang, maka aku katakan kepada mereka: “Bawalah saya ke negri Arob dan saya akan memberikan kepada kalian sapi-sapiku dan kambing-kambingku ini, mereka berkata: Iya, maka aku memberikan mereka semuanya, kemudian mereka membawaku, sampai ketika mereka masuk di Wadil Quro’ mereka menzholimiku, mereka menjualku kepada seorang Yahudi sebagai budak”.

Kami sangat bersyukur kepada Alloh Ta’ala karena bisa sampai di Dammaj dengan mendapatkan cobaan yang jauh lebih ringan bila dibandingkan Salman Al-Farisy Rodhiyallahu ‘Anhu.

Sesampainya di Dammaj kami langsung sujud syukur dan pada malam harinya kami langsung bermalam di masjid As-Sunnah, kemudian kami mendapat tempat di sakan (asrama) bawah masjid, kami berupaya untuk selalu berada di masjid terkhusus waktu-waktu sholat jama’ah, ketika dars (pelajaran) bersama Syaikhuna Yahya –Hafizhahulloh- saya tidak memiliki kitab namun saya ingin berupaya untuk bisa menghafal hadits, saya teringat dengan kisah Al-Imam Muhammad bin Idris Rohimahulloh yang beliau mengahafal hadits-hadits dengan cara menulis, saya pun berupaya untuk melakukan seperti itu, tidak lama kemudian ada saudara-saudara seiman yang memberi hadiah dengan kitab-kitab, ada pula yang meminjamkan kitab-kitab untuk kami, Jazahumullohu khoiro.

Awalnya saya mengira bahwa hanyalah saya yang tidak memiliki kitab-kitab dars namun ternyata di sampingku ada juga yang tidak punya kitab, saya mengira hanya saya yang sering mencuci pakaian tanpa sabun namun ternyata ada juga yang mencuci pakaiannya tanpa menggunakan sabun, saya mengira hanya saya yang memiliki pakaian yang paling sederhana namun ternyata ada juga yang lebih sederhana, saya mengira hanya saya yang memiliki dua pakaian ternyata ada di zaman sahabat yang hanya memiliki satu pakaian saja, Rasululloh Shallallah ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada seorang sahabatnya:

أَعِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ

“Apakah kamu memiliki sesuatu?” Dia berkata:

مَا عِنْدِي مِنْ شَيْءٍ

“Aku tidak memiliki apa-apa”. Rosulullah berkata:

وَلاَ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ

“Tidak ada walaupun cincin dari besi?”. Dia berkata:

وَلاَ خَاتَمًا مِنَ حَدِيدٍ وَلَكِنْ أَشُقُّ بُرْدَتِي هَذِهِ فَأُعْطِيهَا النِّصْفَ وَآخُذُ النِّصْفَ

“Tidak ada walaupun cincin dari besi, akan tetapi aku akan membela kain (sarungku) ini, lalu aku berikan untuknya setengahnya dan aku mengambil setengahnya”. (HR. Al-Bukhary” dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘Anhu).

Dengan melihat keadaanku seperti itu, maka saya selalu menghibur diriku dengan apa yang dikatakan oleh Al-Imam Al-Bukhary dalam “Shohihnya”:

باب لينظر إلى من هو أسفل منه ولا ينظر إلى من هو فوقه.

“Bab hendaklah melihat kepada orang yang dia lebih rendah darinya, dan tidak melihat kepada orang yang di atasnya”. Setelah beliau membuat bab tersebut beliau berkata:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ.

“Telah menceritakan kepada kami Isma’il, beliau berkata: Telah menceritakan kepadaku Malik, dari Abu Zinad dari Al-A’roj, dari Abu Huroiroh, dari Rosululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam beliau berkata: “Jika salah seorang diantara kalian melihat kepada orang yang mengunggulinya pada harta dan rupa maka hendaklah dia melihat kepada orang yang paling rendah darinya”.

Dan juga saya menghibur diriku dengan perkataan Allah Ta’ala:

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (4) ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا (5)} [الطلاق: 4، 5]

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kalian, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya”. (Ath-Tholaq: 4-5). Jika dia sudah berbekal takwa maka hendaklah dia barengi ketakwaannya tersebut dengan tawakkal, Allah Ta’ala berkata:

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3) } [الطلاق: 2 – 4]

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (Ath-Thalaq: 2-4).

Wallohu A’lam.

– Tambahan Editor ISNAD.Net-
Beberapa pertanyaan serupa telah kami terima, diantaranya :

Bismillah, Assalamu’alaikum. Ana dan keluarga ( istri dan anak ) hendak menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj – Yaman, tetapi dana yang kami miliki hanya untuk berangkat kesana, adapun untuk pembelian rumah sebagai tempat tinggal ana tidak memiliki dananya. Apakah ana dan keluarga masih dapat berangkat untuk menuntut ilmu disana ? Abu Intan/Jakarta +628164810xxx

Assalamu’laikum, ana b’niat u/ bljar di darul hadits, siapa yg harus ana hubungi di indonesia, biaya sampe sana brp? sy dah b’klrga & anak(2) bisa ga?? jazakumullohu -dikirim melalui email-

Bismillah..insya alloh klo alloh meridhoi ana kpingin menuntut ilmu di dammaj bersama isteri ana mau tanya berapa harga rumah di dammaj yg paling murah..Abu yazid/majalengka – 085353xxxxxx

Jawab:
Wa’alaykumussalaam warohmatullohi wabarokaatuh
KHUSUS kepada siapa yang akan kita hubungi sebelum berangkat ke Darul Hadits Dammaj, maka dari apa yang kami ketahui bisa meminta nasehat/petunjuk langsung ikhwah di Indonesia seperti Akhuna Abu Turob (Bengkulu) atau Akhuna Abu Ubayd Fadhly (Sulsel).
Nomor telpon Abu Turob / Abu Ubayd bisa diminta ke kami dengan mengirim SMS ke nomor 0821-5952-4781 ** tetap mencantumkan nama/kota dan maksud tujuannya.

Semoga Bermanfaat
Sumber: -ISNAD.Net-

 

Artikel Terkait:

UMMAT BERTANYA, AHLUL ‘ILM MENJAWAB # Kumpulan Soal-Jawab Bulan Robi’ul Awwal 1434HUMMAT BERTANYA, AHLUL ‘ILM MENJAWAB # Kumpulan Soal-Jawab Bulan Shofar 1434H

UMMAT BERTANYA, AHLUL ‘ILM MENJAWAB # Kumpulan Soal-Jawab Bulan Muharram 1434H

UMMAT BERTANYA, AHLUL ‘ILM MENJAWAB # Kumpulan Soal-Jawab Bulan Dzulhijjah 1433H

 

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di INFORMASI PENTING!, KONSULTASI Syari'ah, Nasehat, PROBLEMATIKA UMMAT, Realita Ummat, soal-jawab dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.