Saudaraku, Jangan ISBAL !


بسم الله الرحمن الرحيم

Ditulis oleh: Abu Fahd Fuad bin Mukiyi (Pelajar di Darul Hadits Dammaj) -semoga Alloh menjaganya-

Pengertian Isbal

Makna Isbal secara bahasa:

Berkata Ibnu Mandzur rahimahulloh: «أسبل إزاره» Yakni menurunkannya. Dan jika dikatakan أسبل فُلان ثيابه adalah apabila ia memanjangkannya dan menjadikan pakaiannya sampai menyentuh tanah. [“Lisanul ‘Arob” (6/163)]

Makna Isbal secara Istilah:

Berkata Imam An-Nawawi: «المسبل إزاره» maknanya adalah memanjangkan ujungnya. [Syarh Shohih Muslim (2/116)]

SEBAB HAROM ISBAL BAGI LAKI-LAKI
Alloh tidak akan mengajak bicara pada hari kiamat, dan tidak pula melihat mereka, tidak mensucikannya, dan bagi mereka adzab yang pedih;

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ«ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ، وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ» قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُوْلُ اللهِ ﷺ ثَلاَثَ مِرَارٍ. قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ: خَابُوْا وَخَسِرُوْا. مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ«المُسْبِلُ وَالمَنَّانُ وَالمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالحَلِفِ الكَاذِبِ«

Dari Abu Dzarr radhiyAllohu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda: “Tiga macam golongan yang tidak diajak berbicara oleh Alloh nanti di hari kiamat, dan Alloh juga tidak melihat mereka, tidak membersihkan mereka dan mereka mendapat adzab yang pedih.” Berkata (Abu Dzarr radhiyAllohu ‘anhu): Rosululloh ﷺ mengucapkan sebanyak tiga kali. Berkata Abu Dzarr ا: Alangkah menyesal dan ruginya mereka. Siapakah mereka Ya Rosululloh? Rosululloh ﷺ bersabda: “Orang yang Musbil (yaitu orang yang menurunkan pakaiannya melebihi mata kaki), Orang memberi lalu mengungkit-ngungkitnya dan yang menjual barang dagangnya dengan sumpah palsu.” [HR. Muslim (no.106) Abu Dawud (no.4087) At-Tirmidzi (no.1299) An-Nasa’i (no.2563) Ibnu Majah (no.2207) Ahmad (no.21215) Ad-Darimi (no.2608) Abu Dawud Ath-Thoyalisi (no.2230) Ibnu Abi Syaibah (no.4865) dan hadits dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohihul Jami’ (no.3062)]

Orang yang musbil diancam dengan neraka

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ اعَنِ النَّبِيِّ ﷺ : «مَا أَسْفَلَ مِنَ الكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِي النَّارِ»

Dari Abu Huroiroh radhiyAllohu ‘anhu dia berkata, Nabi ﷺ bersabda: “Apa-apa yang dibawah kedua mata kaki dari sarung (atau kain) maka tempatnya adalah dineraka.” [HR. Al-Bukhori (no.5787) An-Nasa’i (no.5346) ‘Abdurrozzaq (no.19987) Al-Baghowi (no.3081) Ibnu Abi Syaibah (no.4871) Abu Nu’aim (7/192) Al-Baihaqi (2/244)]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ بقَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ «كُلُّ شَيْءٍ جَاوَزَ الكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فِي النَّارِ»

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyAllohu ‘anhu ia berkata; bersabda Rosululloh ﷺ: “Segala sesuatu yang melewati kedua mata kaki dari kain, dineraka.” [HR. Ath-Thobroni (3/138) berkata Syaikh Al-Albani t dalam Ash-Shohihah (no.2037): Sanadnya lemah dikarenakan Al-Yaman (dia bin Al-Mugiroh), berkata Al-Hafidz t: “Dho’if” (lemah). Dan berkata Al-Haitsami t (5/124): Al-Yaman lemah menurut jumhur, dan berkata Ibnu ‘Adi t: tidak mengapa. Aku katakan (Syaikh Al-Albani t): dan hadits ini shohih, karena hadits ini mempunyai syawahid (penguat) yang banyak..(selesai)]

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الخُدْرِيّ ا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: «إِزْرَةُ المُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ، لاَجُنَاحَ عَلَيْهِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الكَعْبَيْنِ، وَمَا أَسْفَلَ مِنَ الكَعْبَيْنِ فِي النَّارِ». يَقُوْلُ ثَلاَثًا: «لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyAllohu ‘anhu ia berkata; aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda: “Sarungnya seorang mu’min sampai setengah dari kedua betisnya, tidak ada dosa baginya apabila diantara betis dan diantara kedua mata kakinya, dan apa-apa yang di bawah dari kedua mata kaki di neraka.” Beliau mengucapkannya tiga kali: “Alloh tidak akan melihat kepada siapa saja yang menurunkan kainnya dengan sombong.” [HR. Ibnu Majah (no.3573) Abu Dawud (no.4093) Ahmad (no.10627) Malik (no.1642) Ath-Thoyalisi (no.2228) Ibnu Hibban (no.5446)]

عَنْ سَمْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ:«مَا تَحْتَ مِنَ الكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فِي النَّارِ»

Dari Samroh bin Jundub radhiyAllohu ‘anhu ia berkata; aku mendengar Rosululloh ﷺ bersabda: “Apa-apa yang yang dibawah kedua mata kaki dari kain, dineraka.” [HR. Ahmad (no.20044)]

Orang yang menurunkan kainnya dengan sombong, tempatnya adalah di neraka;

عَنْ هُبَيْب ا: عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: «مَنْ وَطِئَ عَلَى إِزَارِهِ خُيَلاَءَ وَطِئَهُ فِي النَّارِ»

Dari Hubaib radhiyAllohu ‘anhu mengatakan; dari Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang kainnya melebihi mata kaki karena sombong, ia akan menginjakkan kainnya di neraka.” [Ahmad (no.) Al-Bukhori dalam “Tarikh Al-Kabir” (no.2907) Abu Ya’la (no.1542)]

Orang yang menurunkan kainnya karena sombong, maka Alloh tidak akan melihatnya;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ ا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: «لاَ يَنْظُرُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمَ القِيَامَةِ إِلَى مَنْ يُجُرُّ إِزَارَهُ بَطَرًا»

Dari Abu Huroiroh radhiyAllohu ‘anhu ; bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Alloh tabaroka wa ta’ala tidak akan melihat pada hari kiamat kepada orang yang menurunkan kainnya dengan sombong.” [HR. Al-Bukhori (no.5788) Muslim (no.2087) Ahmad (no.8778) Malik (no.1640)]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ: «لاَ يَنْظُرُ اللهُ يَوْمَ القِيَامَةِ إِلَى مَنْ يُجُرُّ ثَوبَهُ خُيَلاَء»

Dari ‘Abdulloh Ibnu ‘Umar radhiyAllohu ‘anhuma bahwasanya Rosululloh ﷺ bersabda: “Alloh tidak akan melihat pada hari kiamat kepada orang yang menurunkan pakaiannya dengan sombong.” [HR. Al-Bukhori (no.5783) Muslim (no.2085) Abu Dawud (no.4085) At-Tirmidzi (no.1730) An-Nasa’i (no.5327) Ahmad (no.4475) Malik (no.1641)]

Alloh tidak menyukai orang-orang yang musbil

عَنِ المُغِيْرَةَ بْنِ شُعْبَةٍا قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ أَخَذَ بِحَجْزَةٍ سُفْيَان بْن أَبِي سَهْلٍ وَهُوَ يَقُوْلُ: «يَا سُفْيَان بْنِ أَبِي سَهْلٍ لاَ تُسْبِلْ إِزَارَكَ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ المُسْبِلِيْنَ»

Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyAllohu ‘anhu ia berkata; aku melihat Nabi ﷺ memegang ikat pinggang Sufyan bin Abi Sahl dan beliau ﷺ bersabda: “Wahai Sufyan bin Abi Sahl, janganlah kamu melakukan musbil sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat musbil.” [HR. Ibnu Majah (no.3574) Ahmad (no.18069) Ibnu Abi Syaibah (8/207) Ibnu Hibban (no.1449) berkata Al-Haitsami rahimahulloh dalam Majma’ Az-Zawa’id: periwayatnya tsiqoh.]

Isbal termasuk dari kesombongan

عَنْ جَابِر بْنِ سُلَيْم ا: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ قَالَ لَهُ «..وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ المَخِيْلَةِ، وَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ المَخِيْلَةَ.»

Dari Jabir bin Sulaim; bahwasanya Rosululloh bersabda kepadanya: “Jauhilah dirimu dari isbal, karena itu termasuk dari kesombongan, dan Alloh tidak menyukai kesombongan.” [HR. Abu Dawud (no.4084) At-Tirmidzi (no.2722) An-Nasa’i dalam ‘Amal Yaumi wa Lailah” (no.318) An-Nasa’i dalam “Al-Kubro” (no.9696) Ahmad (no.16569) lihat Ash-Shohihah (no.1403) dan hadits dalam riwayat Ahmad (Juz.5/hal.64) dishohihkan Syaikh Muqbil t dalam Ash-Shohihul Musnad (no.1490) dari seorang dari Balhujaim]

Dan berbuat sombong adalah harom dan termasuk dosa besar, Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُم مِّن كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَّا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

“Dan Musa berkata: Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari Setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.” [QS. Al-Mu’min:27]

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:
لاَ جَرَمَ أَنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong.” [QS. An-Nahl:23]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ ا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ : «لاَيَدْخُلُ الجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ» قَالَ رَجُلٌ : إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنَةٌ وَنَعْلُهُ حَسَنَةٌ. قَالَ : «إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ، الكِبْرُ بَطَرُ الحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ»

Dari ‘Abdulloh bin Mas’ud radhiyAllohu ‘anhu : ”Tidak akan masuk surga orang yang didalamnya ada sebiji gandum dari kesombongan.” berkata seorang: sesungguhnya seseorang menyukai untuk pakaiannya bagus dan sandalnya bagus. Bersabda Rosululloh ﷺ: ”Sesungguhnya Alloh indah dan menyukai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” [HR. Muslim (no.91) Abu Dawud (no.4091) At-Tirmidzi (no.1998) Ibnu Majah (no.4173) Ibnu Hibban (no.224) Ath-Thobroni (no.10000)]

Nabi memerintahkan untuk mengangkat kain kita agar tidak melebihi mata kaki

عن عمرو بن الشريد ا: أَبْعَدَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ رَجُلاً يَجُرُّ إِزَارَهُ فَأَسْرَعَ عَلَيْهِ أَوْ هَرْهَوَلَ فَقَالَ ﷺ: «إِرْفَعْ إِزَارَكَ وَاتَّقِ اللهَ» قَالَ: إِنِّي أَحْنَفُ تَصْطَكُ رُكْبَتَايَ فَقَالَ ﷺ: «إِرْفَعْ إِزَارَكَ فَإِنَّ كُلَّ خَلْقِ اللهِ حَسَنٌ» فَمَا رُؤِيَ الرُّجُلُ بَعْدُ إِلاَّ إِزَارَهُ نَصِيْبٌ أَنْصَافِ سَاقَيْهِ أَوْ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ.

Dari ‘Amr bin Asy-Syarid radhiyAllohu ‘anhuma ia berkata: Rosululloh ﷺ melihat seseorang dari jauh, sedangkan orang tersebut mnyeret sarungnya, maka beliau bersegera ke sana atau berkata dan berkata: “Angkatlah kainmu dan bertaqwa lah kepada Alloh.” Orang tersebut menjawab: “kakiku bengkak dan saling beradu dengan kedua dengkulku.” Nabi ﷺ menjawab: “Angkatlah kainmu, sesungguhnya semua ciptaan Alloh adalah baik.” Maka orang tersebut tidak pernah terlihat sejak itu kecuali kainnya separuh kedua betisnya.” [HR. Ahmad (no.19364) Al-Humaidi (no.810) Ath-Thobroni (no.7240) dan berkata Syaikh Al-Albani t: “sanadnya shohih, periwayatnya periwayat tsiqoh dan ini atas syarat syaikhoin..” Ash-Shohihah (no.1441)]

Kainnya Nabi ﷺ adalah setengah betisnya

عَنِ الأَشْعَث بْنِ سُلَيْم: سَمِعْتُ عَمَّتِي تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ:«…إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ»

Dari Al-Asy’ats bin Sulaim; aku mendengar pamanku; menceritakan dari pamannya berkata: “.sarungnya sampai kepada kedua betisnya.” [HR. Ahmad (no.22980) At-Tirmidzi dalam Syama’il (no.97) dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani t dalam “Mukhtashor Syama’il Muhammadiyah” (hal.69)]

عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَلَفٍ قَالَ: قَدِمْتُ المَدِيْنَةَ وَأَنَا شَابٌ مُتَأَزِّرٌ بِبُرْدَةٍ لِي مُلْحَاء أَجْرهَا فَأَدْرَكَنِيْ رَجُلٌ فَغَمَزَنِي بِمِخْصَرَةٍ مَعَهُ ثُمَّ قَالَ: «أَمَّا لَوْ رَفَعْتَ ثَوْبَكَ كَانَ أَبْقَى وَأَنْقَى» فَلْتَفَتُّ فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ ﷺ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ مُلْحَاء، قَالَ: «وَإِنْ كَانَتْ بُرْدَة مُلْحَاء أَمَّا لَكَ فِي أُسْوَتِي» فَنَظَرْتُ إِلَى إِزَارَهُ فَإِذَا فَوْقَ الكَعْبَيْنِ وَتَحْتَ عَضْلَة»

Dari ‘Ubaid bin Kholaf berkata: aku datang ke kota dan dalam keadaan saya muda memakai kain serta memakai burdah (jubah luar) yang sampai menyeret (tanah), maka aku mendapati seseorang yang memegangku dengan dengan jari telunjuknya seraya berkata: “tidakkah engkau angkat pakainmu, karena sesungguhnya itu lebih baik dan lebih bersih.” Maka aku pun menoleh dan di dapati bahwasanya itu Rosululloh ﷺ. Maka aku mengatakan: wahai Rosululloh, ini hanya burdah yang bergaris putih dan hitam.” Maka beliau berkata: “Apakah engkau tidak melihat aku sebagai contoh?” kemudian aku melihatnya: ternyata kainnya adalah di atas kedua kaki dan bawah dengkulnya.” [HR. Ahmad (no.22981) dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahulloh dalam “Mukhtashor Syama’il Muhammadiyah” (no.97)]

Isbal termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) dengan wanita; dan menyerupai dengan perempuan termasuk dosa besar.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍب قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ المُتَشَبِّهِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ.

Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Rosululloh melaknat orang-orang lelaki yang menyerupai perempuan dan para perempuan yang menyerupai lelaki.” [HR. Al-Bukhori (no.5885) Abu Dawud (no.4097) Ibnu Majah (no.1904) Ahmad (no.3060)]

Orang yang berbuat musbil masuk dalam perkara berlebih-lebihan

Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [QS.Al-A’rof:31]

Alloh Subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” [QS Al-An’am:141]

sumber : dari sini

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Adab dan Akhlak, Artikel Islam, Fiqh, Hukum Syari'at, Sunnah VS Bid'ah dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.