INFORMASI PENTING: Awas Racun dan Bahan Kimia Berbahaya pada Jeruk Cina!

Jeruk Cina: Awas Racun dan Bahan Kimia Berbahaya!
Posted on Januari 5, 2011 by A Nizami

Jeruk Cina memang sangat menarik. Warnanya kuning cerah mulus dan licin. Berbeda dengan jeruk lokal yang warnanya belang hijau, kuning, bahkan coklat. Tak jarang Jeruk Cina dibungkus plastik satu demi satu dan diberi merk agar lebih menarik.

Tapi jangan keliru. Jeruk Cina belum tentu lebih baik daripada Jeruk Lokal seperti Jeruk Medan atau Jeruk Pontianak. Adik ipar saya Fahmi (Yusuke Kondo) yang berkewarga-negaraan Jepang saat ditawari Jeruk Cina tidak mau makan sama sekali. Padahal dia makan buah salak yang ada di piring yang sama. Alasannya di Jepang, penduduk di Jepang sudah tidak mau makan Jeruk Cina karena mengandung banyak bahan kimia sehingga warnanya begitu bersih dan menarik.

Sebelumnya saya dan ipar saya yang lain juga saat makan Jeruk Cina merasa aneh. Jeruknya tidak manis dan tidak kecut (walau ada yang manis dan ada yang kecut), tapi kok tidak berair sama sekali? Kami curiga jika jeruk tersebut disuntik.

Di satu Blog Singapura, seorang Blogger, Terry khawatir karena pemerintah Shanghai melarang penjual Jeruk di Cina yang memakai pewarna beracun untuk mewarnai jeruknya. Dia khawatir jeruk seperti itu sampai di Singapura. Tak heran jika warna Jeruk Cina begitu kuning mulus dan terang/menarik.

Sementara Dinkes Cilegon menemukan kandungan Formalin yang bisa menimbulkan kanker pada Jeruk Impor asal Cina. Tak heran jika Jeruk Cina yang telah menempuh perjalanan laut selama 2 minggu ke Indonesia, masih belum busuk meski dipajang selama 3 minggu. Alias tidak busuk meski sudah 5 minggu lebih. Sementara Jeruk Lokal seminggu sudah busuk.

Itu karena Jeruk Cina sudah memakai bahan pengawet kimia seperti Formalin sehingga jadi tahan lama. Sementara Jeruk Lokal lebih alami.
Terus terang soal teknologi/kimia bangsa Cina memang jago-jago. Untuk mainan atau barang elektronik, mereka sudah mengungguli AS.

Tapi soal makanan/buah, kecerdasan mereka patut kita waspadai mengingat sebelumnya mereka juga pernah mencampur zat melamine yang berbahaya pada susu sehingga bisa didapat susu yang murah. Mereka bahkan bisa membuat anggur, tahu, dan telur palsu dari bahan kimia yang berbahaya.

Telur palsu buatan mereka harganya 1/10 dari harga telur asli! Dan tampilan serta rasa nyaris tidak beda dengan telur asli:

Kita makan buah seperti jeruk tentu karena ingin memakan sesuatu yang alami. Bukan sesuatu yang sudah tercampur bahan kimia seperti zat pewarna atau pun pengawet formalin.

JERUK IMPOR ASAL CHINA TEMBUS PASAR LUWUK
Rabu, 02 Desember 2009 08:02

Luwuk, Sulteng, 2/12 (ANTARA) – Jeruk produk pertanian asal China kini telah memasuki pasar buah tradisional di Luwuk, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah (Sulteng).

Jeruk dengan tekstur kuning terang itu merambah pasar Luwuk sejak sebulan terakhir. Jeruk itu tampak dijual di pasar tradisional Simpong dengan tumpukan jeruk pada belasan lapak kaki lima.
“Sudah sebulan ini saya jual jeruk China. Rasanya lebih manis dan tahan lama,” kata seorang pedagang jeruk di Pasar Simpong,Irwan Rabu.

Pedagang buah di pasar Simpong mengatakan, jeruk China tidak mudah busuk dan warnanya tidak berubah walau dipajang selama tiga pekan.
“Warnanya tidak berubah. Padahal sudah dua minggu dikirim dari Makassar,” kata Irwan.

Jeruk China dijual dengan harga Rp25 ribu perkilogram. Walau tergolong mahal, pembeli jeruk China tetap tinggi atau banyak . Beberapa pedagang mengatakan dapat menjual hingga 10 kilogram perhari.
“Kalau lagi ramai bisa sampai 10 kilogram,” kata penjual buah di pasar malam, Irma .

Pedagang buah di Luwuk mendapatkan jeruk Cina dari distributor di Makassar Sulawwsi Selatan. Pedagang yang lain mendapatkan langsung dari Surabaya melalui pengiriman kapal milik PT. Pelni.
Sedangkan jeruk Lokal dijual seharga Rp6.000 perkilogram. Jeruk lokal walau rasanya manis tapi cepat membusuk sehingga pedagang buah kerap rugi.

Jeruk Impor Asal Cina Berformalin
Selasa, 02 Juni 2009

CILEGON- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, menemukan buah jeruk asal negara Cina mengandung formalin. Hal itu diketahui dari hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Serang terhadap kulit dan isi jeruk. “Dari hasil pemeriksaan di Labkesda Serang, jeruk tersebut positif mengandung bahan kimia formalin yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” kata Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan Dinkes Kota Cilegon, Arti Juwita, Senin (1/6).

Bahan kimia formalin, kata dia, apabila dikonsumsi akan menimbulkan pengaruh terhadap kesehatan, seperti kanker, pengecilan organ tubuh, kerusakan saluran pernafasan dan saluran pencernaan.

Setelah Anggur, Tahu Palsu, China Kini Miliki Telur Palsu
Rabu, 5 Januari 2011 – 11:33 wib
Fajar Nugraha – Okezone

BEIJING – China membuka tahun baru ini dengan masalah keamanan pada produk makanan yang sepertinya sulit untuk diatasi. Setelah rangkaian makanan beracun, kini Pemerintah China dipusingkan dengan beredarnya telur palsu.

Masalah makanan palsu yang beredar memang terus membuat pihak badan pengawas makanan China merasa terganggu. Setelah beredarnya anggur palsu, jamur yang mengandung deterjen hingga tahu palsu, Negeri Tirai Bambu itu terus diwarnai skandal makanan beberapa pekan terakhir.

Beredarnya makanan palsu ini terkuak setelah susu mengandung melamin diketahui beredar di China. Kasus yang terkuat pada tahun 2008 lalu, menyebabkan enam bayi tewas dan 300 ribu lainnya menderita sakit keras. Demikian diberitakan The Straits Times, Rabu (5/1/2011).

Skandal terbaru yang tengah marak di Negeri Panda itu saat ini adalah beredarnya telur palsu. Stasiun televisi nasional China (CCTV) bahkan menguak fakta dibalik pembuatan telur palsu tersebut. Semua urutan pembuatan ini amat berbahaya, karena dibuat dengan menggunakan bahan kimia mematikan.

Hal ini diketahui setelah adanya laporan beredarnya keping dvd yang menyediakan cara membuat telur palsu. Telur-telur berbahaya ini dijual di masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah.

SUMBER:
http://international.okezone.com/read/2011/01/05/18/410614/setelah-anggur-tahu-palsu-china-kini-miliki-telur-palsu

http://www.koran-jakarta.com/berita-detail-terkini.php?id=24069

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2582401

http://en.epochtimes.com/news/7-9-11/59598.html

http://club.stomp.com.sg/stomp/sgseen/what_bugs_me/523982/china_bans_toxic_dyed_oranges_are_those_in_spore_safe_to_eat.html
Colour on oranges washes off with water: Is dye safe?
http://club.stomp.com.sg/stomp/sgseen/what_bugs_me/501066/sticky_oranges_bought_from_supermarket_come_out_colour_is_paint.html

http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=11805&Itemid=34

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Pos ini dipublikasikan di Artikel Kesehatan, Kesehatan Umum, Realita Ummat, Secret File's dan tag , . Tandai permalink.