KALENDER 1435 Hijriyah / 2013-2014 Masehi | FATWA: Hukum Menggunakan Kalender Masehi


بسم الله الرحمن الرحيم

KELENDER TAHUN 1435 HIJRIYAH

( 2013 M – 2014M )

kalender 1435 H (2013-2014)

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله berkata:

“Kalender Harian dimulai dengan terbenamnya matahari, kalender bulanan dimulai dengan hilal, sedangkan kalender tahunan dimulai dengan hijrahnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Inilah yang diamalkan oleh kaum muslimin dan para ulama dalam kibat-kitab mereka.”
[Dhiya’ Lami’ hlm. 308]

FATWA ULAMA’ AHLUSSUNNAH TENTANG HUKUM MENGGUNAKAN KELENDER MASEHI

بسم الله الرحمن الرحيم

Fatwa al-Lajnah ad-Dâ`imah Lil Buhûtsil ‘Ilmiyyah Wal Iftâ`

[komisi tetap untuk pembahasan ilmiah dan fatwa saudi ‘arabia]

Pertanyaan Ke-2 dari fatwa nomor 2072

Pertanyaaan :
Bolehkah berinteraksi dengan kalender masehi dengan orang-orang tidak mengetahui kalender hijriyah, seperti kaum muslimin non arab atau atau orang-orang kafir mitra kerja?

Jawaban :
Tidak boleh bagi kaum muslimin menggunakan kalender masehi karena sesungguhnya hal tersebut merupakan bentu tasyabbuh (menyerupai) [1] orang-orang nashara dan termasuk syiar agama mereka. Sebenarnya kaum muslimin, walhamdulillâh telah memiliki kalender yang telah mencukupi diri mereka yang mengaitkan mereka dengan Nabi mereka Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sekaligus ini merupakan kemuliaan yang besar. Namun apabila ada suatu kebutuhan yang sangat terdesak maka boleh menggabung kedua kalender tersebut.

Wabillahit Taufiq. Washallallâhu ‘ala Nabiyinâ Muhammad wa Âlihi wa Shabihi wa sallam

Al-Lajnah Ad-Dâ`imah Lil Buhûtsil ‘Ilmiyah Wal Iftâ`
Anggota : Bakr Abû Zaid
Shâlih Al-Fauzân
‘Abdullâh bin Ghudayyân
Wakil Ketua : ‘Abdul ‘Azîz Âlusy Syaikh
Ketua : ‘Abdul Azîz Bin ‘Abdillâh bin Bâz

FATWA ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN SHÂLIH AL-’UTSAIMÎN

-semoga Alloh merahmatinya-

Pertanyaan:
Fadhîlatusy Syaikh, pertanyaanku ini ada 2 hal. Yang pertama bahwa sebagian orang mengatakan kita tidak boleh mengedepankan kalender masehi daripada kalender hijriyyah, dasarnya adalah karena dikhawatirkan terjadinya loyalitas kepada orang-orang kafir. Akan tetapi kalender masehi lebih tepat dari pada kalender hijriyyah dari sisi yang lain. Mereka mengatakan sesungguhnya mayoritas negeri-negeri menggunakan kalender masehi ini sehingga kita tidak bisa untuk menyelisihi mereka.

Jawaban:
Bahwa realita penentuan waktu berdasarkan pada hilâl merupakan asal bagi setiap manusia, sebagaimana firman Allah subhanahu wa Ta’ala :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

Mereka bertanya kepadamu tentang hilâl. Katakanlah: “Hilâl itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; [Al Baqarah: 189]

Ini berlaku untuk semua manusia

Dan bacalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :

ِإِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” [At Taubah: 36]

Bulan-bulan apakah itu? Maka tidak lain adalah bulan-bulan yang berdasarkan hilâl. Oleh karena itu NabiShalallahu ‘alaihi wasallam menafsirkan bahwasannya empat bulan tersebut adalah : Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Inilah yang merupakan pokok asal.

Adapun bulan-bulan yang ada di tengah-tengah manusia sekarang ini adalah bulan-bulan yang bersifat perkiraan dan tidak dibangun di atas dasar yang tepat. Kalau seandainya hal itu berdasarkan bintang niscaya hal itu ada dasarnya karena bintang sangat jelas keberadaannya di atas langit dan waktu-waktunya. Akan tetapi bulan-bulan yang didasarkan atas prasangka tersebut tidaklah memiliki dasar. Sebagai bukti, di antara bulan tersebut ada yang 28 hari dan sebagiannya 31 hari yang semua itu tidak ada dasarnya sama sekali. Akan tetapi apabila kita dihadapkan pada dilema berupa kondisi harus menyebutkan kalender masehi ini, maka kenapa kita harus berpaling dari kalender hijriyyah kemudian lebih memilih kalender yang sifatnya prasangka dan tidakmemiliki dasar tersebut?! Suatu hal yang sangat mungkin sekali bagi kita untuk menggunakan penanggalan hijriyyah ini kemudian kita mengatakan bahwa tanggal hijriyyah sekian bertepatan dengan tanggal masehi sekian. Karena melihat kebanyakan dari negeri-negeri Islam yang telah dikuasai oleh orang-orang kafir kemudian mereka merubah kalender hijriyyah tersebut kepada kelender masehi yang hakekatnya itu adalah dalam rangka untuk menjauhkan mereka dari perkara tersebut dan dalam rangka menghinakan mereka.

Maka kita katakan, apabila kita dihadapkan pada musibah yang seperti ini sehingga kita harus menyebutkan kalender masehi juga, maka jadikanlah yang pertama kali disebut adalah kalender hijriyyah terlebih dahulu kemudian kita katakan bahwa tanggal hijriyyah sekian bertepatan dengan tanggal masehi sekian.

Kemudian si penanya tadi mengatakan bahwa sisi yang kedua dari pertanyaan tersebut bahwa beberapa perusahaan mereka mengatakan bahwa kami tidak menggunakan kalender masehi ini untuk maksud berloyalitas kepada orang-orang kafir, akan tetapi karena keadaan perusahaan-perusahaan yang ada di dunia ini yang kita menjalin hubungan perdagangan bersamanya, menggunakan kalender masehi juga sehingga akhirnya kita pun mau tidak mau menggunakan kalender masehi juga. Kalau tidak maka disana ada suatu hal yang bisa memudharatkan diri kami baik dari hal-hal yang berkaitan dengan transaksi dagang dan sebagainya. Maka apa hukum permasalahan ini?

Jawabanya: Bahwa hukumnya adalah suatu yang mudah. Sebenarnya kita bisa menggabung antara keduanya. Misalnya engkau mengatakan bahwa aku dan fulan bersepakat dalam kesepakatan dagang pada hari ahad misalnya, yang hari tersebut bertepatan dengan bulan hijriyyah sekian, kemudian setelah itu baru kita sebutkan penanggalan masehinya, kira-kira mungkin tidak?

Penanya menjawab: Tentu, sesuatu yang mungkin.
(Liqâ`âtul Bâbil Maftûh)

FATWA Asy-SYAIKH SHÂLIH BIN FAUZÂN AL-FAUZÂN

-semoga Alloh menjaganya-

Pertanyaan:
Apakah menggunakan kalender masehi termasuk sebagai bentuk wala’ (loyalitas) terhadap Nashara?

Jawab :
Tidak termasuk sebagai bentuk loyalitas tetapi termasuk bentuk tasyabbuh (penyerupaan) dengan mereka (Nashara). Para shahabat pun tidak menggunakannya, padahal kalender masehi telah ada pada zaman tersebut. Bahkan mereka berpaling darinya dan menggunakan kalender hijriyyah. Ini sebagai bukti bahwa kaum muslimin hendaknya melepaskan diri dari adat kebiasaan orang-orang kafir dan tidak membebek kepada mereka. Terlebih lagi kalender masehi merupakan simbol agama mereka, sebagai bentuk pengagungan atas kelahiran Al-Masîh dan perayaan atas kelahiran tersebut yang biasa dilakukan pada setiap penghujung tahun (masehi). Ini adalah bid’ah yang diada-adakan oleh Nashara (dalam agama mereka).

Maka kita tidak ikut andil dengan mereka dan tidak menganjurkan hal tersebut sama sekali. Apabila kita menggunakan kalender mereka, berarti kita menyerupai mereka. Padahal kita -dan segala pujian bagi Allah semata- telah memiliki kalender hijriyyah yang telah ditetapkan oleh Amîrul Mu`minîn ‘Umar bin Al-Khaththâb bagi kita di hadapan para sahabat Muhajirin dan Anshar ketika itu. Maka ini sudah cukup bagi kita.

(Al-Muntaqâ min Fatâwa Al-Fauzân XVII / 5, fatwa no. 153 )

[1] Perbuatan tasyabbuh terhadap orang-orang kafir dilarang dalam
Islam. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ »

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.”
[HR. Ahmad II/50 dan Abû Dâwud no. 4031. dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albâni dalam Al-Irwâ` no. 1269]


NAMA-NAMA BULAN DALAM TAHUN HIJRIYAH

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah bagi nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, bagi keluarganya, sahabatnya dan yang mengikuti mereka hingga akhir dunia.

Atas kasih sayang Allah سبحانه و تعالى  untuk menumbuhkan kecintaan kita terhadap Syiar Islam, yang salah satunya kita mempunyai penanggalan dan nama bulan tersendiri yang dikenal dengan penanggalan Hijriah. Namun ironis banyak dari kita jangankan mengetahui tanggal berapakah hari ini dalam kalender Hijriah, nama bulan Hijriah-pun kita tidak hapal, karenanya diposting ini kami sediakan link download Kalender 1434 H dan Nama-nama bulan Hijriah serta sedikit keterangan:

FreeDownload Kalender 1435 H

١. مُـحَرَّم

(bulan ke-1) Muharrom

٢. صَفَر

(bulan ke-2) Shofar

٣. رَبِيْعُ أَوَّل

(bulan ke-3) Robi’ul Awwal

٤. رَبِيْعُ ثَانِ

(bulan ke-4) Robi’ul Akhir

٥. جُـمَادَى أَوَّل

(bulan ke-5) Jumadal Awwal

٦. جُـمَادَى ثَانِ

(bulan ke-6) Jumadal Akhir

٧. رَجَـب

(bulan ke-7) Rojab

٨. شَـعْبَان

(bulan ke-8) Sya’ban

٩. رَمَضَان

(bulan ke-9) Ramadhan

١٠. شَوَّال

(bulan ke-10) Syawwal

١١. ذُالْقَعْدَة

(bulan ke-11) Dzulqo’dah

١٢. ذُالْـحِجَّة

(bulan ke-12) Dzulhijjah


Keterangan :

-> Pergantian tanggal atau hari dalam Islam (kalender hijriyah) adalah saat masuk waktu Maghrib.
-> Tidak ada hari, tanggal, bulan dan tahun sial dalam Islam.
-> Haul (syarat waktu 1 tahun dalam pembayaran zakat) dihitung 1 tahun dalam tahun hijriah, kelirulah orang yang menghitungnya memakai kalender masehi.
-> Empat bulan haram ialah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom dan Rojab.
-> Disyariatkan puasa Ayyamul Bidh (hari terang) yakni tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya, kecuali pada hari tersebut puasa wajib atau haram berpuasa.
-> Tanggal 9 dan 10 Muharrom adalah waktu Puasa Asyuro’.
-> Perbanyaklah puasa di bulan Sya’ban tanpa pengkhususan di nisfu sya’ban.
-> Disyariatkan meningkatkan Kebajikan dan Ibadah di 10 hari awal bulan Dzulhijjah dan khusus tanggal 9 Dzulhijjah adalah waktu untuk puasa Arofah bagi orang yang tidak menunaikan haji.
-> Tanggal 8 s/d 13 Dzulhijjah adalah hari-hari manasik Haji.
-> Tidaklah ada syariat tertentu untuk pergantian tahun Hijriah dari bulan Dzulhijjah ke tanggal 1 Muharrom.
-> Biasakanlah melafadzkan nama bulan Islam bukan nama bulan arab, kerena nama bulan-bulan tersebut adalah milik Islam, bukan hanya arab. Menyebut ini adalah bulan arab akan menampakkan kesukuan dan nasionalisme hingga sadar atau tidak kita akan jarang menggunakannya, ingat ini adalah tipuan musuh-musuh Islam.

_________
Sumber : isnad.net reposting untuk ISLAMIC ZONE http://thibbalummah.wordpress.com/

About these ads

Tentang Admin

ALAMAT ADMIN : Jln. Letjend. Jamin Ginting KM.8 Gg.Gembira Bawah (Padang Bulan) Kwala Bekala - Medan Johor. Medan-Sumatera Utara e-mail : abujundi5medan@gmail.com
Tulisan ini dipublikasikan di Free Download, INFORMASI PENTING!, kalender dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke KALENDER 1435 Hijriyah / 2013-2014 Masehi | FATWA: Hukum Menggunakan Kalender Masehi

  1. Ali Mustofa berkata:

    Sangat bermanfa’at,,, sukron,,,

Komentar ditutup.